cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Citra Jokowi-Ma’ruf Pasca Debat Pemilihan Presiden 2019 Yoviane Tania Linggani; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya mengenai citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Debat merupakan salah satu sarana bagi Jokowi-Ma’ruf untuk membentuk citra di depan publik. Citra yang dibentuk oleh Jokowi-Ma’ruf dapat membentuk opini dalam masyarakat Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Terdapat beberapa komponen opini yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu komponen kepercayaan, nilai dan pengharapan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan opini masyarakat Surabaya. Berdasarkan konsep dan teori, sebuah proses komunikasi politik yang baik akan menghasilkan efek yang positif. Hal ini terjadi dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa opini masyarakat Surabaya adalah positif terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Dengan komponen kepercayaan dan nilai mendapatkan hasil opini kategori positif dan komponen pengharapan mendapatkan hasil opini kategori sangat positif. Maka hal ini dapat mengindikasikan bahwa proses komunikasi politik dengan cara debat pemilihan presiden ini tepat digunakan untuk mempengaruhi opini publik, khususnya masyarakat Surabaya.
Faktor-Faktor Penyebab Pengguna Instagram Stories Melakukan Public Self-Disclosure Purmiasa, Shella Eunice; Yoanita, Desi; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pengguna Instagram stories pada lima kota terbesar di Indonesia melakukan public self-disclosure. Peneliti menggunakan teori Communication Privacy Management dengan tujuh indikator yaitu  “perceived control”, “privacy awareness”, “privacy concern”, “privacy invasion experience”, “privacy risk”, “interaction” dan “tie strength” yang diadaptasi dari jurnal milik Ampong et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna Instagram stories di Indonesia sangat mempertimbangkan faktor “privacy concern” dan tidak terlalu mempertimbangkan faktor “privacy invasion experience” ketika melakukan public self-disclosure. Selain itu, peneliti menemukan bahwa jenis kelamin dan latar belakang pendidikan menunjukkan perbedaan pertimbangan di kalangan responden. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukan pengguna Instagram stories di Indonesia telah melakukan pengolahan informasi sesuai dengan teori Communication Privacy Management.
Strategi Impression Management Sandiaga pada Kampanye Pilpres 2019 melalui Akun Instagram @sandiuno Evelyne Goldwin; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impression management adalah suatu proses dimana seorang individu menggunakan komunikasi secara sengaja untuk membentuk kesan yang diinginkan dari orang lain terhadap dirinya. Terlepas dari interaksi sosial keseharian individu, aktivitas impression management juga dilakukan oleh tokoh politik di Indonesia, salah satunya Sandiaga Salahuddin Uno, calon Wakil Presiden 2019 nomor urut dua. Sandiaga sebagai aktor politik yang menjalankan peran political Public Relations sangat penting untuk melakukan impression management, terutama menjelang masa kampanye Pilpres agar terbentuk hubungan baik dengan publik dan reputasi yang positif yang berdampak pada popularitas dan elektabilitas Sandiaga dalam meraih kemenangan di Pilpres 2019. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui strategi impression management yang digunakan Sandiaga melalui akun Instagram @sandiuno selama masa kampanye Pilpres 2019 yaitu 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Peneliti melakukan koding terhadap caption-caption Sandiaga yang memiliki keterkaitan dengan empat pilar “Menyejahterakan Indonesia” yang merupakan cerminan dari visi, misi, dan program yang diajukan, sebanyak 755 caption. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif-deskriptif. Sementara itu, strategi impression management yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi impression management milik Jones & Pittman (1982) yang meliputi: ingratiation, intimidation, self- promotion, exemplification, dan supplication. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling sering ditunjukkan oleh Sandiaga adalah strategi exemplification yaitu ia ingin mendapatkan kesan sebagai calon Wakil Presiden 2019 yang berintegritas dan layak secara moral. Strategi ini secara dominan ditunjukkan melalui sub indikator menyatakan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat.
Pengaruh Terpaan Media Pada Official Page Facebook Najwa Shihab Terkait Pemilihan Presiden 2019 Terhadap Pengambilan Keputusan Pemilih Dalam Menentukan Presiden Pada Pemilihan Presiden 2019 Josephine Josephine; Gatut Priyowidodo; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan salah satu unsur komunikasi politik yang tergolong pada media. Konten yang tercakup pada media sosial juga beragam, salah satunya mengenai Pemilihan Presiden 2019. Najwa Shihab pada official page Facebook nya juga turut berpartisipasi secara aktif dalam mengunggah potongan-potongan video terkait Pemilihan Presiden 2019. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori terpaan media dan pengambilan keputusan. Terpaan media yang diterima oleh pengguna dapat diukur melalui frekuensi, durasi, dan atensi, sedangkan pengambilan keputusan dapat diketahui melalui kognisi, motif, dan sikap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait Pemilihan Presiden 2019 terhadap pengambilan keputusan Pemilih pada Pemilihan Presiden 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode online survei dengan membagikan kuesioner secara online menggunakan google docs kepada followers official page Facebook Najwa Shihab menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik inferensial, dengan menggunakan regresi linier sederhana. Melalui penelitian ini diketahui, pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait konten Pemilihan Presiden 2019 diperoleh bahwa nilai koefisien regresi adalah Y = 52,075 + 1,597X dengan tingkat signifikansi kurnag dari α = 0,05, yang berarti ada pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait konten Pemilihan Presiden 2019 terhadap pengambilan keputusan Pemilih dalam menentukan Presiden pada Pemilihan Presiden 201 sebesar 31,7%. H0 ditolak dan H1 diterima.
Representasi Patriarki dalam Film Red Sparrow Zherlinda Kurniawan; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Patriarki direpresentasikan melalui film Red Sparrow. Film Red Sparrow merupakan film spionase dengan pemeran utama perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika John Fiske melalui 3 level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dimana data – data diperoleh dari scene yang menggambarkan patriarki. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perempuan masih berada di bawah dominasi laki – laki. Hal ini terlihat dari tanda dan lambang yang ada dalam film Red Sparrow. Laki – laki selalu memegang jabatan atau kekuasaan tinggi. Perempuan dipandang sebagai objek seksual untuk memuaskan hasrat laki – laki. Tidak hanya itu saja, tetapi perempuan diperlakukan seperti objek sehingga menjadi korban kekerasan laki – laki. Ketika seharusnya film Red Sparrow menokohkan perempuan sebagai sosok yang lebih dari laki – laki tetapi justru mengokohkan ideologi patriarki.
Citra Lion Air di media online Tribunnews.com pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Gracia Maria Priscilla; Titi Nur Vidyarini; Monica Rusdianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran citra Lion Air yang terdapat dalam pemberitaan media online Tribunnews.com pasca jatuhnya pesawat JT 610. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori citra dengan indikator primary impression, familiarity, perception, preference, dan position yang dicetuskan oleh Marita Vos. Selain itu ada pula variabel tambahan yakni narasumber berita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Peneliti menganalisis citra Lion Air dalam sampel yakni sebanyak 236 berita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen citra Lion Air paling banyak digambarkan melalui elemen citra familiarity, dimana menunjukan pengenalan media terhadap perusahaan. Elemen ini secara dominan ditunjukkan melalui indikator produk dan jasa, yaitu informasi terkait pesawat JT 610. Selain itu, sebagian besar pemberitaan di Tribunnews.com mengambil narasumber dari eksternal perusahaan, khususnya pengamat profesional.
Star Studies Terhadap Image Deddy Corbuzier Josselin Natasha Hariadi; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa image yang dikonstruksikan oleh Deddy Corbuzier di media sosialnya. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada Instagram dan Youtube Deddy Corbuzier. Periode yang diteliti adalah bulan Maret 2019 karena pada bulan tersebut Deddy berhasil mencapai 3,3 juta subscribers dan hampir semua videonya masuk trending, kemudian dia dijuluki sebagai “Father of Youtube”. Penelitian star studies terhadap image Deddy Corbuzier ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang meneiti bagaimana citra yang dibangun oleh Deddy Corbuzier. Melaui analisa star studies miliki Richard Dyer, Jane Stokes, dan Erving Goffman ditemukan bahwa Deddy Corbuzier menggunakan dramaturgi untuk menciptakan citra yang positif di mata masyarakat. Deddy Corbuzier memiliki gaya hidup dengan menunjukkan kesehariannya berolahraga dan menjaga pola makan namun ia mengkonsumsi podpackers. Citra yang ingin dibangun Deddy Corbuzier adalah sebagai sosok orang sukses yang pantas dijadikan “contoh” untuk diikuti jejaknya oleh masyarakat. Selain itu Deddy adalah bintang yang selalu menuai kontroversi di mata masyarakat. Terkenalnnya seorang Deddy berkat hal-hal kontroversi yang selalu diberitakan.
Star Studies Terhadap Image Deddy Corbuzier Hariadi, Josselin Natasha; Hadi, Ido Prijana; Lesmana, Fanny
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa image yang dikonstruksikan oleh Deddy Corbuzier di media sosialnya. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada Instagram dan Youtube Deddy Corbuzier. Periode yang diteliti adalah bulan Maret 2019 karena pada bulan tersebut Deddy berhasil mencapai 3,3 juta subscribers dan hampir semua videonya masuk trending, kemudian dia dijuluki sebagai “Father of Youtube”. Penelitian star studies terhadap image Deddy Corbuzier ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang meneiti bagaimana citra yang dibangun oleh Deddy Corbuzier. Melaui analisa star studies miliki Richard Dyer, Jane Stokes, dan Erving Goffman ditemukan bahwa Deddy Corbuzier menggunakan dramaturgi untuk menciptakan citra yang positif di mata masyarakat. Deddy Corbuzier memiliki gaya hidup dengan menunjukkan kesehariannya berolahraga dan menjaga pola makan namun ia mengkonsumsi podpackers. Citra yang ingin dibangun Deddy Corbuzier adalah sebagai sosok orang sukses yang pantas dijadikan “contoh” untuk diikuti jejaknya oleh masyarakat. Selain itu Deddy adalah bintang yang selalu menuai kontroversi di mata masyarakat. Terkenalnnya seorang Deddy berkat hal-hal kontroversi yang selalu diberitakan.
Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Citra Jokowi-Ma’ruf Pasca Debat Pemilihan Presiden 2019 Yoviane Tania Linggani; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya mengenai citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Debat merupakan salah satu sarana bagi Jokowi-Ma’ruf untuk membentuk citra di depan publik. Citra yang dibentuk oleh Jokowi-Ma’ruf dapat membentuk opini dalam masyarakat Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Terdapat beberapa komponen opini yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu komponen kepercayaan, nilai dan pengharapan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan opini masyarakat Surabaya. Berdasarkan konsep dan teori, sebuah proses komunikasi politik yang baik akan menghasilkan efek yang positif. Hal ini terjadi dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa opini masyarakat Surabaya adalah positif terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Dengan komponen kepercayaan dan nilai mendapatkan hasil opini kategori positif dan komponen pengharapan mendapatkan hasil opini kategori sangat positif. Maka hal ini dapat mengindikasikan bahwa proses komunikasi politik dengan cara debat pemilihan presiden ini tepat digunakan untuk mempengaruhi opini publik, khususnya masyarakat Surabaya.
Motif dan Kepuasan Masyarakat Surabaya Dalam Mengakses Website IDN Times Carolina Rebeka Sondak; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan masyarakat Surabaya dalam mengakses website IDN Times. Website IDN Times merupakan website yang berdiri sejak 8 Juni 2014 dengan tagline ‘The Voice of Millennials and Gen Z’ dimana segmentasinya merupakan anak milenial sekitar usia 18-24 tahun. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu dunia maya, pelampiasan sosial dan emosional, pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar, serta menghabiskan waktu dan kebiasaan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji deskriptif serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan yang tertinggi adalah indikator pengetahuan informasi dan lingkungan sekitar. Sedangkan yang terendah adalah pada indikator dunia maya.