cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Perdagangan dengan Konsep Terbuka di Malang Trifena Setiawati Mulyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.906 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perdagangan dengankonsep terbuka dimana elemen – elemen lansekap danalam juga ikut mendukung untuk menciptakan ruang dansuasana yang diinginkan. Konsep dari fasilitas perdaganganini tidak hanya difokuskan untuk mewadahi aktivitasberbelanja saja, melainkan juga sebagai area berkumpul,nongkrong dan rekreasi, Fasilitas-fasilias yang disediakanantara lain retail, café, restoran dan bioskop. Lokasi proyekini terletak di Jalan Raya Tlogomas Kota Malang, dimanajalan tersebut cukup ramai karena merupakan salah satuakses utama yang menghubungkan Kota Malang dan Batu.Melalui proyek ini pengunjung diajak untuk berjalan disepanjang Sungai Brantas yang cukup terkenal di KotaMalang melalui skybridge yang berada di sepanjang sungaidan menikmati view sungai, sawah dan Gunung Arjuno.
Fasilitas Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Surabaya Shendy Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di Surabaya merupakan fasilitas pemulihan narkoba bagi para pecandu yang dirujuk untuk menjalani proses rehabilitasi oleh pemerintah. Perancangan ini bertujuan untuk mendukung program Badan Narkotika Nasional dalam memerangi penyebaran narkoba di Indonesia yang setiap tahun semakin meningkat. Fasilitas dirancang untuk memfasilitasi 120 orang pecandu narkoba yang selama 6 bulan akan menjalani program program pelatihan dan terapi untuk membekali mereka agar dapat kembali produktif di dalam masyarakat.Kata Kunci: Rehabilitasi, Narkoba.  
Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya Tiffany Kusuma Kusuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.375 KB)

Abstract

Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi aktivitas anak jalanan berbasis informal. Fasilitas ini memberikan wadah bagi setiap individu mampu untuk mendapatkan skill yang berbasis kreativitas dan difasilitatori oleh komunitas pemerhati anak jalanan. Fasilitas ini hanya sebagai tempat aktivitas bagi mereka agar setiap individu mampu mengaktualisasikan dirinya, bukan sebagai tempat tinggal. Fasilitas ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk masa depannya, sehingga dikemudian hari mereka mampu mendapatkan penghasilan berdasarkan pelatihan yang sudah diajarkan.Keunikan proyek ini ada pada karakter ruang yang disesuaikan dengan perilaku anak jalanan. Desain mampu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak jalanan, sehingga fasilitas ini mampu dibuat sefamiliar mungkin dengan perilaku mereka. Oleh karena itu, pendekatan perilaku disesuaikan dengan kebutuhan perilaku anak jalanan yang berkaitan dengan ruang, zoning, sirkulasi, bentuk bangunan, skala, material, dan suasana ruang.
Fasilitas Pembinaan Pemuda Remaja Gereja Kristen Indonesia di Surabaya Cynthia Dewi Hadiwijaya.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.144 KB)

Abstract

 Fasilitas Pembinaan Pemuda Remaja gereja Kristen Indonesia di Surabaya" ini merupakan fasilitas edukasi dan pembinaan bagi pemuda remaja di Surabaya di bawah Gereja Kristen Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kualitas tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak di Surabaya. Ternyata edukasi formal saja tidak cukup untuk membentuk generasi muda yang utuh, positif, dan berdampak bagi sesamanya, karena itu dibutukan pendidikan dan pembinaan secara moral dan spiritual. Proyek yang terletak di Tenggilis ini bertujuan untuk membina pemuda reamaja di Surabaya menjadi pemuda remaja yang utuh dan berdampak bagi sesama dan lingkungannya. Pembinaan yang diberikan adalah pembinaan yang interaktif dan rekreatif sesuai dengan minat anak muda. Pendekatan arsitektur simbolis dapat memberikan informasi kepada anak muda bahwa fasilitas pembinaan ini menarik dan rekreatif bagi anak muda. Pendalaman karakter ruang dipilih agar dapat memberikan suasana dinamis, serius, maupun sakral pada ruang yang berbeda-beda fungsinya
Fasilitas Musik Gerejawi Gereja Kristen Indonesia di Surabaya Veronica Yuwono Yuwono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.649 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas untuk memfasilitasi potensi dan minat aktivis musik Gereja Kristen Indonesia di Surabaya berupa konser maupun sarana berlatih, baik untuk komunitas yang sudah berkembang seperti orkestra dan paduan suara, maupun komunitas yang masih belum berkembanng, juga tidak menutup kemungkinan untuk disewakan pada gereja lain berkaitan dengan aktivitas musik gerejawi. Pada fasilitas ini terdapat gedung konser multifungsi sebagai fasilitas utama yang dilengkapi dengan galeri, juga gedung latihan, studio latihan dan rekaman, dan fasilitas pendukung lain seperti toko buku dan perpustakaan juga kafetaria.Pendekatan yang dipakai pada proyek ini adalah pendekatan perilaku dengan mengamati karakter pemuda remaja sebagai pengguna utama, sedangkan pendalaman yang dipakai adalah pendalaman akustik yang memperhitungkan dua fungsi ruang dengan waktu dengung yang berbeda yaitu konser klasik dan penggunaan band tanpa menggunakan sound system.
Galeri Cagar Budaya di Koblen Yohanes Richo Wirawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2086.528 KB)

Abstract

Galeri Cagar Budaya di Koblen merupakan suatu gagasan untuk membangkitkan “matinya” nilai cagar budaya di Indonesia, khususnya di Surabaya. Surabaya sebagai kota pahlawan, merupakan kota yang penataannya merupakan perkembangan dari rencana tata kota yang dibuat oleh pemerintah kolonial di masa lampau. Namun yag terjadi saat ini, keberadaan situs-situs cagar budaya ini terlupakan : lepas dari rencana tata dan identitas kota Surabaya sendiri. Beberapa cagar budaya bahkan telah rata dengan tanah hanya karena lemahnya pengawasan dan kurangnya usaha untuk mendayagunakan situs-situs lama ini. Gagasan ini berusaha untuk menjadikan Penjara Koblen; salah satu situs cagar budaya kelas C yang sudah mati dan porak poranda, sebagai tempat untuk menyadarkan penduduk kota Surabaya akan besarnya nilai cagar budaya yang selama ini mereka lupakan. Topik ini, menurut penulis krusial untuk dipecahkan. Jatuhnya angka populasi situs cagar budaya hingga 50%, membuat eksplorasi kemungkinan penggunaan situs cagar budaya sebagai bagian dari kehidupan modern kota saat ini menjadi penting, untuk menjamin keberlanjutan situs-situs cagar budaya tersebut.
Fasilitas Pelatihan Tim Persebaya di Surabaya Adrian Daniswari Utama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.809 KB)

Abstract

Abstrak - Proyek tugas akhir ini merupakan fasilitas pelatihan sepakbola yang ditujukan khusus bagi tim Persebaya yang dilengkapi dengan fasilitas asrama bagi pemain dan juga dilengkapi dengan fasilitas umum sebagai sarana hiburan dan edukasi bagi pendukung dan masyarakat di Surabaya. Pemunculan ide pembuatan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh kurangnya fasilitas pelatihan tim Persebaya saat ini dan kurangnya fasilitas bagi pendukung yang ingin mendukung timPersebaya. Fasilitas pelatihan sepakbola yang dirancang ini, diharapkan dapat menampung kedua elemen tersebut. Fasilitas pelatihan ini didesain dengan keinginan untuk mempertemukan dua pengguna yang berbeda kepentingan, yaitu pemain tim Persebaya dan pendukung setia mereka yang dikenal dengan namaBonek secara langsung dan memfasilitasi kebutuhan tiap elemen tersebut namun dengan batasan-batasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
FASILITAS WISATA BUNGA TROPIS DI SURABAYA Claudia Tejasaputra Widagdo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.065 KB)

Abstract

Fasilitas Wisata Bunga Tropis di Surabaya merupakan fasilitas yang bertujuan untuk mengenalkan masyarakat mengenai berbagai jenis bunga tropis dan manfaatnya bagi manusia. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk konservasi tanaman bunga serta menjadi tempat tujuan wisata di Surabaya. Tanaman bunga yang ada di tempat ini merupakan tanaman bunga tropis yang terbagi menjadi bunga tropis yang berada di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Karena suhu udara di Surabaya cenderung tinggi maka perlu pengkondisian khusus untuk bunga yang hidup di dataran sedang dan dataran tinggi yang berupa flower dome. Untuk mendukung fasilitas wisata ini, disediakan berbagai fasilitas pendukung lainnya, antara lain rest area, florist shop, dried flower house, floral spa, cafe resto, dan gift shop. Bangunan ini diharapkan menjadi satu kesatuan dengan lingkungan yang akan meningkatkan kualitas hidup lingkungan, bukan merusak lingkungan. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan adalah green architecture. Zoning fasilitas wisata bunga ini terbagi menjadi 2 bagian, di bagian depan merupakan area dataran rendah sedangkan di area belakang merupakan area dataran sedang dan dataran tinggi. Untuk mendukung suasana dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi maka salah satu karakter yang membedakan ruang ruang tersebut adalah material. Material yang digunakan di area dataran panas sebagian besar adalah kayu. Sedangkan material yang digunakan di dataran sedang dan dataran tinggi adalah batu.
Fasilitas Pengembangan Wayang di Surabaya Leonardo Gunady Gunady
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.668 KB)

Abstract

Wayang merupakan kesenian asli Indonesia yang telah menjadi warisan budaya dunia, tetapi minat masyarakat perkotaan terhadap Wayang itu sendiri telah berkurang karena masuknya budaya asing dan semakin majunya perkembangan teknologi modern. Oleh karena itu perlu ada Fasilitas Pengembangan. Wayang di Surabaya agar berbagai jenis Wayang yang telah terkesan kuno bagi masyarakat perkotaan di tampilkan dengan sarana yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi masa kini. Fasilitas ini diharapkan bukan hanya sebagai tempat wisata melainkan juga sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, dan hiburan bagi masyarakat. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan simbolik dimana desain arsitektur ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara umum kepada pengunjung tentang karakter dan bentuk Wayang. Selain itu pencahayaan alami digunakan sebagai pendalaman pada desain ini karena pada dasarnya Wayang merupakan permainan bayang- bayang, diharapkan dengan fasilitas ini pengunjung dapat belajar lebih banyak tentang Wayang melalui desain arsitektur baik dari dalam maupun dari luar bangunan.
FASILITAS REKAMAN SUARA DI KOTA MALANG Christopher Adi Hernawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.877 KB)

Abstract

Fasilitas Rekaman Suara di Kota Malang" ini merupakan sebuah fasiltas bagi masyarakat sehubungan dengan banyaknya penggemar dan kreator musik di Kota Malang khususnya khalayak muda yang membutuhkan media dalam mengapresiasikan jati diri musik mereka. Salah satunya dengan perekaman suara, sebagai bentuk pertanggung jawaban musisi atas hasil kerjanya. Pengambilan lokasi berada di Kota Malang, karena di Kota malang belum ada sarana perekaman suara yang memadahi, sehingga banyak musisi yang akhirnya ke luar kota hanya untuk merekam suara musik mereka.Pendekatan yang diambil merupakan pendekatan simbolik dengan harapan bangunan bisa mencermikan "rekaman suara". Pendalam yang diambil adalah akustik untuk mendukung kualitas suara yang baik.

Page 70 of 155 | Total Record : 1542