cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
SEKOLAH DASAR IDEAL: DELAPAN TAHUN ! Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.33 KB)

Abstract

       Meskipun masih merupakan rencana jangka panjang, akan tetapi gagasan penggabungan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) dalam sebuah pa-ket program pendidikan merupakan gagasan yang cukup me-narik diikuti sejak dini.       Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan, baru-baru ini mengkomunikasikan bahwa nantinya SD dan SMTP akan digabung dalam sebuah paket yang merupakan manifestasi dari pelayanan pendidikan dasar (basic education) di negara kita. Hal ini merupakan rencana jangka panjang dari Depdibud.Garis logika yang ditarik untuk membangun gagasan tersebut adalah berangkat dari "titik usia" yang dikait-kan dengan kesempatan kerja.       Bila SD (enam tahun) dan SMTP (tiga tahun) diada-kan penggabungan maka lama pendidikan dasar menjadi sembilan tahun, sedangkan usia masuk pendidikan dasar ialah enam tahun;  maka lulusan SD (pendidikan dasar sembilan tahun) nantinya adalah 15 tahun. Kiranya perlu dicatat bahwa angka "15" merupakan "usia kerja minimal" yang ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker); yang dalam artian bahwa komposisi tenaga kerja di negara kita secara formal diperhitungkan pada mereka yang usianya telah mencapai 15 tahun.
PASAL GLOBALISASI, "ANAK TELEVISI" DAN BUDI PEKERTI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.676 KB)

Abstract

       Perjalanan kultural bangsa Indonesia tengah memasuki era baru era industrialisasi dan era globalisasi. Kalau era industrialisasi tertandai dengan terjadinya transformasi pada konsentrasi sumber investasi maka era globalisasi tertandai dengan terjadinya transparansi hampir pada semua bidang kehidupan.       Kalau selama ini mayoritas masyarakat Indonesia masih meletakkan konsentrasi sumber investasi pada tanah pertanian dan perkebunan (preindustrial society),  maka kita dituntut mengubah ke permesinan dan jasa (industrial society).  Itu pun ternyata belum  cukup; karena di depan kita ada "mesin budaya" yang menarik kita untuk meletakkan konsentrasi sumber investasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi (post industrial society). Untuk menuju perjalanan ke depan diperlu-kan perjuangan yang tidak ringan karena sangat beragamnya potensi budaya antar kelompok masyarakat kita sendiri.       Sekarang ini kita sedang menghadapi gelombang perubahan yang maha dahsyat;  dari kultur yang konvensional menuju kultur yang tek-nologis, dari kultur yang semi tradisional menuju kultur yang modern. Semua ini menjadi tantangan baru bagi bangsa kita.       Dunia kita sekarang adalah dunia yang serba transparan;  dengan diaplikasikannya teknologi di semua bidang kehidupan maka terjadilah sistem informasi yang tak mengenal batas (borderless information). Dengan kekuatan teknologi maka sistem distribusi informasi sanggup menembus dinding-dinding geografis,  pagar-pagar sosial, filter-filter budaya dan tembok-tembok politik antar bangsa;  karenanya informasi yang terjadi di suatu tempat dapat dinikmati di tempat lain pada waktu yang sama.  Dunia global kita terasa menjadi sempit namun kita tetap dituntut memiliki wawasan luas untuk berenang didalamnya.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (20) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.747 KB)

