cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Peta dan Struktur Vegetasi Naungan Porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Wilayah Malang Raya Wahyuningtyas, Rosyta Dwi; Rahardi, Brian
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.079 KB)

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu jenis tanaman terna dalam famili Araceae yang dapat tumbuh dengan baik di bawah naungan, seperti di bawah naungan pohon jati, mahoni, sonokeling, rumpun bambu, atau di antara semak belukar. Vegetasi naungan tersebut dapat dijadikan sebagai preferensi habitat porang di suatu wilayah, sehingga lebih mudah mengetahui populasi porang terbanyak di bawah vegetasi naungan tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis vegetasi yang menjadi naungan porang di berbagai wilayah Malang Raya. Selain itu, bertujuan pula untuk membuat peta vegetasi naungan porang agar diketahui habitat porang di berbagai wilayah Malang Raya. Penelitian dilakukan dengan mencari informasi mengenai keberadaan porang di wilayah Malang Raya kepada key person sehingga nantinya dapat dilakukan pengambilan data vegetasi naungan porang dengan menggunakan metode kuadran. Selain itu, dilakukan pembuatan peta vegetasi naungan porang dengan menggunakan software Quantum GIS. Berdasarkan hasil analisis vegetasi naungan diketahui bahwa porang banyak ditemukan di bawah naungan bambu (Gigantochloa atter), sehingga bambu memiliki INP tertinggi diantara spesies lainnya pada sebagian besar wilayah eksplorasi porang. Selain bambu, pohon jati (Tectona grandis) dan mahoni (Swietenia mahagoni) juga merupakan vegetasi naungan yang dominan pada beberapa wilayah. Dengan demikian, preferensi naungan porang dapat diketahui dari jenis vegetasi naungannya sehingga dengan adanya peta vegetasi naungan di setiap wilayah dapat mempermudah masyarakat untuk mengetahui jenis vegetasi naungan porang yang dominan di wilayah Malang Raya. Kata kunci: Bambu (Gigantochloa atter), Porang (Amorphophallus muelleri Blume), Quantum GIS, dan vegetasi naungan porang.
Peta dan Pola Persebaran Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Pada Beberapa Area di Kabupaten Jember Sari, Ratna Wulan; Azrianingsih, Rodliyati; Rahardi, Brian
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.646 KB)

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang mengandung glukomanan. Di Jepang, tepung umbi Porang sudah dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. Di Indonesia sendiri selain masyarakatnya yang belum mengerti cara memanfaatkan porang, mereka juga belum mengerti lokasi keberadaan porang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta persebaran Porang serta untuk mengetahui pola persebarannya di Kabupaten Jember. Penelitian awal dilakukan dengan mencari informasi mengenai keberadaan tanaman Porang. Lokasi koordinat porang yang ditemukan ditandai dengan GPS. Lokasi koordinat Porang yang telah didapatkan ditampilkan dalam bentuk peta persebaran menggunakan program Quantum GIS 1.7.4. Pola persebaran Porang dianalisis menggunakan Indeks Morisita. Porang di Kabupaten Jember terbagi menjadi dua jenis yaitu Porang yang tumbuh liar dan Porang budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Porang budidaya memiliki pola persebaran seragam dan random, sedangkan Porang yang tumbuh liar memiliki pola persebaran mengelompok dan random. Pada umumnya Porang yang ditanam dapat membentuk pola persebaran yang seragam, mengelompok maupun random, ini dikarenakan adanya campur tangan dari penanamnya. Sedangkan Porang yang tumbuh liar akan membentuk pola persebaran mengelompok maupun random, hal ini disebabkan Porang tumbuh secara alami. Kata kunci: Porang, Pemetaan, pola persebaran, Kabupaten Jember
ANALISIS POLIMORFISME GEN Growth Differentiation Factor 9 (GDF-9) dan HUBUNGANNYA DENGAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN pada SAPI PO arta, pangesti dimy; Rahayu, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.213 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya polimorfisme gen GDF-9 pada sapi PO (Bos indicus) dan hubungannya dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO. Sampel Sapi PO diambil dari Pasuruan secara acak. DNA diisolasi dari darah menggunakan metode Salting out. Gen GDF-9 diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan primer GDF-9 forward (5’- GCCCA CCCACACACCTAAAGTTTA-3’) dan GDF-9 reverse (5’ GCACA CCAACAGCTGAAAGAGGTA-3’). Polimorfisme gen GDF-9 dianalisis menggunakan teknik PCR-RFLP dengan enzim restriksi HaeIII. Berdasarkan hasil RFLP diperoleh dua tipe haplotip. Haplotip I terpotong dengan ukuran fragmen DNA 70 bp, 100 bp, 290 bp dan 590 bp. Haplotip II terpotong dengan ukuran fragmen DNA 70 bp, 100 bp, 120 bp, 290 bp dan 590 bp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat polimorfisme gen GDF-9 pada sapi PO. Namun, tidak terdapat hubungan antara polimorfisme gen GDF-9 tersebut dengan keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO.   Kata kunci : gen GDF-9, polimorfisme, Sapi PO
KAJIAN NUTRIGENOMIK: PENGHAMBATAN Igf-1 PADA ADIPOGENESIS JARINGAN LEMAK VISERAL TIKUS DENGAN EKSTRAK KULIT RAMBUTAN Nurdiansyah, Rizky; Lestari, Sri Rahayu; Fatchiyah, Fatchiyah
Biotropika Vol 1, No 6 (2013): Biotropika
Publisher : Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh dari ektrak kulit buah rambutan terhadap adipogenesis jaringan lemak viserall tikus dengan melihat ekspresi igf-1. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi kulit buah rambutan, perlakuan pada tikus, isolasi protein lemak viserall, separasi protein dan western blot. Tikus strain wistar jantan dibagi menjadi tikus berat badan normal dan obesitas. Perlakuan yang dilakukan antara lain kontrol, asam elagat, placebo, dan perlakuan ekstrak dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 mg/kg berat badan. Hasil menunjukkan bahwa tren penurunan berat badan terjadi pada grup tikus obesitas dengan asupan pakan yang tidak berbeda signifikan (P>0,05). Dosis efektif terlihat pada perlakuan 10 mg/kg dan pada dosis 20mg/kg justru terjadi kenaikan berat badan untuk kedua jenis grup tikus. Profil protein antara tikus normal dan obesitas menunjukkan pola yang hampir sama dengan perbedaan intensitas tiap pita. Ekspresi igf-1 terpaut dengan ekspresi igfbp-1 pada 36,7 kDa dan terjadi pada seluruh perlakuan dengan perbedaan nyata pada kedua grup. Ekstrak kulit buah rambutan dengan dosis efektif 10mg/kg memiliki efek anti-obesitas pada tikus obesitas. Menariknya, ekspresi igf-1 menurun pada perlakuan 20mg/kg berat badan dibandingkan dengan kelompok lain. Hal ini diduga penghambatan obesitas tidak melewati jalur tyrosin kinase pada IR family.
Profil Protein Spermatozoa Setelah Pembekuan Susan, Mochammad Dwi; Rahayu, Sri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.238 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan. Protein spermatozoa diisolasi dari 10 sampel sapi Friesian holstein dengan pemisahan fraksi atas dan bawah hasil sentrifugasi. Profil protein kemudian dianalisis menggunakan SDS PAGE dengan konsentrasi separating gel 12,5%. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada fraksi atas semen segar ditemukan 12 pita protein spermatozoa dengan berat molekul 144, 128, 99, 90, 83, 59, 31, 20, 14, 12, 10 dan 9 kDa, dan pada semen beku ditemukan 8 pita protein spermatozoa dengan berat molekul 144, 128, 99, 90, 83, 59, 31, 14 dan 12 kDa. Sementara itu pada fraksi bawah semen segar ditemukan 16 pita protein dengan berat molekul 128, 116, 103, 90, 75, 69, 48, 40, 31, 26, 20, 14, 10, 9, 7 dan 6 kDa, dan 11 pita protein dengan berat molekul 128, 116, 103, 90, 75, 69, 48, 40, 31, 20 dan 14 kDa pada semen beku. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulka bahwa terdapat perbedaan profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan yang dilihat dari variasi berat molekul protein pada masing – masing perlakuan. kata kunci        : pembekuan, protein, SDS PAGE, spermatozoa.
Peningkatan Kualitas Air Irigasi Akibat Penanaman Vegetasi Riparian dari Hidromakrofita Lokal selama 50 Hari Prasetyo, Hamdani Dwi; Retnaningdyah, Catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.77 KB)

Abstract

Air irigasi berperan penting dalam pengairan sawah. Air irigasi sering tercemari oleh limbah hasil aktivitas antropogenik. Hidromakrofita telah diketahui mampu berperan sebagai agen fitoremediasi kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa hidromakrofita lokal yang ditanam di tepi saluran irigasi selama 50 hari sebagai vegetasi riparian dalam peningkatan kualitas air irigasi. Hidromakrofita lokal yang digunakan adalah Limnocharis flava, Ipomoea aquatica, Fimbristylis globulosa, Vetiveria zizanoides, Equisetum ramosissium, Typha angustifolia, Sesbania grandiflora dan Scirpus grossus. Vegetasi riparian ditanam sepanjang 275 m di saluran irigasi Desa Kedung Pedaringan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Kualitas fisikokimia air meliputi TDS, Nilai KMnO4, Ortofosfat, dan Amonium diamati setelah penanaman selama 50 hari. Pemantauan dilakukan pada lokasi sebelum penanaman (hulu), setelah penanaman sepanjang 125 m (tengah) dan setelah penanaman sepanjang 275 m (hilir). Perbedaan nilai tiap parameter antar lokasi diketahui dari uji Anova, analisis Cluster dan analisis Biplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penanaman delapan jenis tanaman vegetasi riparian di sepanjang tepi saluran irigasi tersier mampu meningkatkan kualitas air irigasi. Penananaman tersebut mampu menurunkan kadar Nilai KMnO4, TDS, ortofosfat, dan ammonium secara signifikan. Penanaman vegetasi riparian sepanjang 275 m lebih efektif meningkatkan kualitas air dibandingkan penanaman sepanjang 125 m. Kata kunci:  Air irigasi, kualitas air, vegetasi riparian
Perbandingan Kualitas Air Irigasi di Pertanian Organik dan Anorganik Berdasarkan Sifat Fisiko-kimia dan Makroinvertebrata Bentos (Studi Kasus di Desa Sumber Ngepoh, Lawang Kabupaten Malang) Furaidah, Zidny; Retnaningdyah, Catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.363 KB)

Abstract

Perbaikan kualitas air irigasi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas padi (Oryza sativa).  Kualitas air irigasi dapat diketahui melalui pengukuran parameter fisiko-kimia air maupun struktur komunitas makroinvertebrata bentos yang berperan sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil struktur komunitas makroinvertebrata bentos dan kualitas fisiko-kimia air  irigasi pada pertanian organik dan anorganik Desa Sumber Ngepoh Lawang. Makroinvertebrata bentos dan kualitas fisiko-kimia air diambil pada stasiun hulu dan hilir saluran irigasi yang melewati pertanian organik dan anorganik. Sampel air diambil sebanyak 500 ml, dan sampel makroinvertebrata bentos diambil sebanyak  ±100 individu/stasiun dengan Jaring Surber. Profil kualitas fisiko-kimia air dan makroinvertebrata bentos dianalisis secara deskriptif. Tingkat pencemaran perairan berdasarkan makroinvertebrata bentos diketahui dari nilai Hi dan FBI. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisiko-kimia air irigasi pertanian organik lebih baik dibandingkan pertanian anorganik yang tercermin dari lebih rendahnya nilai TDS, TSS, konduktivitas dan bikarbonat. Komunitas makroinvertebrata bentos air irigasi pertanian organik lebih beragam dibandingkan anorganik. Taksa-taksa yang mendominasi di air saluran irigasi pertanian organik meliputi Melanoides tuberculata (Thiaridae), Parathelpusa sp. (Decapoda), Acentrella sp. (Baetidae), Caenis sp. (Caenidae) dan Cheumatopsyche sp. (Hydropsychidae). Sedangkan taksa-taksa yang mendominasi di air saluran irigasi pertanian anorganik meliputi Melanoides tuberculata (Thiaridae), Tarebia granifera (Thiaridae), Parathelpusa sp. (Decapoda) dan Corbicula javaniva (Corbiculidae). Berdasarkan nilai Hi dan FBI dari makroinvertebrata bentos, pencemaran bahan organik di air irigasi pertanian anorganik lebih tinggi dibandingkan pertanian organik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas air irigasi pertanian organik lebih baik dibandingkan air irigasi pertanian anorganik.   Kata kunci: Kualitas air irigasi, makroinvertebrata bentos, pertanian organik dan anorganik.
Struktur Komunitas Vertebrata dan Invertebrata Air pada Petak Sawah Organik di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Kartini, Herlin Aprilia; Kurniawan, Nia
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.277 KB)

Abstract

Sistem pertanian organik diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang baik namun juga tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan organisme yang hidup disekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas dan struktur komunitas vertebrata dan invertebrata air pada petak sawah organik di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan pengambilan data yang dilakukan sejumlah 5 kali. Metode pengambilan sampel vertebrata yang digunakan adalah ‘visual encounters surveys’, sedangkan hewan invertebrata diamati dengan membuat plot ukuran 1m2 pada petak sawah. Petak sawah yang diamati adalah sejumlah empat titik, dengan waktu pengamatan pada pagi hari sekitar pukul 06.00-11.00 WIB. Hasil pengamatan vertebrata air diperoleh 4 spesies meliputi 3 jenis ikan dan 1 jenis amfibi. Vertebrata perairan yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah katak sawah Fejervarya spp.. yaitu sebesar 109,9. Sedangkan invertebrata yang ditemukan antara lain berbagai jenis siput, arthropoda dan kerang. Invertebrata yang memiliki INP tertinggi adalah  siput Lymnaea truncatula dengan INP sebesar 59,98. Nilai indeks diversitas Shannon-Wienner (Hi) hewan air pada lokasi penelitian memiliki nilai yang sedang ( 1 - 3) yaitu vertebrata air sebesar 1,37 dan invertebrata air sebesar 2,38.   Kata Kunci: invertebrata sawah organik, struktur komunitas, vertebrata
Potensi Fraksi Etanol Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra) sebagai Agen Anti Kanker Kolon pada Mencit (Mus musculus Balb/c) setelah Induksi Dextran Sulvat (DSS) danAzoxymethane (AOM) Baramada Wicaksono, Moch Hardi; Permana, Sofy
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.324 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Dendrophthoe pentandra dalam memperbaiki perubahan jaringan akibat kanker kolon. Fraksi etanol benalu manga diberikan pada tiga kelompok mencit dengan dosis 0,125 mg/gram BB, 0,250 mg/gram BB dan 0,500 mg/gram BB yang sudah diinduksi kanker kolon dengan 10 mg/kg AOM dan 5 % DSS dan setelah 11 minggu organ kolon diisolasi dan dibuat preparat jaringan dengan metode parafin H&E. Parameter yang diamati meliputi jumlah sel goblet dan abnormalitas struktur jaringan (dysplasia). Data diuji secara statistik menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas.Hasil penelitian menunjukan terjadi perbaikan sel goblet pada perlakuan dosis fraksi etanol benalu mangga 0,500 mg/gram BB.Fraksi etanol benalu mangga mampu memperbaiki abnormalitas jaringan kolon yang ditunjukkan dengan tidak terjadinya dysplasia pada perlakuan fraksi etanol benalu mangga 0,250 mg/gram BB dan 0,500 mg/gram BB.Benalu mangga berpotensi sebagai agen anti kanker kolon. .Kata kunci :AOM, benalu mangga, DSS, kanker kolon,nitrotyrosine, sel goblet
Uji Toksisitas Bacillus thuringiensis Asal Kota Nganjuk Terhadap Larva Aedes aegypti Pratiwi, Erma Kusuma; Samino, Setijono; Gama, Zulfaidah Penata
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.688 KB)

Abstract

ABSTRAK   Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia dan menyebabkan banyak kematian penduduk, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Kota Nganjuk memiliki tingkat kelimpahan larva Aedes aegypti tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2008-2010. Kota Nganjuk merupakan daerah fokus utama untuk penanganan penyakit endemik DBD di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat Bacillus thuringiensis asal Kota Nganjuk yang paling efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti. Sampel sedimen dan air diambil dari 10 lokasi di Kecamatan Nganjuk. Bakteri diisolasi menggunakan media selektif B. thuringiensis kemudian dilakukan karakterisasi fenotip (Profil Matching Method), seleksi isolat yang patogen dan uji toksisitas (LC50) pada larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Persentase mortalitas larva dianalisis probit (LC50) dan ragam (ANOVA). Hasil isolasi mendapatkan dua isolat B. thuringiensis yaitu K.K1.S.K2 dan W.Swh.S.K2 dari 26 isolat bakteri yang mampu membunuh larva Aedes aegypti instar III lebih dari 50 %. Isolat  K.K1.S.K2 serta W.Swh.S.K2 dengan umur biakan 48 jam pada waktu pendedahan 72 jam efektif membunuh larva Aedes aegypti instar III secara berurutan yaitu 83,3 % dan 76,67 %. Isolat W.Swh.S.K2 hasil isolasi dari sampel sedimen memiliki toksisitas tertinggi dengan nilai LC50 48 jam sebesar 3,53x107 sel/ml.   Kata Kunci : Aedes aegypti, Bacillus thuringiensis, Demam Berdarah Dengue, Uji Toksisitas

Page 4 of 55 | Total Record : 544