cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 150 Documents clear
Pengaruh Royal Jelly Terhadap Kandungan Protein Daging Sapi yang Dipapar Radiasi Gamma Yuana, Riva Indah Alfin; Juswono, Unggul P.; Widodo, Chomsin S.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemanfaatan radiasi dibidang industri yaitu pada proses pengawetan makanan, dengan menggunakan teknik iradiasi dari sinar gamma. Radiasi dapat membunuh mikroorganisme. Akan tetapi iradiasi dapat mengakibatkan radikal bebas. Radikal  bebas dapat berinteraksi dengan protein yang menyebabkan perubahan  struktur protein. Radikal bebas dapat dinetralkan dengan antioksidan.Antioksidan dapat diperoleh dari sayur, buah, dan rempah-rempah. Pada penelitian ini, digunakan antioksidan dari produk hewan yaitu royal jelly, propolis, sarang semut, dan sarang burung wallet untuk  mengetahui pengaruh kandunganl protein daging sapi dengan radiasi gamma. Daging sapi digunakan sebagai sampel karena daging sapi mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok, sempel yang tidak diradiasi, diradiasi tanpa ekstrak (sebagai kontrol), dan sampel yang diradiasi dan diberi ekstrak dengan variasi konsentrasi. Semua sampel diberi paparan radiasi dengan variasi lamanya waktu paparan, kemudian diuji kandunganl proteinnya menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak pada daging sapi sebelum diradiasi mempengaruhi  penurunan kandunganl protein pada daging sapi. Berdasarkan kemampuan  dalam mempertahankan penurunannya terlihat bahwa antioksidan  hewani yang paling efektif dalam mempertahankan persentase kandunganl protein daging sapi berturut- turut yaitu propolis sebesar 12,277%- 20,552%, royal jelly sebesar 11,460%- 19,598%, sarang semut sebesar  9,470%-18,31%, dan sarang burung sebesar 7,108%- 16,364%.
IDENTIFIKASI ZAT ANORGANIK DARI EMISI PARTIKEL PM10 YANG DIHASILKAN OLEH EMISI SEPEDA MOTOR Aslamiyah, Suwaibatul; Wardoyo, Arito
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur konsentrasi, dan menghitung faktor emisi zat anorganik  PM10 yang dihasilkan oleh sepeda motor. Asap kendaraan sepeda motor kemudian ditangkap menggunakan kertas saring PM10 Whatman 1 selama 60 menit, kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Fluorecence Panalytical Minipal 4. Hasil analisis tersebut berupa zat anorganik dalam konsentrasi yang berbeda pada setiap sepeda motor. Zat anorganik yang teridentifikasi adalah P, Ba, Ca, Cr, Sc, Ti dan Cu. Zat anorganik tersebut memiliki konsentrasi total dengan range nilai 5,6 mg/m3 sampai dengan 8,2 mg/m3 dan faktor emisi dengan range nilai (0,2±0,2)  mg/L sampai dengan (2,8±0,7) mg/L. Nilai faktor emisi tersebut bergantung pada jenis kendaraan.
STUDI PENGARUH VISKOSITAS TERHADAP NILAI SUDUT PUTAR POLARISASI CAHAYA OLI PURNAMA, EGA RULY; Widodo, Chomsin S.; Hidayat, Achmad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh viskositas yang diberikan terhadap perubahan sudut putar polarisasi oli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi viskositas oli terhadap perubahan sudut putar polarisasi oli. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran viskositas dari oli berdasarkan nilai SAE oli dengan nilai viskositas 116Cp, 140Cp, 167Cp,178Cp, 205Cp dan 226Cp. Setiap viskositas diberi pengaruh medan listrik yang berasal dari plat sejajar sebesar 0-35kV/m dan diamati perubahan sudut putar polarisasi oli. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar nilai viskositas pada oli maka akan mengakibatkan perubahan sudut putar polarisasi yang semakin besar juga. Perubahan sudut putar polarisasi cahaya oli berbanding lurus dengan viskositasnya akibat kerapatan molekul oli. Nilai perubahan viskositas terhadap sudut putar polarisasi cahaya oli ditunjukkan dalam bentuk grafik persamaan linier.
