Articles
1,592 Documents
MENGEMBALIKAN PENDIDIKAN INDONESIA
SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN JAWA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.872 KB)
Sekarang ini pemerintah sedang gencar menyosialisasikan pendidikan gratis; sampai-sampai Pak Bambang Sudibjo selaku menteri pendidikan harus terjun langsung. Program ini banyak membantu masyarakat utamanya kelompok miskin; namun ternyata ada ?hantu besar? di balik itu, program ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan. Padahal kualitas pendidikan kita sampai sekarang masih belum mapan Pada 27 Januari 2009 ketika Centro de Información y Documentación mengumumkan 1.000 perguruan tinggi terbaik dunia, ?Top 1.000 World Universities Ranking on the Web 2009?, masyarakat kita ?geger?. Kenapa? Karena dari 1.000 perguruan tinggi tersebut hanya tiga yang berasal dari Indonesia, itu pun di ranking bawah: UGM Yogyakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676 dan UI Jakarta ke-906. Masyarakat tidak percaya; dari 2.700-an PTN dan PTS yang bertebaran di wilayah Nusantara ternyata hanya ada tiga ?gelintir? yang mampu menembus persaingan dunia. Tiga bulan sebelumnya masyarakat kita juga ?geger?. Ketika Times mengumumkan 400 perguruan tinggi dunia dalam ?Top 400 Universities : World University Rankings 2008? (17 Oktober 2008), hanya ada tiga PT Indonesia yang berada didalamnya; yaitu UI Jakarta di ranking ke-287, ITB Bandung ke-315 dan UGM Yogyakarta di ranking ke-316
MEMBENTUK JARINGAN PENELITIAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.151 KB)
Ketika sebuah kelas, di salah satu Fakultas Pasca Sarjana, mengadakan diskusi tentang perbedaan aktivitas di antara perguru-an tinggi di negara-negara maju dengan perguruan tinggi di negara-negara berkembang akhirnya berkesimpulan bahwa perbedaan yang menyolok adalah terletak pada aktivitas penelitiannya. Secara umum aktivitas penelitian pada perguruan tinggi di negara-negara maju sangat mobil dan dinamis, sementara itu di negara-negara berkembang kurang dinamis; bahkan ada yang "mandeg". Kedinamisan aktivitas penelitian tersebut di atas dapat diukur dari banyaknya seminar, diskusi, dialog dan temu ilmiah lain yang bertemakan penelitian. Penerbitan jurnal penelitian, laporan penelitian, serta buku-buku ilmiah yang bernafaskan penelitian juga merupakan indikator yang cukup valid. Itu semua terjadi pada perguruan tinggi di negara-negara maju. Ingin ilustrasi yang lebih konkrit? Coba pergilah ke perpustakaan di sekitar kita; dari sekian jurnal penelitian yang "punya nama" yang kita jumpai hampir dapat dipastikan bahwa itu semua produk negara-negara maju.
LIMA KENDALA LIMA "WARNING" UNTUK TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.408 KB)
Untuk menghormati berdirinya Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) dua tahun yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 23 Januari 1991, maka di harian ini saya pernah menulis tentang perlunya pengembangan media audio-visual (yang di dalam konteks tulisan tersebut ialah TPI) untuk memperluas jangkauan pelayanan pendidikan di negara kita (Supriyoko, "Selamat Datang Televisi Pendidikan", Suara Karya: 23/01/91). Saat ini TPI genap berusia dua tahun. Dalam usianya yang baru "seumur jagung" ini berbagai kritik, saran dan bahkan sinisme masyarakat yang ditujukan kepada TPI seperti tidak henti-hentinya mengalir. Hal ini mengingat kan kita pada hari-hari pertama ketika TPI dilahirkan, yang mana saat itu kritik tajam, saran, dan sinisme juga banyak bermunculan. Kalau waktu itu TPI sering dikepanjangkan sebagai "Televisi Prematur Indonesia" karena program-programnya yang dianggap tidak berbobot, "Televisi Periklanan Indonesia" karena siarannya banyak diselingi dengan iklan, atau "Televisi Pembantu Indonesia" karena siarannya kebanyakan diikuti oleh para pembantu RT, dsb, hal itu merupakan ekspresi dari berbagai sinisme. Dalam usianya yang sudah dua tahun sekarang ini pun ternyata berbagai kritik, saran, serta sinisme masih tetap saja bermunculan. Tidaklah mengapa; karena kritik, saran dan sinisme itu justru menunjukkan adanya rasa ke-cintaan serta besarnya harapan masyarakat kita terhadap TPI dengan program-programnya.
