cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
Ikut Berbagai Pertandingan Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.268 KB)

Abstract

Salah satu strategi yang dipakai perguruan tinggi kecil agar dikenal di masyarakat adalah mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bidang yang perguruan tinggi itu unggul atau bidang lainnya.  STMIK AMIKOM Yogyakarta menggunakan strategi ini, mengikuti berbagai kejuaraan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi maupun yang tidak ada kaitannya dengan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi.  Perguruan tinggi kecil biasanya mempunyai mahasiswan yang secara intelektual realtif di bawah perguruan tinggi besar, tetapi di antara sebagian kecil dari mereka kalau kita dapat memotivasi, mereka juga dapat bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi besar.  Setelah mahasiswa itu terpilih secara alami, kemudian diikutkan lomba. Di samping mahasiswa, dosen juga kita motivasi untuk menghasilkan karya professional. Karya professional dosen juga kita fasilitasi untuk mendapat penghargaan. Dari tempat lomba satu ke tempat lomba lain yang kita peroleh adalah kekalahan, bukan kemenangan, karena kita sebuah perguruan tinggi kecil yang belum berpengalaman dan belum banyak dikenal. Kekalahan demi kekalahan itulah yang membuat kita mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yang dapat kita pakai sebagai pelajaran dan memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari apa yang diinginkan dewan yuri agar memperoleh penghargaan dan juga dapat belajar dari para pemenangnya. Akhirnya kita dapat mengetahui kekuatan peruruan tinggi besar yang setahap demi setahap kita contoh dan kelemahan perguruan tinggi besar  yang menjadikan peluang bagi kita.
SUDAH SAATNYA EBTANAS DIHAPUS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.137 KB)

