cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
STRATEGI PARA JUARA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perusahaan sekarang ini menggunakan strategi yang hampir mirip atau strategi perusahaan tersebut menyatu atau konvergen. Jika hal ini yang kita lakukan pada perusahaan kita maka dapat ditebak bahwa penghasilan kita tidak berbeda jauh dengan perusahaan pesaing. Survei yang dilakukan Gallup menanyakan apakah strategi pesaing semakin mirip atau semakin berbeda kepada 500 CEO di Amerika. Jawaban terbanyak dari CEO tersebut adalah strategi mereka mirip dengan strategi pesaing. Strategi mengerucut mendekati sama karena resep kesuksesan selalu ditiru sama oleh banyak perusahaan. Dengan demikian strategi mereka tidak bisa menghindari konvergensi strategi. Perusahaan komputer meniru cara Dell dengan menjual sistem membuat berdasarkan pesanan. Tetapi hasilnya pasti biasa-biasa saja, tidak bisa membuat perusahaan komputer melompat, apalagi terbang. Pabrik mobil meniru menggunakan teknologi ramping Toyota, maka pendapatan yang diperoleh tidak akan melambung tinggi. Department Store meniru Wal-Mart sebagai studi kasus dalam pengelolaan logistik, maka juga tidak dapat mendongkrak keuntungan yang sangat memadai. Penggunaan sumberdaya dari luar perusahaan (outsourcing) juga menjadi kekuatan lain yang menyebabkan konvergensi strategi. Saat perusahaan melakukan outsourcing, jangkauan diferensiasi atau perbedaan dalam persaingan semakin lama semakin menyempit. Maka Dell Computer tidak pernah melakukan outsourcing pada proses inti teknologi informasinya dan Enterprise Resource Planning (ERP)-nya. Model bisnis Dell didasarkan pada penciptaan keunggulan unik teknologi informasi, yang tidak begitu mudah dilakukan dengan solusi dari luar. Perusahaan memang boleh meniru kesuksesan perusahaan lain, tetapi tidak dengan persis sama atau mirip, tetapi harus mempunyai sesuatu yang berbeda atau strategi diferensiasi. Perusahaan penerbangan di Amerika Serikat, seperti American Airlines mempunyai pertumbuhan pemasukan tahunan hanya 5,4%, Northwest Airlines hanya 4,6%, Delta Airlines hanya 6,2%, United Airlines 6,3 %, tetapi Southwest Airlines mencapai 16,7%. Mengapa Southwest Airlines mempunyai pertumbuhan berbeda dengan maskapai penerbangan lain? Jawabannya sederhana, yaitu Southwest Airlines mempunyai strategi berbeda. Southwest Airlines membuat strategi berbeda dengan menganggap penerbangan ?seperti mengangkut ternak? yang pilot dan pramugarinya penuh humor, tidak ada tempat duduk yang dipesan, tidak ada makanan, tidak ada ruang yang megah dan tidak ada pelayanan hiburan dalam penerbangan. ?Secara umum para juara yang dapat melambungkan perusahaannya hampir pasti memiliki strategi yang berbeda. Meskipun mereka menghadapi pesaing, tetapi mereka memiliki target pasar yang unik, penentuan posisi (positioning) yang unik, nilai produk yang unik, aset yang unik dan kemampuan yang unikî kata Gary Hamel dalam bukunya Leading The Revolution.
MBA: MAKIN BINGUNG AJA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.59 KB)

Abstract

       Judul artikel ini memang ditulis dengan nada joke tanpa dikonotasi "olok-olok" sehingga jangan diinterpretasi secara keliru, khususnya oleh teman-teman mahasiswa dan lulusan program MBA, Master of Business Administration. Kiranya hal ini juga berlaku bagi para pengelola program MBA maupun siapa saja yang memiliki hubungan dan kepentingan dengan program MBA. Kalau dalam dunia tulis menulis ada yang menganggap bahwa judul tulisan akan mencerminkan pemahaman dan kebijakan penulisnya, the title is insightfull; judul artikel ini pun semoga demikian.          Tumbuhnya program MBA akhir-akhir ini bak cenda-wan di musim hujan;  di setiap kota besar muncul lembaga pendidikan yang menjanjikan paket-paket "gelar" MBA yang bisa ditempuh dalam waktu pendek. Bayangkan hanya dengan lama pendidikan kurang dari dua, atau bahkan kurang dari satu setengah tahun gelar MBA dapat dikantongi; tentunyadengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhinya.          Masyarakat kita pun nampaknya cukup "respect" a-tas kehadiran program MBA;  akan tetapi bersamaan dengan itu muncul isu akan ditertibkannya program master terse-but karena dipandang ada hal-hal yang "mengganjal" kalau dihubungkan dengan aturan main yang berlaku, katakanlah dengan PP No:30/1990 tentang Pendidikan Tinggi misalnya. Berlakunya SK Mendikbud No:0686/U/1991 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi menjadikan perbincangan menge nai program MBA lebih semarak lagi; namun demikian dalam realitanya ada sekelompok masyarakat yang justru "makin bingung aja" untuk mengikuti perbincangan tersebut dika-renakan ketidak-mampuannya dalam menarik konklusi.
KAMU AKAN MASUK SURGA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

