cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
KAJIAN TENTANG ANALISA BIAYA YANG DIGUNAKAN PADA PROYEK PERUMAHAN Evan Cressandi; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.563 KB)

Abstract

Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) adalah pedoman yang digunakan untuk menetapkan harga satuan pekerjaan rencana pada suatu proyek. AHSP yang digunakan pada saat ini, ada beberapa macam literatur diantaranya yaitu SNI 2002, SNI 2008, dan AHSP 2013. Dalam makalah ini, akan dibahas perkembangan dan perbedaan antara pedoman literatur serta studi kasus penggunaan pedoman pada 2 proyek di Surabaya. Studi literatur membandingkan ketiga pedoman dengan hasil berupa perbedaan jenis pekerjaan, jenis bahan dan tenaga serta indeks bahan dan tenaga. Perbedaan indeks bahan dan tenaga akan dinyatakan dalam bentuk persentase. Pada SNI 2008 dan AHSP 2013 memiliki kemiripan indeks sehingga yang lebih dibandingkan adalah SNI 2002 dan AHSP 2013. Studi kasus membandingkan kedua proyek dengan AHSP 2013 dengan hasil berupa perbedaan jenis bahan dan tenaga serta indeks bahan dan tenaga. Perbedaan indeks bahan dan tenaga akan dinyatakan dalam bentuk persentase. Dari hasil studi kasus, dapat diamati kesesuaian proyek dengan pedoman AHSP 2013. Diharapkan dengan penelitian ini, penggunaan pedoman dapat sebagai referensi dan masukan bagi para kontraktor.
PERGERAKAN TANAH LATERAL AKIBAT PROSES PEMANCANGAN TIANG Yohanes Wiraatmaja; Michael Handoko; Sugie Prawono; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.482 KB)

Abstract

Pemancangan pondasi tiang pada tanah mengakibatkan desakan butiran tanah kearah lateral serta menimbulkan kenaikan tekanan air pori tanah. Hal ini memberikan pengaruh hingga jarak tertentu dan berpotensi merusak bangunan di sekitar. Pada proyek X, lokasi pemancangan soldier pile berdekatan dengan pemukiman padat penduduk. Oleh karena itu, perlu diprediksi jarak yang aman dari pengaruh proses pemancangan.Penelitian ini dilakukan dengan prediksi teoritis besarnya pergerakan tanah kearah lateral akibat pemancangan di jarak tertentu dari titik tiang yang dipancang dengan formula tertentu. Hasil prediksi secara teori ini kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran pergerakan tanah kearah lateral yang dilakukan menggunakan instrumentasi berupa inclinometer. Hasil keduanya akan dibandingkan sebagai kesimpulan.Soldier pile pada proyek X menggunakan jenis tiang pancang beton open ended spun pile Ø800 mm yang ditekan masuk kedalam tanah sedalam 28 meter dengan hydraulic jack. Sebelum pemancangan, terlebih dahulu dilaksanakan preboring Ø500 mm dengan kedalaman 12 meter. Menurut teori ini disimpulkan bahwa radius pengaruh pemancangan adalah sama dengan kedalaman tiang. Pengaruh tapak alat hydraulic jack terekam di inclinometer pada jarak sepertiga kedalaman tiang. Hal ini menyebabkan kesulitan prediksi secara teoritis. Pengaruh ini akan dihilangkan agar dapat dibandingkan dengan hasil prediksi. Setelah koreksi, dijumpai hasil prediksi secara teori mendekati hasil inclinometer.
FAKTOR YANG MENENTUKAN BIAYA KUALITAS PRODUK PERUMAHAN Ryan Matulatan; Prayogo Gozaly; Herry Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.082 KB)

Abstract

Kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaat suatu produk. Bagi para perusahaan kontraktor masing-masing terus berlomba-lomba dalam memberikan kualitas terbaik kepada konsumen, juga tetap mendapatkan laba dari produk yang dihasilkan. Diperlukannya strategi manajemen yang matang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi biaya kualitas. Dimana biaya kualitas tersebut terbagi menjadi beberapa sub-bagian (Prevention Cost, Appraisal Cost, Internal Failure Cost, dan External Failure Cost) yang memiliki pengaruh masing-masing terhadap biaya kualitas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan sampel sebanyak 80 orang responden. Data kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, serta Confirmatory Analysis Factor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevention cost, appraisal cost, internal failure cost, dan external failure cost memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Biaya Kualitas. Diantara keempat variabel tersebut, Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost) memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap Biaya Kualitas.
KECELAKAAN, KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN LINGKUNGAN KERJA PADA PEKERJAAN GALIAN TANAH BASEMENT Donny Winata; Nico Njoto Wijaya; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.48 KB)

