cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGARUH LUAS BAJA TULANGAN TERHADAP PERILAKU BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) William Putera Suryanto; Ricky Ivan Wiyanto; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki kekurangan seperti kuat tarik yang lebih kecil dibandingkan struktur baja, daktilitas rendah, dan rentan terhadap retak. Salah satu solusi untuk masalah tersebut adalah menambahkan perkuatan FRP pada struktur karena FRP tidak dapat korosi, berat per volumenya lebih rendah dari baja, dan mudah pengaplikasiannya. Spesimen beton bertulang dibuat dengan mutu rencana fc’20 MPa berdimensi 150 mm x 150 mm x 1200 mm dengan variasi tulangan 10 mm, 12 mm, dan 16 mm. Setelah itu FRP ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan epoxy. Dalam pelaksanaan, pembebanan dilakukan dengan metode two point load dan analisa data menggunakan metode Digital Image Correlation dan program MATLAB 2016 dilengkapi dengan Ncorr Version 1.2.2. Variasi tulangan mempunyai pengaruh pada daktilitas dimana semakin besar dimensi tulangan baja pada spesimen yang diperkuat oleh FRP sifat daktilitasnya semakin menyerupai spesimen yang tidak diperkuat, pada pola retak dimana spesimen dengan luas baja tulangan lentur terkecil yang diperkuat oleh FRP menghasilkan pola retak awal yang lebih besar dan lebih sedikit daripada spesimen dengan luas baja tulangan lentur yang lebih besar, dan pada perilaku lentur dimana peningkatan kekuatan lentur signifikan terjadi pada balok yang memiliki diameter tulangan 10 mm sebanyak 31%.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS KONSENTRIS KHUSUS TIPE MULTI-STORY X DENGAN BELT TRUSS DAN TANPA BELT TRUSS PADA BANGUNAN 18 LANTAI Christopher - Adisasmita; Christian - Timbulong; Effendy - Tanojo; Hasan - Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak dampak negatif yang disebabkan oleh gempa bumi di Indonesia, salah satunya adalah bangunan roboh. Bangunan yang tidak di desain tahan gempa dapat menyebabkan korban jiwa dan juga kerugian secara finansial. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu membuat perkembangan pada pengetahuan akan bangunan tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur baja dengan RTKK (Rangka Terbreis Konsentris Khusus) yang menggunakan belt truss dengan yang tanpa belt truss. Bangunan yang ditinjau merupakan bangunan sistem tunggal 18 lantai (72 meter) dengan 5 bentang. Bangunan yang menggunakan belt truss memakai 2 bentang breising multistory-X dan untuk yang tidak menggunakan belt truss memakai 3 bentang breising multistory-X. Penambahan belt truss diharapkan memiliki pengaruh positif pada performa bangunan yang ditinjau. Dampak dari pemakaian belt truss juga harus dianalisis, oleh karena itu pada penelitian ini dipakai 2 macam tipe pada bangunan yang menggunakan belt truss, yaitu bangunan 2 pasang belt truss dan 3 pasang belt truss. Bangunan di analisa dengan non-linear time history analysis menggunakan program SAP2000 V.20.2.0 pada beban gempa periode ulang 2500 tahun. Performa bangunan ditinjau berdasarkan berat struktur, drift ratio, dan displacement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa bangunan yang menggunakan 3 pasang belt truss lebih baik dibandingkan bangunan yang tidak memakai belt truss dengan 3 bentang breising. Performa bangunan yang memakai 3 bentang breising tanpa belt truss lebih baik dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan 2 pasang belt truss.
PEMANFAATAN MODEL HIDRODINAMIKA NUMERIK BERBASIS REVOLUSI INDUSTR 4.0 SEBAGAI ACUAN DESAIN KONSTRUKSI UNTUK MENGATASI BANJIR ROB Octavius - Hans; Christian - Gunawan; Surya - Hermawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan muka air laut karena pemanasan global yang terus meningkat, telah menyebabkan banjir Rob. Lokasi penelitian ini berlokasi di salah satu dusun di Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi tersebut merupakan budidaya rumput laut yang telah mengalami kerugian sebesar 5 milyar rupiah karena banjir Rob. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan model hidrodinamika numerik berbasis revolusi industri 4.0 sebagai acuan desain konstruksi untuk mengatasi banjir Rob. Penelitian ini penting karena biaya alat yang ada sekarang untuk mengambil data batimetri secara primer terlalu mahal. Metode penelitian ini diawali dengan pengambilan data batimetri sungai disekitar lokasi dengan menggunakan sonar, batimetri sekunder dari NASA dan GEBCO serta data pendukung model lainnya. Setelah selesai mengumpulkan data, akan dilanjutkan simulasi dengan software Delft 3D open source. Hasil simulasi model hidrodinamika akan di analisa dan verifikasi dengan aplikasi Tides dan data tinggi muka air dari NASA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berbasis revolusi industri 4.0 yang ada pada sonar dapat digunakan untuk pengambilan data primer yang sahih. Selain itu, model hidrodinamika numerik berbasis revolusi industri 4.0 dapat digunakan sebagai acuan desain konstruksi untuk mengatasi banjir Rob dan mensimulasikan banjir Rob yang terjadi di lokasi penelitian.
PEMODELAN MIX DESIGN BETON DENGAN LEAST SQUARES SUPPORT VECTOR MACHINE Regina - Yacika; Gata - Milla; Doddy - Prayogo; Pamuda - Pudjisuyadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan mix design beton yang biasa dilakukan secara manual melalui trial and error bersifat tidak efektif, tidak efisien, dan mahal. Model prediksi dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI) terbukti dapat memprediksi mix design beton berdasarkan perilaku material penyusunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu pemodelan komputasi baru untuk memprediksi mix design beton dengan menggunakan LS-SVM dengan aplikasi MATLAB R2017a dan toolbox LS-SVMlab. Untuk penelitian ini, dibuat dua model terpisah yang terintegrasi dengan Graphical User Interface (GUI): model pertama dapat memprediksi kuat tekan maupun slump dan model kedua digunakan untuk tahap pengujian di laboratorium yang hanya dapat memprediksi kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pemodelan komputasi dalam memprediksi campuran beton sudah cukup baik, dimana RMSE untuk model prediksi kuat tekan beton sebesar 5,07 MPa dan 6,68 cm untuk model prediksi slump. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium, hasil kuat tekan yang dihasilkan jauh dari hasil prediksi yang dihasilkan oleh pemodelan komputasi.
ANALISIS JADWAL PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG BERTINGKAT X DI SURABAYA DENGAN METODE EARNED SCHEDULE Aditya - Wijaya; Citra Yohanna Tjindra; Sentosa - Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proyek konstruksi umumnya memiliki jadwal pelaksanaan proyek. Ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan pelaksanaannya menimbulkan keterlambatan proyek. Untuk menghindari masalah itu terjadi maka diperlukan adanya pengendalian jadwal proyek. Pada awalnya metode kurva-S digunakan sebagai pengendalian jadwal yang selanjutnya dikembangkan menjadi metode Earned Value Management (EVM). Muncul metode Earned Schedule (ES) yang merupakan pengembangan dari metode EVM yang menggunakan indikator waktu sebagai ganti dari indikator biaya. Metode ES dinilai lebih baik daripada metode EVM untuk memprediksi waktu penyelesaian proyek dan mengevaluasi performa waktu proyek. Hasil analisis dengan metode ES didapat bahwa proyek mengalami keterlambatan. Hal ini ditunjukkan pada data terakhir yaitu bulan Maret 2020 didapat nilai Schedule Variance (SV(t)) yang negatif, nilai Schedule Perfomance Index (SPI(t)) yang kurang dari 1, dan nilai To complete Schedule Perfomance Index yang lebih dari 1,1. Solusi/pengendalian yang dapat dilakukan pihak proyek untuk mengatasi keterlambatan adalah dengan melakukan reschedule, menambah tenaga kerja, dan melaksanakan jam lembur.
PENGARUH RASIO KEKAKUAN BALOK DAN LAPISAN FRP TERHADAP PERILAKU BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT FRP Kevin Elmerson Hidayat; Sentosa - Purnomo; Daniel - Tjandra; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai beberapa kekurangan seperti kuat tarik yang rendah, bersifat getas, kecilnya rasio kekuatan terhadap beratnya, dan rentan terhadap retak. Salah satu solusi untuk mengalami masalah tersebut adalah menambahkan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Spesimen beton bertulang dibuat dengan mutu rencana fc’20 MPa dengan panjang 1200 mm dan lebar 150 mm dengan variasi ukuran tinggi 150 mm, 200 mm, dan 300 mm. Tulangan lentur memakai tulangan polos diameter 10 mm. FRP sepanjang 800 mm ditempelkan pada spesimen beton bertulang menggunakan epoxy. Dalam pelaksanaan, pembebanan dilakukan dengan metode two point load agar terjadi lentur murni pada spesimen, pengambilan data dilakukan menggunakan camera digital untuk pengambilan gambar dan load cell yang telah disambungkan pada data logger untuk pembacaan beban yang terjadi pada spesimen, dan analisa data dilakukan menggunakan metode analisa Digital Image Correlation.Variasi ukuran tinggi balok memiliki pengaruh signifikan terhadap crack pattern pada spesimen beton bertulang. Sedangkan pengaruh variasi ukuran tinggi balok memiliki pengaruh terhadap perilaku lentur dimana peningkatan kekuatan lentur paling signifikan terjadi pada balok yang memiliki ukuran tinggi 200 mm sebanyak 37%. Pada spesimen dengan ukuran tinggi 300 mm terjadi penurunan beban dan daktilitas yang cukup signifikan. Semua spesimen mengalami penurunan daktilitas setelah diperkuat dengan FRP.
PEMBUATAN GUIDELINE UNTUK ASSESSMENT DAN SOLUSI STRUKTUR BETON BERTULANG YANG TERDAMPAK SERANGAN KLORIDA (STUDI LITERATUR) Jason - Evan; James Pringgo AdiMuljo; Handoko - Sugiharto; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang tahan lama. Namun, kondisi lingkungan yang agresif berupa chemical attack dapat menyebabkan kerusakan beton bertulang. Salah satu dari chemical attack yang membahayakan beton adalah serangan klorida. Dengan kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan klorida, dibutuhkan panduan yang dapat memudahkan dilakukannya assessment, dan pertimbangan dalam pemilihan proteksi maupun perbaikan terhadap klorida. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dari berbagai macam standar, dan penelitian sebelumnya yang berisi dampak klorida pada struktur beton bertulang, cara untuk melakukan assessment, dan juga berbagai macam proteksi untuk struktur baru dan struktur yang sudah terdampak klorida. Hasil dari penelitian ini menghasilkan flowchart sebagai panduan yang dapat dilakukan untuk assessment beton yang terdampak klorida dan tabel yang berisi informasi syarat, kelebihan, bahan, dan metode aplikasi yang dapat digunakan untuk pertimbangan memilih proteksi maupun perbaikan pada beton. Tabel assessment dan solusi memiliki kategori tingkat berbahayanya suatu struktur beton bertulang dan solusi yang sesuai pada kategorinya.
PERBANDINGAN ANGKA PRODUKTIVITAS PEMASANGAN KERAMIK LANTAI DAN PLAFON Kevin Filbert Ongkojoyo; Ruben - Giovanno; Paulus - Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka produktivitas pekerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting pada suatu pekerjaan konstruksi karena dapat menjadi tolak ukur bahwa pekerjaan tersebut terlambat atau tidaknya. Rata-rata pekerja di Indonesia memiliki produktivitas yang cenderung rendah. Berbeda dengan Singapura, Singapura sangat maju dalam berbagai bidang yang salah satunya pada bidang konstruksi. Singapura memiliki sebuah standar yang digunakan sebagai pedoman untuk pengerjaan proyek dalam produktivitas yaitu BCA (Building Construction Authority). Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data dan membandingkan angka produktivitas pada pekerjaan konstruksi khususnya pekerjaan finishing pemasangan keramik lantai dan plafon yang ada di Indonesia dan beberapa negara lainnya kemudian mencari tahu apa saja faktor-faktor yang berpengaruh terhadap angka produktivitas tersebut dengan menggunakan pedoman BCA 2014. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari studi literatur dan observasi lapangan di pembangunan kantor Gagas Energy Surabaya yang sedang melakukan pekerjaan pemasangan keramik lantai dan plafon. Hasil dari penelitian bahwa pada rata-rata angka produktivitas pekerjaan pemasangan keramik lantai Indonesia masih tertinggal dibanding dengan Singapura dan beberapa negara lainnya, tetapi untuk pekerjaan pemasangan plafon Indonesia memiliki rata-rata angka produktivitas yang cukup tinggi dan dapat mengungguli Singapura dan beberapa negara lainnya. Untuk faktor-faktor penyebab perbedaan angka produktivitas itu dipengaruhi oleh usia pekerja, skill pekerja, dan kondisi lembur.
ANALISA PERHITUNGAN HARGA BANGUNAN RUMAH 2 LANTAI MEMAKAI PEDOMAN HSPK 2018 SURABAYA Yuko Eka Daniswara; Khoe Jonathan Wahyudin; Sentosa - Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan rumah tinggal sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan akan hunian semakin banyak dilakukan. Para kontraktor rumah tinggal perlu memiliki suatu pedoman yang cukup baik untuk melakukan perhitungan harga rumah yang akan dibangung. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari tahu pedoman seperti apa yang cukup baik bagi para kontraktor rumah tinggal untuk melakukan perhitungan harga rumah tinggal yang akan dibangun. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan alternatif bagi pembeli rumah untuk bisa mempertimbangkan harga rumah yang akan dibeli.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan HSPK 2018 Surabaya yang dikeluarkan oleh LPSE Surabaya dalam perhitungan rumah tinggal 2 lantai yang diteliti, dan membandingkan harga yang telah dihitung oleh HSPK 2018 Surabaya dengan harga yang diberikan oleh kontraktor. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perbedaan harga dari perhitungan HSPK 2018 Surabaya dan harga dari kontraktor cukup masuk akal sehingga HSPK 2018 Surabaya dapat dijadikan pedoman untuk melakukan perhitungan harga rumah tinggal 2 lantai dengan beberapa parameter tertentu.
PENGARUH WAKTU TUNDAAN PEMADATAN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL DINGIN DENGAN TAMBAHAN SEMEN Christopher Hansel Famdale; Ocky - Haryadi; Paravita Sri Wulandari; Harry - Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan aspal merupakan kebutuhan bagi setiap transportasi darat, karena kenyamanan yang diberikan oleh jalan aspal serta keamanannya. Jalan aspal saat ini sangat erat kaitannya dengan Campuran Aspal Panas (CAP). Campuran aspal panas yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan menjadi isu terbesar penggunaan jalan aspal saat ini, karena saat aspal dipanaskan mengeluarkan banyak polusi udara. Untuk masa yang akan datang pasti akan ada solusi untuk masalah ini, salah satu solusi yang sekarang sedang dikembangkan adalah aspal emulsi, yang pemakaiannya tidak perlu dipanaskan. Aspal emulsi dapat dikelompokan menurut jenis muatan listriknya dan menurut kecepatan pengerasannya. Karakterisitik semen yang dapat menghidrasi kandungan air digunakan pada campuran aspal emulsi dingin untuk mepercepat waktu setting, dan dapat meningkatkan kekuatan awal (early strength) dari aspal emulsi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kadar semen optimum yang memenuhi spesifikasi sebesar 2%. Parameter dominan yang diperhatikan dalam campuran aspal emulsi dingin dengan tundaan waktu pemadatan dengan tambahan semen adalah stabilitas dan VIM yang nilainya secara berturut-turut untuk tundaan 1 hari, 3 hari, dan 7 hari kondisi kering dan basah sebesar: 1 hari kering sebesar 586.27 kg, 11.13%; basah sebesar 577.91 kg, 11.62%; 3 hari kering sebesar 527.48 kg, 11.77%; basah sebesar 752.68 kg, 10.41%; 7 hari kering sebesar 669.39 kg, 12.68%; basah 786.26 kg, 12.75%. Tren nilai Stabilitas & VIM yang semakin membesar juga dipengaruhi karena elastisitas spesimen.