Articles
1,592 Documents
UJIAN MANDIRI BAGI PTS "DISAMAKAN"
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.583 KB)
      Dalam beberapa tahun terakhir ini perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap hidup tumbuhnya PTS, perguruan tinggi swasta, terasa semakin meningkat saja. Tidak hanya PTN, pergu-ruan tinggi negeri yang secara langsung memperoleh sentuhan akademik; akan tetapi PTS juga mulai memperolehnya secara lebih memadai. Dengan ungkapan lain, kalau dulu sistem pembinaan pemerintah pada PTS lebih terkonsentrasikan ini sudah mulai berkembang pada sentuhan akademik.       Baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Fuad Hassan menurunkan surat keputusan tentang penyelenggaraan ujian bagi PTS yang sudah mempunyai status "disamakan" berhak menyelenggarakan ujian sendiri dengan akibat yang persis sama dengan PTN. Maka dari surat keputusan tersebut diatas adalah bagi PTS yang berstatus "disamakan" maka penyelnggaraan ujiannya dapat dilakukan secara mendiri; misalnya dalam menentukan hari dan tanggal ujian, pengawas ujian, formasi dosen penguji, sampai dengan besarnya uang pembayaran dan lainnya. Jadi penyelenggaraan ujian ini tidak lagi bergantung pada PTN. Pada sisi yang lainnya makna dari surat keputusan tersebut adalah ijazah yang didapat oleh peserta ujian ini akan mempunyai nilai yang sama dengan ijazah yang dikeluarkan oleh PTN; sehingga keduanya mempunyai "civil effect" yang sama.       Bedanya bila ijazah PTN lagalisasinya dilakukan oleh Rektor PTN yang bersangkutan, maka ijazah PTS yang bersangkutan. Untuk "menyambung" terbitnya surat keputusan tersebut agar supaya lebih memudahkan penjabarannya sampai pada tingkat operasionalisasi maka selanjutnya Direktur Jendral Dikti Depdikbud. Praf Dr sukadji Ranoewihardjo mengeluarkan pedoman pelaksanaannya.
TIDAK PUNYA MODAL
Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anda mempunyai ide usaha yang bagus, tetapi tidak punya modal, maka Anda masih dapat memulai usaha dengan kerjasama modal. Anda mempunyai kawan yang dekat atau relasi yang dekat yang percaya kepada Anda, maka Anda dapat menghubungi mereka dan meyakinkan mereka untuk mendapatkan dukungan modal. Keuntungan dari usaha tersebut dapat dibagi dua atau sesuai dengan perjanjian. Semakin Anda libatkan mereka, semakin besar pula tingkat kepercayaan kepada Anda, yang berarti pula semakin besar modal yang ditanamkan pada usaha yang Anda rintis bersama mereka. Untuk melakukan strategi ini, Anda mulai dari orang paling dekat dan dan yang paling percaya kepada Anda. Setelah itu baru kepada orang yang lebih jauh atau yang relatif kurang percaya kepada Anda. Kejujuran merupakan hal paling utama dalam memulai usaha dengan kerjasama modal. Keterbukaan dan keadilan harus dijunjung tinggi agar mereka percaya kepada Anda. Kepercayaan yang mereka berikan kepada Anda, ibarat mereka menabung. Dari sedikit demi sedikit lama-lama tabungan akan menjadi besar. Demikian halnya kepercayaan, sedikit demi sedikit semakin percaya kepada Anda. Ketika saya bertemu salah seorang kawan dekat, langsung dia menawarkan kepada saya untuk menjadi dealer komputer Epson. Kawan saya tersebut saat itu sebagai sales representative Metrodata. âKamu mau Med menjual komputer Epson ?â tanya kawan saya. Med adalah nama panggilan saya ketika di SMA I Madiun. âSaya tidak punya modalâ jawab saya. âIni tidak perlu modal. Cukup kamu pajang komputer Epson itu. Kemudian setelah komputernya laku baru kamu bayar. Saya beri tenggang waktu dua bulanâ kata kawan saya. âBaiklah. Saya akan mencoba untuk jualan komputer Epsonâ saya mengiyakan. Mengapa kawan saya tersebut percaya dengan saya?. Karena kawan saya tersebut ketika di SMA I Madiun sebangku, berangkat sekolah bersama. Jika berangkatnya saya membonceng dia, maka pulangnya gantian dia membonceng saya. Saya membeli bakso dan es bersama, jika saya yang mempunyai uang, maka saya yang membayar, sebaliknya ketika dia punya uang, dia yang membayar. Ketika saya sakit, saya tiduran di rumahnya, sedangkan dia berangkat sekolah sendiri. Saya sering makan di rumahnya dan belajar bersama. Saya sering menghibur adiknya dengan permainan sulap. Saya sering berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya. Saya pernah meminjam uang dengan dia untuk membayar SPP dan saya mengembalikan pinjaman sesuai dengan janji saya. Saya sangat beruntung diberi kepercayaan kawan dekat saya. Kawan saya tersebut bernama Agus Honggo Widodo, saat ini dia sebagai Direktur PT. Metrodata. Anda dapat mencoba memulai usaha dengan kerjasama modal melalui kawan terdekat Anda. Â
HENTIKAN RUU SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KOMPAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.017 KB)
     Rasanya sungguh sangat sedih demi membaca naskah terbaru (?) Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) edisi 3 Februari 2003. Betapa tidak; di tengah-tengah adanya keinginan masyarakat untuk segera memiliki UU pendidikan yang baru dan di tengah-tengah keinginan pemerintah untuk dapat segera mensahkan RUU Sisdiknas menjadi undang-undang ternyata kualitas naskah RUU sendiri masih jauh dari memuaskan. Secara filosofis RUU Sisdiknas sangat lemah; dan secara teknis-substansial RUU Sisdiknas sangat payah.        Perbincangan tentang RUU Sisdiknas akhir-akhir ini memang semakin semarak saja. Itu pertanda baik karena hal itu menandakan besarnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan nasional. Me-mang begitulah seharusnya; karena secara tak langsung pendidikan itu akan menentukan nasib suatu bangsa di masa depan.        Apabila kita mau belajar dari sejarah; bangsa yang maju itu hanyalah bangsa yang pandai menjalankan roda pendidikan. Hampir tidak pernah ada dalam catatan sejarah bangsa yang menelantarkan pendidikan menjadi bangsa yang maju dan disegani oleh masyarakat dunia pada umumnya. Amerika Serikat (AS) dan Jerman di belahan barat serta Jepang dan Korea Selatan di belahan timur, merupakan contoh dari sekian bangsa yang maju karena pendidikannya.        Mengembangkan undang-undang pendidikan yang baik adalah wujud dari perhatian terhadap pendidikan itu sendiri; meski tidak ada garansi secuil pun bahwa undang-undang pendidikan itu secara otomatis akan membawa kemajuan bangsa. Tidak pernah ada yang otomatis dalam hal ini.
MEMODIFIKASI SPG JADI PRA-IKIP
Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.833 KB)
      Pada awal tahun ajaran 1988/1989 nampaknya masa keemasan atau kejayaan sekolah menengah pendidikan guru (SPG), di negara kita benar-benar mulai surut. Pamor akademik yang pernah berbinar-binar dalam beberapa tahun yang lalu, saat ini mulai redup, untuk tidak mengatakan padam sama sekali.      Kalau kita sempat mengamati keadaan disekeliling kita, maka terlihat fakta tentang mulai menurunnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan guru tersebut.      Dibandingkan dengan keadaan beberapa tahun yang silam, saat SPG masih menjadi "rebutan" para kandidat, maka keadaan sekarang boleh dikata tengah berputar mendekati sudut 180 derajat. Para pengelola SPG sekarang banyak yang mengeluh karena antusiasme masyarakat untuk "mempercayai" lembaganya tidaklah sehebat dulu. Hal ini tertandai dengan terdapatnya gejala kurang-nya peminat pada berbagai SPG.      Untuk sekedar ilustrasi pada salah satu daerah di Jawa Tengah, tepatnya di Salatiga dilaporkan bahwa animo masyarakat untuk masuk ke SPG Negeri turun 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Keadaan seperti ini kiranya juga dialami oleh daerah-daerah yang lainnya, meskipun dengan angka penurunan yang bervariasi.
REKTOR UI VERSUS HARVARD
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.539 KB)
Setelah melalui perjalanan panjang akhirnya Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) untuk periode 2007-2012. Dia terpilih dalam pemungutan suara yang berlangsung kampus oleh anggota Majelis Wali Amanah (MWA) universitas setempat; dan dalam waktu dekat akan segera dilantik.        Sebelum terpilih, Gumilar yang dalam catatan saya sebagai Rektor UI termuda selama ini, harus menyisihkan dua kandidat lain; masing-masing adalah Soetanto Soehodho dan Hasbullah Thabrany. Bahkan sebelum itu ia pun harus bersaing dengan enam kandidat lain yang telah lolos di tingkat Senat Akademik Universitas (SAU). Keenam kandidat yang dimaksud ialah sbb: Soetanto Soehodo, Tommy Ilyas, Rinaldy Dalimi, Djoko Hartanto, Hasbullah Thabrany, dan Bambang P.S. Brodjonegoro.        Semenjak UI memiliki rektor yang pertama kali, atau waktu itu disebut presiden universitas, Raden Mas Pandji Surachman Tjokroadisoerio sampai dengan rektor terakhir, Usman Chatib Warsa; rasanya tidak seorang pun yang usianya mampu âmengalahkanâ Gumilar, di bawah 44 tahun. Banyak komentar, terpilihnya Gumilar yang masih muda membawa perspektif baru bagi UI yang dalam hal ini untuk berkompetisi dengan universitas kelas dunia (world class university) baik di dalam maupun di luar negeri. Â
MENGHILANGKAN KESAN MAHASISWA SAMPINGAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.615 KB)
Sekitar satu tahun yang lampau, tepatnya pada tgl 4 September 1984 dalam acara pembukaan Universitas Terbuka secara resmi, Presiden Soeharto menegaskan bahwa Universitas Terbuka adalah merupakan jawaban yang tepat untuk meratakan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dalam kondisi dan situasi kehidupan masyarakat dewasa ini, terutama karena wilayah kepulauan negeri ini yang sangat luas.        Apa yang ditegaskan oleh bapak presiden kiranya sangat tepat dan relevan, mengingat tujuan utama pembukaan UT adalah meningkatkan daya tampung pendidikan tinggi sehingga kebutuhan lulusan pendidikan tinggi untuk pembangunan bangsa dan negara dapat dipenuhi.      Latar belakang didirikannya UT adalah ditemuinya kenyataan bahwa setiap tahun jumlah permintaan untuk menjadi mahasiswa selalu lebih besar dari peningkatan daya tampung perguruan tinggi, sekalipun pemerintah bersama-sama dengan lembaga pendidikan swasta telah berusaha keras untuk meningkatkan daya tampung.      Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar didunia memiliki sekitar 13.677 pulau dengan jumlah penduduk 150 juta (kala itu). Dari jumlah tersebut 18 juta diantaranya berusia 18 - 24 tahun, yaitu kelompok umur yang dapat mengikuti pendidikan tinggi. Sedangkan tingkat partisipasi pendidikan tinggi hingga pada akhir Pelita III adalah 5%. Disisi lain untuk Pelita IV penye- rapan sumber daya manusia memerlukan sekitar 8,2% dari kelompok umur tersebut yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi pada bidang-bidang tertentu.
MENUMBUHKEMBANGKAN KEMANDIRIAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: MAJALAH FASILITATOR
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.21 KB)
     Jika ada satu hadiah yang bisa anda berikan kepada diri anda sendiri, yang mampu meningkatkan kualitas hidup anda secara umum, maka hadiah itu adalah kemandirian. Dengan kemampuan mengandalkan diri sendiri anda telah mempunyai segala yang anda perlukan untuk berhasil. Anda bisa bekerja dengan jadwal sendiri untuk mencapai tujuan anda tanpa merasa ditekan oleh orang lain. Demikianlah kira-kira pesan yang disampaikan oleh lembaga nonprofit, The American Success Institute, apabila kita membuka situs internet (http://www.success.org) yang dapat diakses oleh siapa saja.        Kemandirian itu memang penting, baik dalam kapasitas kolektif seba-gai bangsa misalnya maupun dalam kapasitas pribadi. Dalam hal teknologi informasi misalnya, bangsa Indonesia belum memiliki kemandirian yang memadai sehingga masih banyak tergantung dari negara maju. âEkspor suatu teknologi dari bangsa-bangsa maju hanyalah sekedar dalam bentuk produk barang (technoware) saja. Sementara pengetahuan atau informasi (infoware) tidaklah diikutsertakan, apalagi kemajuan manusia dalam hal alih teknologi tidaklah menjadi perhatianâ, demikianlah pernyataan Light the World dalam âKemandirian Indonesia dalam Teknologi Informasiâ yang dapat diakses di internet (http:/hensyam.wordpress.com).       Bagaimana dalam kapasitas pribadi? Sama saja! Pesan yang disampai-kan oleh The American Success Institute tersebut di atas jelas sekali arti dan kegunaan kemandirian bagi seseorang. Dengan kemandirian, seseorang dapat menentukan apa yang dianggap terbaik untuk kemajuan dirinya tanpa harus ditekan oleh orang lain.