'LINK AND MATCH' DALAM KONSEP SDM
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.623 KB)
Seorang peserta seminar bertanya kepada pemakalah mengenai negara mana yang akan menjadi macan kelima di Asia, "Apakah Indonesia akan sanggup menjadi macan yang kelima?". Seperti kita ketahui bahwa sekarang ini telah muncul empat negara industri yang baru, Newly Industrial Countries (NIC), di benua Asia. Adapun keempat negara ini, Singapore, Hongkong, Taiwan, serta Korea (Selatan), dalam terminologi ekonomik dikenal dengan sebutan empat macan (the four tigers) atau ada yang menyebutnya empat naga kecil (the four little dragons) di Asia. Mengenai kemungkinan Indonesia menjadi macan ke-lima maka secara diplomatis pemakalah menjawab bahwa itu semua sangat tergantung pada efektivitas pendidikan da-lam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Memang demikianlah adanya! Di dalam era industri-alisasi sekarang ini keunggulan komparatif (comparative advantage) yang dimiliki bangsa Indonesia tak lagi dapat diandalkan untuk mengantisipasi perubahan alam dan jaman tanpa dibersamai dengan peningkatan kualitas SDM untuk meningkatkan keunggulan kompetitif (competitive advanta-ge) secara memadai.
EFEKTIVITAS DALAM PENDIDIKAN BERMEDIA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1985: MAJALAH PUSARA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.624 KB)
Perjalanan pada abad ke-20 ini ditandai dengan beberapa catatan kemajuan dan pengembangan di bidang pengetahuan, ilmu dan teknologi. Bahkan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini kemajuan dan pengembangannya menunjukkan grafik yang berjalan menanjak dan menanjak terus dalam skala waktu yang relatif singkat. Abad ke-20 dibuka oleh Albert Einstein yang pada tahun 1905 berhasil membuka rahasia sumber tenaga baru yang sangat potensial, ialah tenaga atom, yang sampai hari ini masih sangat aktual dibicarakan para ahli untuk memanfaatkan tenaga yang potensial tersebut bagi kesejahteraan umat manusia dimuka bumi ini. Penemuan ini kemudian diikuti oleh penemuan-penemuan baru disektor yang beraneka ragam pula. Di sektor transportasi, lukisan pesawat angkasa yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci yang dulu hanya merupakan khayalan maka pada lebih kurang th 1910 khayalan tersebut divisualkan oleh Igor Sikorsky dengan membuat 2 helikopter, sekalipun belum sempurna benar. Karya ini akhirnya disempurnakan oleh Heinrich Focke pada beberapa tahun berikutnya, dan pada tahun 1940 Sikorsky benar-benar telah mampu mencipta helikopter secara mandiri. Disektor kesehatan, tahun 1922 Frederick Banting seorang dokter dari Kanada berhasil menemukan insulin, sejenis hormon yang dihasilkan oleh pankreas untuk menyembuhkan penyakit diabetik (kencing manis) yang sangat sering membawa kematian. Enam tahun berikutnya, th 1928, Alexander Flemming (Skotlandia) berhasil menemukan penisilin yang gunanya masih dapat kita rasakan hingga hari ini.
TERJEBAK TEORI BARAT
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.845 KB)
Menteri pendidikan nasional Indonesia, Bambang Sudibyo, di berbagai kesempatan berpesan agar civitas perguruan tinggi bekerja untuk mewu-judkan pendidikan tinggi berkelas dunia, world university. Untuk mendukung pesannya, tidak jarang Pak Bambang mengutip hasil studi Majalah Times dalam ?Times Higher Education Supplement? yang menyatakan ada empat perguruan tinggi Indonesia masuk di dalam jajaran universitas terbaik dunia tahun 2006; yaitu Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di ranking ke-459, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ke-270, Institut Teknologi Bandung (ITB) ke-259, dan Universitas Indone-sia (UI) Jakarta di ranking ke-250. Meskipun berada pada ranking 200-an tetapi hal itu pantas disyukuri; setidak-tidaknya dapat memberi kepercayaan diri bahwa ternyata kita bisa menempatkan perguruan tinggi di jajaran elite dunia. Jadi kalau kita mau bekerja keras bukan tidak mungkin rankingnya semakin membaik.
KASUS "BABY-BOOM" DAN DAMPAKNYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.484 KB)
"Baby-boom"; itulah istilah klasik yang beberapa tahun lalu sempat populer di Amerika Serikat (AS). Istilah itu sendiri mengandung arti terjadinya peledakan kelahiran (bayi) di dalam kurun waktu tertentu pada suatu tempat tertentu. Istilah klasik tersebut sempat populer di AS oleh karena negara tersebut secara empirik memang pernah mengalaminya. Terjadinya "baby-boom" di AS pada tahun 40-an se-telah usai Perang Dunia ke-2 serta tahun 1960-an setelah selesai Perang Vietnam. Peristiwanya sederhana: sekemba-linya para tentara dari medan perang yang nota bene lama berpisah dengan isteri segera memulai (kembali) kegiatan "reproduksi"-nya. Akibatnya: beberapa bulan kemudian ter jadi kelahiran (bayi) dalam jumlah yang relatif tinggi; hal ini disebabkan karena aktivitas reproduksi tersebut terjadi pada kurun waktu yang sama atau bersamaan. Apakah peristiwa "baby-boom" tersebut ada hubung-annya dengan gejala pendidikan? Atau, apakah "baby-boom" memberikan dampak tertentu bagi dunia pendidikan? Mari-lah kita bersama-sama mencoba menganalisisnya. Secara langsung ataupun tidak langsung peristiwa "baby-boom" tersebut berkaitan dengan dunia pendidikan. Peledakan kelahiran, apalagi di negara maju, pada saat-nya menuntut sarana dan fasilitas pendidikan. Pada waktu bayi-bayi tersebut tumbuh menjadi anak-anak usia sekolah maka mau tak mau pemerintah harus menyediakan sarana dan fasilitas pendidikan baginya; kelas-kelas baru dibuka, guru ditambah, buku dilengkapi, dsb. Hal inipun terjadi ketika bayi-bayi tersebut menginjak usia universitas.
DAMPAK PENDIDIKAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.909 KB)
Pendidikan dan kebudayaan sering diibaratkan se-bagai dua sisi dari sekeping mata uang, kalau pendidikan merupakan satu sisi dari keping mata uang tersebut maka kebudayaan merupakan sisi yang lainnya. Begitu pula yang sebaliknya, kalau kebudayaan merupakan satu sisi dari keping mata uang tersebut maka pendidikan merupakan sisi yang lainnya. Pengibaratan tersebut ingin melukiskan demikian eratnya hubungan atau kaitan di antara pendidikan dengan kebudayaan. Implikasi konotatifnya adalah apabila dalam dunia pendidikan terjadi perubahan-perubahan maka hal ini pun secara langsung maupun tak langsung akan terjadi dalam dunia kebudayaan. Eratnya hubungan antara pendidikan dan kebudayaan juga sering dilukiskan dalam suatu hubungan timbal balik (reciprocal relationship); artinya hubungan yang saling mempengaruhi. Implikasinya apabila terjadi fenomena-fe- nomena tertentu dalam dunia pendidikan maka fenomena ini akan berpengaruh bagi dunia kebudayaan, demikian pula yang sebaliknya, bila terjadi fenomena-fenomena tertentu dalam dunia kebudayaan maka fenomena ini akan berpenga-ruh bagi dunia pendidikan.
SEB BAGI PARA GURU
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.651 KB)
Untuk menandai terjadinya proses pergantian tahun 1993 menuju tahun 1994 nampaknya Depdikbud berusaha me-narik simpati para guru di lapangan sebagai ujung tombak pengemban misi pendidikannya; yaitu dengan memberikan berbagai kemudahan dalam pengurusan kenaikan jabatan dan /atau pangkatnya. Baru-baru ini, tepatnya tanggal 24 Desember 1993, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI bersama Kepala Biro Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) telah mengadakan "penyempurnaan" kerja sama dalam bentuk penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Tata Cara Pelaksanaan Angka Kredit Guru. Surat Edaran Bersama ini merupakan penjabaran dari SK Menpan No.26/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang telah disempurnakan. Maksud kerja sama tersebut sangatlah konstruktif; yaitu memberikan berbagai kemudahan agar supaya guru di lapangan lebih gampang dalam mengurus kenaikan jabatan dan/atau pangkatnya.
PENDIDIKAN BERDASAR KEMERDEKAAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.294 KB)
Tanggal 3 Juli adalah hari ulang tahun berdirinya Tamansiswa (=Taman Siswa), suatu nama yang pernah menduduki puncak tangga dalam percaturan pendidikan di Indonesia. Nama yang mengantarkan bangsa Indonesia ke arah pola pemikiran yang fleksibel, sistematis dan konstruktif melalui roda-roda pendidikan yang tak jemu-jemunya melewati lembah ngarai dan kerikil tajam. Bukan nama besar tanpa isi yang telah disuguhkannya akan tetapi berkat perjuangan Ki Hadjar Dewantara dkk maka Tamansiswa telah berhasil meletakkan kerangka dasar sisten pendidikan di Indonesia. Dalam usianya yang lebih dari setengah abad sekarang ini tentu banyak suka dan duka yang telah dialaminya. Kemajuan pengetahuan, ilmu dan teknologi tentu memberikan andil yang besar untuk menguji tegaknya prinsip dan kerangka dasar yang telah lama diperjuangkan. Dalam perjalanan historis yang serba romantis ini tidaklah mustahil apabila kerangka dasar yang diperjuangkan dengan tidak terasa justru banyak yang ditimpangi, disimpangi dan dipecundangi, walau dengan hakekat baik sekalipun. Itu semua memang menjadi hukum alam dalam romantika perjuangan suatu eksist.