cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Efektivitas Pesan Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak dalam Event Birthday Bounce Back di Wahana Visi Indonesia Urban Surabaya Trivena Natalia; Titi Nur Vidyarini; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas Pesan Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak dalam Event Birthday Bounce Back di Wahana Visi Indonesia Urban Surabaya. Kampanye ini merupakan kampanye yang digerakkan karena tingginya angka kekerasan di Indonesia khususnya di Surabaya. Tujuan kampanye ini adalah menghimbau elemen masyarakat khususnya orang tua untuk menghapuskan kekerasan kepada anak. Teori yang digunakan adalah teori efek pesan yakni efek kognitif dan efek afektif yang dikaitkan dengan lima dimensi pesan yaitu format, nuansa, konteks, waktu dan pengulangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan membagikan kuesioner dan observasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik purposive sampling Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pesan Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak dalam event Birthday Bounce Back dikategorikan efektif.
Representasi Gangguan Depresi di dalam Lirik Lagu ‘Runaway’-Bobby Tabita Ovina; Chory Angela Wijayanti; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu sering digunakan sebagai penyampai pesan, salah satunya adalah pesan gangguan depresi. Lagu yang digunakan misalnya lagu ‘Runaway’ oleh Bobby. Penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi gangguan depresi di dalam lirik lagu ‘Runaway’-Bobby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi gangguan depresi di dalam lirik lagu ‘Runaway’-Bobby. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode Semiologi Roland Barthes yang meneliti tentang denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung di dalam lagu ‘Runaway’. Hasil penelitian ini menemukan adanya penggambaran dari penyebab gejala gangguan depresi, serta pandangan masyarakat Korea terhadap gangguan depresi yang bisa memperparah gangguan depresi. Penggambaran tersebut terlihat dari bagaimana Bobby menyanyikan lagu ’Runaway’, serta kata-kata dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menyusun lirik tersebut.
Relational Maintenance Antara Ayah dan Anak yang Bersatu Kembali Setelah Perceraian Evelyn Jessica; Desi Yoanita; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Single parent merupakan salah satu masalah atau fenomena yang dapat diartikan sebagai keluarga yang orang tuanya hanya terdiri dari seorang ibu atau seorang ayah, dan dapat bertanggung jawab untuk mengurus setiap anaknya setelah perceraian, mati, atau kelahiran anak di luar nikah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relational maintenance antara ayah dan anak yang bersatu kembali setelah berpisah karena perceraian. Komunikasi keluarga adalah salah satu dasar utama untuk membangun relational maintenance antara ayah kepada anak, sehingga relasi dan hubungan keduanya dapat semakin membaik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Terdapat tiga aspek temuan utama dalam penelitian ini yaitu proses relational maintenance yang meliputi confirmation, rituals, dan relations currencies. Kedua, adanya hambatan komunikasi yang disebabkan oleh prasangka, perbedaan gender, perasaan, motivasi terpendam, dan perbedaan pendapat. Sedangkan, orang ketiga yang ikut terlibat dalam membantu relational maintenance tersebut yaitu kakak perempuan pertama dan kerabat perempuan dari pihak ayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya relational maintenance yang dibangun oleh ayah  kepada anak hanya sampai pada tahap afektif (intimacy). Oleh karena itu, relasi atau hubungan di antara keduanya terus diupayakan sehingga dapat mencapai tahap pertukaran stabil.
Komunikasi Keluarga Dalam Mengatur Penggunaan Gawai Pada Anaknya Johanna Alicia Gunawan; Desi Yoanita; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi orang tua dalam mengatur penggunaan gawai pada anaknya. Bagaimana mengimplementasikan aturan yang diberikan dan mengatasi anak yang mengalami ketergantungan terhadap gawai. Dalam hal ini, dipilih 2 keluarga, yaitu keluarga A dan keluarga B. Anak dari keluarga A mengalami ketergantungan bermain gawai. Sedangkan dalam keluarga B anaknya tidak mengalami ketergantungan gawai. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Dalam pelaksanaanya, teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pola komunikasi keluarga, aturan keluarga yang terkait dengan kekuasaan, Komunikasi orang tua dan anak dan asumsi aturan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam kedua keluarga, keluarga A dan keluarga B memiliki pola asuh dan pola komunikasi yang berbeda. Dalam keluarga A, komunikasi dalam pemberian aturan diterapkan secara verbal tanpa sentuhan fisik dan kehangatan dari orang tua. Sedangkan di keluarga B, kehangatan dan hubungan adalah hal pertama yang harus dicapai. Perbedaan ini yang menyebabkan hasil dari aturan untuk sang anak berbeda. Selain itu dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa hubungan orang tua dan anak sangat berpengaruh bagi berjalannya dan hasil dari aturan yang dijalankan dalam sebuah keluarga.
Brand Awareness Masyarakat Surabaya Terhadap Four Points by Sheraton Surabaya Tiffany Tiffany; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Four Points by Sheraton Surabaya merupakan salah satu brand dari jaringan hotel internasional, yaitu Marriott International. Sebagai salah satu jaringan Marriott International, yang sudah memiliki pioneer sebelumnya maka peneliti tertarik untuk meneliti brand awareness. Kesadaran merek (brand awareness) artinya kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Four Points by Sheraton Surabaya telah mengkomunikasikan mengenai brand nya meliputi kelima brand elements yang terdiri dari brand name, URLs, logo & symbol, slogan, dan packaging melalui beberapa media komunikai yang dianggap efektif oleh manajemen Four Points by Sheraton Surabaya, yaitu melalui media sosial Instagram dan media cetak seperti sign board dan flyer. Brand awareness merupakan aset yang tahan lama dan berkelanjutan, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetaui brand awareness masyarakat Surabaya terhadap brand Four Points by Sheraton Surabaya yang diukur dari kesadaran masyarakat terhadap kelima brand elements. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand awareness masyarakat Surabaya terhadap brand Four Points by Sheraton Surabaya ada pada tingkat kedua terendah, yaitu Brand Recognition.Four Points by Sheraton Surabaya merupakan salah satu brand dari jaringan hotel internasional, yaitu Marriott International. Sebagai salah satu jaringan Marriott International, yang sudah memiliki pioneer sebelumnya maka peneliti tertarik untuk meneliti brand awareness. Kesadaran merek (brand awareness) artinya kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Four Points by Sheraton Surabaya telah mengkomunikasikan mengenai brand nya meliputi kelima brand elements yang terdiri dari brand name, URLs, logo & symbol, slogan, dan packaging melalui beberapa media komunikai yang dianggap efektif oleh manajemen Four Points by Sheraton Surabaya, yaitu melalui media sosial Instagram dan media cetak seperti sign board dan flyer. Brand awareness merupakan aset yang tahan lama dan berkelanjutan, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetaui brand awareness masyarakat Surabaya terhadap brand Four Points by Sheraton Surabaya yang diukur dari kesadaran masyarakat terhadap kelima brand elements. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand awareness masyarakat Surabaya terhadap brand Four Points by Sheraton Surabaya ada pada tingkat kedua terendah, yaitu Brand Recognition.
Analisis Isi Electronic Word of Mouth pada Posting Instagram @aogmsyouth Eunike Christianto; Amelia Sidik; Felicia Goenawanf
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum Electronic Word of Mouth yang terdapat pada posting Instagram Army of God Mawar Sharon Youth (@aogmsyouth). Media sosial kini telah berkembang pesat menjadi alat yang dapat meningkatkan kemampuan pengguna dalam berbagi informasi, termasuk terjadinya Electronic Word of Mouth. Sebagai salah satu media sosial, Instagram diketahui telah menjadi the next big thing dari penyebaran Electronic Word of Mouth.Penggambaran Electronic Word of Mouth dapat dilihat melalui metode analisis isi pada posting dalam media sosial Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post yang memiliki likes dan comment terbanyak sama-sama mengandung tema pesan How to. Selain itu, dimensi Electronic Word of Mouth yaitu, concern for other dan positive self enhancement juga paling banyak terjadi pada pesan yang memenuhi seluruh karakteristik untuk terjadinya Electronic Word of Mouth yakni, relevance, timelines, accuracy, dan comprehensiveness.
Strategi Impression Management Grace Natalie sebagai Pemimpin Partai Politik melalui Akun Instagram @Gracenat Clarissa Angela Chionardes; Gatut Priyowidodo; Monica Rusdianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mpression management atau manajemen kesan adalah perangkat yang digunakan untuk menciptakan persona tertentu dengan maksud untuk mempengaruhi persepsi atau citra diri kita terhadap orang lain. Dalam memasuki tahun politik 2019, baik disadari maupun tidak, setiap aktor politik melakukan impression management dalam menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat untuk menampilkan presentasi dirinya, termasuk Grace Natalie sebagai pemimpin partai politik. Peneliti ingin mengetahui strategi impression management Grace Natalie sebagai pemimpin partai politik melalui akun Instagram @Gracenat selama masa Festival 11 diadakan, yaitu 11 November 2018 hingga 11 April 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Peneliti melakukan koding terhadap pesan verbal yang ada di dalam foto dan video beserta caption dari 95 post yang diunggah dalam Instagram @Gracenat. Adapun strategi impression management yang digunakan adalah strategi impression management dari Jones dan Pittman (1982), meliputi: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling sering ditampilkan oleh Grace Natalie adalah strategi exemplification, dimana ia ingin mendapatkan kesan sebagai pemimpin partai politik yang berintegritas dan layak secara moral. Strategi ini secara dominan ditunjukkan melalui sub-indikator tindakan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, hal ini sesuai dengan tujuan utama seorang pemimpin untuk melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya.
Citra Shopee Pasca Kasus Petisi Pemboikotan Iklan Versi Blackpink “12.12 Birthday Sale” di Media Online Ellen Ganeshawati Bahtera; Titi Nur Vidyarini; Monica Rusdianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra merupakan aset terpenting bagi perusahaan. Karena opini publik dapat mempengaruhi citra perusahaan, maka dari itu penting bagi perusahaan untuk menganalisa citra pasca krisis untuk mengetahui gambaran publik mengenai perusahaan. Salah satu cara untuk menganalisis citra perusahaan adalah melalui berita-berita di media online. Media berperan dalam mempengaruhi opini yang berpengaruh pada citra, terutama pada Shopee pasca kasus petisi pemboikotan Iklan versi Blackpink “12.12 Birthday Sale”. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa serta mengetahui gambaran/ citra Shopee di media online pasca kasus tersebut dengan melakukan analisis isi kuantitatif. Hasilnya adalah citra Shopee dikenal dan diketahui oleh media online terkait program TV Commercial Blackpink 12.12 Birthday Sale dan digambarkan sebagai e-commerce No. 2 di Indonesia yang untung.
Representasi Patriarki dalam Film “A Star Is Born” Anita, Diana; Yoanita, Desi; Wahjudianata, Megawati
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam film terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak penonton, salah satunya adalah pesan terkait patriarki. Fenomena patriarki tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sosial yang hidup di lingkungan majemuk, multikultural, dan heterogen karena pandangan dan budaya dalam masyarakat. Media massa ikut ambil bagian dalam penyebaran pandangan patriarki. Film “A Star Is Born” bercerita mengenai beberapa tokoh pria yang berada disekitar kehidupan seorang tokoh wanita dan para pria tersebut menguasai serta mendikte kehidupan dari sang wanita. Terdapat pesan terkait ideologi patriarki yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi patriarki dalam film “A Star Is Born”. Metode yang digunakan adalah metode semiotika milik Charles Sanders Pierce. Peneliti menemukan terdapat empat aspek yang didapatkan, yaitu dependensi perempuan, pemberian beban ganda pada perempuan, pembatasan terhadap ruang gerak perempuan, dan laki-laki memiliki status superior.
Representasi Cybercrime Dalam Film Searching Tjia Maissy Carreta; Lady Joanne Tjahyana; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Cybercrime direpresentasikan melalui film Searching. Film sebagai komunikasi digunakan sebagai penyampai pesan, dalam penelitian ini digunakan sebagai penyampaian pesan penggambaran cybercrime. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika John Fiske, dengan menggunakan tiga kode-kode televisi, yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti melihat adanya konsep cybercrime yang digambarkan dalam film Searching. Teori yang digunakan adalah representasi, cybercrime dan semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat upaya penciptaan post-truth, masalah keamanan pribadi seperti keamanan identitas dan privasi, masalah hak cipta foto, pelanggaran kebijakan, malware yang digambarkan sebagai cybercrime.