Abstract

Proyek konstruksi umunya berkaitan dengan pekerjaan tanah, salah satunya adalah pekerjaan galian tanah. Pekerjaan galian tanah ini memerlukan perhatian khusus, karena pekerjaan galian tanah ini bisa menyebabkan kerugian apabila terjadi kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pihak kontraktor harus memperhatikan Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Kerja pekerjaan galian tanah basement dalam proyek yang sedang dikerjakan, karena kecelakaan kerja pada proyek galian tanah basement ini sangat merugikan. Penelitian ini mengikuti peraturan dari OSHA (Occupational Safety and Health Act), DEPNAKER (Departemen tenaga kerja), dan EPA (Enviromental Protection Authority). Penelitian ini juga melihat penelitian sebelumnya yaitu penilitian oleh Soegianto dan Dedy (2000), “Keselamatan Kerja Pada Pelaksanaan Penggalian Tanah Berdasarkan Standart OSHA”, dan oleh Hartono dan Ricky, (2005), “Kecelakaan dan Keselamatan Kerja Pekerjaan Galian Tanah Pada Proyek Konstruksi di Surabaya”. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada proyek di Surabaya yang sedang melakukan pekerjaan galian tanah basement, dengan tujuan untuk mendapatkan data mengenai penerapan program Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Kerja galian tanah basement proyek konstruksi di Surabaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kecelakaan kerja pekerjaan galian tanah basement yang sering terjadi dan memberikan model penilaian untuk penerapan program Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Kerja pekerjaan galian tanah basement
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI BERDASARKAN ASPEK FINANSIAL PADA PROYEK RUMAH KOS DI SURABAYA Tirsa E. Tumbelaka; Tanika A. Sutanto; Herry P.C.; Soehendro R.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.338 KB)

Abstract

Keputusan untuk berinvestasi merupakan suatu keputusan yang harus dipertimbangkan dari berbagai aspek. Dalam berinvestasi properti khususnya rumah kos, kepuasan konsumen menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Aspek yang mempengaruhi kepuasan konsumen adalah aspek atribut rumah kos. Melalui kuisioner yang dibagikan kepada calon konsumen didapatkan gambaran mengenai desain, fasilitas dan kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen. Setelah selesai mendesain didapatkan biaya konstruksi dan non-konstruksi. Tahap selanjutnya adalah membuat perkiraan arus kas masuk dan keluar kemudian menghitung arus kas bersih. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisa NPV.Hasil analisis finansial menunjukkan investasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan nilai suku bunga bank, inflasi dan resiko adalah menguntungkan untuk dilaksanakan dengan tingkat okupansi diatas 40%. Hasil analisis finansial dengan umur rencana 15 tahun dan tingkat okupansi 40% sampai 100% adalah berturut-turut –Rp. 154.899.300,00 dengan okupansi 40%, Rp. 599.903.703,00 dengan okupansi 50%, Rp. 1.354.706.705,00 dengan okupansi 60%, Rp. 2.109.509.707,00 dengan okupansi 70%, Rp. 2.864.312.709,00 dengan okupansi 80%, Rp. 3.619.115.711,00 dengan okupansi 90% dan Rp. 4.373.918.713,00 dengan okupansi 100%.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PARKIR MOBIL DI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Petrick Yoshuel; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.079 KB)

Abstract

Sebuah universitas seharusnya memiliki fasilitas kampus yang baik yang dapat menunjang aktivitas dosen, mahasiswa maupun karyawan. Salah satu fasilitas kampus yang kadang tidak ditinjau dengan baik adalah fasilitas parkir. Kedepannya jumlah mahasiswa akan lebih bertambah karena terbukanya program studi baru dan dibangunnya gedung P1 P2. Mahasiswa dan para dosen setiap hari berangkat menggunakkan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. Oleh karena itu pihak Universitas harus dapat mengolah lahan sebaik mungkin agar dapat menyediakan fasilitas parkir yang memadai bagi para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai kapan ketersediaan parkir mobil dapat memenuhi kebutuhan parkir mobil. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan ketersediaan parkir mobil dengan kebutuhan parkir mobil di Universitas Kristen Petra. Hasil penelitian bahwa di Kampus Timur, Kampus Tengah dan Kampus Barat ketersediaan parkir mobil tidak dapat mencukupi kebutuhan parkir mobil untuk kondisi saat ini,sedangkan ketersediaan parkir mobil di Kampus Utara masih mampu mencukupi kebutuhan parkir mobil sampai semester ganjil 2018.
STUDI TENTANG UPAH DAN UPAH LEMBUR TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Willy Frederick Kurniawan; Liong Wandy Lionardy; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.728 KB)

Abstract

Pekerjaan konstruksi berkaitan erat dengan daya manusia. Dalam lingkup biaya, upah tenaga kerja memiliki kontribusi 25%-35% dari nilai proyek. Selain itu, tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu singkat membuat kontraktor menambah jam kerja (overtime) untuk mengejar jadwal. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data dari proyek konstruksi bangunan tinggi. Data berupa volume pekerjaan, jumlah, komposisi serta upah tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu untuk didapatkan harga satuan upah untuk pekerjaan bekisting, pembesian dan pengecoran. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa harga satuan upah yang berdasarkan SNI 7394:2008 masih mencakup harga satuan upah nyata di lapangan yang melakukan pekerjaan lembur. Untuk pekerjaan bekisting dan pembesian, perbandingan harga satuan upah nyata di lapangan dengan SNI 7394:2008 dan upah pemerintah dengan SNI 7394:2008 secara berurutan adalah 47,6%-92,6% dan 66,0%-92,7%. Untuk pekerjaan pengecoran tidak dapat dibandingkan SNI 7394:2008. Sehingga dibandingkan dengan upah pemerintah sebesar 92,6%-109,6%. Sementara untuk indeks kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan bekisting, pembesian dan pengecoran, terdapat perbedaan yang signifikan antara pola formasi tenaga kerja yang digunakan di kenyataan di lapangan dengan SNI 7394:2008. Berbeda dengan SNI 7394:2008, pada kenyataan di lapangan, penggunaan klasifikasi tukang pada formasi tenaga kerja yang digunakan lebih banyak daripada pekerja.
PENERAPAN DAN PEMBERIAN MILESTONE PADA METODE EARNED SCHEDULE UNTUK PENGENDALIAN PENJADWALAN PADA BEBERAPA PROYEK Hanny Sampurna Lumanto; James Thomas Sutjiadi; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.325 KB)

Abstract

Metode Earned Schedule (ES) merupakan metode pengendalian jadwal pada proyek. Dalam perkembangannya ditemukan indikator tambahan, yaitu Scheduled Variance at Completion (SVAC) yang fungsinya adalah memberikan indikasi perkiraan durasi waktu bahwa proyek yang akan selesai lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal rencana dan juga indicator Forecast Scheduled Variance (F-SV) yang acuannya bukan pada jadwal rencana, melainkan pada jadwal milestone. Milestone sendiri digunakan untuk menilai kemajuan proyek, biasanya dengan evaluasi karakteristik produk, pada titik interim yang signifikan terhadap proyek. Pada penelitian ini akan diterapkan pada 5 proyek. Dengan penambahan milestone pada metode Earned Schedule (ES) ini akan memberikan peringatan dini (early warning) yang lebih awal pada saat realisasi proyek.
SISTEM INTERLOCKING PONDASI TAPAK PADA RUMAH SEDERHANA SATU LANTAI Alesandro .; Rangga .; Sentosa Limanto; Johanes Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.261 KB)

Abstract

Pondasi merupakan suatu bagian penting dalam proses pembangunan rumah tinggal maupun bangunan konstruksi lainnya yang waktu pengerjaannya cukup lama. Dansekarang ini sangat menuntut kita untuk bekerja cepat, tepat dan efektif. Peneliti mencari solusi atas permasalahan tersebut, yaitu dengan meneliti bagaimana sistem interlockingantara pondasi tapak, sloof dan pedestal yang efektif sehingga pengerjaan konstruksi rumah sederhana satu lantai lebih cepat. Penelitian ini tentang bagaimana hubungan antara pondasi dengan  sloof dan pedestal tetap stabil dengan waktu pengerjaan yang singkat.Sistem interlocking tipe 3 yang menggunakan coakan beton dapat memikul beban horizontal sebesar 720 kg, dan tipe 4 yang menggunakan pen mampu memikul beban horizontal sebesar 500kg.  Sistem interlocking ini hanya dapat dipakai jika beban kolom sebesar 1 – 3 ton pada jenis tanah keras
PENELITIAN LIGHTWEIGHT CONCRETE DENGAN MENGGUNAKAN EXPANDED POLYSTYRENE Anthony Anthony; Rafelino Tanbora; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.719 KB)

Abstract

Penggunaan kontruksi struktur beton yang semakin meningkat, menimbulkan banyaknya inovasi beton. Salah satunya adalah konsep Lightweight Concrete dimana diberlakukan pengurangan berat sendiri dari beton dengan mengatur komposisi dari campuran beton. Expanded Polystyrene (EPS) merupakan salah satu material yang digunakan sebagai pengganti dari aggregat kasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sekaligus mencari komposisi pemberian butiran EPS beserta campuran aditif seperti superplasticizer dan silica fume terhadap campuran beton agar dapat menjadi Lightweight Concrete. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah compression test dan slump test. Target kuat tekan penilitian ini adalah 20-25 MPa dan syarat density lightweight concrete menurut SNI 03-3449-2002 adalah 1400 – 1800 kg/m3. Dua belas variasi beton telah dirancang dalam penelitian ini dan 2 diantaranya memenuhi kedua target penelitian. Varian pertama memilki density sebesar 1748 kg/m3 dan kuat tekan sebesar 21,67 MPa. Varian kedua memilki density sebesar 1564 kg/m3 dan kuat tekan sebesar 21,4 MPa. Ditemukan juga bahwa semakin banyak kadar EPS mengurangi density dan kuat tekan pada beton. Pada penelitian ini, hasil dari slump test melampaui ekspetasi sehingga akan digunakan metode pengujian flow untuk mengukur workability. Peningkatan jumlah semen dan kadar EPS dapat menurunkan flow pada campuran beton.