cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Keragaman Morfologi Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) KR 11 Mutan EMS (Ethyl Methanesulfonate) berdasarkan Panduan Karakterisasi Kenaf Hakin, Rikza; Arumingtyas, Estri Laras
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.779 KB)

Abstract

Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) merupakan salah satu sumber serat yang cukup potensial untuk dimanfaatkan secara optimal. Peningkatan pemanfaatan tanaman kenaf dapat dilakukan dengan menghasilkan varietas baru kenaf, salah satunya menggunakan EMS. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui keragaman tanaman kenaf hasil mutasi EMS berdasarkan Panduan Karakterisasi Kenaf yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian. Penelitian dilakukan menggunakan 6 genotip berbeda, yaitu satu control (KR 11) dan lima genotip mutan EMS. Metode yang digunakan ialah melakukan pengamatan pada karakter morfologi yang meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif dari karakter daun, bunga maupun karakter batang. Pengamatan karakter daun dilakukan pada saat tanaman berbunga pertama, karakter pembungaan diamati pada saat tanaman mengalami umur berbunga 50% serta karakter batang diamati pada saat panen. Hasil pengamatan kemudian disesuaikan dengan character state yang ditentukan dari Panduan Karakterisasi Kenaf dan dianalisis menggunakan software Clad97. Berdasarkan panduan tersebut, mutan yang memiliki keragaman paling rendah terhadap KR 11 ialah genotip mutan mutan 1 dengan nilai similaritas sebesar 94.4% sedangkan mutan dengan keragaman paling tinggi ditunjukkan oleh genotip mutan 4 dengan nilai similaritas sebesar 67.5%.
Efek Refugia pada Populasi Herbivora di Sawah Padi Merah Organik Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang Sari, Ria Pravita; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.41 KB)

Abstract

ABSTRAK Hama tanaman mengakibatkan hasil produksi padi di Indonesia menurun. Untuk itu diperlukan suatu upaya pengendalian hama tanpa merusak kestabilan lingkungan yaitu dengan memanfaatkan blok refugia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, diversitas, famili yang mendominasi pada lahan sawah dan blok refugia di setiap fase pertumbuhan padi serta untuk mengetahui efek blok refugia  terhadap hebivora di sawah Kepanjen. Metode koleksi data tentang kunjungan herbivora yang dipakai dalam penelitian ini adalah visual control. Pada pelaksanaannya, pengamatan herbivora dilakukan pada 5 plot yang dibuat di sawah  dan 1 plot blok refugia di pematang sawah tersebut. Jarak pengamat dari plot sawah maupun blok refugia adalah 2 meter dan pengamatan tentang kunjungan herbivora dilakukan selama 15 menit untuk setiap plotnya. Pengamatan dilakukan 3 periode (pukul 08.00-10.00, 12.00-14.00, dan 15.00-17.00) untuk setiap fase pertumbuhan padi dan masing-masing diulang 2 kali. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Nilai penting dan indeks diversitas (Shannon-Wienner) dihitung untuk mengetahui analisis struktur komunitas herbivora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan herbivora keseluruhan berjumlah 521 individu yang terdiri dari 5 ordo dengan 13 famili. Famili yang memiliki kelimpahan tertinggi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae. Diversitas herbivora di sawah maupun blok refugia tergolong rendah hingga sedang. Diversitas herbivora tertinggi di sawah yaitu pada pukul 12.00-14.00 WIB sedangkan di blok refugia diversitas tertinggi terjadi pada pukul 08.00-10.00 WIB. Famili yang mendominasi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae ditandai dengan tingginya INP.   Kata kunci: Herbivora, organik, pengendalian hayati, refugia   ABSTRACT Pests of plants causes  decreasing of rice production in Indonesia. That’s why it required an effort to control pests without harming the environment stability by using refugia. The objectives of this research were to know the abundance, diversity and family that dominate in the crops and in the refugia block in every stage of rice growth and to determine the effects of refugia block to the herbivore population in Kepanjen rice field. The method used to collect the information of herbivore visited both padi plots and refugia plots in this research was visual control. For those purposes, visual control were conducted on 5 plots in rice field and 1 plot in refugia plots. The distance of the observer to each plot was 2 meters and it were conducted for 15 minutes for each plot. Those observations were made in 3 period (08.00 to 10.00, 12.00 to 14.00, and 15.00 to 17.00) for every stage of rice growth and it were repeated 2 times. The measurement of abiotic factors include temperature, air relative humidity and light intensity. The analysis of herbivore community structure was obtained by counting the important value and Shannon–Wienner diversity index). Total abundance of herbivores was 521 individuals consist of 5 orders with 13 families. Families which had the highest abundance in the fields and refugia was Acrididae. Herbivore diversity in the fields and refugia was low to moderate. The highest of herbivore diversity in rice fields was at 12.00 to 14.00 pm while the highest diversity in refugia was at 8.00 to 10.00 pm. Families that dominate in the fields and refugia was Acrididae with high INP value.   Keywords : Biological control,  herbivore, organic, refugia
Diversitas Arthropoda Tanah di Lahan Kebakaran dan Lahan Transisi Kebakaran Jalan HM 36 Taman Nasional Baluran Halli, Mustofa; Agung, I Dewa; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.955 KB)

Abstract

Aim of this experiment to determine arthropods diversity at HM36 Baluran National park after burned and to know it relation with human activity. This experiment held in November 2013. Taking sample using pit fall trap methods at burned land and transition land after burned with two sampling spot and three pit fall jam for each spot. Sample identified with morphological analyze and abundance measurement, Frequency, relative abundance, frequency abundance, and  importance value rank. Diversity analyze using Shannon-Wiener index and Bray Curtis Index to determine similarity level for each location. After burned land has 2.05 and 1.04 at transistion land after burned from diversity analyze. Formicidae dominating at every location of sampling. Each location is different each other with only 25% of Bray Curtis analyze measurement. Abiotic and Colony domination effecting diversity level and environment condition.   Keyword : Pit fall trap, Importance value rank, Shannon wiener index, Bray Curtis index
INTERAKSI ANTARA CAPUNG DENGAN ARTHROPODA DAN VERTEBRATA PREDATOR DI KEPANJEN, KABUPATEN MALANG Dalia, Bernadeta Putri Irma; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.082 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara capung dengan Arthropoda dan vertebrata di lahan pertanian Kepanjen, Jawa Timur. Pengamatan lapang dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 pada area pertanian padi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah visual kontrol, kemudian analisis data dilakukan secara deskriptif. Capung, Athropoda, dan vertebrata yang ditemukan selama pengamatan memiliki interaksi predasi. Capung berperan sebagai predator berbagai Arthropoda di pertanian, terutama bagi ordo Lepidoptera, Hymenoptera, Hemiptera, Orthoptera, dan Diptera. Capung juga menjadi mangsa bagi Arthropoda, seperti Araneida, dan vertebrata, seperti Anura,  Mabuya sp., dan Todiramphus chloris. Kata kunci : Capung, pertanian
Etnobotani Penyambutan Bulan Sura Di Komplek Wisata Alam Air Terjun Sedudo, Kabupaten Nganjuk Ayuningtyas, Prita; Hakim, Luchman
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1733.115 KB)

Abstract

Abstrak Air Terjun Sedudo merupakan salah satu daerah wisata yang memiliki atraksi budaya dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai pelengkap acara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan menyambut Bulan Sura oleh masyarakat sekitar Air Terjun Sedudo sebagai bagian dari strategi konservasi tumbuhan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 hingga April 2014. Observasi secara langsung dilakukan di komplek wisata alam Air Terjun Sedudo. Identifikasi tumbuhan dan analisis data dilakukan di Laboratorium Taksonomi, Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. Penentuan responden dengan teknik purposive sampling. Data didapatkan menggunakan metode wawancara secara semi terstruktur. Data hasil wawancara pemanfaatan tumbuhan diklasifikasikan dalam 8 kategori pemanfaatan, dan selanjutnya dianalisis menggunakan indeks etnobotani. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan 62 spesies tumbuhan dan tergolong ke dalam 34 famili yang dimanfaatkan untuk pelengkap prosesi penyambutan Bulan Sura. Tumbuhan yang memiliki RFC tertinggi adalah ketela pohon (Manihot esculenta Crantz) sebesar 0,77 dan untuk nilai RI tertinggi adalah melati (Jasminum sambac L.) sebesar 0,91. Sebagian besar tumbuhan yang dimanfaatkan digunakan untuk melengkapi prosesi penyambutan Bulan Sura maupun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat sekitar Air Terjun Sedudo sebagian besar masih bergantung dengan sumberdaya dan tumbuhan yang ada di sekitar tempat tinggalnya, sehingga secara tidak langsung masyarakat melakukan konservasi guna melestarikan sumberdaya yang ada.   Kata kunci : etnobotani, ekowisata, konservasi tumbuhan, konservasi atraksi wisata
Evaluation of water quality due to human activities in the Sumber Awan spring and its chanel, Singosari Malang Retnaningdyah, Catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.268 KB)

Abstract

The aims of this research was to determine the profile of water quality based on physico-chemical properties of water, water quality index, and to determine the influence of various human activities on water quality in the Sumber Awan Spring and its Channel, Singosari Malang. Water quality evaluation is done in the spring and six locations of the spring channel after passing through agricultural activities, public toilets and human settlements with the distance of each location approximately 200 m. Physico-chemical parameters of water were observed include turbidity, pH, DO, permanganate, TSS, nitrate, ammonium, and BOD. The monitoring data is used to perform the analysis of water quality profiles using ANOVA, cluster analysis based on Bray-Curtis similarity index and biplot as well as water quality indices include Pratis implicit Index of Pollution. The results showed that human activities that occur in the channel of Sumber Awan such as agriculture, human settlements and public toilets have been affected the water quality in this spring channel. It can be seen from the decreasing of water quality from upstream to downstream. Values of pH, ammonium, permanganate, TSS and nitrate fulfilled the quality standards for class I, DO for class II, BOD for class II-IV, based on Government Regulation No. 82/2001 and turbidity value based on WHO only station one fulfilled the quality standards. Based on Prati’s index calculations the water quality was categorized in acceptable (station 1-6) and slightly polluted (station 7). Keywords : Malang, physico-chemical water quality, Sumber Awan
Promosi Pelestarian Suweg dan Pemanfaatan Kembali Bekatul Padi Organik Melalui Olahan Mie Hitam pada Beberapa Ibu Guru Kota Malang Asmaranti, Purfita; Arisoesilaningsih, Endang
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.182 KB)

Abstract

Suweg (Amorphophallus campanulatus Blume) dan bekatul mulai jarang dikenal masyarakat. Keterbatasan pengolahan, menjadi faktor utama rendahnya minat pelestarian umbi suweg dan pemanfaatan bekatul oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama ibu-ibu dalam pendidikan konservasi umbi suweg dan pemanfaatan bekatul melalui kegiatan promosi. Evaluasi keberhasilan promosi ditentukan dengan teknik wawancara menggunakan lembar kuisioner kepada 10 ibu guru dari masing-masing SD tengah dan SD pinggiran Kota Malang. Alat (tool)  promosi yang digunakan meliputi mie hitam non terigu dari umbi suweg dan bekatul, serta bibit suweg. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan membandingkan pemahaman ibu-ibu sebelum dan sesudah promosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa promosi yang dilakukan dengan membagikan mie hitam dan bibit suweg dapat  meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang suweg dan bekatul. Demikian pula, kesediaan ibu-ibu untuk menanam suweg meningkat 20% sesudah promosi.  Selain itu, mie hitam potensial sebagai makanan fungsional serta efisien sebagai alat promosi pelestarian suweg dan pemanfaatan bekatul.
BRADYKININ B2 RECEPTOR GENE POLYMORPHISM ANALYSIS IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT DR SAIFUL ANWAR HOSPITAL MALANG Aloysius, Johan; Widodo, Nashi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.486 KB)

Abstract

Hypertension is a major health problem in the world. When blood volume is low, juxtaglomerular cells in the kidneys secrete renin and prorenin activates the blood circulation. Plasma renin converts angiotensinogen released by the liver into angiotensin I, which is then converted to angiotensin II by the enzyme angiotensin converting enzyme (ACE) located in the pulmonary vascular endothelium. Angiotensin II causes blood vessels to constrict, resulting in increased blood pressure. ACEi inhibit the formation of angiotensin I into angiotensin II, and activate Bradykinin (BK), which causes blood vessels to dilate, thereby reducing blood pressure. However, administration of ACEi periodically cause the accumulation of BK in pulmonary vessels that cause inflammation (cough) in some people who suspected mediated by Bradykinin B2 receptor (BK2R) gene. Total of the subjects in this study is 52 subjects, DNA extracted from white blood cells (leukocytes) as much as 200 mL from whole blood by using the QIAamp kit (Qiagen). Gene BK2R in humans amplified by the method of Polymerase Chain Reaction (PCR) method using the following primers F (5-GCAGAGCTCAGCTGGAGGCG-3), and R (5-CCTCCTCGGAGCCCAGAAG-3) and identified by the method of Single Strand Conformation Polymorphism (SSCP). Results of this study shows three different genotypes there are CC, CT, and TT. Subjects with the CC genotype were most susceptible to cough, and subjects with CT genotype were least susceptible.   Keywords : ACE inhibitors, B2 Receptor, Cough, SSCP
Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung putri, ardhanys wari; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.923 KB)

Abstract

Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. TulungagungArdhanyswariputri, Yanuwiadi, B., Leksono, A.S. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, MalangABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi halaman sekolah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dan mengetahui persepsi masyarakat sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah tentang undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai pengendali hayati di Kecamatan Campurdarat Kecamatan Tulungagung. Prosentase halaman sekolah yang dapat digunakan sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dapat diukur dengan membandingkan luasan tanah kering gembur dan tidak lembab maupun tanah berpasir pada halaman sekolah dengan seluruh luasan halaman sekolah. Kemudian presentase tersebut dideskripsikan berdasarkan skala estimasi. Adapun pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara tertutup melalui questioner kepada responden yang merupakan warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah di Kecamatan Campurdarat. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistic skala lickert (lickert scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase halaman sekolah yang berpotensi sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) sebesar 19,61%, yang berarti bahwa rata-rata sekolah yang berada di Kecamatan Campurdarat mempunyai pontensi yang sangat rendah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.). Sedangkan persepsi warga sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah berada pada kategori yang cukup. Prosentase pengetahuan responden tentang undur-undur sebagai musuh alami sebesar 53,92%, sikap responden tentang undur-undur sebesar 55,09%, keterampilan responden terhadap hal-hal berkenaan dengan undur-undur sebesar 55,09%, dan persepsi respondent yang lain secara pribadi sebesar 46,55%. Kata kunci : Mikrohabitat, Undur-undur (Myrmeleon sp.), potensi, persepsi 
KUALITAS SEMEN SEGAR KAMBING BOER PADA TEMPERATUR PENYIMPANAN 4 OC DENGAN MENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT DAN SUPLEMENTASI SUSU KEDELAI BUBUK Rahayu, Winda; W.M, Agung Pramana
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.811 KB)

Abstract

ABSTRACT The objective of this research was to know the influence of soybean milk powder diluents based on concentration (2%, 4%,6%) in citrate diluent to motility, viability, abnormality and membrane integrity of spermatozoa based on long duration storage (0 hours, 24 hours, 72 hours, 120 hours). This research using diluent medium based on vegetable medium (lechitin) is andromed (K+), soybean milk in diluent citrate with concentrations of 0% (K-), 2% (F1), 4% (F2), and 6% (F3). The characterization of predilution were observed such as volume, color, consistency, pH, mass motility, individual motility, viability, concentration, and abnormality. Next step dilution based on treatment with each of the three  recurrence and performed storage at temperature of 4˚C. The next of post storage were observed such as sperm viability, motility, abnormality and membrane integrity. Data were analyzed using two way ANOVA in factorial completely randomized design with SPSS version 16.0 and continued with Tukey test. The results showed that a significant difference (P<0.05)  to K+, F1, and F2 diluent to K- and F3 diluent. The presence of lechitin content of soybean milk can protect spermatozoa from cold shock during storage at a temperature of 4˚C. The concentration of soy milk powder high possibility changes to pH of the media and influenced of osmotic presure on sperm membrane decrease of the sperm quality during storage. Key word: Lechitin, plasma membrane, soybean milk

Page 7 of 55 | Total Record : 544