Abstract

       Baru saja  saya diminta untuk memberikan presentasi  di hadapan para pengambil keputusan di departemen pendidikan tentang berbagai isu pendidikan yang sedang aktual di masyarakat,  salah satunya ialah tentang pelaksanaan Ebtanas di sekolah. Seperti yang kita ketahui ber-sama bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah mengaplikasi sistem Ebtanas untuk menyelenggarakan evaluasi belajar terhadap siswa SD, SLTP, SMU dan SMK.       Dalam kesempatan tersebut  saya sampaikan pendapat dan usulan yang sangat jelas bahwa sudah waktunya Ebtanas di SD, SLTP, SMU dan SMK segera diakhiri.  Penyelenggaraan Ebtanas seyogyanya tidak diperpanjang lagi sebelum nantinya timbul problematika edukasional pada umumnya dan problematika evaluasional pada khususnya yang lebih kompleks.       Bahwa konsepsi Ebtanas itu sangat konstruktif,  yaitu  menyamakan dan meningkatkan kualitas sekolah yang sederajat dan sejenis, kiranya memang tidak dapat dipungkiri;  namun demikian di tingkat operasional ternyata pelaksanaannya amat destruktif.  Dampak negatif Ebtanas sudah melampaui batas-batas toleransi edukatif.      Dasar pemikiran atas usulan menghapus Ebtanas tersebut tentunya  lebih pada aspek akademis  namun di sisi yang lain argumentasi politis pun tidak jelek dipertimbangkan.  Ilustrasi konkretnya sbb: seandainya saja sekolah-sekolah swasta (besar) seperti Tamansiswa, Muhammadiyah, Katolik, dsb,  merasa keberatan untuk mengikuti Ebtanas dan menarik diri dari kegiatan evaluasi belajar tersebut dan siap menanggung risiko, misalnya tidak lagi memakai STTB versi Depdikbud bagi lulusannya, hal itu akan menambah kompleksitas pendidikan di negara kita. Tentu hal ini mutlak perlu dipertimbangkan oleh karena di era reformasi sekarang ini sesuatu yang dulunya dianggap tidak mungkin menjadi sangat mungkin terjadi.
MODALNYA KTP Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 KTP atau Kartu Tanda Penduduk merupakan kartu yang harus dimiliki setiap penduduk atau warga Negara yang bertuliskan nama, nomor, pekerjaan dan alamat jelas. KTP dapat Anda pakai sebagai modal yang cukup memadai. Masfuk, Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga memulai usahanya dengan modal KTP. Dengan modal KTP, Masfuk berangkat ke Jepara ke tempat Pak Rohim, pemilik industri kecil pembuat monel. Masfuk meminta Pak Rohim memberi barang monel senilai Rp. 350.000,- dengan jaminan KTP. Ternyata Pak Rohim tidak keberatan dengan jaminan KTP tersebut. Setelah pamit Pak Rohim, Masfuk menuju Surabaya, kota yang telah ia kenal ketika masih kuliah dan langsung ke Supermarket Sinar, Jalan Jemursari Surabaya, untuk menyewa tempat. Karena tidak punya uang, ia menggunakan strategi pembayaran di belakang. Pihak Supermarket Sinar setuju, dengan dibayar dua atau tiga hari setelah berdagang dengan sewa Rp. 350.000,-. Kerja keras an doa Masfuk membawa hasil dalam tiga hari dapat terjual Rp. 1.200.000,-. Uang hasil jualan tersebut digunakan untuk membayar sewa dan melunasi hutang kepada pak Rohim. Usaha Masfuk bekembang dengan pesat, sehingga ia membuka counter lagi di Siola, Tunjungan Plaza, Pasar Anom dan Sinar Mayjen Sungkono. Dalam satu bulan, Masfuk mampu menjual Rp.3.000.000,- sampai Rp.4.000.000,-. Belum puas usaha di Surabaya, Masfuk bersama anak buahnya mengembangkan usaha monelnya ke Jakarta. Pada saat awal, ia menyewa satu kamar hotel murah dengan 4 kawannya untuk tidur bersama. Saat ini, Masfuk telah memiliki kantor pemasaran di Supermarket Mampang Prapatan, Cempaka Putih, Cipinang Jaya dan Kranji Bekasi.  Bahkan telah berkembang ke Bandung, Cirebon, Malang, Semarang, Solo dan Yogyakarta. Di Surabaya, Masfuk saat ini telah mempunyai Eka Silver dan Gold Jewelry, di Jalan Kemayoran sebagai cantor pusat. Ia telah punya industri logam di areal 1,2 hektar Wonosari lor Surabaya. Omsetnya telah mencapai Rp. 5,5 milyar pada 1995. ?Allah mengatur umatnya yang mau bekerja keras. Saya dilarang jadi Hakim, rupanya diberi kesempatan menjadi pengusaha monel. Satu hal yang membuat saya bangga, saya mampu memberi kesempatan pada adik-adik saya seperti pesan kedua orangtua? kata Masfuk. Demikian pula ketika saya masih mahasiswa, usaha yang saya tekuni pertama kalinya adalah penjual buku. KTP yang sangat berharga, sebagai modal saya sebagai jaminan untuk dapat mengambil buku dari salah satu perusahaan penyalur buku yang ada di Jalan Kusuma Negara. Dengan  kepercayaan dari perusahaan penyalur buku tersebut, saya mecoba membuktikan bahwa saya dapat menjual buku tersebut. Meskipun tidak mudah, tetapi kesulitan-kesulitan itu dapat saya lalui. Dihina, diremehkan dan tidak diperlakukan dengan baik harus saya terima dengan lapang dada dan itulah sesungguhnya modal dari Allah yang susah dicari tandingannya.  Kesemuanya dimulai dari modal KTP.
DIIMPOR DARI SYIRIA DAN IRAK : MINYAK ZAITUN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Syiria, menjelang datangnya Islam masih di bawah Kekaisaran Bizantium dari 395 ? 632 Mesehi. Meskipun pejuang Islam mengambil Syiria dari Kaisar Heraclius, tetapi Syiria dibawah Khalifah Umar bin Khattab diambil alih dari Bizantium dengan perang Yarmuk pada 636 Masehi. Produk yang diimpor dari dari Syiria (Syam) dan Irak menjelang datangnya Islam berupa minyak, bahan makanan, padi-padian, anggur, pakaian dan senjata. Minyak yang diimpor dari Syiria adalah minyak zaitun (olive), yang merupakan minyak buah-buahan diperoleh dari olive (Olea europaea, keluarga Oleacea), tanaman pohon tradisional dari lembah Mediterania. Minyak zaitun biasanya digunakan untuk memasak, kosmetik, farmasi, sabun dan untuk minyak lampu. Selain itu, minyak zaitun digunakan untuk kebutuhan ritual. Pada masa Yunani kuno, para atlet secara ritual menggosokkan minyak zaitun ke seluruh tubuhnya dan digunakan dengan meneteskan minyak tersebut pada tulang orang yang mati terhormat melalui lubang makam mereka. Orang Mediterania, menganggap minyak zaitun lebih dari hanya makanan, tetapi minyak zaitun mempunyai fungsi magis, obat, sumber pesona dan keajaiban yang tak pernah habis serta sumber kekuatan dan kesejahteraan.  Minyak minyak zaitun lebih menyehatkan dibandingkan dengan sumber lemak makanan lainnya, karena kandungan lemak tunggal tak jenuh dan polifenolnya. Orang Yahudi, menggunakan minyak zaitun hanya untuk bahan bakar. Dalam Islam, minyak zaitun dimuat dalam Al-Qur?an surat An Nuur ayat 35 : Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di barat(nya), yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing pada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Demikian pula firman Allah : Dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan (Al Mu?minun : 20). Pohon zaitun terdapat dalam dalam Al Qur?an surat An Nahl ayat 11 : Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan). Sedangkan buah zaitun terdapat dalam surat Al An?aam ayat 99 : (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya diwaktu pohonnya berbuah dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Al An?aam ayat 141 :Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak sama. Minyak zaitun juga dipakai oleh Rasulullah s.a.w dengan sabdanya : Pakailah minyak zaitun dan minyakilah tubuhmu karena itu berasal dari pohon yang diberkahi. Dalam sabda beliau yang lain, bahwa minya zaitun dapat mengobati 70 penyakit.
MENATA ULANG MANAJEMEN PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.432 KB)