Abstract

Untuk mendatangkan siswa agar ikut bimbingan, ketika itu menggunakan brosur yang dibagi ke sekolah-sekolah dan melalui Tes Uji Coba masuk Perguruan Tinggi Negeri serta iklan melalui Koran. Program Jaminan diterima ternyata mendapat sambutan yang luar biasa, sehingga siswa yang mendaftar bimbingan tes Primagama ketika itu jauh melebihi kapasitas gedung yang tersedia. Untuk menyewa gedung yang baru, tidak ada dana, karena hanya menerima pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- dan biaya bimbingan dibayarkan setelah siswa tersebut diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Hal itu terjadi karena Program Bimbingan kita adalah Program Jaminan Diterima, jika siswa tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri, maka siswa tidak membayar, tetapi kalau diterima di Perguruan Tinggi Negeri, maka siswa membayar sesuai dengan yang dijanjikan oleh siswa itu sendiri. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya, bahwa setiap kesulitan akan memunculkan kreatifitas dan inovasi yang luar biasa, kalau kita bersikap mental positif. Ibaratnya, ketika Tuhan menutup satu pintu, Tuhan akan membuka pintu lain yang lebih banyak. Kita sebenarnya berkeinginan untuk menerima siswa sebanyak-banyaknya, tetapi kami yang mahasiswa miskin tidak mampu menyediakan fasilitas, karena keterbatasan kemampuan. Dengan sikap mental positif, usaha dan doa akhirnya pintu Tuhan yang lain itu mulai terbuka. Akhirnya kita memutuskan untuk melakukan seleksi siswa yang masuk bimbingan. Setelah melakukan seleksi yang cukup ketat, dengan model soal serupa dengan tes masuk Perguruan Tinggi Negeri menjadikan siswa yang lulus seleksi ada perasaan bangga, karena merasa telah menyisihkan banyak saingan, yang menjadikan mereka mempunyai motivasi yang tinggi sebagai pemanasan memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Tes seleksi tersebut juga sudah merupakan alat promosi yang cukup ampuh.  Hasil dari tes seleksi tersebut, yang lulus dan masuk menjadi siswa bimbingan tes kebanyakan berasal dari SMA Favorit, seperti SMA N I, SMA N II, SMA N III dan SMA favorit lainnya, sehingga siswanya bagus-bagus. Mereka di sekolah juga sudah dibimbing oleh Guru mereka yang hebat-hebat. Mereka telah memiliki bekal yang lengkap dari Guru mereka. Ibaratnya kita hanya memoles sedikit saja, yaitu polesan dengan bumbu khusus untuk Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Kalau siswa berasal dari SMA bagus-bagus, bahasa kasarnya “tidak dibimbing saja sudah bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri, apalagi dibimbing”. Meskipun hanya membayar uang pendaftaran, tetapi kami membimbing mereka dengan sungguh-sungguh, karena kita berharap mereka masuk Perguruan Tinggi Negeri. Selain dibimbing di kelas dengan gaya pengajaran yang menyenangkan, diajari teknik memprediksi soal yang akan keluar di ujian Perguruan Tinggi Negeri dan difahamkan bagaimana mengerjakan soal secara cepat dan benar. Uji coba tes memasuki Perguruan Tinggi Negeri dilakukan berkali-kali dengan melibatkan peserta dari luar. Kerja keras pengurus, pembimbing (tentor) dan siswa sendiri dengan diiringi doa akhirnya terbukti membuahkan hasil. Pendidikan di bimbingan tes Primagama di akhiri dengan penyiapan mental mereka untuk menghadapi tes. Mulai dari pembekalan psikologi sampai doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Penerima Doa. Mereka juga diminta untuk memohon doa kepada kedua orang tua mereka. Dalam doa tersebut biasanya sebagian dari mereka ada yang menangis. Setelah tes masuk Perguruan Tinggi Negeri, hasilnya siswa yang bisa masuk mendekati angka 90 %. Luar biasa, karena siswanya memang sudah pandai-pandai, berasal dari SMA Favorit. Prestasi merupakan salah satu bukti yang membuat pelanggan itu mempercayai kita.  
KESEIMBANGAN PENDIDIKAN SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.297 KB)

Abstract

Jum’at tanggal 3 Juli 2009 hari ini Tamansiswa genap berusia 87 tahun kalau dihitung dari hari kelahirannya. Lahir di Kota Yogyakarta dengan nama Perguruan Nasional Tamansiswa, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa, pada tanggal 3 Juli 1922; lembaga ini segera berkiprah di masyarakat untuk mengembangkan konsep-konsep pendidikannya. Berbicara tentang Tamansiswa tidak dapat dilepaskan dari Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Bukan saja beliau merupakan pendiri tetapi konsep-konsep pendidikan Ki Hadjar terus dikembangkan secara konsisten oleh Tamansiswa. Bahwa (sebagian) konsep pendidikan Ki Hadjar juga dikembangkan dalam mengimplementasi pendidikan nasional memang benar; namun demikian Tamansiswa-lah yang paling setia menjaganya dalam situasi dan kondisi yang silih berganti.
STRATEGI MASUK UNIVERSITAS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.982 KB)

Abstract

       Ketidak-seimbangan antara kuantitas lulusan SMTA dengan daya tampung perguruan tinggi masih merupakan ciri khas utama di dalam sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. Demikian besarnya ratio calon terhadap daya tampung menyebabkan setiap calon harus punya strategi untuk dapat merebut satu jatah kursi dari sekian ribu yang disediakan.      Mengandalkan motivasi saja nampaknya amat mustahil untuk bisa meraih sukses, demikian pula hanya mengandalkan latar belakang ekonomi/dana. Sedangkan mengandalkan kepandaian saja nampaknya juga belum memberikan kepuasan dan kemantapan penuh oleh karena faktor luck masih sangat sering berbicara dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.       Tentu semua itu merupakan hal yang menarik. Coba kalau anda memiliki persediaan waktu yang cukup untuk mengadakan penelitian (research) maka dari data yang masuk secara dini sudah dapat diin-terpretasi bahwa tak semua calon yang gagal masuk perguruan tinggi memiliki aikyu yang lebih rendah dari mereka yang lolos sensor.       Dari itu semua kemudian timbullah beberapa pertanyaan, "Kena-pa demikian ...?",  dan kemudian, "Lalu bagaimana resep untuk dapat masuk perguruan tinggi?".       Meski kedua pertanyaan tersebut  tidak mudah  untuk menjawab-nya tetapi saya sangat yakin bahwa kita akan lebih pandai mengajukan jawaban untuk pertanyaan yang pertama daripada pertanyaan yang kedua atau yang terakhir, sebab meskipun tak formal banyak di antara masyarakat kita yang sesungguhnya boleh diberi predikat "pengamat pendidikan dan sosial".
PEMBARUAN KURIKULUM SEJARAH Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.28 KB)

Abstract

       Sekitar satu bulan yang lalu saya  diminta memberikan presentasi mengenai perkembangan pendidikan di hadapan para pejabat Departe-men Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) di Jakarta.  Dari sekian banyak pejabat yang hadir waktu itu adalah  Kepala Pusat Kurikulum Djamil Ibrahim, Kepala Pusat Pengujian Yahya Nasution, Direktur Pendidikan Dasar Achmad D.S., dan sebagainya.       Ketika pembicaraan menyangkut kurikulum  saya sampaikan pen-dapat saya bahwa sekarang ini Kurikulum 1994 belum perlu dirombak atau dikutak-kutik; bahkan secara kelakar saya kemukakan Kurikulum 1994 tidak perlu "diobok-obok". Alasannya, bukan karena kurikulum itu telah sempurna  tetapi secara metodologis masih diperlukan waktu bagi Kurikulum 1994 itu sendiri untuk membuktikan kehandalannya. Saya mengingatkan bahwa umur Kurikulum 1994 sebenarnya belum genap tiga tahun mengingat dahulu sistem implementasinya dilakukan secara bertahap. Secara teoretik-akademis tidak lazim kurikulum yang masa berlakunya belum genap lima tahun harus diperbarui, apalagi harus dirombak total.       Meskipun dalam diskusi yang sangat dinamis dan transparan saat itu banyak pendapat yang berkembang misalnya ada salah satu peserta menginginkan kita ini hendaknya memiliki lebih dari satu kurikulum untuk setiap periodenya,  tetapi ketika itu tidak ada informasi tentang rencana pemerintah untuk memperbarui kurikulum kita. Pak Djamil sendiri selaku Kepala Pusar Kurikulum tidak menyampaikan rencana pembaruan kurikulum.       Informasi itu kiranya perlu ditransparansikan untuk mendasarkan rasa surprise saya demi mendengar adanya rencana pemerintah kita untuk memperbarui kurikulum yang sedang diaplikasi sekarang ini di sekolah dasar dan menengah;  dalam hal ini tentu saja yang dimaksud adalah satuan SD, SLTP sampai SMU.
PERSOALAN AKADEMIK-POLITIK PENDIRIAN ASEAN UNIVERSITY Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN BERNAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.32 KB)

Abstract

       Akhir-akhir ini pembicaraan tentang ide pendirian ASEAN University yang dimaksudkan sebagai realisasi atas kerja sama negara-negara ASEAN di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, tengah menghangat; hal ini lebih dirasakan di kalangan akademik. Ide ini sesungguhnya telah muncul sejak lama,  yaitu sesaat setelah PBB memproklamasikan berdirinya "United Nation (UN) University" beberapa waktu yang lalu. Kerangka berfikirnya bersifat analogis; apabila di tingkat internasional telah berdiri UN University maka di tingkat regional ASEAN pun kiranya perlu didirikan "ASEAN University" untuk menghimpun "kekuatan" pendidikan (tinggi) bangsa-bangsa ASEAN.          Ide pendirian ASEAN University tersebut teraktu-alisasi dan terformulasi dalam KTT IV ASEAN di Singapura beberapa waktu yang lalu;  meskipun dalam forum tersebut pembicaraan masih berkisar pada gagasan dan belum menyen tuh masalah-masalah yang bersifat teknis operasional. Kalau sekarang ini ide tersebut menghangat kembali tentu tidak lepas  dari formulasi atau "komitmen" yang terjadi di Singapura tempo hari.         Ide pendirian ASEAN University sekarang ini memang kembali menghangat bersamaan dengan dilangsungkannya si-dang ASEAN Sub Committee on Education (SCOE) di Jakarta. Dalam forum yang dibuka oleh  Menteri Pendidikan dan Ke-budayaan RI, Fuad Hassan,  dan dihadiri oleh wakil-wakil dari negara-negara ASEAN ini masalah pendirian perguruan tinggi secara "bersama" memang pantas diagenda untuk di-bahas. Bahkan Pak Fuad pun sempat memberikan pendapatnya mengenai hal itu.
AWAS, PROSTITUSI ADALAH TRANSITO AIDS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.682 KB)

Abstract

 Pada tanggal 21 Juni yang lalu, di Yogyakarta telah diselenggarakan Seminar tentang AIDS dan Prostitusi, yang diusahakan oleh Yayasan Studi dan Kerja Nyata Indonesia dengan mengundang pemrasaran-pemrasaran antara lain dari UGM-Yogya, UNS-Solo, Undip-Semarang. Penulis, yang bertindak sebagai salah seorang ketua Panitia, meringkas beberapa makalah untuk disajikan kepada para pembaca.       Belakangan ini di dunia dikejutkan dengan munculnya jenis penyakit baru yang benar-benar sangat mencemaskan dan menakutkan, Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang lebih populer dengan sebutan AIDS.       Penyakit ini termasuk cukup ganas, baik dari segi penurunan kekebalan tubuh manusia yang diserangnya maupun dari segi penyebarannya ke berbagai wilayah penjuru dunia. Guna mengatasi menurunkan kekebalan tubuh manusia maka sampai saat ini belum ditemukan "terapi" atau cara-cara pengobatan dan pencegahan yang memuaskan.       Sedangkan dari segi penyebarannya juga tergolong cukup dahsyat. Penyakit yang baru ditemukan pada tahun 1981 (ada yang melaporkan pada tahun 1979) ini setidak-tidaknya kini telah "menyerang" lebih dari 40 negar di seluruh benua; dari Amerika sampai Asia. Lama atau tidak penyakit ini pada akhirnya juga akan sampai di negara kita bila tidak diadakan tindakan-tindakan yang bersifat preventif sedini mungkin. Yang jelas kita pernah mendapat kunjungan turis yang membawa AIDS sampai meninggal.
KREATIVITAS DALAM PERIKLANAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru. Sedangkan inovasi merupakan aplikasi dari gagasan atau ide baru tersebut. Kita semua sesungguhnya merupakan makhluk kreatif, tetapi karena kreativitas ini jarang dipraktekkan secara rutin , maka akhirnya kreativitas ini menjadi lumpuh, ibarat otot-otot seorang yang tidak pernah dilatih. Untuk menciptakan ide yang orisinil tidaklah mudah. Bahkan Voltai mengatakan bahwa “Orisinil itu tidak ada, yang ada adalah tiruan yang bijaksana”. Kreativitas hampir selalu di gunakan dalam periklanan, karena kreativitas dapat membantu periklanan dalam memberi informasi, membujuk, mengingatkan, meningkatkan nilai dan dapat “meledakkan” periklanan. Sosiolog asal Jerman, Max Weber menentukan bahwa orang berfikir dengan menggunakan dua cara, yaitu cara berfikir obyektif, rasional, berdasarkan fakta dan cara berfikir kualitatif, intuitif, berdasarkan nilai. Sebagai contoh, ketika menjawab tes menggunakan gaya berfikir rasional dan berdasarkan fakta. Sedangkan ketika membeli mobil mencoba, menggunakan intuisi dan pengetahuan untuk membuat keputusan yang bernilai kualitatif dari feature, gaya dan kinerja mobil terhadap harga mobil. Kebanyakan teori berfikir sesuai dengan dua kategori umum, yaitu cara berfikir berdasarkan fakta dan cara berfikir berdasarkan nilai. Jika pemasang iklan lebih menyukai  gaya berfikir berdasarkan fakta, maka akan mencari agen periklanan yang menghasilkan iklan yang  sederhana, langsung, rasional dan banyak menggunakan data. Printer Hewlett-Packard yang ditangani oleh agen periklanan Saatchi & Saatchi menggunakan pendekatan ini.   Demikian pula iklan Clear lebih menonjolkan fakta. Tetapi jika tim kreatif lebih menyukai gaya berfikir berdasarkan nilai, cenderung  menghasilkan iklan yang lembut, halus, intuitif, emosional  dan kiasan.  Iklan Nike dan BMW menggunakan pendekatan ini.  Iklan Sunsilk Clean & Fresh dari PT. Unilever yang menampilkan wanita berkerudung dengan bintang iklan Inneke Koesherawati merupakan iklan dengan pendekatan berpikir berdasarkan nilai. Iklan ini menarik, dengan menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu tidak ada rambut yang ditampilkan, tidak seperti dengan iklan shampoo lainnya yang menampilkan model rambut indah berkilau. Terobosan yang cerdik ini membidik wanita berkerudung atau wanita yang rambutnya dalam keadaan tertutup, misalnya karyawan pabrik yang mengenakan tutup kepala yang selama ini tidak terlayani dengan baik. Iklan ini telah terbukti sukses di Malaysia dan diharapkan sukses pula di Indonesia. Meskipun demikian ada pula yang justru mengkombinasikan antara pendekatan keduanya.
PENDANAAN PENDIDIKAN DALAM RUU SISDIKNAS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.428 KB)

Abstract

       Kiranya siapa pun dapat memaklumi  kalau kita ingin segera memiliki undang-undang pendidikan yang baru sebagai penyempurna undang-undang pendidikan yang sekarang masih dipakai, yaitu UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tentunya yang diinginkan undang-undang yang baru lebih berkualitas, dalam hal ini lebih substantif dan antisipatif,  kalau dibandingkan dengan undang-undang yang ada sekarang ini.          Akan sangat "lucu" apabila undang-undang pendidikan yang baru nantinya tidak memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan undang-undang yang ada sekarang ini.  Untuk mengetahui apakah undang-undang yang baru memiliki kualitas yang lebih baik kita dapat mengkritisi RUU Sisdiknas  yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu.          Direncanakan,  pada tanggal 2 Mei 2003  bertepatan  dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) nanti RUU Sisdik-nas yang mutakhir  (sekarang edisi 3 Februari 2003)  sudah dapat disahkan menjadi undang-undang. Dengan demikian diharapkan pa-da tanggal 2 Mei 2003 nanti kita telah memiliki undang-undang pen-didikan yang baru sebagai penyempurna undang-undang pendidikan yang ada  untuk dijadikan pedoman  dalam penyelenggaraan pendi-dikan di masa-masa yang akan datang.          Masalahnya sekarang ialah,  apakah RUU Sisdiknas yang ada sekarang ini memang sudah layak disahkan menjadi undang-undang? Apakah RUU Sisdiknas  yang ada sekarang sudah bebas dari segala kelemahan atau bahkan kekeliruan?  Masalah inilah yang perlu men-dapat klarifikasi secara objektif.

Page 17 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue