cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAJA TERHADAP PENINGKATAN KUAT KOKOH TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR MURNI PADA BEBERAPA MUTU STEEL FIBER REINFORCED CONCRETE Eka Kristian Wibisono; Chikita Manuelle Evangelica; Handoko Sugiharto; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.773 KB)

Abstract

Beton merupakan salah satu material konstruksi bangunan yang sudah sangat umum digunakan di Indonesia. Selain memiliki kuat tekan tinggi, beton juga merupaka material yang mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Namun beton bersifat getas dan memiliki kelemahan terhadap gaya tarik. Hal ini menyebabkan beton mudah mengalami retak. Steel Fiber Reinforced Concrete (SFRC) yang merupakan campuran beton dengan penambahan serat baja menjadi salah satu inovasi perkembangan teknologi untuk mengatasi kelemahan beton tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh penambahan serat baja terhadap kuat kokoh tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur murni pada beberapa mutu SFRC. Kadar serat baja yang dipakai adalah 1% dan 1.5% menggunakan serat baja tipe 5D Dramix dengan aspek rasio 65, sedangkan mutu SFRC rencana adalah 23 MPa dan 27 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SFRC dengan kadar serat baja 1% mempunyai peningkatan kuat tekan tertinggi yaitu mencapai 20,33%, sedangkan peningkatan kuat tarik belah dan kuat lentur murni didapat dari SFRC dengan kadar serat baja 1,5% yaitu sebesar 161,45% dan 47,49%.
EVALUASI KINERJA BANGUNAN YANG DIDESAIN SECARA DDBD TERHADAP GEMPA RENCANA Reynaldo Pratama Intan; Arygianni Valentino; Ima Muljati; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.838 KB)

Abstract

Salah satu dari prosedur untuk mendesain bangunan terhadap gempa adalah Direct Displacement Based Design (DDBD) yang merupakan varian dari Displacement Based Design (DBD). Beberapa penelitian telah menggunakan DDBD dengan beban gempa sesuai SNI 2002 dan 2012. Semuanya menunjukan bahwa DDBD memiliki kinerja yang sangat baik. Padahal beban rencana tersebut jauh lebih rendah daripada target desain yang diharapkan (gempa dengan periode ulang 2500 tahun) Oleh karena itu pengujian dilakukan cara non-linier time history analysis dengan gempa El-Centro 1940 N-S yang sudah dimodifikasi untuk wilayah Surabaya dan Jayapura menurut SNI 1726-2012 untuk berbagai periode ulang gempa. Untuk mengetahui kinerja bangunan tersebut, digunakan parameter drift, momen rotasi dan mekanisme keruntuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja bangunan sangat baik untuk level gempa tinggi (2500 tahun). Dari letak sendi plastis yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa capacity design pada bangunan tidak terjamin dengan sempurna, karena muncul sendi plastis pada kolom selain pada kolom lantai paling bawah dan kolom lantai paling atas. Namun side sway mechanism tetap terjamin, karena balok selalu leleh terlebih dahulu sebelum kolom.
ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJAAN ERECTION RANGKA PORTAL BAJA UNTUK BANGUNAN GUDANG “X” DI SIDOARJO Bintoro Gustanto Hendrawan; Jonathan Alim Widiono; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.49 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membantu perusahaan kontraktor mengetahui seberapa besar indeks lapangan dan produktivitas pemasangan portal baja serupa, sehingga dapat dijadikan bahan atau acuan untuk merencanakan jadwal pada proyek-proyek selanjutnya. Dengan cara mendapatkan informasi dan menganalisa produktivitas tenaga kerja berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan dan pelaksanaannya serta indeks lapangan pelaksanaan pada proyek kontruksi bangunan baja. Penelitian ini dilaksanakan pada proyek gudang “x”di Sidoarjo dengan bentang portal baja 27 m dan tinggi 22 m, erection baja menggunakan mobile crane bersertifikat SIO dan SILO kapasitas 80 ton.Penelitian ini menggunakan analisa metode time study, kemudian hasilnya dikonversi untuk memperoleh nilai produktivitas dan indeks lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rencana adalah sebesar 0,630 per hari, namun rata-rata produktivitas pelaksanaan adalah sebesar 0,178 per hari atau dalam persentase adalah sebesar 28,254% dari perencanaan. Sedangkan hasil perhitungan produktivitas pelaksanaan (tanpa idle time) diperoleh hasil 0,874 rangka portal baja per hari, atau dalam persentase adalah 138,73% dari produktivitas perencanaan. Serta indeks lapangan pelaksanaan ini adalah sebesar 11,678 OH. Apabila faktor keterlambatan kerja keterlambatan kiriman dan kesalahan prioritas kiriman dapat di-minimal-kan atau bahkan tanpa adanya hambatan tersebut, maka pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari, produktivitas yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan 7 hari lebih awal.
PERBANDINGAN APLIKASI PROGRAM MICROSOFT PROJECT DAN PRIMAVERA DALAM PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI Icha Kristy Octavia; Elliot Caesar Tandoyo; Paulus Nugraha; Sandra Lukito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.982 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan penjadwalan proyek tidak dipungkiri ada banyak kendala, hal ini diakibatkan dari berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu diperlukan aplikasi program yang sesuai dengan berbagai macam kebutuhan perusahaan/ latar belakang pengguna dalam membantu mengelola sebuah proyek konstruksi agar efektif dan efisien. Diantara berbagai aplikasi program yang ada sekarang ini Microsoft Project dan Primavera adalah aplikasi program profesional yang masih berkembang dan paling sering digunakan oleh project planner, project control, scheduler,project manager, estimator, dan lain-lain. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kelemahan kedua aplikasi program dengan memakai pendekatan studi literatur, mengintepretasikan dalam aplikasi program, menggunakan semua fitur aplikasi program yang tersedia, dan kemudianmembandingkan kedua aplikasi program berdasarkan 12 kategori menurut J. D. Witt sebagai kerangka dasar penelitian. Hasil penelitian menunjukan keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Disatu pihak, Microsoft Project sangat user frindly, tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan hubungan antar aktivitas, sangat kompatible dengan Microsoft Excel, memiliki kemampuan membuat jadwal kerja/ sistem kalendering dengan berbagai macam constraints, dan sangat baik digunakan pada proyek skala kecil. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan grafik resource, cost, dan kurva S, mengatur informasi proyek dengan menggunakan kode aktivitas dan sangat baik digunakan pada proyek skala menengah sampai besar.
PEMROGRAMAN DAN APLIKASI ELEMEN – ELEMEN SEGITIGA LINIER DAN KUADRATIK UNTUK MASALAH TORSI SAINT-VENANT Wirmansyah Chandra Wijaya; Johan Siandy Putra; Wong Foek Tjong; Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.227 KB)

Abstract

Masalah torsi sering kali ditemui dalam bidang struktur. Solusi eksak permasalahan torsi untuk struktur berpenampang lingkaran mudah didapatkan tidak seperti penampang lain dengan penampang non-cilcular. Permasalahan ini dijawab oleh Saint-Venant dengan mengasumsikan deformasi yang akan terjadi. Dalam penelitian ini metode elemen hingga dengan elemen segitiga linier dan elemen segitiga kuadratik digunakan untuk menyelesaikan permasalahan torsi dari Saint-Venant. Berbagai macam material telah diuji, termasuk di dalamnya material isotropik, ortotropik dan anisotropik yang homogen dan non homogen. Perumusan displacement function digunakan untuk berbagai penampang singly dan multiply connected dengan material isotropik, ortotropik dan anisotropik yang homogen dan non homogen. Sementara perumusan stress function digunakan untuk berbagai penampang singly connected dengan material isotropik yang homogen dan non homogen. Hasil dari penelitian ini yang berupa kekakuan torsi dan nilai tegangan geser
PROPORSI HARGA UPAH, BAHAN DAN ALAT PADA ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Laurensia Nadia; Cindy Aristia; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.617 KB)

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi bangunan, biaya memegang peranan penting. Dalam sebuah proyek konstruksi beton bertulang, terdapat elemen-elemen struktur beton bertulang, seperti pile cap, tie beam, balok, kolom, plat lantai, tangga dan dinding yang terdiri dari 3 jenis pekerjaan yaitu, cor beton, besi tulangan dan bekisting. Biaya pembuatan masing-masing jenis pekerjaan tersebut terbagi lagi menjadi biaya upah, biaya bahan dan biaya alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang proporsi masing-masing harga upah, bahan dan alat pada jenisjenis pekerjaan pada elemen struktur beton bertulang.Untuk mengetahui proporsi harga upah, bahan dan alat, yang pertama dilakukan adalah menganalisa kandungan bekisting dan besi yang ada untuk 1 m3 beton bertulang. Setelah itu dilakukan perhitungan proporsi upah, bahan dan alat.Dari hasil penelitian diketahui meskipun proporsi harga upah maupun bahan cor beton, bekisting dan besi berbeda beda, tetapi semua hasil proporsi harga upah, bahan dan alat terbesar dimiliki oleh biaya bahan yang berkisar antara 88.28-90.20% dengan rata-rata 88.16%, yang diikuti dengan biaya upah yang berkisar antara 7.75-15.65% dengan rata-rata 10.68% dan biaya alat yang berkisar antara 0.70-2.02% dengan rata-rata 1.07%.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB, USAHA MINIMALISASI DAN PROGRAM PERHITUNGAN SISA MATERIAL DINDING Johannes Andrean Gunawan; Debi Christian; Ratna S. Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.95 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju di bidang konstruksi, maka muncul inovasi baru untuk mempermudah proses pembangunan terutama pada material dinding. Yang semulanya hanya bata merah berkembang menjadi bata ringan, M-Panel, GRC Board, dan Gypsum Board. Penggunaan material dinding dalam proyek dapat menyebabkan terjadinya sisa material dinding. Sisa material dinding dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan usaha untuk minimalisasi sisa material di lapangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu reduce, reuse,dan salvage. Penelitian pertama dilakukan dengan pembagian kuesioner kepada perusahaan kontraktor rumah tinggal di Surabaya. Selain itu peneliti juga membuat program perhitungan sisa material yang bertujuan untuk membantu upaya minimalisasi sisa material dinding pada saat proyek masih pada tahapan desain. Hasil dari penelitian pertama, faktor penyebab sisa material dinding untuk bata merah adalah transport & delivery waste serta untuk bata ringan, M-Panel, GRC Board, dan Gypsum Board adalah cutting waste. Kontraktor sudah melakukan reduce untuk usaha minimalisasi sisa material dinding di lapangan. Hasil dari program perhitungan sisa material dapat mengurangi limbah konstruksi yang dihasilkan dan meminimalkan besar contigency yang diberikan di estimasi yang dilakukan oleh perusahaan konstruksi.
KAJIAN BERBAGAI METODE INTEGRASI LANGSUNG UNTUK ANALISIS DINAMIS Kevin Winata; Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.95 KB)

Abstract

Proses perhitungan analisis dinamis dapat diselesaikan dengan bantuan program yang sudah ada, seperti SAP2000, Seismostruct, dan Opensees. Dalam beberapa program, pengguna dihadapkan dengan pilihan-pilihan metode penyelesaian analisis dinamis. Dilakukan kajian untuk mempelajari metode integrasi langsung pada analisis dinamis, dengan tinjauan keempat metode yaitu metode diferensiasi terpusat, metode Houbolt, metode Wilson dan metode Newmark, sehingga dapat diketahui perbedaan masing-masing metode integrasi langsung dalam analisis dinamis dari sisikeunggulan dan kekurangan. Didapatkan beberapa kesimpulan dari keempat metode integrasi langsung analisis dinamis, dimana beberapa kesimpulan dapat digunakan untuk menentukan metode integrasi langsung yang akan digunakan untuk menyelesaikan persamaan analisis dinamis.
PERHITUNGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN JALAN PADA PROYEK X DAN ESTIMASI BIAYANYA Arvin Briantoro; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.638 KB)

Abstract

Dengan meningkatnya perkembangan sektor perekonomian dan perindustrian, maka akan semakin bertambah kebutuhan prasarana transportasi jalan yang baik dan aman. Untuk mencapai penggunaan jalan raya yang baik, dibutuhkan perancangan yang baik terhadap tebal perkerasannya. Perencanaan struktur perkerasan jalan yang akan digunakan pada Proyek X adalah perencanaan struktur perkerasan lentur, dengan menentukan tebal lapis perkerasan menggunakan metode analisa komponen menurut data – data yang diperoleh melalui instansi terkait sebagai parameternya, serta menentukan biaya struktur perkerasan jalan dengan perhitungan kuantitas pekerjaan dan analisa harga satuan pekerjaan menurut pedoman pada Panduan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun Anggaran 1996/1997 yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan tidak meninjau pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan sistem drainase, maupun petunjuk dan marka jalan. Dari hasil perhitungan menggunakan metode analisa komponen, diperoleh tebal dari lapis perkerasan untuk Proyek X (STA 0+000 – 2+350) dimana, Lapis permukaan (Lataston, HRS) 5 cm, Lapis Pondasi (Batu Pecah Kelas A, CBR 100%) 20 cm, Lapis Pondasi Bawah (Sirtu Kelas B , CBR 50% ) 10 cm. Sedangkan perhitungan estimasi biaya pekerjaan struktur lapis perkerasan lentur (termasuk bahu jalan beserta ambang pengamannya) pada Proyek X memperoleh jumlah keseluruhan biaya yang dibulatkan sebesar Rp. 3.324.549.000.
STUDI OPTIMASI DAN PERENCANAAN DRAINASE BANDARA FRANS KAISIEPO BIAK PAPUA Daniel Chever Wodiru Kawer; Anthonius Hartoyo; Ruslan Djajadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.497 KB)

Abstract

Drainase suatu lapangan terbang sangat penting untuk diperhatikan dan harus direncanakan dengan baik, karena jika di daerah landasan pesawat terdapat genangan air, dapat menyebabkan pesawat tergelincir atau bahkan mengalami kecelakaan. Drainase harus direncanakan dengan baik dan seoptimal mungkin. Karena jika drainase terlalu kecil dapat menyebabkan saluran tidak dapat menampung air yang ada, sedangkan jika terlalu besar membuat perencanaan menjadi boros. Pada studi optimasi dan perencanaan  ini akan dibahas tentang optimasi dari drainase lama yang ada di Bandara Frans Kaisiepo Biak Papua serta merencanakan drainase pada lahan baru yang akan dibangun perluasan bandara. Pembahasan dan perencanaan menggunakan pedoman peraturan yang berlaku dan sesuai dengan perencanaan drainase yang berlaku di Indonesia. Dari hasil studi optimasi drainase yang lama,didapatkan bahwa drainase masih bisa diperkecil disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sedangkan untuk perencanaan drainase baru, dilakukan dan diperhitungkan seoptimal mungkin. Namun dengan keterbatasan data dan informasi, hasil yang didapatkan tidak terlalu akurat Kami menyadari ada banyak kekurangan dalam studi optimasi ini dan perencanaan lahan baru kami, oleh karena itu, kami memberikan beberapa saran untuk mendapatkan hasil perencanaan drainase yang lebih baik.