cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Identifikasi Kantung Magma Gunung Bromo Berdasarkan Analisa Sebaran Hiposenter Gempa VTA Wuryani, Sri Dwi; Maryanto, Sukir; Nadhir, Ahmad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Bromo merupakan salah satu dari serangkaian gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di dalam kaldera Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dalam sejarahnya, tercatat bahwa Gunung Bromo telah mengalami lebih dari 50 kali erupsi sejak tahun 1775. Penellitian guna mengetahui geometri dari kantung magma Gunung Bromo telah dilakukan dengan menganalisa sebaran hiposenter gempa vulkanik dalam (VTA). Gempa VTA merupakan gempa yang terjadi di gunungapi yang disebabkan oleh proses pergerakan magma di kantung magma. Penelitian dilakukan terhadap data rekaman seismik Bromo pada bulan Februari – Maret 2014. Penentuan posisi hiposenter dilakukan dengan metode GAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiposenter gempa VTA tersebar di bawah kawah Bromo dengan kedalaman ± 2 km – 15 km dari puncak kawah Bromo. Selain itu, titik episenter tersebar dengan radius ± 25 m dari pusat kawah pada arah Timur Laut-Baratdaya. Posisi hiposenter gempa mengindikasikan bahwa Gunung Bromo memiliki 2 (dua) buah kantung magma dengan ukuran berbeda. Kantung magma dangkal dengan ukuran lebih kecil berada di kedalaman sekitar 2 km hingga 5 km dari puncak yang ditunjukkan oleh sebaran hiposenter yang rapat. Sedangkan kantung magma yang lebih besar berada di kedalaman sekitar 7 km hingga 15 km dari puncak Bromo. Kata kunci : Bromo, VTA, hiposenter, episenter, kantung magma.
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAGING SAPI YANG DIRADIASI GAMMA Paramitha, Anggra Kumala; Juswono, Unggul P.; Widodo, Chomsin S.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radiasi  telah  banyak  dikembangkan  dalam  berbagai  teknologi.  Teknologi  yang  banyak  menggunakan  teknik  radiasi adalah  teknologi  dalam  kesehatan  dan  juga  untuk  pengawetan  makanan   Radiasi  sendiri  merupakan  energi  yang dipancarkan  dalam  bentuk  partikel  atau  gelombang.  Tingkat  kerusakan  makanan  dapat  dilihat  dari  penurunan  kadar protein.  Penelitian ini menunjukkan  pengaruh bahan antioksidan  ekstrak kulit  manggis dalam mempertahankan kadar protein.  Bahan  antioksidan  yang  digunakan  adalah  kulit  manggis.  Kulit  manggis  diambil  ekstraknya,  kemudian potongan daging sapi direndam pada ekstrak antioksidan tersebut dengan lima konsentrasi, selanjutnya diradiasi dengan sinar gamma  dengan lima  variasi  waktu  dan  terakhir  dilakukan pengujian  protein menggunakan  metode  titrasi.  Pada penelitian  ini  didapatkan  hasil  bahwa  pemberian  ekstrak  kulit  manggis  dapat  mempertahankan  kandungan  protein sebesar  16%-17%.  Hal  ini  dikarenakan  manggis  memiliki  kandungan  senyawa  aktif  sebanyak  3  jenis  yang masing-masing merupakan turunan dari senyawa  Fenol  yang memiliki struktur benzena dan gugus OH  .  Pada  dasarnya buah yang baik untuk mempertahankan kandungan protein adalah buah yang banyak mengandung antioksidan. Banyaknya kandungan antioksidan pada buah dapat dilihat dari kandungan gugus OH pada senyawa aktifnya.
Pengaruh Ekstrak Cengkeh (Syzygium aromaticum) pada Kandungan Protein Daging Sapi yang Dipapar Radiasi Gamma Hidayah, Ulfah; Juswono, Unggul P.; Widodo, Chomsin S.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan radiasi pengion pada teknologi pengolahan makanan memiliki dampak yaitu menimbulkan radikal bebas. Radikal bebas dapat berinteraksi dengan protein yang menyebabkan denaturasi protein. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisa pengaruh ekstrak cengkeh pada kandungan protein daging sapi yang dipapar radiasi gamma. Penelitian ini menggunakan radiasi gamma dari sumber Cs-137, Am-241, Co-60, dan Na-22. Daging sapi dipapar radiasi dengan variasi waktu paparan dan konsentrasi ekstrak serta kontrol tanpa pemberian ekstrak lalu diukur kandungan proteinnya menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak cengkeh dapat mempertahankan kandungan protein sekitar 95%. Pembentukan radikal bebas diawali oleh radiolisis air yang hasilnya akan berinteraksi dengan protein dan menyebabkan kerusakan protein. Semakin lama paparan radiasi, kandungan protein daging sapi juga akan semakin sedikit. Antioksidan dapat mempertahankan jumlah protein pada daging sapi dengan cara menangkap radikal bebas. Penambahan ekstrak cengkeh pada daging sapi sebelum diradiasi mempengaruhi kandungan proteinnya yaitu mempertahankan kandungan protein daging sapi sebesar 17,87%-19,75%.
Pengaruh Royal Jelly Terhadap Kandungan Protein Daging Sapi yang Dipapar Radiasi Gamma Yuana, Riva Indah Alfin; Juswono, Unggul P.; Widodo, Chomsin S.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemanfaatan radiasi dibidang industri yaitu pada proses pengawetan makanan, dengan menggunakan teknik iradiasi dari sinar gamma. Radiasi dapat membunuh mikroorganisme. Akan tetapi iradiasi dapat mengakibatkan radikal bebas. Radikal  bebas dapat berinteraksi dengan protein yang menyebabkan perubahan  struktur protein. Radikal bebas dapat dinetralkan dengan antioksidan.Antioksidan dapat diperoleh dari sayur, buah, dan rempah-rempah. Pada penelitian ini, digunakan antioksidan dari produk hewan yaitu royal jelly, propolis, sarang semut, dan sarang burung wallet untuk  mengetahui pengaruh kandunganl protein daging sapi dengan radiasi gamma. Daging sapi digunakan sebagai sampel karena daging sapi mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok, sempel yang tidak diradiasi, diradiasi tanpa ekstrak (sebagai kontrol), dan sampel yang diradiasi dan diberi ekstrak dengan variasi konsentrasi. Semua sampel diberi paparan radiasi dengan variasi lamanya waktu paparan, kemudian diuji kandunganl proteinnya menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak pada daging sapi sebelum diradiasi mempengaruhi  penurunan kandunganl protein pada daging sapi. Berdasarkan kemampuan  dalam mempertahankan penurunannya terlihat bahwa antioksidan  hewani yang paling efektif dalam mempertahankan persentase kandunganl protein daging sapi berturut- turut yaitu propolis sebesar 12,277%- 20,552%, royal jelly sebesar 11,460%- 19,598%, sarang semut sebesar  9,470%-18,31%, dan sarang burung sebesar 7,108%- 16,364%.
IDENTIFIKASI ZAT ANORGANIK DARI EMISI PARTIKEL PM10 YANG DIHASILKAN OLEH EMISI SEPEDA MOTOR Aslamiyah, Suwaibatul; Wardoyo, Arito
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur konsentrasi, dan menghitung faktor emisi zat anorganik  PM10 yang dihasilkan oleh sepeda motor. Asap kendaraan sepeda motor kemudian ditangkap menggunakan kertas saring PM10 Whatman 1 selama 60 menit, kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Fluorecence Panalytical Minipal 4. Hasil analisis tersebut berupa zat anorganik dalam konsentrasi yang berbeda pada setiap sepeda motor. Zat anorganik yang teridentifikasi adalah P, Ba, Ca, Cr, Sc, Ti dan Cu. Zat anorganik tersebut memiliki konsentrasi total dengan range nilai 5,6 mg/m3 sampai dengan 8,2 mg/m3 dan faktor emisi dengan range nilai (0,2±0,2)  mg/L sampai dengan (2,8±0,7) mg/L. Nilai faktor emisi tersebut bergantung pada jenis kendaraan.
STUDI PENGARUH VISKOSITAS TERHADAP NILAI SUDUT PUTAR POLARISASI CAHAYA OLI PURNAMA, EGA RULY; Widodo, Chomsin S.; Hidayat, Achmad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh viskositas yang diberikan terhadap perubahan sudut putar polarisasi oli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi viskositas oli terhadap perubahan sudut putar polarisasi oli. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran viskositas dari oli berdasarkan nilai SAE oli dengan nilai viskositas 116Cp, 140Cp, 167Cp,178Cp, 205Cp dan 226Cp. Setiap viskositas diberi pengaruh medan listrik yang berasal dari plat sejajar sebesar 0-35kV/m dan diamati perubahan sudut putar polarisasi oli. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar nilai viskositas pada oli maka akan mengakibatkan perubahan sudut putar polarisasi yang semakin besar juga. Perubahan sudut putar polarisasi cahaya oli berbanding lurus dengan viskositasnya akibat kerapatan molekul oli. Nilai perubahan viskositas terhadap sudut putar polarisasi cahaya oli ditunjukkan dalam bentuk grafik persamaan linier.
Pengaruh InsektisidaTerhadap Potensial Membran Sel Ganggang Nitella (Nitella Sp.) handayani, vivin; Juswono, Unggul P
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian insektisida pada lahan pertanian seringkali meliputi daerah yang cukup luas, sehingga sisa insektisida dapat sampai ke air sungai yang dapat merusak metabolisme sel atau permeabilitas membran sel tersebut. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisa pengaruh insektisida terhadap potensial membran sel ganggang nitella.Penelitian ini menggunakan insektisida diazinon 600 EC sebagai bahan pencemar dengan variasi konsentrasi dan kontrol tanpa bahan pencemarnya. Hasil pengukuran potensial membran menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi insektisida yang digunakan maka potensial membran sel ganggang nitella semakin kecil (dari -196 mV sampai -104 mV). Potensial membran yang naik diakibatkan karena permeabilitas membran terhadap ion berubah sehingga permeabilitas membran tersebut mengubah sistem kerja transport ion melalui perubahan potensial membrannya.
Pemodelan Bidang Gelincir Daerah Payung Batu Menggunakan Metode Resistivitas Rahman, Halimah; Susilo, Adi; Rakhmanto, Fajar
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umum terjadi di kawasan pegunungan, daerah payung  Batu merupakan salah satu daerah rawan longsor. Menurut data kejadian bencana kota Batu tahun 2013 telah tercatat 6 kali tanah longsor di kawasan Payung. Sehingga diperlukan pemodelan bidang gelincir.  Letak bidang gelincir diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Dalam penelitian ini, pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan menggunakan konfigurasi wenner. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan berbeda dengan panjang bentangan lintasan 1 sepanjang 120 m dan lintasan 2 sepanjang 100 m. Nilai resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian berada pada kisaran harga antara 4,19 Ωm hingga 346 Ωm dengan pendugaan litologi bawah permukaan yang terdiri lempung, tuf pasiran, batu pasir dan breksi konglomerat. Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa resistivitas bidang gelincir berada pada kisaran 27,8 Ωm yang diduga berupa lapisan tuff pasiran. Tipe longsoran yang mungkin terjadi yaitu longsoran rotasi.
IDENTIFIKASI AREA GTV TUMOR ASTROSITOMA DAN KANKER SERVIKS MELALUI NILAI BILANGAN CT (BCT) Wijayanti, Lovina; Juswono, Unggul Pundjung; Martono, Sri; Fadhil, Ubaidillah
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prosedur penting dalam perencanaan radioterapi eksternal (Treatment Planning System) adalah penentuan area kanker primer (Gross Tumor Volume / GTV) dan penyebarannya. Penentuan kanker dilakukan secara teliti melalui prosedur Treatment Planning System. Penelitian ini melakukan segmentasi area kanker primer berdasarkan nilai bilangan CT (BCT) yang diidentifikasi dari hasil citra CT–Scan pasien. Rentang nilai BCT kanker ditentukan dengan teknik analisa statistik deskriptif dari data numerik yang diperoleh dari file DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine) CT–Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BCT = +31 HU sampai dengan +38 HU mengindikasikan lokasi tumor astrositoma di bagian kiri otak pasien PX–1. Nilai BCT = +7 HU sampai dengan +45 HU pada pasien PY–1  menunjukkan area hipodensitas pada GTV kanker serviks. Sedangkan nilai BCT = +6 HU sampai dengan +49 HU pada pasien PX–2 menunjukkan densitas yang relatif homogen pada area CTV (Clinical Target Volume) kanker serviks. Kata Kunci : Bilangan CT, DICOM, CT–Scan, astrositoma, kanker serviks, radioterapi eksternal
IDENTIFIKASI ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAN UJI KELAYAKAN AIR DENGAN METODE X-RAY FLUORESCENCE (STUDI KASUS DESA DRUJU, KEC. SUMBERMANJING WETAN, KAB. MALANG) Al Fathoni, Ahmad Hanif; Susilo, Adi; Iswarin, Siti Jazimah
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aliran sungai bawah tanah di desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Berdasarkan data geolistrik diperoleh 3 interval nilai resistivitas yaitu 4,64 Ω.m – 70,9 Ω.m di indikasikan sebagai batuan lempung, 80 Ω.m – 437 Ω.m di indikasikan sebagai batuan napal pasiran, dan 438 Ω.m – 2696 Ω.m di indikasikan sebagai batuan gamping. Uji kelayakan air dilakukan dengan menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Air pada lokasi penelitian untuk 6 sumur yang diteliti mengandung Fosfor (P), Kalsium (Ca), Titanium (Ti), Besi (Fe), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Iterbium (Yb). Hasil uji XRF menunjukkan persentase yang besar untuk unsur-unsur tersebut dan berada di atas kadar maksimum yang diperbolehkan. Oleh karena itu, air yang ada di lokasi penelitian dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi.

Filter by Year

2013 2014