cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
MODEL PENGUKURAN TINGKAT KESELAMATAN KERJA PENGGUNAAN TOWER CRANE Michelle Kwan; Irvan Anggrawan; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.978 KB)

Abstract

Tower crane sering digunakan sebagai alat pemindah material secara vertical maupun horizontal pada proyek bangunan bertingkat. Kecelakaan kerja tower crane sering terjadi akibat perilaku yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi yang tidak aman (unsafe condition) sehingga diperlukan suatu penerapan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane dalam bentuk program komputer. Data untuk penelitian ini diperoleh dari pengisian kuisioner oleh para responden (kontraktor yang berpengalaman dalam penggunaan TC) sebagai standar penilaian dalam model pengukuran. Hasil penelitian ini berupa program komputer model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane yang dapat digunakan oleh kontraktor untuk mengukur tingkat keselamatan kerja penggunaan tower crane pada proyek konstruksi sesuai dengan kondisi di lapangan. Informasi yang disajikan oleh model ini berupa nilai-nilai keselamatan kerja pada tiap tahap penggunaan tower crane yaitu tahap penempatan, pemasangan, pengoperasian, dan pembongkaran.
PENGARUH KARAKTERISTIK AGREGAT TERHADAP CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Lie Dick Saputra; Robby Saputra Pangloli; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmajadja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.898 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh karakteritik agregat terhadap Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). CAED yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran antara agregat bergradasi terbuka dan aspal emulsi sebagai bahan pengikat. Aspal emulsi adalah aspal berbentuk cair yang dihasilkan dengan mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif atau negatif atau tidak bermuatan listrik. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan menggunakan agregat berasal dari Pandaan, Mojokerto, Banyuwangi, Palu dan Labuan Bajo untuk mendapatkan nilai stabilitas. Dari hasil pengujian ini didapatkan nilai KARO untuk agregat dari Pandaan, Banyuwangi, Mojokerto, Palu, dan Labuan Bajo berturut-turut adalah 7%, 6,5%, 8%, 8%, dan 6,5%. Pengujian karakteristik agregat meliputi abrasi agregat, kepipihan agregat, dan berat jenis agregat .Hasil penelitian menunjukkan abrasi agregat adalah parameter yang paling mempengaruhi stabilitas CAED
PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA ATAP BAJA CANAI DINGIN Regyna A. D. Latumeten; Averina Aprilia A.; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.922 KB)

Abstract

Baja canai dingin sudah mulai banyak digunakan sebagai struktur bangunan sekarang ini. Pengaplikasiannya paling sering digunakan untuk struktur rangka atap. Di dalam perencanaannya, biasanya pemodelan struktur rangka atap dilakukan secara sederhana dimana sambungan dianggap flexible. Namun pada kenyataannya struktur tersebut tidak mungkin bisa menjadi flexible, melainkan sebuah struktur yang memiliki sambungan rigid yang bukan hanya menerima aksial saja, namun juga lentur dan geser. Adapun variasi yang dibuat ialah bentuk kuda-kuda (king post dan fink truss), profil (hat dan lipped channel), bentang (8 meter, 10 meter dan 12 meter). Pedoman yang mengatur tentang persyaratan dalam mendesain baja canai dingin juga baru saja dikeluarkan pada tahun 2013, yakni SNI 7971-2013. Permasalahannya adalah belum tentu semua model dan penampang yang berada di pasaran sudah memenuhi SNI 7971-2013 yang mengatur tentang baja canai dingin. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah untuk memberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan SNI 7971-2013 dalam mendesain struktur kuda-kuda rangka atap sederhana, serta menentukan pemodelan struktur yang paling aman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemodelan rigid yang lebih aman, serta memberikan contoh perhitungan struktur rangka atap menurut SNI 7971-2013.
KORELASI FRIKSI PONDASI TIANG BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN MENGGUNAKAN VWSG DAN PERUMUSAN MENGGUNAKAN DATA SPT Andre Hutomo; Tommy Syatriadi; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.541 KB)

Abstract

Terdapat banyak formula untuk memprediksi daya dukung friksi pondasi tiang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prediksi nilai friksi pondasi tiang berdasarkan data hasil penyelidikan tanah dengan nilai friksi hasil pengujian VWSG ( Vibrating Wire Strain Gauge ). Pada penelitian ini pengumpulan data nilai SPT dan VWSG dilakukan pada 2 lokasi. Nilai friksi pondasi tiang berdasarkan nilai SPT digunakan metode Meyerhof (1976), Decourt (1982), Bazaraa & Kurkur (1986), Shariatmadari N, Eslami A & Karimpour-fard M (2008) dan Schmertmann (1967). Selain itu digunakan juga α-method dan β-method untuk memprediksi nilai friksi pondasi tiang berdasarkan parameter tanah hasil penyelidikan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi friksi pada tanah lempung sangat lunak sampai lunak dengan nilai SPT 0 sampai 4 jauh lebih kecil dari nilai friksi hasil VWSG. Sedangkan untuk tanah lempung sangat kaku dengan nilai SPT 15 sampai 30, nilai prediksi friksi berdasarkan SPT mendekati nilai VWSG. Lain halnya dengan tanah pasir, nilai prediksi friksi berdasarkan nilai SPT jauh lebih kecil dibandikan nilai friksi hasil VWSG.
MATERIAL PEREDAM SUARA DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI DAMEN, SERABUT KELAPA, DAN DINDING BATA Febrian Tri SH; Denny Sugiarto S; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.924 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan menguji model benda uji di dalam Universitas Kristen Petra, Laboratorium Akustik, Gedung J.101. Model benda uji diberi sumber bunyi yang kemudian diukur perbedaan suara di dalam dan di luar model benda uji dalam satuan desibel (dB) menggunakan alat sound meter. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari berbagai macam insulasi suara serta memperkaya pilihan kontraktor akan variasi peredam suara. Tipeinsulasi yang ditinjauadalah berbagai macam komposisi campuran dan kombinasi campuran. Pada penelitian ini, dinding yang terbuat dari campuran semen, pasir, dengan 5% volume kombinasi damen dan serabut kelapa dengan dinding bata. Terdapat 3 macam kombinasi, yaitu: 30% damen dan 70% serabut kelapa, 50% damen dan 50% serabut kelapa, dan 70% damen dan 30% serabut kelapa. Komposisi campuran beton menggunakan 2 macam, yaitu: 1 pc : 2 ps dan 1 pc : 3 ps. Kesimpulan yang didapat bahwa tiap macam insulasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dari sisi efektivitas, ekonomis, dan penerapan di lapangan.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT KONTRAKTOR UNTUK MELAKSANAKAN K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI Jayadi Ong; Samuel Suryadharma; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.269 KB)

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan industri lain karena memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Pelaksanaan K3 yang efektif dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Tetapi pada kenyataannya di proyek konstruksi, pelaksanaan K3 seringkali terhambat. Penelitian ini menggunakan metode pembagian kuesioner yang dibagikan kepada kontraktor kecil menengah, besar serta konsultan pada proyek–proyek konstruksi di Surabaya untuk mencari hambatan-hambatan tersebut. Faktor–faktor penghambat kontraktor untuk melaksanakan K3 didapatkan dari analisis data. Dari analisis deskriptif didapatkan faktor–faktor penghambat kontraktor untuk melaksanakan K3 dengan nilai rata-rata yang tinggi yaitu biaya pelaksanaan K3 yang tinggi, pengawasan pemerintah yang tidak ketat dan kurangnya insentif bila terjadi zero accident. Melalui analisis Independent Sample T-Test ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan pandangan antara kontraktor kecil menengah dengan kontraktor besar maupun antara kontraktor besar dengan konsultan. Ketiga pihak juga setuju bahwa pengawasan pelaksanaan K3 di lapangan oleh pemerintah yang tidak ketat merupakan faktor penghambat utama untuk melaksanakan K3.
PENGEMBANGAN SPREADSHEET UNTUK PERHITUNGAN KAPASITAS BAJA CANAI DINGIN DENGAN PENGAKU BERDASARKAN SNI 7971:2013 Ervan Ariyavinanta; Allexander Louis; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.434 KB)

Abstract

Saat ini, baja canai dingin (cold-formed steel) telah banyak digunakan sebagai struktur bangunan, seperti gording, reng, dan dak. Indonesia belum banyak memiliki panduan desain untuk perencanaan struktur baja canai dingin termasuk alat bantu desain berupa tabel-tabel profil. Dengan diterbitkannya SNI 7971:2013 tentang struktur baja canai dingin, maka penelitian ini bertujuan membuat spreadsheet untuk mengetahui kapasitas beberapa profil baja canai dingin khususnya profil dengan pengaku. Selain itu penelitian ini juga akan menyediakan panduan desain untuk menentukan kapasitas profil tarik, kapasitas profil tekan, kombinasi lentur dan geser, kombinasi lentur dan tumpu, kombinasi aksial tekan dan lentur serta kombinasi aksial tarik dan lentur terhadap beban-beban yang terjadi. Hasil dari penelitian ini dapat mempermudah perhitungan kapasitas profil dan dapat digunakan untuk memilih profil yang memenuhi kapasitas sesuai beban rencana dengan lebih mudah dan cepat.
FAKTOR-FAKTOR TERKAIT ASPEK BIAYA YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR Hartanto Wahyudi; Yeremia Tanujaya; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.504 KB)

Abstract

Proses menganalisa faktor-faktor terkait aspek biaya yang mempengaruhi mahasiswa menggunakan sepeda motor merupakan salah satu cara dalam perencanaan transportasi dan pengembangan pengaturan kebijakan tata transportasi. Faktor-faktor terkait aspek biaya merupakan hal yang penting pada pengembangan perencanaan transportasi sepeda motor yang masih susah untuk diprediksi secara presisi faktor terkait aspek biaya yang paling mempengaruhi mahasiswa menggunakan sepeda motor.Faktor-faktor terkait aspek biaya meliputi Biaya Kepemilikan dan Biaya Operasional. Selain faktor-faktor tersebut adapun faktor Distance-Based Tax yang masuk dalam bagian biaya kepemilikan sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi mahasiswa menggunakan sepeda motor. Faktor-faktor tersebut akan saling dihubungkan untuk mendapatkan faktor yang paling mempengaruhi mahasiswa menggunakan sepeda motor.Faktor-faktor tersebut dihubungkan dengan perangkat lunak Partial Least Square (PLS). Adapun beberapa tahap uji terhadap faktor-faktor tersebut yaitu uji reliabilitas dan validitas.Hasil dari tahap uji menunjukkan bahwa Biaya Operasional paling berpengaruh terhadap penggunaan sepeda motor.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN KONSTRUKSI ANTARA SNI, HSPK KOTA SURABAYA, DAN KONTRAKTOR PADA PROYEK RUMAH TINGGAL DUA LANTAI DI SURABAYA Josephine Gunardja; Leo Nardo Candra; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.918 KB)

Abstract

Studi ini meneliti pengenai perbandingan persentase komponen biaya, rasio persentase biaya dan harga permeter persegi dari rumah tinggal dua lantai yang ada di Surabaya. Pekerjaan yang akan dianalisa adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur bawah (pekerjaan tanah & pondasi), pekerjaan struktur atas (pekerjaan Lt. 1 & Lt. 2), dan pekerjaan pasangan dinding. Data yang sudah didapat dari kontraktor akan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum atau yang lebih sering disebut dengan SNI 2013 dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) kota Surabaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan persentase bobot tertinggi, rasio persentase komponen biaya dan harga permeter persegi dari rumah tinggal dua lantai di Surabaya. Hasil perhitungan yang didapat menunjukkan persentase bobot pekerjaan tertinggi berada pada pekerjaan struktur atas yaitu pekerjaan beton bertulang pada lantai 1 dan lantai 2. Rasio persentase biaya menunjukkan HSPK memiliki persentase yang mendekati persentase milik kontraktor. Harga permeter persegi didapatkan dari perhitungan biaya dibagi dengan luas bangunan dan harga permeter persegi tertinggi adalah hasil dari SNI 2013.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP STABILITAS CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Harry Zentino; Oktavianus Danny Sivananda; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.147 KB)

Abstract

Serat ijuk merupakan serat alami yang mudah ditemukan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). CAED adalah campuran antara agregat bergradasi menerus dan aspal emulsi sebagai bahan pengikat. Aspal emulsi adalah aspal berbentuk cair yang dihasilkan dengan mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif atau negatif atau tidak bermuatan listrik. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED tanpa dan dengan tambahan serat ijuk dengan waktu curing selama 0 dan 7 hari untuk mendapatkan nilai stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak kadar serat ijuk yang ditambahkan maka stabilitas meningkat. Stabilitas CAED dengan serat ijuk umur curing 0 hari meningkat pada kadar ijuk 0,1% - 0,3% lalu mengalami penurunan pada kadar ijuk 0,4%. Stabilitas kadar ijuk 0,3% lebih tinggi daripada CAED tanpa serat ijuk. Stabilitas CAED dengan serat ijuk umur curing 7 hari meningkat pada kadar ijuk 0,1% - 0,4% dan masih bisa terus naik. Stabilitas kadar ijuk 0,4% lebih tinggi daripada CAED tanpa serat ijuk. Panjang serat ijuk antara 0,1 – 0,25 cm. Waktu curing selama 7 hari meningkatkan stabilitas CAED tanpa dan dengan tambahan serat ijuk