        Ketik saya masih mahasiswa, saya memasuki toko buku untuk membeli pulpen. Saya akan membeli pulpen dengan cara memilih beberapa pulpen yang ada. Begitu saya tarik pulpen dari tempatnya, pulpen yang lain terjatuh. Saya mengambil pulpen yang jatuh itu, kemudian mengembalikan ke tempat semula. Pemilik toko tersebut memarahi saya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi membeli pulpen dan pemilik toko tersebut tambah marah, kemudian saya meninggalkan toko tersebut. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi ke toko tersebut, karena takut kalau dimarahi lagi. Demikian juga ketika saya terlupa membayar tagihan kartu kredit salah satu Bank Asing, saya diberi surat dengan nada marah dan tidak mengenakkan, seakan-akan saya sebagai pelanggan yang tidak bertanggungjawab. Saya langsung menutup dua kartu kredit dari bank tersebut, baik Visa maupun Master. Pada hal saya telah memiliki kartu kredit tersebut lebih dari 7 tahun dan selama itu saya menjadi pelanggan yang baik. Sejak saat itu saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak mempunyai kartu kredit lagi, untuk menjaga agar saya tidak diperlakukan seperti itu lagi. Kesalahan dari penagihan ini menurut saya sangat fatal. Meskipun demikian kepada bagian pemasaran Bank Asing yang mendatangi saya lagi, saya memberikan saran untuk tidak mengulang kesalahannya. Cukup saya saja yang menjadi korban. Kemarahan dapat  membuat pelanggan meninggalkan perusahaan dan tidak kembali lagi. Pada hal untuk mendapatkan pelanggan yang setia tidaklah mudah.  Untuk mendapatkan pelanggan yang baru dibutuhkan berbagai macam strategi karena persaingan yang sangat kompetitif. Itupun juga belum memberikan jaminan untuk mendapatkan pelanggan yang baru. Dalam kisah Ramayana, Rahwana atau Dasamuka merupakan raja yang bijak dengan sepuluh kepala di pundaknya. Meskipun demikian keberhasilan-keberhasilannya telah membunuh kerendahan hatinya dan membunuh sejumlah besar kebajikannya. Karena murkanya, ia membuat kekeliruan yang menyebabkan kerugian yang tak terhingga bagi dirinya dan yang dekat  darinya serta yang dicintainya. Kemarahan dapat mengalahkan kebijakan dari Rahwana, yang berakhir pada pertempuran yang menewaskan banyak rakyatnya dan dirinya sendiri. Andaikan Rahwana mau menahan marahnya dan mendatangi Rama untuk mendengar cerita dari sisi Rama, niscaya pertumpahan darah itu tidak akan terjadi. Tetapi Rahwana tidak melakukan hal itu, karena merasa ia merasa lebih sakti, pasukannya lebih kuat dan persenjataannya lebih lengkap, maka ia mengumbar kemarahannya.. Sebaliknya Rama merupakan raja yang mampu menahan amarahnya, meskipun hanya dibantu pasukan kera dengan persejantaan yang terbatas. .       Menurut Promod Batra dalam bukunya Born To Win, menganjurkan kta untuk belajar dari sebatang korek api yang sederhana. Korek api mempunyai kepala, tidak punya otak. Oleh karena itu setiap gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, tetapi kita juga punya otak. Kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak, kita dapat membantu mengurangi kemarahan dan menjadi bebas stres. Karena untuk setiap 10 menit kemarahan, kita kehilangan 600 detik kebahagiaan.         Dari Abu Darda?, ?Aku berkata : Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang memasukkan aku ke dalam surga?. Rasulullah bersabda ?Jangan marah, kamu akan masuk surga.?
STRATEGI OPERASI (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.618 KB)

Abstract

Strategi bisnis yang dijalankan Rasulullah s.a.w. meliputi strategi operasi, strategi pemasaran, strategi sumberdaya manusia, dan strategi keuangan. Al Qur?an memberikan tuntunan dalam menjalankan bisnis hendaknya selalu mengingat Allah, mendirikan shoalat dan membayar zakat seperti dalam surat An Nuur ayat 37 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan (tidak pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan sholat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.         Bisnis juga harus disikapi sebagai jihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa atau dalam bahasa manajemen menggunakan strategi di jalan Allah dengan menjalankan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian perilaku dalam bisnis hendaknya sesuai dengan yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya, mengindari yang dilarang Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi produk yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya serta mengoptimalkan sumberdaya, sehingga akan menghasilkan keuntungan yang besar, baik keuntungan dunia, dan lebih utama adalah keuntungan akhirat yang berupa surga. Seperti dalam Al Qur?an surat Ash Shaff ayat 10 - 12:  Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya-lah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ?Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
STRATEGI OPERASI (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.629 KB)

Abstract

Allah menganjurkan untuk mempunyai keahlian. Keahlian merupakan kemahiran dalam suatu bidang ilmu atau suatu ketrampilan atau dalam pekerjaan ataupun aktivitas lain. Surat Saba? ayat 10-11 : Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman) : ?Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang kepada Daud? dan Kami telah melunakkan besi untuknya. Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat yang kamu kerjakan.             Menurut Ibnu Katsier, Allah SWT berfirman tentang Nabi Daud AS yang telah dikaruniai nikmat yang besar berupa kenabian dan kerajaan yang mantap dengan kelengkapan bala tentaranya. Di samping itu pula dikaruniai suara yang enak dan merdu, sehingga bila beliau bertasbih diikutilah tasbihnya itu oleh gunung-gunung yang tegak menjulang tinggi dan berhenti terbang burung-burung yang sedang berlalu lalang di udara mengikuti tasbihnya itu serta menyambutnya dengan berbagai suara dan bahasanya. Rasulullah s.a.w. bersabda ketika mendengar suara Abu Musa Al-Asyari pada suatu malam membaca Al Qur?an ?Orang ini telah dikaruniai Tuhan sebuah seruling di antara seruling-serulingnya keluarga Daud.? Sedangkan menurut Al-Hasan Al-Bashri arti dari ?dan Kami telah melunakkan besi untuknya.? bahwa Nabi Daud AS tidak membutuhkan api dan palu untuk mengelola besi, tetapi cukup dengan membelit-belitkan seperti membelitkan benang. Dan dari besi itu, beliau membuat baju-baju besi yang menurut cerita Ibnu Syaudzah sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi  Hatim, bahwa tiap hari ia menjual sepotong baju besi bikinannya itu dengan harga 6000 dirham, 2000 dirham digunakan untuk kebutuhannya sendiri bersama keluarganya dan 4000 dirham diberikannya kepada Bani Israil berupa barang makanan. Dan menurut Qatadah, Nabi Daudlah orang pertama yang membuat baju besi.
MENUJU 'POST GRADUATE UNIVERSITY' Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.07 KB)

Abstract

       Kiranya kita sangat senang mendapat teman berdiskusi yang kreatif, yaitu Dr. Mauro Rahardjo,  yang di dalam suatu tulisannya "Mungkinkah Konsep Research University Diterapkan?"  (PR: 9 Jan 2001) telah menanggapi artikel saya, "Menuju Perguruan Tinggi In-donesia Berkelas Dunia" (PR: 2 Jan 2001). Sudah barang tentu apa yang diuraikan beliau  telah memberi wawasan yang lebih luas serta pemikiran yang lebih lengkap kepada kita.          Sesungguhnya perbincangan mengenai perguruan tinggi kita  bukan merupakan hal baru  karena memang di dalamnya terkandung banyak kompleksitas yang relatif sukar disolusi.  Di Pikiran Rakyat sendiri, saya pun telah berulang kali menyajikan ide dan pemikiran mengenai pengembangan perguruan tinggi di Indonesia;  sebut saja contohnya  "Popularitas Universitas Terbuka"  (PR:  09 Okt 1998), "Potret Buram PTS dan PTN" (PR: 08 Des 1998),  "Komplikasi Per-guruan Tinggi Kita"  (PR: 23 Agt 2000),  "Repotnya Memandirikan PTN" (PR: 05 Sep 2000), dan sebagainya.          Dari berbagai studi komparatif yang dilakukan oleh berbagai lembaga, baik lembaga perguruan tinggi itu sendiri maupun lembaga yang independen,  dapat disimpulkan bahwa mutu perguruan tinggi kita memang tertinggal  apabila dibanding dengan perguruan tinggi manca negara. Ketertinggalan kita ini tidak saja menyangkut proses akan tetapi juga menyangkut produk.          Keadaan itulah yang memprihatinkan kita. Apabila kita tidak mampu membawa perguruan tinggi kita kepada mutu  yang berkelas dunia,  jangan diharapkan kita sanggup bersaing dalam bidang apa pun dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini.
MEMPERKOKOH FONDASI PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.556 KB)

Abstract

Perjalanan pendidikan nasional Indonesia selama ini dirasakan penuh dengan dinamika dan romantika. Kedinamikaan ini sangat dirasakan dengan munculnya berbagai kebijakan yang sering menimbulkan polemik, utama-nya antara pengambil kebijakan di tingkat pusat dengan praktisi di tingkat bawah; sedangkan keromantikaan dirasakan dengan munculnya berbagai kendala dalam melaksanakan kebijakan tersebut.          Dalam soal Ujian Nasional (Unas) misalnya; di satu sisi pemerintah bersikukuh melaksanakan Unas karena hal itu dianggap sebagai metoda untuk memperbaiki mutu. Namun, kebijakan tersebut ternyata mendapat tentangan dari banyak praktisi pendidikan. Lepas dari mana argumentasi yang lebih benar, namun ?pertentangan? tersebut merupakan bagian dari dinamika pendidikan nasional. Di sisi lain kalau banyak siswa yang belum pernah menerima materi yang di-unas-kan karena faktor keprofesionalan guru, hal itu merupakan bagian dari romantika pendidikan nasional.          Kemajuan jaman yang terlalu pesat akhir-akhir ini ternyata membawa berbagai fenomena baru yang bisa mereduksi nilai-nilai konsepsi filosofis pendidikan nasional; akibatnya konstruksi pendidikan nasional kita menjadi tidak kuat dan mengkhawatirkan kalau tidak segera dilakukan pengokohan nilai-nilai dasar pendidikan nasional. Sekarang sudah saatnya dilaksanakan pengokohan nilai-nilai dasar tersebut.
HDI INDONESIA TETAP RENDAH Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KOMPAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.456 KB)

Abstract

       Salah satu badan internasional yang bernaung di bawah organisasi PBB, United Nations Development Programme (UNDP), baru saja menjalankan ?ritual? tahunan dengan mengumumkan negara-negara menurut peringkat HDI-nya. Dalam laporan yang berjudul ?Human Development Report 2004? Indonesia ditempatkan di peringkat 111 dari 175 negara. Sementara negara-negara jiran seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina ada di peringkat yang lebih tinggi.          Singapura misalnya; negara jiran yang penduduknya tidak lebih dari jumlah penduduk Jakarta itu menempati peringkat 25 (tahun 2003 yang lalu di peringkat 28), jauh di atas Indonesia. Brunei Darussalam yang negaranya tidak seluas Jakarta di peringkat 33 (31); Malaysia yang pernah menjadi murid kita ada di peringkat 58 (58); sedangkan Thailand dan Filipina yang tujuh tahun lalu sama-sama dibantai krisis masing-masing di peringkat 76 (74) dan 83 (85).          Sebagaimana tahun-tahun yang sebelumnya, laporan UNDP yang ?biasa-biasa? saja itu pasti akan menimbulkan reaksi dari masyarakat, khususnya kaum intelektual dan birokrasi pemerintahan. Ada yang bersikap menerima, tidak percaya, mempertahankan diri, dsb. Laporan UNDP seperti itu sebenarnya bukan hal baru karena sudah dilakukan belasan tahun dan di setiap tahunnya dipublikasi secara luas. Sebagai penyedap laporan ditaruhlah bumbu-bumbu yang ditulis menurut persepsi tim studinya meskipun tidak seluruh data yang mendukung adalah data yang lengkap serta aktual. Ada juga data yang masih harus diklarifikasi validitasnya.
STRATEGI MENEMBUS PASAR GLOBAL (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang perusahaan tidak dapat lagi hanyamemusatkan perhatian pada pasar domestik mereka, betapa pun besarnya pasar ini. Banyak industri yang merupakan industri dunia, dan perusahaan yang beroperasi secara global akan mempunyai tingkat biaya yang lebih rendah serta kemasyhuran merek yang lebih luas. Tindakan-tindakan proteksi hanya mampu memperlambat masuknya produk-produk unggul: cara bertahan terbaik adalah dengan menyerbu seluruh dunia. Sekaligus, pemasaran global mengandung risiko besar karena fluktuasi mata uang, pemerintah yang tidak stabil, hambatan kaum proteksionis, biaya adaptasi produk dan komunikasi yang tinggi, serta beberapa faktor lain. Namun demikian, daur hidup produk internasional memberikan dukungan terhadap gagasan bahwa keunggulan komparatif di banyak industri akan berpindah dari negara biaya tinggi ke negara biaya rendah, dan karenanya perusahaan tidak dapat sekadar bertahan di pasar domestik dan berharap dapat mempertahankan pasar mereka. Langkah pertama adalah memahami lingkungan pemasaran internasional, khususnya sistem perdagangan internasional. Dalam mempertimbangkan pasar asing tertentu, karakteristik ekonomik, hukum politik serta budayanya harus diperhitungkan. PT Sorini Corporation merupakan perusahaan yang menghasilkan sorbitol (monosakarida polyhdric alcohol), yang merupakan bahan baku farmasi, pasta gigi, kosmetik dan sebagainya. PT Sorini Corporation mula-mula mempertimbang pasar yang mempunyai harga sorbitol tertinggi di dunia, yaitu Jepang. Kedua, perusahaan harus mempertimbangkan berapa besar proporsi penjualan di pasar asing terhadap sasaran total penjualannya, apakah perusahaan akan melakukan bisnis di beberapa negara saja atau di banyak negara dan negara seperti apa yang akan dimasuki. Pasar sorbitol di Jepang saja mencapai 400.000 metrik ton. PT Sorini hanya mampu mengekspor 4.000 metrik ton atau % saja. Pasar ekspor Sorini saat ini adalah Jepang (15%), Brazil (14%), Vietnam dan Amerika (12%) serta Nigeria (11%). Untuk pasar Uni Eropa dengan Common Agriculture Policy, semua produk pertanian dan produk turunan dengan bahan baku pertanian masih diproteksi. PT Sayap Mas Utama yang bermula dari Kongo, saat ini pasar ekspornya Nigeria (25 %), Filipina (18%), Kongo (12%), Angola (8 %), Ghana (6 %), Jepang (4%), Malaysia (4%), Thailand (3 %) dan Kamerun (3%). Sisanya, beberapa negara lain di Asia, Afrika, Eropa dan kawasan Pasifik.
KEBANGKITAN NASIONAL KEDUA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.539 KB)

Abstract

       Hari-hari ini adalah hari-hari yang lain daripada yang lain. Hari ini bangsa dan masyarakat Indonesia se-dang memperingati hari kebangkitan nasional (harkitnas), sebuah "hari besar" yang tak pernah terlewatkan. Banyak metoda yang dilakukan untuk memperingatinya; salah satu cara di antaranya adalah dengan mencoba "mengilmiahkan" kebangkitan nasional itu sendiri, yaitu dengan berseminar, diskusi, temu ilmiah, sarasehan, dan sebagainya.          Kalau  kita perhatikan dalam peringatan harkitnas beberapa tahun terakhir ini maka isu politis yang paling aktual adalah tentang kebangkitan nasional kedua. Hampir setiap pertemuan-pertemuan ilmiah dan pidato-pidato pejabat tidak pernah lupa menyinggung soal ini. Isu politis ini berawal mula dari adanya judgement terhadap berputarnya roda-roda pembangunan nasional kita dalam menghadapi tantangan-tantangan berat  pada era industrialisasi yang sedang kita lalui.          Isu kebangkitan nasional kedua tersebut muncul di permukaan ketika secara subjektif-kultural kita mencoba membandingkan berbagai kompleksitas budaya yang dihadapi  bangsa Indonesia pada awal abad ke-20 ini dengan kondisi budaya akhir abad yang sama. Kalau dulu masalah-masalah politis sangat dominan maka kompleksitas kultural bangsa kita kali ini lebih didominasi oleh masalah-masalah teknologi dan ekonomi global. Meskipun demikian secara subs tantif kompleksitas kultural  yang dihadapi oleh bangsa kita dalam dua kurun waktu itu sebenarnya relatif sama.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue