cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
JUAL BELI BUAH BELUM NYATA HASILNYA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.692 KB)

Abstract

Rasulullah s.a.w. melarang menjual buah-buahan yang belum nyata hasilnya. Al-Laits berkata : Telah diriwayatkan dari Abu Az-Zinad bahwa Urwah bin Az-Zubair menceritakan dari Sahal bin Abi Hatsmah Al Anshari (dari bani Haritsah), dia telah menceritakan kepadanya dari Zaid bin Tsabit r.a., dia berkata, ”Orang-orang pada masa Rasulullah s.a.w. melakukan jual-beli buah-buahan. Apabila mereka telah panen dan tiba waktu membayar, maka pembeli berkata,’Sesungguhnya buahnya busuk, kena penyakit, layu…’(jenis-jenis penyakit yang mereka jadikan dalih). Maka Rasulullah s.a.w. bersabda ketika banyak terjadi perselisihan dalam hal itu, ’Jika begitu, janganlah tuan-tuan berjual beli hingga telah nyata benar buah itu baik.’ Selaku orang yang suka bermusyawarah (demokratis), beliau memimpinkan hal itu karena banyaknya terjadi pertikaian antara sesama mereka” (Bukhari). Kharijah bin Zaid bin Tsabit telah mengabarkan kepadaku bahwa Zaid bin Tsabit tidak menjual buah di kebunnya hingga terbit tsuraya, maka jelaslah mana yang kuning dan mana yang merah. Abu Abdillah berkata,” Riwayat itu telah dinukil oleh Ali bin Bahr, Hakkam telah menceritakan kepada kami, Anbasah telah menceritakan kepada kami dari Zakariya, dari Abu Az-Zinad, dari Urwah, dari Sahal, dari Zaid.” Menurut Ibnu Hajar Asqalani, tsuraya adalah bersamaan dengan terbit fajar. Abu Daud meriwayatkan melalui jalur Atha’ dari Abu Hurairah, Nabi s.a.w. bersabda :”Apabila bintang telah terbit di pagi hari, maka diangkatlah segala hama dari setiap negeri.” Sementara dalam riwayat Abu Hanifah dari Atha’ disebutkan. ”Hama diangkat dari buah-buahan.” Adapun bintang yang dimaksud adalah tsuraya. Munculnya bintang inni pada pagi hari terjadi pada musim panas, dimana saat itu cuaca sangat panas di Hijaz dan merupakan awal masa masaknya buah-buahan. Dengan demikian, yang menjadi pedoman adalah masaknya buah-buahan, sedangkan terbitnya bintang tsuraya menjadi tanda bagnya.  Dari Malik, dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar r.a. bahwasannya Rasulullah s.a.w. melarang menjual buah-buahan hingga tampak masak. Beliau melarang penjual-pembeli (Bukhari). Juga dari Humaid Ath-Tawil, dari Anas r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melarang menjual buah kurma hingga masak, Abdu Abdillah berkata, ”Maksudnya hingga memerah.”  Demikian pula dari Jabir r.a. katanya : ”Rasulullah s.a.w. melarang menjual buah-buahan, kecuali setelah menjadi (tampak) baik” (Bukhari dan Muslim). Juga dari Jabir bin Abdullah r.a., katanya : ”Nabi saw, melarang menjual buah-buah sebelum masak. Lalu ditanyakan orang kepada beliau, ”Bagaimanakah buah yang masak ?”Jawab Nabi saw., ”Kemerah-merahan, kekuning-kuningan dan dapat dimakan seketika” (Bukhari). Riwayat lain dari Anas bin Malik r.a, katanya : ”Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melarang menjual buah-buahan sebelum masak. Lalu ditanyakan orang kepada beliau, ”Bagaimanakah yang masak itu ?” Sabda Nabi s.a.w., ”Sehingga merah,” Kemudian beliau melanjutkan, ”Bagaimanakah jadinya kamu, apabila Allah telah melarang (menjual) buah-buahan (yang masih muda), dengan jalan mana seseorang kamu (seolah-olah) mengambil harta saudaranya.” (Bukhari). Selain melarang menjual buah-buah sebelum masak, Rasulullah s.a.w. melarang menjual kurma basah dengan kurma kering. Dari Abdullah bin Umar r.a. katanya : ”Rasulullah s.a.w.  bersabda : ”Janganlah kamu jual buah-buahan hingga nyata hasilnya, dan jangan kamu jual kurma basah dengan kurma kering” (Bukhari).
PERGURUAN TINGGI KELAS DUNIA DARI JATIM Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN JAWA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.411 KB)

Abstract

       Publikasi tentang hasil pemeringkatan perguruan tinggi (PT) berkelas dunia yang dilakukan lembaga Centro de Información y Documentación (CINDOC) yang bermarkas di Spanyol dalam “Webometrics Ranking of World Universities” baru saja dilakukan. Pada akhir Januari lalu hasil pemeringkatan tersebut sudah dapat dilihat di internet serta media massa lainnya. Ratusan juta masyarakat dunia, khususnya dunia pendidikan tinggi, merasa “plong” atas publikasi tersebut; meskipun tidak menafikan sebagian anggota masyarakat yang justru menjadi penasaran.          Publikasi rutin CINDOC memang banyak dinantikan orang; pasalnya publikasi ini dianggap sangat kredibel dan spesifik oleh masyarakat pendi-dikan tinggi di samping dua publikasi lainnya yang dilakukan oleh Times di Inggris dan Shanghai Jiao Tong University (SJTU) di China.          Kespesifikasian publikasi CINDOC yang tidak dimiliki Times dan SJTU ialah tingginya skor atas familiaritas warga kampus terhadap peman-faatan internet untuk melaksanakan pembelajaran. Seperti kita ketahui, untuk menentukan peringkat sebuah PT maka CINDOC mendasarkan  pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet pada PT yang bersangkutan dalam berkomunikasi akademis melalui web (website). Itulah sebabnya publikasi CINDOC ini memiliki “trade mark” Webometrics.
TRANSFORMASI KONSEPSIONAL UNIVERSITAS TERBUKA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.039 KB)

Abstract

       Apabila kita sempat membuka lembaran sejarah pendidikan maka akan kita temukan tanggal yang sangat memorial di bulan September sepuluh tahun yang silam;  yaitu tanggal 4 September 1984 yang telah menandai kelahiran satu-satunya perguruan tinggi nonkonvensional (nonconventional university)  di negara kita yang kemudian dinamakan dengan Universitas Terbuka (UT).           Kerinduan akan lahirnya UT sebagai salah satu manifestasi dari lembaga pendidikan terbuka memang sudah tersimpan semenjak lama; setidak-tidaknya sejak empat belas tahun sebelumnya ketika UNESCO memberikan rekomendasi akademik tentang kemungkinan dikembang-kannya sistem pendidikan "jarak jauh" (distance learning) atau sistem pendidikan terbuka (open learning) di Indonesia untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.  Rekomendasi akademik ini oleh Depdikbud segera direalisasi dalam berbagai bentuk;  antara lain SPG Udara, Siaran Radio Pendidikan, SMP Terbuka, dan sebagainya. UT adalah bentuk lain dari realisasi sistem pendidikan terbuka.          Memang, sebagaimana dengan lahirnya suatu inovasi yang selalu direspon maka lahirnya UT pun saat itu juga tak luput dari tanggapan masyarakat; dari yang bulat-bulat pro sampai yang mentah-mentah kontra. Tentunya kita masih ingat juga ketika UT akan diresmikan terdengar adanya kesangsian tentang kecocokan sistem belajar nonkonvensional itu sendiri  di tangah-tengah masyarakat kita yang masih agraris; baik dari segi fisik maupun mental dan budayanya.
SLTP, PRIORITAS ANGGARAN PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.524 KB)

Abstract

       Bidang pendidikan senantiasa mendapatkan perhatian  yang maha serius dari berbagai kalangan,  baik kalangan pemerintah maupun ma-syarakat. Hal ini disebabkan karena disadari pendidikan merupakan media dan sarana yang paling potensial untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia.  Asumsinya sederhana:  kalau pendidikan dapat ditangani secara proporsional maka pengembangan mutu sumber daya manusia akan lebih dekat realisasinya,  sebaliknya kalau penanganan pendidikan dilakukan kurang proporsional maka pengembangan mutu sumber daya manusia tentu banyak mengalami hambatan.       Itulah sebabnya  maka setiap RAPBN diumumkan  oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Presiden RI,  maka anggaran pendidikan selalu mendapat perhatian untuk dicermati nilainya;  apakah anggaran sektor pendidikan mengalami kenaikan nilai atau bahkan justru mengalami penurunan angka.       Sebagaimana dengan dinamika yang terjadi pada RAPBN itu sen-diri maka anggaran sektor pendidikan pun mengalami dinamika dalam angka-angkanya. Didalam sejarahnya anggaran sektor pendidikan dari tahun ke tahun senantiasa mengalami pasang surut; terkadang naik dan terkadang turun apabila dibandingkan dengan anggaran dalam APBN yang sedang berjalan.        Tahun ini RAPBN 1997/1998  baru saja  diumumkan pemerintah melalui Sidang Paripurna DPR yang di samping dihadiri wakil rakyat juga dihadiri oleh para pejabat tinggi negara,termasuk Wakil Presiden Try Soetrisno.  Penyampaian nota keuangan dan RAPBN oleh Presi-den Soeharto yang disampaikan pada tanggal 6 Januari 1997 yang lalu tidak saja mendapatkan perhatian para wakil rakyat yang menghadiri sidang,  akan tetapi juga mendapatkan perhatian rakyat Indonesia pada umumnya;  lebih daripada itu pidato presiden juga mendapat perhatian dari para analis di luar negeri.
PENELITIAN SARJANA PENDIDIKAN MASIH DI SEKITAR "RUMAH TANGGA" Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.621 KB)

Abstract

       Salah seorang tokoh ilmu masa depan ("futurologi"), Daniel Bell, dalam bukunya yang berjudul "The Coming of Post Industrial Society" telah memprediksi bahwa di dalam era post-industri (industri lanjut) maka penelitian (research) akan memegang peran yang cukup dominan. Lebih dari itu para ilmuwan (scientists) dan para peneliti (researchmen) akan menjadi "dominant figures" di mata masyarakat.       Ilustrasi tersebut menunjukkan kepada kita bahwa penelitian bersifat prospektif fungsional untuk mengantisipasi perubahan jaman untuk menuju era post-industri.       Dan di perguruan tinggi bahkan penelitian terakui sbg salah satu aktivitas akademik yang harus dikembangkan (=dibiasakan). Hal ini secara eksplisit termanifestasikan pada salah satu dharma dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan-penelitian pengabdian masyarakat.       Bagi seorang "mathisme" (seseorang yang selalu ingin "mematematikkan" segala sesuatu)  maka penelitian mempunyai porsi sebesar 33,33% dari seluruh aktivitas akademik di perguruan tinggi,  baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.  Ini berarti pula bahwa sepertiga aktivitas akademik di perguruan tinggi terkonsentrasikan pada kegiatan penelitian atau research.
FULFILLMENT AND SUPPORT STRATEGY Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Gary Hamel, fulfillment & support strategy merupakan elemen dari customer interface. merupakan elemen ketiga dalam konsep bisnis di era sulit. Elemen dari Fulfillment & support strategy mengacu pada strategi perusahaan memasuki pasar, bagaimana mencapai konsumen, jenis pelayanan pelanggan apa yang ditawarkan dan tingkat pelayanan bagaimana yang diberikan. Perusahaan yang melakukan revolusi strategi, misalnya Google.com, ThinkFree.com, Hotmail.com dan Nokia. Google.com merupakan fenomena luar biasa di Internet, dengan menyediakan mesin pencari yang gratis kepada konsumennya. Pendapatannya diperoleh dari iklan yang sangat mencengangkan. Di usia yang baru menginjak 10 tahun, perusahaan ini memiliki dana tunai lebih dari 8 milyar dolar dan kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari 100 milyar dolar yang boleh dikatakan lebih kaya dari negara-negara kecil. ThinkFree.com menggunakan strategi dengan membolehkan pemakainya menyimpan data penting di Web dan bekerja di dokumen Microsoft Office mereka melalui komputer mana saja. Hotmail.com memakai strategi dengan melakukan pelayanan e-mail gratis yang dapat diakses dari setiap komputer di mana saja dan untuk membuat perangkat lunak berfungsi dengan baik tidak perlu di-download.Dalam waktu 18 bulan beranjak dari 0 menjadi 10 juta pengguna, pertengahan 1999, layanan Hotmail mencapai 40 juta pengguna sekaligus mengungguli pemimpin sebelumnya, AOL yang hanya 18 juta pengguna.   Hotmail akhirnya diakuisisi oleh Microsoft dan pada awal Mei 2007 penggunanya telah mencapai 230 juta dan melayani e-mail 100 juta per hari. Strategi Hotmail saat ini dalam melayani e-mail mengandalkan kecepatan, kehandalan, kemudahan penggunaan dan integrasi yang mudah dengan pelayanan komunikasi dan internet lainnya. Saat ini Hotmail menjadi perusahaan yang terbesar dan terkenal dunia dalam pelayanan e-mail berbasis web. Nokia  merupakan perusahaan kecil yang tidak dikenal dan berasal dari pinggiran kutub utara yang sebelumnya hanya memproduksi ban salju dan karet sepatu boot. Nokia menggunakan strategi dengan mengubah teknologi analog menjadi digital dan mampu memahami pelanggannya yang pada 1994 penjualan hanya mencapai 26 juta, tetapi meledak menjadi 300 juta pada 1999, sehingga Nokia mampu mengunggulu Motorola yang menjadi pemimpin pasar sampai 1997. Pada 2006, penjualan Nokia mencapai 41,1 milyar euro dan keuntungan 5,5 milyar euro. Sekarang Nokia merupakan perusahaan teknologi tinggi dengan pertumbuhan tercepat di Eropa dan akhirnya menjadi nomor satu di dunia dalam bidang industri seluler.  
PROBLEMATIK TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.82 KB)

Abstract

       Orang Cina memiliki pepatah yang khas, "jamu yang manjur pahit rasanya". Pepatah ini bisa diaplikasi untuk melukiskan  betapa sulitnya membuat kemasan audio-visual bagi program-program pengajaran yang berisi dan mendidik (manjur) sekaligus tak menjemukan (pahit). Mengaudiovi-sualkan program yang berisi tidak mudah, membuat program yang tidak menjemukan  juga tidak gampang;  tetapi lebih tidak gampang lagi mengaudiovisualkan program pengajaran yang berisi sekaligus tidak menjemukan.          Kenyataannya problematika itulah yang sampai kini dihadapi oleh Televisi Pendidikan Indonesia (TPI); yaitu membuat program-program pengajaran yang secara material berisi dan secara medional menarik pirsawan untuk mengi-kutinya. Ini tidak gampang! Sudah berulang kali TPI (via Pustekkom Depdikbud) memproduksi paket "Pendidikan Mate-matika" (misalnya),  tetapi berulang kali pula hasilnya tidak optimal.  Yang terjadi: "ilmu" Matematikanya cukup padat tetapi penyajiannya terkesan hambar sehingga pir-sawan menjadi enggan mengikutinya.  Artinya, benar bahwa paket Matematika ini sarat ilmu (manjur) akan tetapi ti-dak menarik ditonton atau diikuti (pahit).          Dalam kapasitasnya sebagai lembaga pertelevisian yang mengemban misi utama pendidikan, termasuk di dalam-nya pengajaran, maka TPI mau tidak mau harus dapat menya jikan program-program pendidikan,  khususnya pengajaran, yang materinya memang padat berisi serta dari sisi media memang menarik minat pemirsanya (interestable).
PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT (1) Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.13 KB)

Abstract

       Pendidikan dan kebudayaan sering diibaratkan se-bagai dua sisi dari sekeping mata uang, kalau pendidikan merupakan satu sisi dari keping mata uang tersebut maka kebudayaan merupakan sisi yang lainnya. Begitu pula yang sebaliknya, kalau kebudayaan merupakan satu sisi dari keping mata uang tersebut maka pendidikan merupakan sisi yang lainnya.           Pengibaratan tersebut ingin  melukiskan demikian eratnya hubungan atau kaitan di antara pendidikan dengan kebudayaan.  Implikasi konotatifnya adalah apabila dalam  dunia pendidikan terjadi perubahan-perubahan maka hal ini pun secara langsung maupun tak langsung akan terjadi dalam dunia kebudayaan.          Eratnya hubungan antara pendidikan dan kebudayaan juga sering dilukiskan dalam suatu hubungan timbal balik (reciprocal relationship);  artinya hubungan yang saling mempengaruhi.  Implikasinya apabila terjadi fenomena-fe- nomena tertentu dalam dunia pendidikan maka fenomena ini akan berpengaruh bagi dunia kebudayaan,  demikian pula yang sebaliknya, bila terjadi fenomena-fenomena tertentu dalam  dunia kebudayaan maka fenomena ini akan berpenga-ruh bagi dunia pendidikan. Dengan bahasa lain terjadinya "kegegeran" dalam dunia pendidikan akan menimbulkan "ke-gegeran" dalam dunia kebudayaan,  demikian pula hal yang sebaliknya.
BISNIS ORANG SABA’ (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang Saba’ sejak abad ketujuh Sebelum Masehi (SM) telah menempati Yaman. Orang Saba’ hidup dari 750 SM sampai 115 SM dengan satu kali perubahan gelar raja sekitar 610 SM. Pada periode pertama raja mereka bergelar Mukarrib. Dua mukarrib terdahulu adalah Yatsa’amar dan Karibail, disebutkan dalam kitab sejarah Assyiria dari Sargon II dan Sennacherib, yang memerintah pada abad ke 8 sampai abad ke 7 SM. dan Ibukota Saba’ ketika itu adalah Sharwah yang reruntuhan bangunannya di sebelah barat kota Ma’rib sejauh satu malam perjalanan ketika itu dan dikenal dengan nama Kharibah. Bangunan utamanya adalah kuil Almaqah- Sang Dewa Bulan. Pada periode pertama tersebut mulai dibangun bendungan Ma’rib yang menjadikan Saba menjadi daerah yang subur.  Di tanah Saba tumbuh pohon rempah-rempah, gaharu dan tumbuhan beraroma untuk penyedap masakan atau kemenyan untuk upacara kenegaraan atau keagamaan di gereja. Komoditas unggulan perdagangan kuno adalah cendana. Di pasar tersebut terdapat produk langka dan bernilai tinggi, seperti mutiara dari Teluk Persia, bumbu masak, kain dan pedang dari India, sutera dari Cina, budak, monyet, gading, emas, bulu burung unta dari Etiopia. Barang dagang yang diimpor meliputi kain berwarna ungu yang kasar dan halus, pakaian model Arab, dengan lengan polos, dibordir atau dirajut dengan emas, bubuk kunyit, daun pandan, kain muslin, rompi tebal, selimut yang polos atau yang dibuat berdasarkan model setempat, selempang dalam beragam warna, balsem beraroma dalam jumlah yang cukup banyak, minuman anggur dan gandum dalam jumlah yang tidak banyak. Orang Saba merupakan orang Phoenesia dari laut selatan. Mereka mengenal rute perjalanan, karang dan pelabuhannya, menguasai pergantian musim dan memonopoli perdagangan selama satu seperempat abad terakhir sebelum Masehi. Orang Saba membangun rute perjalanan darat antara Yaman dan Suriah di sepanjang pesisir barat semenanjung Arabia, yang mengarah ke Mesir, Suriah dan Mesopotamia. Jalur ke Suriah membuka pintu masuk ke Mediterania di Gazza (Gaza). Dari Hadramaut, yang kaya hasil wewangiannya, jalur kafilah mengarah ke Ma’rib, ibukota Saba dan dari Ma’rib bertemu dengan rute perdagangan yang utama. Di sepanjang rute selatan ke utara orang Saba membangun berbagai koloni mereka. Pada masa kejayaannya raja-raja Saba memperluas jajahan mereka ke seluruh kawasan Arab Selatan dan menjadikan kerajaan tetangganya Minea menjadi jajahannya. Negeri yang baik tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Saba’ ayat 15 : Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.  
MUTU SLTP KITA RENDAH? Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SURABAYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.806 KB)

Abstract

       Pengumuman hasil Ebtanas SLTP dilakukan serentak hari ini, Senin, 30 Mei 1994.  Kalau dari data statistik Ebtanas SLTP tahun ini,  yang sudah berlangsung 9 s/d 11 Mei yang lalu,  diikuti oleh sekitar dua juta siswa maka pengumuman Ebtanas SLTP kali ini "disambut" oleh belasan juta orang; terdiri dari para siswa SLTP, orang tua, gu-ru, birokrasi dan praktisi pendidikan lainnya.          Seandainya setiap pengurus sekolah membuat aturan yang mewajibkan untuk tertawa sekeras-kerasnya bagi yang berhasil Ebtanas dan lulus serta menangis sekeras-keras-nya bagi yang gagal dan tidak lulus  maka hari ini suara tangis yang keras itu akan "tertelan" oleh suara tertawa siswa-siswa yang lulus. Secara empirik tingkat kelulusan siswa SLTP selama ini berkisar pada angka 90%; jadi, se-tiap ada sepuluh peserta Ebtanas maka hanya seorang yang menangis karena gagal, dan yang sembilan lainnya tertawa keras untuk merayakan keberhasilan perjuangannya.          Apabila Ebtanas kali ini diikuti sekitar dua juta siswa maka hari ini ada 1,9 juta siswa yang tertawa; dan kalau di Pulau Jawa saja terdapat 1,1 juta peserta Ebta-nas maka di Pulau Jawa  ada satu juta siswa yang tertawa keras-keras untuk mengekspresikan kegembiraan atas kelu-lusannya.  Demikian pula kalau di Jawa Timur ada sekitar 296 ribu peserta Ebtanas SLTP maka pada propinsi ini ada sekitar 265 ribu siswa yang tertawa. Betapa ramainya!

Page 37 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue