cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Analisa Polimorfisme Gen BMP-15 (Bone Morphogeninetic Protein) Sapi PO (Bos Indicus) Dan Hubungannya Dengan Keberhasilan Inseminasi Buatan Damayanti, Erni Usnia; Rahayu, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.743 KB)

Abstract

ABSTRACT BMP-15 gene is a member of the TGF-β are expressed specifically in developing oocytes in the ovary. The aims of this study was to determine the BMP-15 gene polymorphism in PO cattle using PCR-RFLP method and its relationship to success of artificial insemination of PO cattle. Genomic DNA was isolated from blood of 10 PO cattle using salting out method, obtained randomly from Pasuruan. BMP-15 gene was amplified with 5-GCTCTGGAATCACAAGGGG-3 as forward primer and 5-AGAGATGGGGAGCGATGAT-3 as reverse primer. The results of amplification is fragments DNA with the length 350 bp. The amplicon of BMP-15 gene was cut by restriction enzyme HaeIII and polymorphism are indicated by the presence of two haplotypes. The first haplotyp with 2 fragments consist of 100 bp and 200 bp and the second haplotyp with 5  fragments consist of , 100 bp, 125 bp, 200 bp, 300 bp, and 400 bp. In conclusion, there is polymorphism of PO cattle (Bos indicus) BMP-15 gene, however there is no correlation between BMP-15 gene polymorphism with success of artificial insemination of PO cattle..   Keywords : BMP-15 gene, polymorphism, PO cattle.
Identifikasi dan Analisis Similaritas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur yang Berpotensi Mengendalikan Pertumbuhan Larva Aedes aegypti Rohmanita, Sela Ayu; rohmanita, sela ayu; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.478 KB)

Abstract

Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki kasus demam berdarah tertinggi di Indonesia. Salah satu agen hayati pengendali vektor virus demam berdarah adalah Bacillus thuringiensis, namun penelitian terkait B. thuringiensis isolat lokal asal Jawa Timur belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan B. thuringiensis isolat lokal Jawa Timur yang berpotensi mengendalikan larva Aedes. aegypti serta mengetahui karakter dan similaritas fenotip antar isolat tersebut dengan B. thuringiensis acuan (Bti.HD567). Tahapan penelitian meliputi isolasi B. thuringiensis dari sedimen dan air dengan menggunakan media selektif B. thuringiensis, karakterisasi fenotip berdasarkan morfologi koloni dan morfologi sel (pewarnaan Gram dan endospora), serta uji toksisitas dari masing-masing isolat B. thuringiensis terhadap larva A. aegypti. Data hasil uji toksisitas selanjutnya diseleksi untuk mendapatkan isolat-isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti yang kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Isolat yang berpotensi tinggi dalam mengendalikan larva A. aegypti diidentifikasi dengan API 50 CHB, kemudian dibuat dendogram dengan menggunakan CLAD97. Isolat-isolat yang memiliki potensi tinggi dalam membunuh larva A. aegypti yaitu Mdn1.Tk2, SK.T, Pb2.T, W.Swh.S.K2, K.K1.S.K2, dan Jmbr1.T. Berdasarkan dendogram terdapat tiga kelompok yaitu kelompok 1 (Mdn1.Tk2, K.K1.S.K2), 2 (SK.T, Pb2.T dan W.Swh.S.K2) dan 3 (Jmbr1.T).Isolat Mdn1.Tk2 dan K.K1.S.K2 identik dengan Bti.HD567 (100 %), sedangkan SK.T, Pb2.T, dan W.Swh.S.K2 merupakan Genus Bacillus (98,3 %). Isolat Jmbr1.T tidak termasuk Genus Bacillus.
Studi Toksisitas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur Berdasarkan Ketinggian Tempat Terhadap Larva Aedes aegypti Triprisila, Lidwina Faraline; Suharjono, Suharjono; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.984 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit endemis yang menyebabkan angka kematiannya tinggi hampir di seluruh provinsi di Indonesia.  Pada kurun empat tahun terakhir Jawa Timur memiliki kasus DBD paling tinggi. Ketinggian tempat merupakan faktor yang membatasi penyebaran Aedes aegypti sebagai vektor epidemik penyakit demam berdarah. Salah satu cara yang aman untuk memberantas nyamuk tersebut adalah dengan Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat dan menguji toksisitas Bacillus thuringiensis yang efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti dari beberapa ketinggian tempat di Jawa Timur. Sampel sedimen dan air diambil dari dataran tinggi Blitar dan Bondowoso, dataran sedang di Bangkalan, Ponorogo, Madiun dan Tulungagung serta dataran rendah di Lamongan dan Surabaya. Bacillus thuringiensis diisolasi dengan media selektif. Isolat yang didapatkan diamati karakteristik fenotip (Profil Matching Method), kemudian dilakukan pengujian toksisitas pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Persentase mortalitas larva dianalisis probit (LC50), ragam (ANOVA) dan uji t (t-test). Dua dari 28 isolat Bacillus thuringiensis yang didapatkan yaitu SK.T dan Mdn I TK2 mampu membunuh larva Aedes aegypti lebih dari 50 %. Isolat Mdn I TK2 pada umur biakan 48 jam dan isolat SK.T pada umur biakan 24 jam pada waktu pendedahan 72 jam secara berturut-turut mampu membunuh larva Aedes aegypti sebesar 100 % dan 68,3 %. Isolat Mdn I TK2 lebih efektif membunuh larva Aedes aegypti dibandingkan isolat SK.T dengan nilai LC50-72jam sebesar 2,17×107 sel/ml.
PENGARUH PERIODE TUMBUH DAN BAGIAN UMBI BERBEDA TERHADAP KERAPATAN KRISTAL KALSIUM OKSALAT (CaOx) DAN JENIS KRISTAL DRUSE DAN RAFIDA PADA UMBI TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Nurlaila, Savitri
Biotropika Vol 1, No 6 (2013): Biotropika
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Porang (Amorphopllus muelleri Blume) merupakan anggota famili Araceae, mengandung kristal kalsium oksalat (CaOx , dan memiliki beberapa periode tumbuh. Periode tumbuh berbeda diduga berpengaruh terhadap kerapatan kristal CaOx. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode tumbuh dan bagian umbi berbeda (tepi dan tengah) terhadap kerapatan kristal CaOx, kristal rafida, dan kristal druse. Sampel umbi diperoleh dari Madiun sebanyak tiga umbi. Masing-masing umbi berfungsi sebagai ulangan. Dari masing-masing umbi dibuat irisan setipis mungkin di bagian tepi dan tengah masing-masing sebanyak 3 keping dan dijernihkan menggunakan metode Ilarsan yang telah dimodifikasi. Irisan yang sudah jernih dibuat preparat dan diamati di bawah mikroskop pada perbesaran 100X. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Sebaliknya, bagian umbi berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Umbi bagian tengah menghasilkan kerapatan kristal lebih tinggi dibandingkan tepi. Kata kunci : kristal CaOx, Periode tumbuh, Porang (A. muelleri Blume). ABSTRAC A. muelleri Blume is a member of family Araceae, contains calcium oxalate crystals, and has some growth period. Different of growth period was proposed to influence density of CaOx crystals. The aim of this research was to know density of calcium oxalate crystals under different growth period and tuber part (edge and center). The three-tuber sample were obtained from Madiun. Each tuber has function as replicate. From edge and center part of each tuber was sliced as thin as possible at least three slices and cleared according to Ilarsan modified method. The cleared slice was processed as slide for microscopy observation. Counting density of crystal were conducted under microscope with 100x magnification. The obtained data were analyzed using SPSS 16 for windows. The result showed that growth period was not significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals. The part of tuber, however, was significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals which center tuber gave higher density than edge part of tuber. Key word : A. muelleri Blume, calcium oxalate crystals, growth period.
POTENSI Trichoderma sp. SEBAGAI AGEN PENGENDALI Fusarium sp. PATOGEN TANAMAN STRAWBERRY (Fragaria sp.) Fajrin, Melysa Nur; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.856 KB)

Abstract

ABSTRAK Fusarium sp. merupakan salah satu patogen tanaman strawberry yang dapat menurunkan hasil panen tanaman inang sekitar 40 %.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi Genus Trichoderma dalam mengendalikan Fusarium sp. Trichoderma diisolasi dari tanah rhizosfer tanaman strawberry, sedangkan Fusarium sp. diisolasi dari tanaman strawberry yang mengalami layu Fusarium. Isolat kapang dimurnikan, dikarakterisasi dan dibandingkan dengan isolat kapang acuan. Uji Antagonis dilakukan secara in vitro dan in vivo. Uji in vitro dilakukan dengan metode dual culture dan slide culture. Hasil penelitian didapatkan dua jenis kapang antagonis yang mirip dengan Genus Trichoderma dan dua jenis kapang patogen yang mirip dengan Genus Fusarium. Isolat antagonis yang diperoleh adalah Trichoderma sp.1 dan Trichoderma sp. 2, serta isolat patogen Fusarium sp. 1 dan Fusarium sp. 2. Isolat Trichoderma sp. 1 memiliki kemampuan antagonisme lebih tinggi dibandingkan dengan isolat Trichoderma sp. 2. Isolat Trichoderma sp. 1 mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. 1 dan Fusarium sp. 2 secara berturut-turut 49,7 % dan 49,6 %. Isolat Trichoderma sp. 2 mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. 1 dan Fusarium sp. 2 secara berturut-turut 45,8 % dan 43,4 %. Mekanisme antagonis yang terjadi antara kapang antagonis dan patogen pada uji in vitro yaitu pembelitan dan intervensi hifa. Perlakuan paling optimal pada uji in vivo adalah Trichoderma yang diinokulasi terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan penginokulasian Fusarium dengan nilai intensitas serangan sebesar 41,72 % pada varietas Santung sedangkan varietas California yang relatif lebih rentan terhadap serangan patogen.   Kata Kunci : antagonisme, Fusarium sp., strawberry, dan Trichoderma sp.
Analisis Single Nucleotide Polymorphism (SNP) -217 Gen Human Angiotensinogen (hAGT) pada Penderita Hipertensi di Rumah Sakit Syaiful Anwar secara PCR-Sekuensing Rahmah, Siti Fatiyatur; Widodo, Nashi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.559 KB)

Abstract

ABSTRAK Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Polimorfisme RAS (Renin Angiotensin System) dikatakan sebagai penentu hipertensi dan beberapa kerusakan organ target. Angiotensinogen merupakan protein awal dalam RAS yang memicu timbulnya hipertensi. Diketahui bahwa populasi skala besar ras Amerika dan Afrika yang terkena hipertensi, terjadi polimorfisme pada daerah 5’untranslated region di titik -217 A/G. Variasi basa pada titik -217 guanine atau adenine meningkatkan laju ekspresi gen angiotensinogen. Peningkatan ini terjadi akibat dari interaksi kuat antara faktor transkripsi GR dan C/EBP-β yang berikatan dengan daerah enhanser kemudian mempengaruhi laju transkripsi RNA polimerase III di daerah promoter gen angiotensinogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui adanya single nucleotide polymorphism (SNP) -217 gen human Angiotensinogen (hAGT) pada penderita hipertensi di Rumah Sakit Syaiful Anwar secara PCR-Sekuensing. Metode yang digunakan yaitu isolasi whole genome (QIAamp DNA Blood Mini Kit) dari 14 sampel darah pasien hipertensi, gen hAGT di amplifikasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan disekuensing untuk mengetahui adanya SNP        -217. Analisis yang dilakukan yaitu menggunakan software AB sequence Scanner, Bioedit dan BLAST NCBI. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya SNP -217 gen hAGT pada sampel pasien. Namun terdapat varian -6A pada gen tersebut yang juga mampu memicu terjadinya hipertensi. Kata Kunci : angiotensinogen, gen hAGT, hipertensi, SNP -217 A/G
Pengaruh Hormon Hipofisa dan Ovaprim Terhadap Ovulasi Serta Pengaruh Pakan Terhadap Pertumbuhan Berudu Katak Fejervarya cancrivora Putri, Ardyah Ramadhina Irsanti; Kurniawan, Nia; W.M, Agung Pramana
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.385 KB)

Abstract

Katak Fejervarya cancrivora merupakan kelompok dari kelas amfibi yang habitatnya sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi habitat dan aktivitas manusia. Salah satu upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yaitu memanfaatkan teknologi reproduksi buatan dengan melakukan induksi pematangan gonad menggunakan hormon hipofisa dan ovaprim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon hipofisa dan ovaprim terhadap pematangan gonad dan keberhasilan fertilisasi pada katak Fejervarya cancrivora, serta mengetahui pengaruh perbedaan pemberian pakan pada pertumbuhan berudu katak Fejervarya cancrivora. Injeksi dilakukan pada katak betina yang  hampir matang gonad dengan total dosis injeksi 250 µl secara intraperitonial. Setelah dipijahkan dan difertilisasi, telur dipelihara sampai menetas dan diberikan dua perlakuan pakan, yaitu pakan bayam  rebus (P1) serta  pakan bayam rebus dan kuning telur rebus (P2). Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan injeksi hipofisa dihasilkan telur 632 butir sel telur dan berhasil menetas 65,67%  dan perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 108 butir sel telur dan dapat menetas 75,92%. Hasil  perlakuan P1 dan P2 pada kedua jenis injeksi tidak terdapat perbedaan panjang (p>0,05) namun terdapat perbedaan berat (p<0,05) pada perlakuan selama masa metamorfosis. Persentase jumlah berudu yang berhasil bermetamorfosis sempurna pada perlakuan injeksi hipofisa sebanyak 41,12%, sedangkan pada perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 31,67%.
Dinamika Komunitas dan Potensi Bakteri Pendegradasi Linear Alkilbenzen Sulfonat Pembentuk Biofilm di Ekosistem Sungai Sunter Ridlo, Ahmad; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.262 KB)

Abstract

Pencemaran air di ekosistem sungai banyak disebabkan oleh penggunaan deterjen dengan surfaktan anionik Linear Alkylbenzen Sulfonat (LAS). Komunitas bakteri pembentuk biofilm indegenous sungai tercemar deterjen diketahui memiliki kemampuan mendegradasi LAS. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dinamika dan diversitas komunitas bakteri pembentuk biofilm di ekosistem sungai serta potensinya dalam mendegradasi LAS. Penelitian meliputi isolasi bakteri dari sedimen sungai dengan metode pour plate dan uji potensi biodegradasi dalam sistem biakan kontinyu. Konsorsium isolat-isolat bakteri hasil isolasi diuji potensinya dalam mendegradasi LAS dalam media mineral sederhana yang mengandung 20 mg/L LAS dengan penambahan  sedimen batu sebagai substrat  dan perlakuan debit 50 dan 70 mL/jam. Densitas komunitas bakteri pendegradasi LAS dari bulan Desember 2012 hingga Februari 2013 relatif sama yaitu antara 19,7x104 cfu/g – 28,9x104 cfu/g, dengan indeks diversitas kurang dari 0,4. Konsorsium bakteri pada perlakuan debit 50 dan 70 mL/jam secara berturutan dapat mendegradasi LAS sebesar 51,23 % dan 76 % dengan waktu inkubasi 24 jam.  Didapatkan enam isolat bakteri pendegradasi LAS berdasarkan karakter fenotip berbeda spesies dengan nilai similaritas 51 %.   Kata kunci: bakteri, biofilm, degradasi, dinamika komunitas, LAS
Ketertarikan Arthropoda pada Blok Refugia (Ageratum conyzoides, Ageratum houstonianum, Commelina diffusa) di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo wardani, fevilia suksma; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.816 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, dan status fungsional Arthropoda yang ditemukan. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1434 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33,95 %). Diversitas Arthropoda sedang sampai tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Pola kunjungan Arthropoda ke blok refugia menunjukkan adanya ketertarikan Arthropoda pada blok 1,2 dan 4 sehingga blok 1 dan 2 direkomendasikan sebagai blok untuk manipulasi habitat. Status fungsional Arthropoda yang ditemukan terdiri dari herbivor (54,14 %), polinator (28,72 %) dan predator (17,13 %).   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control  
Uji Aktifitas Biologis Fraksi Ethanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Perubahan Kuantitatif Sel T Regulator Pada Mencit BALB/c (Mus musculus) Al Qarni, Uwais
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.223 KB)

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa aktif sejenis diterpenoid yang terkandung dalam daun sambiloto dan berperan sebagai imunomodulator di dalam sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kuantitatif sel T regulator setelah pemberian fraksi ethanol daun sambiloto secara oral, mengetahui dosis optimum fraksi ethanol daun sambiloto dalam perubahan kuantitas sel T regulator, dan mengetahui histopatologis jaringan hepar setelah pemberian fraksi ethanol daun sambiloto. Metode meliputi ekstraksi daun sambiloto dengan pelarut ethanol 95%, perlakuan oral pada mencit BALB/c normal selama 2 minggu dengan dosis 0; 0,1; 0,5; dan 1 mg/g BB, isolasi sel limfosit organ spleen, analisis kuantitatif sel limfosit menggunakan haemocytometer dan flowcytometry, dan pembuatan preparat histologi hepar dengan pewarnaan HE. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji ANOVA selang kepercayaan 95% menggunakan program SPSS 16 for Windows. Pemberian fraksi ethanol daun sambiloto secara oral meningkatkan jumlah sel T CD4+CD25+, pada Dosis 1 (0,1 mg/g BB) dan Dosis 2 (0,5 mg/g BB), selain itu terjadi penurunan jumlah sel T CD4+, CD4+CD62L+, dan CD8+CD62L+ pada Dosis 1 (0,1 mg/g BB) dan Dosis 3 (1 mg/g BB). Dosis optimum fraksi ethanol daun sambiloto dalam peningkatan sel T regulator adalah 0,1 mg/g BB. Fraksi ethanol daun sambiloto dosis 1 mg/g BB menimbulkan efek toksik yang signifikan pada jaringan hepar.   Kata kunci: andrografolid, daun sambiloto, fraksi ethanol, histopatologi, imunomodulator

Page 5 of 55 | Total Record : 544