cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
METODE KANTILEVER PELAKSANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA SEI PUTING BENTANG 60 M Matthew Gunawan; Rafael Reinaldo Lorens; Gunawan Budi Wijaya; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.97 KB)

Abstract

Jembatan Sei. Puting merupakan jembatan rangka baja yang direncanakan membentangi sungai aktif selebar 60 m. Pelaksanaan konstruksi jembatan hanya dimungkinakan untuk dilakukan dengan metode kantilever satu arah. Maka dari itu, akan didirikan struktur penunjang selama fase kosntruksi, yaitu jembatan penyeimbang sepanjang 30 m yang akan dihubungkan dengan jembatan utama menggunakan batang penghubung. Jembatan penyeimbang dilengkapi dengan dengan beban penyeimbang dan angkur. Dimensi beban penyeimbang dan angkur akan direkayasa dengan tujuan menghasilkan momen penahan untuk menahan momen guling akibat beban fase konstruksi. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan kapasitas pondasi dan defleksi pada ujung bentang jembatan kantilever 60 m saat fase konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban penyeimbang yang optimal adalah kombinasi pasir berdimensi 10mx 8,8m x 2m dan sistem angkur. Angkur berupa 8 buah channel 200x80x7,5x11 dengan 4 buah tulangan berdiameter 19 mm pada masing-masing channel. Batang penghubung menggunakan profil WF 490x400x20x25. Seluruh sistem pondasi mampu memikul beban pada setiap fase dengan angka keamanan minimal 1,16. Nilai defleksi maksimum fase konstruksi adalah 399,81 mm, sehingga akan diberikan peninggian 600 mm pada pangkal jembatan. Seluruh elemen jembatan telah telah didesain untuk mampu menahan gaya dalam akibat pembebanan fase konstruksi dan fase layan dengan mengacu pada SNI 1725:2016.
KARAKTERISTIK MORTAR DAN BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Permana Putra Prasetio; Gary Kartadinata; Djwantoro Hardjito; Antoni .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.295 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh ukuran partikel lumpur, molaritas alkaline activator NaOH, dan lama suhu curing pada mortar geopolimer berbahan dasar lumpur Sidoarjo. Variasi lama penggilingan yakni 2 jam, 4 jam, dan 8 jam dengan kehalusan lumpur harus di bawah 63μm. Analisa terhadap lumpur dilakukan dengan tes X-Ray Fluorescence (XRF) dan Particle Size Analysis (PSA). Variasi molaritas NaOH yaitu 8M, 10M, dan 12M, sedangkan variasi waktu curing yakni 6 jam, 12 jam, dan 24 jam dengan suhu 110°C. Pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada benda uji berbentuk kubus ukuran 5x5x5 cm3 pada usia 7 hari, sedangkan pemeriksaan kelecakan dilakukan dengan menggunakan flow table. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada usia 7,14 ,dan 28 hari. Dari pengujian tersebut didapat bahwa komposisi mortar yang paling optimal adalah dengan ukuran kehalusan butiran <63 μm, molaritas NaOH 8M, dan waktu curing 24 jam. Hasil campuran optimal mortar tersebut digunakan untuk mix design beton geopolimer untuk diteliti karakteristiknya yang meliputi kuat tekan, shrinkage, dan setting time. Pada beton geopolimer, kuat tekan meningkat seiring dengan pertambahan usia beton, sedangkan shrinkage tidak mengalami pertambahan setelah 16 hari pengujian.
UPAYA PENERAPAN SCHEDULE ASSESSMENT MENGGUNAKAN STANDARD PMI, GAO, DCMA, DAN NDIA PADA BEBERAPA PROYEK DI SURABAYA DAN SEKITARNYA Nicholas Antonio; Andrew Andrew; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.49 KB)

Abstract

Agar suatu proyek dapat berjalan tepat waktu, diperlukan penjadwalan yang jelas, lengkap, detail, dan logis. Schedule Asessment merupakan penilaian terhadap kualitas sebuah jadwal. Penelitian menggunakan data jadwal dari 4 proyek yang berada di Surabaya dan sekitarnya. Dikarenakan antara proyek memiliki 2 jenis penjadwalan berbeda, perlu dilakukan pengelompokkan terhadap beberapa masalah yang menjadi penyebab suatu poin tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil analisa, diidentifikasi poin-poin berikut. Proyek Cornell Apartment memenuhi 56% poin PMI, 30% poin GAO, 35.7% poin DCMA, dan 25% poin NDIA. Proyek Gudang memenuhi 14% poin PMI, 10% poin GAO, 7% poin DCMA, dan 12.5% poin NDIA. Untuk proyek Grha Mahameru dan Padma Hotel memenuhi 14% poin PMI, dan 0% untuk poin GAO, DCMA, dan NDIA. Lalu ditemukan dan dikelompokkan penyebab beberapa poin tidak terpenuhi. Progress yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 39% untuk metode PMI, 20% untuk metode GAO, 21% untuk metode DCMA, dan 25% untuk metode NDIA. Gantt Chart yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 33.3% unutk metode PMI, 10% untuk metode GAO, 7% untuk metode DCMA, dan 12.5% untuk metode NDIA. Poin-poin yang perlu dianalisis lebih lanjut yang dapat menambahkan nilai assessment sebesar 30% untuk metode GAO, 50% untuk metode DCMA, dan 37.5% untuk metode NDIA.
APLIKASI PERHITUNGAN ALINYEMEN HORISONTAL DAN ALINYEMEN VERTIKAL Michael Antonie Prayogo; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.205 KB)

Abstract

Beberapa kendala dalam perhitungan geometri jalan muncul saat melakukan perhitungan secara manual untuk mendapatkan kondisi geometri jalan yang diinginkan dari berbagai parameter. Salah satunya adalah kurang efisiennya waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan. Parameter untuk alinyemen horisontal adalah radius (R) tikungan, kecepatan rencana (Vr), dan jenis tikungan, sedangkan untuk alinyemen vertikal terdapat parameter clearance atau ketinggian bebas diatas lengkung vertikal agar kendaaran bisa melewati lengkung tersebut.Dari semua parameter - parameter ini wakut yang dibutuhkan kurang efisien untuk bisa mendapatkan kondisi geometri jalan yang baik, aman dan sesuai dengan permintaan. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan dengan menggunakan aplikasi Graphic User Interface pada program Matrix Laboratory (MATLAB) untuk mempermudah mendapatkan R,Vr dan jenis tikungan untuk alinyemen horisontal serta clearance untuk alinyemen vertikal berdasarkan RSNI T – 14 - 2004. Setelah dilakukan perbandingan antara perhitungan dari RSNI T – 14 2004 dengan aplikasi dari MATLAB tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
PENGGUNAAN MICROSOFT PROJECT UNTUK ANALISA KETERLAMBATAN PEKERJAAN STRUKTUR SUATU PROYEK DENGAN METODE TIME IMPACT ANALYSIS Resano Darmawan; Lorenz Saputra; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.359 KB)

Abstract

Keterlambatan proyek merupakan suatu peristiwa yang sering ditemui pada proyek konstruksi, yang menyebabkan bertambahnya durasi proyek dan biaya yang dikeluarkan. Delay Analysis Method hadir di dunia konstruksi untuk membantu suatu proyek dalam melakukan analisa keterlambatan. Salah satu metode yang digunakan yaitu Time Impact Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keterlambatan pada proyek gedung bertingkat di Surabaya yang sedang berjalan dengan menggunakan metode Time Impact Analysis. Metode ini dilakukan dengan membandingkan As Planned Schedule dengan Impacted Schedule menggunakan bantuan Microsoft Project.Analisa membutuhkan Master Schedule yang diolah menjadi As Planned Schedule, gambar struktural sebagai alat bantu studi kasus, dan pengamatan selama 2 bulan serta konsultasi pada pihak proyek sehingga data dapat diproses menjadi Impacted Schedule. Impacted Schedule didapat dengan memasukkan fragnet ke dalam As Planned Schedule. Fragnet berisi detil dari aktivitas keterlambatan yang didapat selama pengamatan 2 bulan. Dari analisa dapat disimpulkan bahwa terdapat aktivitas struktural yang mengalami keterlambatan hingga menyebabkan tanggal penyelesaian proyek mengalami kemunduran dan keterlambatan yang terjadi disebabkan dari pihak kontraktor dan dari pihak eksternal proyek.
STUDI AWAL PENERAPAN GREEN SPECIFICATION DI INDONESIA Austin Vincentius Mastan; Hans Pratama Haliman; Paul Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.246 KB)

Abstract

Perlu ditemukan suatu cara yang dapat secara signifikan mengurangi dampak kerusakan lingkungan dalam proses pembangunan. Salah satunya dengan green specification. Green specification sudah berkembang di negara-negara maju. Sudah banyak peraturan-peraturan dan standar-standar yang dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan spesifikasi. Di Indonesia masih belum ada standar green specification yang bisa dipakai sebagai standar. Oleh karena itu, dalam skripsi ini diberikan pengenalan studi literatur yang berguna untuk penelitian tentang penerapannya di Surabaya.Dari studi literatur, dapat disimpulkan bahwa green specification adalah spesifikasi teknis pada proses pembangunan proyek untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Perbedaan green specification dengangreenship rating tools terletak pada waktu penggunaan peraturan. Green specification telah banyak dipakai oleh banyak negara di dunia untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Dari penelitian berupa kuesioner, melalui analisa mean dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan variabel-variabel tersebut mudah diterapkan kontraktor dan konsultan. Kontraktor lebih mudah untuk menerapkan variabel-variabel tersebut daripada konsultan karena memiliki nilai mean lebih besar dari 3,5. Dari uji ANOVA, dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan terdapat kesamaan yang signifikan antara grade kontraktor terhadap variabel yang diuji. Kecuali pada variabel menanamkan kembali pada lahan yang telah dikerjakan, Merelokasikan kembali galian tanah pada proyek yang sama dan menghindari pemakaian bahan coating yang tidak ramah lingkungan.
MONITORING JADWAL SUATU PROYEK SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPI DAN PPC Vincent Sukiman; Yohanes Yan; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.197 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, jadwal pelaksanaan proyek konstruksi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pengendalian proyek demi tercapainya waktu pelaksanaan yang direncanakan akan tetapi ada pekerjaan di proyek kosntruksi yang tidak dapat selesai sesuai dengan jadwal rencana. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan monitoring jadwal proyek menggunakan metode SPI dan PPC. Studi kasus dilakukan pada proyek sekolah 5 lantai, untuk masing - masing area TK dan SD - SMP. Monitoring yang dilakukan hanya untuk pekerjaan struktur selama 14 minggu dari durasi rencana pekerjaan struktur sekitar 1 tahun lebih 2 bulan, setelah monitoring dilakukan selama 14 minggu didapatkan bahwa jadwal proyek tersebut mengalami keterlambatan dan memiliki hasil nilai SPI sebesar 79,214% dan hasil nilai PPC 52,117%. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor yang paling dominan selama 14 minggu pengamatan yaitu faktor material terutama pada area TK. Faktor ini muncul karena pekerjaan yang akan dilakukan tidak mendapat suplai material yang dibutuhkan
ANALISIS KEPUASAN PENGHUNI PERUMAHAN PONDOK TJANDRA INDAH Jovita Caroline; Nelza Natally Harsony; Herry P. Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.235 KB)

Abstract

Seiring dengan pemahaman rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, perkembangan perumahan di Surabaya tidak diimbangi dengan kepuasan penghuni. Oleh karena itu, untuk mempertahankan industri properti khususnya perumahan, perlu diadakan penelitian agar diketahui tingkat kepuasan penghuni perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan penghuni dan tanggapan dari Pondok Tjandra terhadap hasil penelitian. Tingkat kepuasan konsumen didasarkan pada dua perspektif psikologi yaitu kognitif dan afektif. . Untuk variabel kognitif dilakukan uji tingkat kepentingan, sedangkan variabel afektif dilakukan uji tingkat kepuasan. Lokasi penelitian berada di perumahan Pondok Tjandra Indah, Sidoarjo. Analisis yang digunakan antara lain analisis deskriptif untuk menjelaskan kepuasan penghuni, t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan, dan analisis faktor untuk menentukan kepuasan penghuni perumahan Pondok Tjandra Indah berdasarkan jawaban responden. Dari hasil penelitian, terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan penghuni terhadap atribut produk perumahan yaitu pada variabel pemandangan yang alami, kemanan dan utilitas. Hal ini berarti bahwa yang dianggap penting pada ketiga variabel tersebut tidak menghasilkan kepuasan bagi penghuni perumahan.
EVALUASI GEOMETRIK PERSILANGAN JALAN REL DAN JALAN RAYA Reynaldo Hongarta; Bobby Kurniawan; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.084 KB)

Abstract

Perlintasan sebidang merupakan suatu pertemuan antara jalan rel dan jalan raya. Perlintasan sebidang harus memenuhi persyaratan standar yang sudah ditetapkan oleh instansi terkait meliputi kondisi geometrik, ruang bebas dan ruang bangun serta jarak pandang agar perlintasan sebidang nyaman dan aman untuk dilalui kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi geometrik, ruang bebas dan ruang bangun serta jarak pandang perlintasan sebidang. Penelitian ini menggunakan hasil pengamatan di lapangan dan data dari Dinas Perhubungan untuk membandingkan kondisi lapangan dengan persyaratan. Penelitian dilakukan pada dua perlintasan sebidang, yaitu perlintasan sebidang di Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari. Perlintasan sebidang Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari memiliki kondisi geometrik dan jarak pandang yang belum layak untuk dilewati kendaraan karena belum memenuhi standar persyaratan yang telah ditetapkan, sedangkan pada ruang bebas dan ruang bangun sudah memenuhi persyaratan. Pada perlintasan sebidang Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari masih terdapat halangan yang mengganggu jarak pandang pengendara dan masinis.
KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERDASARKAN VARIASI WAKTU PENGAMBILAN FLY ASH Juan Satria; Agung Sugiarto; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.555 KB)

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton geosintetik yang tidak menggunakan semen sebagai bahan dasar, tetapi menggunakan bahan pozzolan berupa fly ash yang banyak mengandung unsur alumina (Al) dan silika (Si) dimana unsur ini sangat memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik beton geopolimer. Oleh karena itu, dilakukan pengambilan fly ash sebanyak sepuluh kali untuk mengetahui perbedaan ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia pada tiap-tiap fly ash. Dari variasi fisik dan kandungan kimia fly ash, peneliti ingin mengetahui setting time dan kuat tekan dari geopolimer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ukuran partikel, nilai pH, dan kandungan kimia fly ash turut mempengaruhi dalam setting time dan kuat tekan beton. Kandungan kimia fly ash yang sangat mempengaruhi adalah kadar kalsium. Semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka fly ash tersebut tergolong fly ash yang bagus karena menghasilkan setting geopolimer yang jauh lebih cepat dan kuat tekan geopolimer yang lebih tinggi dibanding dengan fly ash yang memiliki kadar kalsium yang lebih rendah. Kadar kalsium juga turut mempengaruhi nilai pH fly ash, semakin tinggi kadar kalsium fly ash, maka semakin tinggi juga nilai pH fly ash.