Abstract

       Beberapa hari lalu terdapat puluhan orang  yang mendatangi kantor DPR RI di Jakarta  untuk melakukan demonstrasi atau unjuk rasa. Mereka menuntut diperbaikinya manajemen pendidikan nasional yang dirasa makin hari tidak semakin baik akan tetapi justru makin merosot kualitasnya.  Hal yang demikian ini dianggap sebagai salah satu  penyebab rendahnya kinerja pendidikan nasional Indonesia di dalam percaturan global.       Keluhan tentang manajemen pendidikan yang kurang memadai memang sering kita dengar.  Banyak praktisi pendidikan mengeluh mengenai manajemen pendidikan yang terlalu birokratis, sentralistik dan tidak kreatif. Pak Yahya Muhaimin sendiri pada waktu diangkat (kembali) menjadi menteri pendidikan juga sempat mengeluh mengenai manajemen pendidikan yang dianggapnya sudah hancur, bahkan hancur banget katanya.  Itulah sebabnya Pak Yahya bertekad akan memperbaiki manajemen pendidikan nasional agar kinerja pendidikan nasional kita dapat diangkat kembali.       Meskipun sampai hari ini "cita-cita" Pak Yahya tersebut be-lum kesampaian, bahkan tanda-tandanya pun belum nampak, tetapi tekad  untuk memperbaiki manajemen pendidikan memang perlu kita dukung bersama.       Sekarang ini semakin banyak orang yang mengerti dan sadar bahwa kinerja pendidikan nasional kita memang sangat memprihatinkan, bahkan ada yang menyatakan brengsek. Kinerja pendidikan yang seperti ini merupakan buah atau hasil dari ketidakprofsionalan orang-orang, utamanya pimpinan departemen,  dalam mengelola ma-salah pendidikan kita.
KONSEP PERATAAN PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN KOMPAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.243 KB)

Abstract

       Dengan tanpa bermaksud  menciptakan kultur kultus individu kiranya tidaklah salah kalau dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei kita senantiasa  mengenang kembali kejuangan tokoh pendidikan nasional kita, Ki Hadjar Dewantara.Sejak menjadi seorang  Soewardi Soerjaningrat (sebelum berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara saat usianya genap lima windu berdasar perhitungan tahun Caka), Ki Hadjar sangat meyakini bahwa  pendidikan merupakan senjata yang sangat ampuh untuk me-lawan segala penyakit sosial masyarakat;  ketidakadilan, kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dsb. Berangkat dari keyakinannya inilah Ki Hadjar sepenuhnya mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.              Pengalaman pahitnya waktu "diinternir" ke Belanda (tahun 1913 bersama Tjipto Mangoenkoesoemo serta  Douwes Dekker)  justru diambil hikmahnya untuk memperdalam ilmu dan pengetahuannya guna mengembangkan konsep-konsep pen-didikan yang berguna bagi bangsanya.              Meski pendidikan (dan kebudayaan) bukan merupakan satu-satunya  bidang  yang menjadi media  perjuangannya, akan tetapi ternyata bidang inilah yang kemudian oleh Ki Hadjar dijadikan "pilihan terakhir" sebagai media  untuk mendewasakan  bangsa.  Melalui bidang ini  pula akhirnya lahir berbagai konsep yang mendorong bangsa kita menaruh perhatian lebih tajam di dalam upaya pencerdasan bangsa. Adapun salah satu konsep yang sangat kritis serta hampir     selalu menimbulkan polemik kalau sudah sampai pada fase operasional adalah konsep perataan pendidikan; yaitu pe-rataan pelayanan pendidikan bagi golongan besar (mayori-tas) rakyat harus senantiasa mendapatkan prioritas.
WAJAH PENDIDIKAN TINGGI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN JAWA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.944 KB)

Abstract

       Ini masalah pengakuan dunia internasional tentang kualitas pendidikan tinggi kita. Baru-baru ini suatu penerbitan berskala internasional yang ber-markas di Inggris, The Times, telah menobatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai perguruan tinggi unggulan dunia.          Jelasnya; The Times baru saja mengumumkan hasil studinya bahwa UGM Yogyakarta (Indonesia) dinobatkan menjadi salah satu dari 100 perguruan tinggi unggulan dunia untuk bidang ilmu budaya dan humaniora. Atas prestasinya ini UGM Yogyakarta boleh berdiri sejajar dengan berbagai universitas terkemuka di luar negeri seperti RMIT University (Australia), Wina University (Austria), Frankfurt University (Jerman), Hiroshima University (Jepang), Amsterdam University (Belanda), National University of Singapore (Singapura), University of Lomonozov Moscow (Rusia), New York University (USA), dan masih banyak lagi perguruan tinggi kelas dunia yang lainnya.          Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu kita ikut bangga demi mengetahui prestasi UGM Yogyakarta tersebut. Pada realitasnya rasanya memang belum pernah ada perguruan tinggi kita, baik PTN maupun PTS, yang bisa mencapai prestasi seperti itu. Prestasi UGM Yogyakarta tersebut tentunya dapat menjadi pemanis wajah pendidikan tinggi kita yang selama ini memang masih buram, bahkan sangat buram.
STRATEGI MERANCANG KEMASAN (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk fisik atau berwujud membutuhkan kemasan agar tercipta manfaat-manfaat tertentu seperti misalnya perlindungan, kemudahan, manfaat ekonomi dan promosi. Para pemasar sebaiknya mengembangkan suatu konsep pengemasan dan kemudian mengujinya dari segi fungsi dan psikologi, agar tercapai tujuan yang ingin diraih, serta sesuai dengan kebijaksanaan atau peraturan pemerintah. Kemasan harus menarik perhatian, karena kemasan menggambarkan citra merek. Kemasan harus dapat memberikan informasi struktur produk, manfaat, dan informasi tambahan, sehingga mendorong konsumen untuk mencoba membeli, mendorong untuk membeli ulang dan menyediakan cara pemakaian produk. Pembentukan kemasan yang baik harus memiliki empat keistimewaan. Untuk mengevaluasi empat keistimewaan kemasan-kemasan tersebut dapat digunakan model Visibility, Information, Emotional appeal, Workability (VIEW). Visibilitas (Visibility) terkait dengan kemampuan untuk menarik perhatian. Tujuan visibilitas adalah untuk memiliki suatu kemasan yang menonjol dibanding yang lainnya misalnya warna cerah, ukuran, grafik dan bentuk yang baru, seperti teh botol Sosro dengan botol bening yang khas, sehingga kelihatan warna tehnya dan pada botolnya bertuliskan Sosro di atas lingkaran merah serta di bawahnya bertuliskan Teh botol beserta simbol R di dalam lingkaran putih serta tulisan Milik Sosro. Terdapat pula tulisan SNI, Komposisi: ekstra teh, gula, air, tanpa zat warna, tanpa pengawet. Tutup botolnya berwarna merah bertuliskan Sosro berwarna putih. Informasi (Information) berhubungan dengan instruksi pemanfaatan produk, berbagai keunggulan, slogan-slogan, serta informasi tambahan yang dituliskan pada kemasan. Informasi dalam kemasan berguna untuk merangsang pembelian uji-coba, mendorong perilaku membeli ulang dan menyediakan berbagai instruksi. Misalkan kemasan plastik dari Nu Green Tea dilapisi stiker berwarna hijau muda kekuning-kuningan. Di dekat leher botol terdapat lingkaran merah yang melingkari botol bertuliskan Total Hadiah Langsung 1.000.000.000 dan tulisan Ribuan hadiah uang tunai total 1 Milyar Rupiah berwarna putih. Di bawah lingkaran tersebut ada tulisan Nu berwarna merah Green Tea Minuman Teh Hijau berwarna hijau, di bawahnya terdapat tulisan Madu dan gambar lebah dengan sarangnya, terdapat pula bahan-bahan yang digunakan dan label HALAL. Di sebaliknya juga ada tulisan Nu berwarna merah Green Tea berwarna hijau dan di bawahnya terdapat tulisan Nu Kejutan 1 Milyar serta tulisan Raih 3 hadiah utama Rp 100.000.000 dan ribuan hadiah langsung tanpa diundi serta tulisan cara untuk memperoleh hadiah tersebut. Informasi lain, misalnya informasi teknologi yang digunakan, informasi nilai gizi, logo perusahaan, alamat situs webnya dan nomor telepon customer service-nya. Tutupnya berwarna oranye, jika tidak mendapatkan hadiah, maka di balik tutup tersebut ada tulisan Jangan Nyerah.
REKONSTRUKSI LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1999: HARIAN KOMPAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.091 KB)

Abstract

Perjalanan pendidikan nasional Indonesia selama ini dirasa penuh dengan dinamika dan romantika.  Kedinamikaan ini sangat dirasakan dengan munculnya berbagai kebijakan yang sering menimbulkan pole-mik, khususnya antara pengambil kebijakan di tingkat pusat dengan praktisi di tingkat bawah;  sedangkan keromantikaan dirasakan dengan munculnya berbagai kendala dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Hasil pendidikan kita memang cukup memadai,  walaupun masih jauh dari memuaskan.       Kemajuan jaman yang terlalu pesat akhir-akhir ini ternyata mem-bawa berbagai fenomena baru yang bisa mereduksi nilai-nilai konsepsi filosofis pendidikan nasional; akibatnya konstruksi pendidikan nasional kita menjadi tidak kokoh apabila tidak segera dilakukan reformulasi konsep.  Sekarang sudah saatnya dilaksanakan reformulasi konsep dan rekonstruksi fondasi pendidikan nasional;  utamanya menyangkut hak-hak pendidikan masyarakat serta nilai-nilai dasar pendidikan nasional itu sendiri.       Pada dasarnya pendidikan itu merupakan usaha untuk memajukan bertumbuhnya kecerdasan, kepribadian, dan tubuh anak didik. Dengan demikian keberhasilan suatu proses pendidikan sangat tergantung pada sejauh mana bertumbuhnya kecerdasan,kepribadian dan tubuh tersebut dapat dicapai secara bersama-sama. Tinggi dan rendahnya pertumbuh-an ketiga matra tersebut sangatlah menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan bagi anak didik;  di sisi yang lainnya, kebersamaan bertumbuhnya ketiga matra juga menjadi faktor penentu.       Dalam konteks kebudayaan  maka pendidikan  merupakan proses pembudayaan anak. Kalau budaya itu sendiri merupakan buah keadab-an manusia maka melalui proses pendidikan anak didik dituntun men-jadi manusia yang makin beradab.  Adalah keliru bila anak didik yang diberi pendidikan justru menjadi manusia yang makin tidak beradab.
BISNIS DENGAN KEUNTUNGAN BERLIPAT (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Untuk mendapat keuntungan berlipat banyak dilakukan dengan mengotak-atik pendapatan dan biaya.  Karena rumus keuntungan adalah pendapatan dikurangi biaya. Langkah pertama yang dilakukan dengan menggenjot pendapatan dengan melakukan pemasaran yang agresif. Pendapatan merupakan perkalian antara harga dengan volume penjualan. Bermacam-macam strategi pemasaran digunakan untuk meningkatkan volume penjualan, mulai dari strategi kepemimpinan biaya secara menyeluruh sampai strategi diferensiasi. Tidak cukup dengan itu ditambah lagi strategi fokus, baik fokus kepemimpinan biaya secara menyeluruh maupun fokus diferensiasi.   Strategi kepemimpinan biaya secara menyeluruh  menonjolkan keunggulan harga dibandingkan pesaing dan   strategi diferensiasi menonjolkan keunggulan produk, personal, pelayanan, saluran dan citra dibandingkan pesaing. Sedangkan untuk mengurangi biaya dengan melakukan efisiensi habis-habisan di segala lini. Bahkan kadangkala lini pada pengembangan sumberdaya manusia, seperti fasilitas pendidikan, pelatihan, tunjangan kesehatan dan sebagaya dipangkas habis. Tetapi justru pemangkasan pada biaya pengembangan sumberdaya manusia yang malah menjatuhkan perusahan itu, karena berpengaruh pada pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebabkan jatuhnya semangat bisnis para karyawan. Ada cara lain untuk meningkatkan keuntungan yang berlipat seperti yang dilakukan Ali bin Abi Thalib. ?Wahai wanita, apakah kamu mempunyai sesuatu yang bisa dimakan suamimu?? tanya Ali kepada istrinya Fátimah. ?Demi Allah aku tidak mempunyai sesuatu sedikitpun, Namur ini ada uang 6 dirham dari hasil upahku memintal bulu. Uang tersebut akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husain? jawab Fatimah. ?Wahai wanita yang mulia, berikan uang 6 dirham itu kepadaku? kata Ali. Fátima lalu memberikan uang 6 dirham itu kepada Ali bin Abi Thalib. Sesudah uang diterima, Ali ke luar rumah dengan maksud membeli makanan untuk kedua  putranya. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang yang berkata ?Siapa yang mau meminjami Allah, Dzat Yang Menguasai dan pasti Dia akan menepati Janji-Nya?. Akhirnya Ali mendekati orang tersebut dengan menyerahkan uang 6 dirham yang dibawanya dari rumah yang sedianya dibelikan makan untuk anaknya. Setelah uang diberikan Ali langsung pulang. Ketika Fátima mengetahui kepulangan suaminya ke rumah tanpa membawa makanan apa-apa, ia terus menangis. Melihat istrinya menangis, Ali langsung bertanya ?Wahai wanita mulia, apa yang menyebabkan engkau menangis??. ?Wahai putra paman Rasulullah, aku melihat engkau pulang dengan tanpa membawa makanan sedikitpun? jawab Fátimah. ?Wahai wanita mulia, aku telah menghutangkan uang 6 dirham tadi kepada Allah? kata Ali. ?Kalau itu yang engkau lakukan aku setuju? kata Fatimah.

Page 100 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SURYA POS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue