cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA PINUS (Pinus merkusii) DAN JERAMI PADI (Oryza sativa) TERHADAP KERUSAKAN SEL HATI MENCIT (Mus musculus) BERDASARKAN GAMBARAN MIKROSKOPISNYA RIVAI ZULMI, YUSUF BAKHTIAR
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partikel ultrafine (UFP) merupakan salah satu emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran biomassa. Partikel ultrafine memiliki diameter 0,1 µm dan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Partikel ultrafine dapat terinhalasi kedalam alveoli melalui sistem pernafasan dan dapat menembus sel epitel kemudian masuk kedalam aliran darah dan ditransfer ke hati, sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Penelitian ini dilakukan  untuk mempelajari pengaruh partikel ultrafine yang dipancarkan dari asap pembakaran biomassa terhadap sel hati mencit. Penelitian ini dilakukan dengan memasukan asap dari pembakaran biomassa ke dalam exposure chamber yang sudah terdapat 5 mencit didalamnya. Pemaparan dilakukan pada waktu pemaparan pagi hari dan sore hari serta digunakan variabel lama pemaparan 90 detik, 180 detik, 270 detik, 360 detik dan 450 detik dalam satu hari. Setelah 10 hari dilakukan pembuatan preparat histologi hati mencit dan diamati kerusakan struktural sel hati mencit dengan mikroskop digital binokuler CX-31 dengan perbesaran 100x. Kemudian dilakukan pengukuran total emisi partikel ultrafine yang terdapat di dalam exposure chamber dengan menggunakan alat P-Trak UPC 8525. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan secara linier antara jumlah emisi partikel ultrafine asap pembakaran biomassa yang dipaparkan kepada mencit (Mus musculus) dengan kerusakan sel hati mencit. Kata kunci : Partikel Ultrafine, Sel Hati, Pembakaran Biomassa, Mencit (Mus musculus),
ALAT UKUR IMPEDANSI AKUSTIK MATERIAL LOGAM DENGAN METODE ULTRASONIK PULSA ECHO Relado, Rizky Benny; Naba, Agus; Santjojo, Djoko Herry
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengidentifikasi suatu jenis logam salah satunya dapat digunakan parameter impedansi akustik. Dalam mencari besar impedansi  akustik dari logam biasanya digunakan metode ultrasonik pulsa echo. Metode pulsa echo adalah metode yang didasarkan pada perhitungan delay time dari gelombang pantul pertama dan kedua pada benda uji. Selain itu, untuk meningkatkan keakuratan dalam mencari delay time maka digunakan teknik envelope. Teknik envelope berguna untuk mencari puncak dari pola sinyal pantul. Perangkat lunak LabVIEW digunakan untuk membuat program saat proses perhitungan nilai impedansi akustik. Pengukuran dilakukan pada logam aluminium, kuningan, besi, dan stainless steel. Kombinasi metode pulsa echo dan teknik envelope pada penelitian ini mampu memberikan hasil impedansi akustik yang akurat dengan rata-rata error di bawah  5 %.
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN GINJAL MENCIT (Mus musculus) -, suaibah -
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partikel ultrafine merupakan partikel yang berukuran <0,1 µm. Partikel ultrafine dapat dihasilkan dari emisi asap pembakaran biomassa. Partikel ultrafine dapat masuk kedalam alveolus paru-paru melalui sistem pernafasan, sehingga dapat terbawa kedalam sistem peredaran darah dalam tubuh dan ditransfer ke ginjal. Partikel ultrafine dapat menyebabkan kerusakan sel-sel organ ginjal, untuk mengetahui kerusakan organ ginjal akibat partikel ultrafine maka dilakukan penelitian tentang pengaruh emisi partikel ultrafine asap pembakaran biomassa terhadap gambaran mikroskopis organ ginjal mencit (Mus musculus). Penelitian dilakukan dengan memasukkan asap hasil pembakaran biomassa dari Burning Chamber kedalam Exposure Chamber. Di dalam Exposure Chamber terdapat 5 hewan uji mencit. Dalam penelitian ini mencit akan dipapari asap pembakaran biomassa selama selama 90s, 180s, 270s, 360s dan 450s dalam 10 hari, kemudian dibuat preparasi organ ginjal mencit dan diamati kerusakannya dengan perbesaran 400×. Setelah itu asap pembakaran biomassa dimasukkan kedalam Exposure Chamber untuk diukur kosentrasi partikel ultrafinenya.  Pengukuran kosentrasi partikel ultrafine menggunakan P-Trak UPC model 8525.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang siknifikan antara jumlah partikel ultrafine yang terkandung asap pembakaran biomassa terhadap kerusakan organ ginjal mencit. Semakin besar partikel ultrafine yang terkandung dalam asap pembakaran biomassa, semakin besar pula persentase kerusakan organ ginjal pada mencit. Kata Kunci: Pembakaran Biomassa, Partikel Ultrafine, Ginjal, Mencit
Penentuan Emisivitas Gasifier Tipe Downdraft Berbahan Bakar Tempurung Kemiri Dimasani, Lalu Ahmad; Nurhuda, Muhammad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gasifikasi biomassa merupakan salah satu bentuk sumber energi baru. Tapi pada kenyataannya, gasifikasi biomasa ini harus tetap diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi kerja. Salah satu caranya adalah dengan studi emisivitas pada gasifier biomassa tipe downdraft dengan metode pengukuran suhu pada penampang gasifier sehingga dapat diketahui besarnya radiasi termal yang terbuang kealam pada saat proses pembakaran berlangsung. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur suhu pada penampang gasifier menggunakan termometer inframerah digital. Hasilnya didapatkan daya radiasi termal pada gasifier bernilai antara 19.99 Watt – 1076.12 Watt.
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA RANTING PINUS (Pinus merkusii) DAN JERAMI PADI (Oryza sativa) TERHADAP SEL DARAH MERAH MENCIT (Mus musculus) BERDASARKAN GAMBARAN MIKROSKOPISNYA Vidya Putri Mumayiz Hadayah, Vidya Putri
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembakaran biomassa telah diakui sebagai penyumbang utama partikel dan gas ke atmosfer. Salah satu emisi dari pembakaran biomassa yang berbahaya bagi kesehatan tubuh  adalah partikel ultrafine. Partikel ultrafine merupakan partikel dengan ukuran diameter ≤ 0,1 µm dan bersifat toksik.Partikel ultrafine dapat masuk kedalam alveolus paru-paru melalui sistem pernafasan dan menyebabkan translokasi kedalam darah. Untuk mengetahui kerusakan sel darah merah akibat partikel ultrafine maka dilakukan penelitian tentang pengaruh emisi partikel ultrafine pada asap pembakaran biomassa terhadap gambaran mikroskopis sel darah merah mencit. Penelitian dilakukan dengan memasukkan asap hasil pembakaran biomasa dari Burning Chamber kedalam Exposure Chamber yang telah dimasukkan 5 hewan uji mencit. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberi paparan asap pembakaran biomassa pada mencit didalam Exposure Chamber setiap pagi dan sore hari selama 10 hari dengan lama paparan 0s, 90s, 180s, 270s, 360s, dan 450s. Setelah 10 hari dibuat preparasi sel darah merah mencit dan diamati kerusakannya dengan perbesaran 400x. Konsentrasi  partikel ultrafine di dalam ExposureChamber kemudian diukur menggunakan P-Track UPC model 8525. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partikel ultrafine yang terkandung dalam asap pembakaran biomassa berpengaruh terhadap sel darah merah mencit, dimana hubungan antara total partikel ultrafine terhadap kerusakan sel darah merah adalah linier. Semakin besar total partikel ultrafine dari asap pembakaran biomassa maka kerusakan pada sel darah merah semakin besar Kata kunci : Pembakaran biomassa, partikel ultrafine, sel darah merah, mencit (Mus musculus)
Studi Sifat Elektronik Silicene dengan Pendekatan Teori Kerapatan Fungsional Maftuhin, Wafa; Pamungkas, Mauludi Ariesto
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat elektronik dari Silikon dua dimensi berbentuk heksagonal yang disebut silicene telah diteliti dengan pendekatan teori kerapatan fungsional. Silicene diprediksi memiliki nilai konstanta kisi (lattice constant) sebesar 3,9 Angstrom, nilai ini mendekati hasil dari eksperimen. Silicene diprediksi memiliki sifat elektronik yang mirip dengan graphene. Pita energi silicene diprediksi tidak memiliki celah energi dan tidak saling tumpang tindih, banyaknya keadaan yang dominan adalah pada orbital p dan struktur membentuk ikatan kovalen.
Analisis Probabilitas Gempa Dengan Metode Gaussian dan Besarnya Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) yang Berpengaruh di Wilayah Yogyakarta Candra Bakti Putra P, Candra Bakti
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi analisis hazard kegempaan dengan menggunakan metode Gaussian dan nilai PGA yang berpengaruh di wilayah Yogyakarta. Penulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis hazard gempa  dengan  pemodelan  3-dimensi  untuk  periode  ulang  500  tahun.  Analisis  probabilitas  gempa dilakukan pada T=0 detik, T=0,2 detik (periode pendek) dan T=1 detik (periode panjang) yang dibagi per-grid. Model katalog gempa yang digunakan dalam analisis ini adalah data gempa dari tahun tahun 1937 sampai tahun 2011. Skala magnitudo yang digunakan magnitudo ≥ 5, dan kedalaman maksimum 60 km, dengan koordinat 110°10’ -110°80’ BT dan 7,10°-7,25° LS yang diambil dari BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk probabilitas Yogyakarta menghasilkan nilai PGA pada grid 1 antara 0,00848g - 0,00142g, pada grid 2 antara 0,01006g - 0,00136g, pada grid 3 antara 0,07677g - 0,01049g dan pada grid 4 berkisar 0,16825g - 0,01102g. untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun umur bangunan atau setara dengan periode ulang gempa 500 tahun. Kata kunci : Seismik hazard, PGA, metode Gaussian, Magnitudo
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA TERHADAP ORGAN PARU-PARU MENCIT (Mus musculus) BERDASARKAN GAMBARAN MIKROSKOPISNYA Masruroh, Laily
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Partikel ultrafine merupakan partikel dengan diameter <0,1 µm yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Partikel ultrafine dapat menembus alveoli paru-paru melalui sistem pernapasan dan menyebabkan kerusakan pada sel-sel alveoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh partikel ultrafine yang dihasilkan oleh pembakaran biomassa terhadap paru-paru mencit (Mus musculus).Penelitian ini dilakukan dengan memasukkan asap pembakaran biomassa dari Burning Chamber ke dalam Exposure Chamber yang telah dimasukkan lima mencit. Dalam penelitian ini digunakan 6 kelompok mencit dengan 1 kelompok sebagai kontrol dan 5 kelompok lainnya diberi perlakuan dengan variasi lama paparan yang berbeda yaitu 90 s, 180 s, 270 s, 360 s dan 450 s dalam satu hari. Pemaparan diulang selama 10 hari, kemudian dibuat preparasi organ paru mencit dan diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x. Total partikel ultrafine yang dipaparkan kepada mencit diketahui dengan mengukur konsentrasi partikel ultrafine tiap perlakuan dalam Exposure Chamber. Konsentrasi partikel ultrafne dalam Exposure Chamber diukur dengan menggunakan TSI 8525 P-Trak Ultrafine Particle Counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan linear antara total partikel ultrafine asap pembakaran biomassa terhadap kerusakan paru-paru. Semakin besar jumlah partikel ultrafine yang dipaparkan maka semakin besar kerusakan organ paru-paru yang teramati.   Kata Kunci : Pembakaran Biomassa, partikel ultrafine, paru-paru, mencit.
PEMODELAN ALIRAN UDARA DI SEKITAR SAYAP PESAWAT SECARA 3 DIMENSI MENGGUNAKAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES purwito, eko teguh; Naba, Agus; -, Abdurrouf
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan simulasi aliran fluida disekitar sayap pesawat pendekatan Navier-Stokes. Parameter tekanan dan kecepatan hasil dari simulasi ini telah mewakili perilaku fluida secara umum. Simulasi yang telah dibuat juga didesain untuk   fleksibel mengikuti perangkat perhitungan yang tersedia. Untuk mendapatkan sebuah hasil yang baik, metode pendekatan komputasi yang dipergunakan ialah beda hingga (finite different) dengan persamaan Navier-Stokes. Saat ini diperlukan model komputasi yang dapat dipergunakan untuk menganalisa pergerakan aliran fluida disekitar sayap. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah analisa dan mengurangi baik biaya maupun waktu pendesainan pesawat terbang. Baik hasil perhitungan maupun tampilan dari model ini telah memberikan informasi yang cukup banyak sebagai bahan analisa meskipun beberapa kekurangan yang  belum dapat diperbaiki karena keterbatasan perangkat perhitungan.
Studi Pembuatan Spektrometer DVD untuk Menentukan Relasi Konsentrasi Larutan Gula dengan Intensitas Spektrum Nuriyah, Lailatin; Saroja, Gancang
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari metode untuk menganalisis dan menginterpretasi spektrum. Alat yang digunakan dalam analisis spektroskopi disebut spektrometer. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun spektrometer menggunakan DVD sebagai media pendispersi dan lampu fluorescent sebagai sumber cahaya untuk mengetahui karakteristik spektrum yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah mengkalibrasi spektrum yang dihasilkan dengan spektrum dari referensi (website). Nilai λ untuk intensitas maksimum yang dihasilkan lampu fluorescent adalah 475.9 nm, 513.1 nm, 556.9 nm, dan 610.1 nm. Spektrometer yang telah dibuat juga digunakan untuk menguji larutan gula. Pengujian ini bertujuan untuk mencari formula relasi antara konsentrasi larutan gula dengan intensitas spektrum yang dihasilkan. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa setiap kenaikan konsentrasi larutan gula maka intensitas spektrum yang dihasilkan mengalami pelemahan. Dari hubungan antara konsentrasi dengan pelemahan intensitas tersebut, didapatkan formula untuk mencari konsentrasi yang tidak diketahui.   Kata kunci : spektrometer, DVD, lampu fluorescent, konsentrasi, larutan gula

Filter by Year

2013 2014