Pengaruh InsektisidaTerhadap Potensial Membran Sel Ganggang Nitella (Nitella Sp.) handayani, vivin; Juswono, Unggul P
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian insektisida pada lahan pertanian seringkali meliputi daerah yang cukup luas, sehingga sisa insektisida dapat sampai ke air sungai yang dapat merusak metabolisme sel atau permeabilitas membran sel tersebut. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisa pengaruh insektisida terhadap potensial membran sel ganggang nitella.Penelitian ini menggunakan insektisida diazinon 600 EC sebagai bahan pencemar dengan variasi konsentrasi dan kontrol tanpa bahan pencemarnya. Hasil pengukuran potensial membran menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi insektisida yang digunakan maka potensial membran sel ganggang nitella semakin kecil (dari -196 mV sampai -104 mV). Potensial membran yang naik diakibatkan karena permeabilitas membran terhadap ion berubah sehingga permeabilitas membran tersebut mengubah sistem kerja transport ion melalui perubahan potensial membrannya.
Pemodelan Bidang Gelincir Daerah Payung Batu Menggunakan Metode Resistivitas Rahman, Halimah; Susilo, Adi; Rakhmanto, Fajar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umum terjadi di kawasan pegunungan, daerah payung  Batu merupakan salah satu daerah rawan longsor. Menurut data kejadian bencana kota Batu tahun 2013 telah tercatat 6 kali tanah longsor di kawasan Payung. Sehingga diperlukan pemodelan bidang gelincir.  Letak bidang gelincir diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Dalam penelitian ini, pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan menggunakan konfigurasi wenner. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan berbeda dengan panjang bentangan lintasan 1 sepanjang 120 m dan lintasan 2 sepanjang 100 m. Nilai resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian berada pada kisaran harga antara 4,19 Ωm hingga 346 Ωm dengan pendugaan litologi bawah permukaan yang terdiri lempung, tuf pasiran, batu pasir dan breksi konglomerat. Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa resistivitas bidang gelincir berada pada kisaran 27,8 Ωm yang diduga berupa lapisan tuff pasiran. Tipe longsoran yang mungkin terjadi yaitu longsoran rotasi.
IDENTIFIKASI AREA GTV TUMOR ASTROSITOMA DAN KANKER SERVIKS MELALUI NILAI BILANGAN CT (BCT) Wijayanti, Lovina; Juswono, Unggul Pundjung; Martono, Sri; Fadhil, Ubaidillah
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prosedur penting dalam perencanaan radioterapi eksternal (Treatment Planning System) adalah penentuan area kanker primer (Gross Tumor Volume / GTV) dan penyebarannya. Penentuan kanker dilakukan secara teliti melalui prosedur Treatment Planning System. Penelitian ini melakukan segmentasi area kanker primer berdasarkan nilai bilangan CT (BCT) yang diidentifikasi dari hasil citra CT–Scan pasien. Rentang nilai BCT kanker ditentukan dengan teknik analisa statistik deskriptif dari data numerik yang diperoleh dari file DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine) CT–Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BCT = +31 HU sampai dengan +38 HU mengindikasikan lokasi tumor astrositoma di bagian kiri otak pasien PX–1. Nilai BCT = +7 HU sampai dengan +45 HU pada pasien PY–1  menunjukkan area hipodensitas pada GTV kanker serviks. Sedangkan nilai BCT = +6 HU sampai dengan +49 HU pada pasien PX–2 menunjukkan densitas yang relatif homogen pada area CTV (Clinical Target Volume) kanker serviks. Kata Kunci : Bilangan CT, DICOM, CT–Scan, astrositoma, kanker serviks, radioterapi eksternal
IDENTIFIKASI ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAN UJI KELAYAKAN AIR DENGAN METODE X-RAY FLUORESCENCE (STUDI KASUS DESA DRUJU, KEC. SUMBERMANJING WETAN, KAB. MALANG) Al Fathoni, Ahmad Hanif; Susilo, Adi; Iswarin, Siti Jazimah
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aliran sungai bawah tanah di desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Berdasarkan data geolistrik diperoleh 3 interval nilai resistivitas yaitu 4,64 Ω.m – 70,9 Ω.m di indikasikan sebagai batuan lempung, 80 Ω.m – 437 Ω.m di indikasikan sebagai batuan napal pasiran, dan 438 Ω.m – 2696 Ω.m di indikasikan sebagai batuan gamping. Uji kelayakan air dilakukan dengan menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Air pada lokasi penelitian untuk 6 sumur yang diteliti mengandung Fosfor (P), Kalsium (Ca), Titanium (Ti), Besi (Fe), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Iterbium (Yb). Hasil uji XRF menunjukkan persentase yang besar untuk unsur-unsur tersebut dan berada di atas kadar maksimum yang diperbolehkan. Oleh karena itu, air yang ada di lokasi penelitian dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi.
