cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
STUDI REAKSI HIDROGENASI SENYAWA TURUNAN FURFURAL MENGGUNAKAN KATALIS Ni/γ-Al2O3 Kusumaningsih, Chairulita Putri; Ulfa, Siti Mariyah; Rahman, Mohammad Farid
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.656 KB)

Abstract

Reaksi hidrogenasi senyawa turunan furfural hasil kondensasi antara furfural dan aseton dilakukan dengan menggunakan katalis Ni/γ-Al2O3. Reaksi hidrogenasi dilakukan dengan metode autoclave oil batch reactor pada suhu 100–180 oC dalam waktu reaksi 6–8 jam. Katalis Ni/γ-Al2O3 dibuat dengan cara impregnasi basah dengan melarutkan Ni(NO3)2.6H2O dalam metanol dan diaduk bersama g-Al2O3 selama 24 jam. Katalis, kemudian dikalsinasi dan hidrogenasi pada suhu 550 oC dan 500 oC. Uji aktivitas katalis pada campuran produk hasil kondensasi furfural dengan aseton dalam pelarut isopropanol menunjukkan terbentuknya produk hidrogenasi 1,5-di-(furan-2-il)-penta-1-en-3-on sebesar 13,21% berdasarkan perhitungan luas area hasil Kromatografi Gas. Reaksi ini dilakukan pada suhu 140oC selama 8 jam. Kata kunci: Hidrogenasi, Ni/γ-Al2O3, Senyawa turunan furfural, Oil Batch Reactor Autoclave
STUDI REAKSI HIDROGENASI SENYAWA TURUNAN FURFURAL MENGGUNAKAN KATALIS Cu/γ-Al2O3 Sari, Inra; Ulfa, Siti Mariyah; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.313 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas katalis Cu/γ-Al2O3 pada reaksi hidrogenasi senyawa turunan furfural. Katalis Cu/γ-Al2O3 dibuat secara impregnasi basah dengan mencampurakan Cu(NO3)2.3H2O dan γ-Al2O3 dalam metanol. Kemudian dikalsinasi dan direduksi pada temperatur 550oC dan 500oC. Karakterisasi  dilakukan dengan metode difraksi sinar-X dan fluoresensi sinar-X. Reaksi hidrogenasi dilakukan dengan metode oil batch reactor autoclave pada atmosfer H2 menggunakan pelarut isopropanol. Hasil reaksi menunjukkan katalis Cu/γ-Al2O3 dapat digunakan untuk reaksi hidrogenasi. Reaksi selama 6 jam dengan temperatur 120oC menghasilkan produk 1,5-di(2-furanil)-penta-1-en-3-on sebesar 13,18% dan 1,5-di(2-furanil)-pentan-3-on sebesar 22,61% dari hasil karakterisasi menggunakan kromatografi gas. Hasil analisis menggunakan FT-IR menunjukkan peningkatan intensitas C=O keton tak terkonjugasi pada bilangan gelombang 1712,67 cm-1. Kata kunci: autoclave, Cu/γ-Al2O3, hidrogenasi, senyawa turunan furfural.
ADSORPSI KADMIUM(II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN TEMPERATUR ESTERIFIKASI Isnaini, Yulia Nur; Purwonugroho, Danar; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.906 KB)

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa esterifikasi biomassa Azolla microphylla dengan asam sitrat meningkatkan kapasitas adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi terhadap adsorpsi kadmium(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat (BA-Sitrat). Esterifikasi biomassa dilakukan dengan cara mensuspensikan biomassa ke dalam larutan asam sitrat konsentrasi 0,4 ; 0,6 ; 0,8 dan 1 M.  Suspensi yang terbentuk dikeringkan. Suspensi kering dipanaskan pada variasi temperatur 115 ; 120 ; 125 dan 130oC selama 3,5 jam. Karakterisasi BA-Sitrat dilakukan dengan metode analisis volumetri. Konsentrasi kadmium(II) setelah adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi berpengaruh terhadap tingkat keasaman BA-Sitrat dan kemampuan adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tingkat keasaman dan kemampuan adsorpsi adsorben BA-Sitrat tertinggi dicapai pada penggunaan konsentrasi asam sitrat 0,6 M dan temperatur esterifikasi 120oC dengan persen adsorpsi kadmium(II) sebesar 45,76%
PENGARUH WAKTU PEMBENTUKAN DAN KESTABILAN HIDRINDANTIN SERTA KONSENTRASI NINHIDRIN PADA PEMBUATAN TES KIT SIANIDA Zulfah, Novy Lailatuz; Sulistyarti, Hermin; Atikah, Atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.814 KB)

Abstract

Cyanide is a compound which has a potential to harm human health even causes to death. The existing methods for cyanide analysis can’t be done by all societies because they require certain expertise, expensive, and time consuming.  Alternative method in the form of a test kit has been developed for cyanide determination by the formation of a blue hydrindantin in the presence of ninhydrin. The performance of test kit were optimized towards the time of formation and stability hydrindantin as well as the concentration of ninhydrin. Optimization was done by measuring the absorbance using Spectronic-20 at maximum wavelength of 590 nm under alkaline condition (pH 12). The blue hydrindantin was formed spontaneously and stable for 0-30 minutes. After 30 minutes, color of hydrindantin was faded. Thus, 5 minutes was chosen as optimum time suits to measure cyanide using this test kit. Ninhydrin concentration studied was 0.5-3.5 % (w/v), and  performed optimum absorbance of hydrindantin at 1.0 %. Under the optimum time and ninhydrin of concentration, the cyanide test kit standard color can be used to determine cyanide at the concentration range of 0.5-6.0 ppm because the color of hydrindantin at concentration range of cyanide 7.0-10.0 ppm was indistinguishable. Key words: Hydrindantin, ninhydrin, optimization,  cyanide, test kit.
PENENTUAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM DAN pH OPTIMUM DALAM PEMBUATAN TES KIT SIANIDA BERDASARKAN PEMBENTUKAN HIDRINDANTIN Kusumawardhani, Nury; Sulistyarti, Hermin; Atikah, Atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.309 KB)

Abstract

Sianida adalah zat yang mematikan dan menyebabkan banyak kasus keracunan dalam berbagai bahan pangan, sehingga sangat diperlukan ketersediaan tes kit sianida untuk menganalisa sianida secara cepat dan mudah. Tes kit sianida yang dibuat didasarkan pada reaksi sianida dengan ninhidrin membentuk hidrindantin yang berwarna biru pada kondisi basa kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan panjang gelombang (λ) maksimum hidrindantin dan menentukan derajat keasaman (pH) optimum untuk membuat tes kit sianida. Penentuan λ maksimum dilakukan dengan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer sinar tampak pada kisaran λ 560-620 nm. Optimasi pH dilakukan dengan mengkondisikan hidrindantin menggunakan larutan NaOH untuk menghasilkan pH 9-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa λ maksimum adalah 590 nm dan pH optimum adalah 12. Tes kit yang dibuat dapat digunakan untuk menganalisis kandungan sianida dengan konsentrasi 1-10 ppm menggunakan komparator warna yang telah dibuat berdasarkan hasil optimasi.
MODEL SEL SIMULASI SELF-ASSEMBLED MONOLAYER REVERSIBEL Saputri, Wahyu Dita
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.712 KB)

Abstract

A simple model of simulation cell of self-assembled monolayer (SAM) with atomistic description was constructed for molecular simulation method. The SAM consists of protonated amine-alkanethiol immobiled on copper (Cu) as supporting surface. A molecular dynamics simulation was perfoemed using the constructed cell. The results showed that the simulation was stable and can be used to decribe the reversibility of SAM conformation.
PEMANFAATAN NATA DE COCO TERMODIFIKASI ASAM SITRAT SEBAGAI BAHAN BKU MEMBRAN Syaifudin, Achmad; Kamulyan, Budi; Mardiana, Diah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.052 KB)

Abstract

In order to discover the alternatif of membrane raw material, modification of nata de coco by esterification has been conducted. In this research, it has been done using citric acid and dibutyltin oxide catalyst. This research aims was to determine the effect of esterification on the chemical structure, thermal properties and hydrophilicity of modified cellulose. Reaction of solid state system using closed reactor supporting by mechanical strirer has been done for 3 hours at 155oC. It was used for reacting 5 g of cellulose and 0.3 g of dibutyltin oxide with adding of citric acid were 5, 15, 25, 35 and 45 g. Product characterization were investigated by FTIR spectrophotometry for predicting the chemical structure and thermal properties using DTA. Where as, hydrophilicity was determined by its swelling index of aquades and ethanol up to 6 hours. The result of FTIR spectrum showed that ester cellulose has been produced, indicating by specific peak of carbonyl group at wave number 1733.89 cm-1. DTA thermogram of ester cellulose showed a glass transition at 7.6oC and endothermic peak at 27.6 and 70.5°C, respectively.   In addition, swelling equilibrium of 3 hours has been obtained with swelling index for aquadest and ethanol were 0.209 and 0.361 time, respectively. Key words:citric acid, esterification, nata de coco
PEMBUATAN TES KIT KROMIUM BERDASARKAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS Cr(VI)-DIFENILKARBAZIDA Khanifah, Nurul; Sulistyarti, Hermin; Sabarudin, Akhmad
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.065 KB)

Abstract

Kromium heksavalen merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat mencemari lingkungan dan merupakan racun yang berbahaya bagi organisme. Penentuan kromium(VI) dapat dilakukan dengan tes kit kromium yang dibuat dengan cara pembentukan kompleks Cr(VI)-difenilkarbazida. Pembentukan kompleks ini dapat dilakukan dalam suasana asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi kromium(VI) yang dapat digunakan pada pembuatan komparator warna larutan dan keakuratan aplikasi tes kit kromium apabila dibandingkan dengan metode standar. Pembuatan tes kit kromium dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi kromium(VI) yaitu 0-1 ppm dengan interval 0,1 ppm dan 0-10 ppm dengan interval 1 ppm pada kondisi optimum dari penelitian sebelumnya yang meliputi panjang gelombang 542 nm, pH 1, waktu kestabilan kompleks 20 menit, dan konsentrasi difenikarbazida  4x10-4 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cr(VI) 0-1 ppm dengan interval 0,1 ppm dan Cr(VI) 0-5 ppm dengan interval 1 ppm dapat digunakan untuk pembuatan komparator warna larutan. Hasil aplikasi pada air limbah kromium menunjukkan bahwa tes kit kromium yang dibuat memiliki akurasi yang baik karena dari uji validasi memberikan nilai akurasi sebesar 95,83 %.   Kata kunci: difenilkarbazida, kromium(VI), pembuatan, test kit, validasi
PENGARUH pH DAN ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMAH (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N (METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK MENENTUKAN KANDUNGAN TIMAH(II) DALAM MAKANAN KALENG Hasanah, Roisatul; Fardiyah, Qonitah; Atikah, Atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.391 KB)

Abstract

Elektroda selektif ion (ESI) timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate sebagai ionofor dengan bahan pendukung polivinilkorida (PVC) sebagai matrik polimer dan dioktilftalat (DOP) sebagai zat pemlastis dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) telah dikembangkan. ESI timah(II) ini memiliki Faktor Nernst 29,49 mV/dekade konsentrasi, konsentrasi linier 10-3 – 10-8 M dan limit deteksi sebesar 8,79 x10-9M atau setara dengan 0,002 ppm timah(II). Pengaruh pH terhadap kinerja ESI timah(II) dilakukan melalui pengukuran respon potensial larutan timah(II) menggunakan buffer asetat pada pH 3-8. Koefisien selektivitas (Kij) ditentukan menggunakan metode larutan tercampur dengan ion asing Pb2+, Zn2+ , Fe3+ pada konsentrasi ion asing 10-5 M. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ESI timah(II) berbasis S-Methyl-N -(Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate dapat digunakan secara optimal pada pH 4. ESI timah(II) mempunyai selektivitas yang baik terhadap ion timah(II) dengan nilai Kij < 1. Kinerja ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate tidak diganggu dengan adanya ion asing Pb2+ ,Zn2+ , Fe3+ dengan urutan selektivitas Sn2+ > Pb2+ > Zn2+ > Fe3+. ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate yang telah dibuat dapat digunakan untuk menentukan kandungan timah(II) dalam makanan kaleng dengan presisi 95,52% dan akurasi 93,8%. Dari uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa untuk metode potensiometri dan metode Spektrofotometri Serapan Atom tidak berbeda secara bermakna. Kata Kunci : Faktor Nernst, Potensiometri, Selektivitas, Spektrofotometri. Elektroda selektif ion (ESI) timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate sebagai ionofor dengan bahan pendukung polivinilkorida (PVC) sebagai matrik polimer dan dioktilftalat (DOP) sebagai zat pemlastis dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) telah dikembangkan. ESI timah(II) ini memiliki Faktor Nernst 29,49 mV/dekade konsentrasi, konsentrasi linier 10-3 – 10-8 M dan limit deteksi sebesar 8,79 x10-9M atau setara dengan 0,002 ppm timah(II). Pengaruh pH terhadap kinerja ESI timah(II) dilakukan melalui pengukuran respon potensial larutan timah(II) menggunakan buffer asetat pada pH 3-8. Koefisien selektivitas (Kij) ditentukan menggunakan metode larutan tercampur dengan ion asing Pb2+, Zn2+ , Fe3+ pada konsentrasi ion asing 10-5 M. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ESI timah(II) berbasis S-Methyl-N -(Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate dapat digunakan secara optimal pada pH 4. ESI timah(II) mempunyai selektivitas yang baik terhadap ion timah(II) dengan nilai Kij < 1. Kinerja ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate tidak diganggu dengan adanya ion asing Pb2+ ,Zn2+ , Fe3+ dengan urutan selektivitas Sn2+ > Pb2+ > Zn2+ > Fe3+. ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate yang telah dibuat dapat digunakan untuk menentukan kandungan timah(II) dalam makanan kaleng dengan presisi 95,52% dan akurasi 93,8%. Dari uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa untuk metode potensiometri dan metode Spektrofotometri Serapan Atom tidak berbeda secara bermakna. Kata Kunci : Faktor Nernst, Potensiometri, Selektivitas, Spektrofotometri. UnhideWhenUsed=/div
Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Zn(II) Menggunakan Kitin Terikat Silang Glutaraldehid Pratama, Oky Yoga; Darjito, Darjito; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.355 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi Zn(II) menggunakan kitin terikat silang glutaraldehid. Penelitian diawali dengan pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan SEM-EDX untuk mengetahui gugus-gugus fungsional dan bentuk morfologi pada kitin yang terikat silang glutaraldehid. Penentuan pH optimum dilakukan  pada variasi pH 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Penentuan lama kontak optimum dilakukan dengan variasi lama waktu kontak 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan bentuk morfologi permukaan yang lebih rapat, meningkatnya persentase unsur karbon, munculnya serapan gugus C=N pada bilangan gelombang 1627,81 cm-1 dan menurunnya nilai derajat deasetilasi dari 35,34% menjadi 24,05%. Kondisi optimum adsorpsi Zn(II) terjadi pada pH 6 dengan persen Zn(II) teradsorpsi sebesar 86,61% dan waktu kontak 100 menit dengan persen Zn(II) teradsorpsi sebesar 86,22%.   Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Zn(II) ABSTRACT Research about the effect of pH and contact time on the adsorption of Zn(II) using chitin cross-linked glutaraldehyde has done. This research was started by making chitin cross-linked glutaraldehyde. Chitin was characterized using FT-IR and SEM-EDX to determine functional group and morphology of chitin cross-linked glutaraldehyde. Determining pH has done in variation pH 2, 3, 4, 5, 6, and 7. Determining optimum time has done in variation contact time 20, 40, 60, 80, 100, and 120 minute. The results of characterization chitin cross-linked glutaraldehyde showed that the surface morphology more dense, the increased percentage of carbon, appeared absorption of C=N at waves number 1627.81 cm-1 and decreased the value of deacetylation degree from 35.34% to 24.05%. The optimum condition of adsorption Zn(II) happened at pH 6 with percent adsorption 86.61 % and contact time optimum at 100 minute with percent adsorption 86.22 %.   Keywords : chitin cross-linked glutaraldehyde, adsorption, ion Zn(II)