PENGARUH DURASI EVAPORASI ETANOL LOW GRADE TERHADAP KADAR ETANOL PADA RESIDU HASIL EVAPORASI Herfianto, Prima Noor; Nurhuda, Muhammad; Yuana, Firdy
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi penggunaan etanol dapat dikembangkan secara maksimal yaitu dengan menguapkan etanol low grade secara evaporasi. suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui analisa proses evaporasi pada prototype evaporasi sederhana dan cara menentukan kadar etanol pada hasil residu evaporasi etanol 70%. Proses evaporasi dari alat yang dibangun menggunakan sistem proses tidak kontinyu. Pada proses ini dilakukan satu kali proses yaitu bahan etanol dimasukkan ke dalam kolom evaporasi kemudian diproses dan diambil hasilnya yaitu destilat dalam bentuk gas dan residu dalam bentuk cair. Metode analisa komponen dari residu hasil evaporasi menggunakan kromatografi gas bertujuan untuk mengetahui komponen etanol pada residu. Komponen etanol 70% pada residu diketahui melalui waktu retensi yang dibaca oleh Kromatografi Gas sebesar 5,952 menit. Informasi waktu retensi dari komponen etanol 70% menjadi dasar pembanding pengujian residu selanjutnya. Hasil pengukuran uji residu dari 5 sampel menggunakan kromatografi gas adalah 34.07% , 35.13%, 22.06% , 19.83% dan 16.57% untuk durasi waktu evaporasi 50 menit, 55 menit, 65 menit, 70 menit dan sampai gas benar-benar habis dalam waktu 73 menit.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR GAS KARBON MONOKSIDA (CO) MENGGUNAKAN SENSOR MQ-7 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16A Wardoyo, Arinto Yudi Ponco; Dharmawan, Hari Arief
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan dan  pembuatan alat pengukur konsentrasi  gas CO telah dibuat. Alat ini dapat bekerja dengan baik secara otomatis mencatat konsentrasi gas CO dan hasilnya  dapat ditampilkan pada komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun alat pengukur konsentrasi  gas Karbon Monoksida (CO) menggunakan sensor gas MQ-7 berbasis mikrokontroler ATMega 16A  dengan komuniksasi serial USART dan mengetahui output pengukuran berdasarkan regresi jika  dibandingkan dengan alat ukur standar StarGas 898. Hasil pengukuran dan kalibrasi rancang bangun alat pengukur konsentrasi gas CO terhadap sensor gas  MQ-7 sudah terkalibrasi dengan baik, dimana hubungan antara resistensi sensor gas MQ-7 dengan  konsentrasi gas CO adalah linier. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil uji regresi diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9406 dan menghasilkan persamaan y = -0,0003x + 1,2911 dimana y adalah resistensi sensor dan x adalah  konsentrasi gas CO. Alat ini dapat mengukur konsentrasi gas CO pada  range 30-10.000 ppm.
PENENTUAN EFISIENSI WHOLE BODY COUNTER ( WBC ) DUAL PROBE NaI(Tl) PADA LIMA KELOMPOK UMUR Putri, Intan Pemata; Widodo, Chomsin S; -, Bunawas
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penentuan efisiensi Whole Body Counter (WBC) dual probe NaI(Tl) untuk lima kelompok umur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh besarnya nilai cacahan WBC dual probe NaI(Tl) PTKMR – BATAN dengan jarak optimum antara detektor, tyroid dan abdomen pada pengukuran Ba-133 dan Cs-137, serta menentukan nilai efisiensi dan batas terendah deteksi dari WBC dual probe NaI(Tl) untuk lima kelompok umur yaitu kelompok umur balita (0 – 1 tahun), anak – anak (1 – 10 tahun), remaja (11 – 15 tahun), dewasa wanita dan dewasa pria (16 – 20 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai cacahan radioaktivitas terbesar ada pada jarak terdekat 6 cm, jarak ini yang disebut Jarak Optimum pengukuran. WBC dual probe NaI(Tl) yang dirancang mempunyai kemampuan mendeteksi kontaminasi interna pada kelompok umur 0-1 tahun, 1-10 tahun, 11-15 tahun, 16-20 tahun dewasa wanita dan 16-20 tahun dewasa pria yaitu sekitar 6,93. 10-4 % sampai 2,14.10-3 % untuk Ba-133 (356 keV) dan sebesar 6,02. 10-4 %  sampai 1,29.10-3 %   untuk Cs-137 (661,66 keV). Mampu mendeteksi kontaminasi Ba-133 terendah pada 129 Bq dan Cs-137 terendah sebesar 326 Bq saat kedaruratan nuklir untuk waktu pencacahan selama 8 menit.

Page 10 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2014 2014