KEISTIMEWAAN DALAM SIPENMARU 1987
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.708 KB)
      SIPENMARU, Seleksi Penerimaan Mahasiwa Baru versi perguruan tinggi negeri bagi lulusan sekolah menengah (SMTA) pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya sampai saat ini masih dipercayai sebagai peristiwa yang sangat penting dan monumental.       Sementara orang bahkan percaya bahwa dalam peristiwa rutin tahunan inilah nasib dan masa depan seseorang akan ditentukan. Seorang peserta yang dinyatakan "lulus" testing berarti mempunyai hak untuk menggapai sebuah kursi emas di perguruan tinggi, ini sama artinya dia mempu-nyai kesempatan yang lebar untuk menyelesaikan studinya di perguruan tinggi yang kelak akan menghantarkan diri-nya untuk menjadi "orang". Sebaliknya bagi yang ditolak sama artinya telah mendapat isarat agar lebih keras berjuang untuk mengarungi hidup yang "sulit" ini.      Memang agak berlebihan pendapat tersebut diatas, akan tetapi harus diakui pula bahwa dalam skala tertentu tesis tersebut memang dapat dibuktikan kebenarannya. Un-tuk itulah maka bagi yang berkepentingan langsung terhadap Sipenmaru segala sesuatunya telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.      Pelaksanaan ujian tulis Sipenmaru untuk thn 1987 ini oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 23 dan 24 Juni 1987 secara serentak di seluruh wilayah tanah air.
SENTRA KEUNGGULAN DI KAWASAN ASIA PASIFIK
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.303 KB)
      Relevan dengan tema yang diambil dalam Kongres Ke-18 PAPE kali ini, yaitu Private School Education : A Commitment to Excellence, maka hampir semua pembawa country paper dari tiap negara menekankan perlunya untuk membangun sentral keunggulan (centre of excellence) di Kawasan Asia Pasifik pada umumnya dan di negara-nya masing-masing pada khususnya. Hanya dengan mengembangkan praktek keunggulan disegala bidang maka kita akan tetap bertahan dan berprestasi; dan tanpa keunggulan maka jangan harap kita dapat ber-prestasi, bahkan untuk bertahan pun rasanya agak sulit.     Di luar Indonesia, Canada dan USA maka anggota-anggota PAPE umumnya merupakan negara-negara "kecil" dengan sumber daya alam yang tidak terlalu luar biasa. Mereka umumnya kurang memiliki ke-unggulan komparatif yang hebat; oleh karenanya untuk memenangkan persaingan global yang semakin tajam mereka harus memacu kualitas sumber daya manusianya hingga akan mendapatkan keunggulan kom-petitif yang memadai.      Bagaimana New Zealand, Singapura, Thailand, Hong Kong, Tai-wan, dsb, akan mampu bertahan kalau masing-masing tidak memiliki keunggulan kompetitif yang memadai. Indonesia pun yang oleh negara lain dikenal memiliki keunggulan komparatif yang handal tak mungkin dapat berprestasi di tingkat internasional tanpa mempunyai keunggulan kompetitif yang memadai.      Itulah sebabnya maka masalah keunggulan menjadi pembicaraan yang teramat sentral dalam Kongres Ke-18 PAPE di Hong Kong. Dan beruntung masing-masing anggota delegasi memang menyadari posisi Kawasan Asia Pasifik yang amat strategis untuk dikembangkan secara bersama-sama; setidak-tidaknya melalui praktek pendidikannya.
INDUSTRI TEKSTIL (1)
Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.135 KB)
Industri tekstil di Hijaz merupakan industri yang maju. Tenun merupakan suatu bentuk seni di pertengahan awal Arabia yang berkembang karena ketersediaan berbagai bahan mentah.  Wol tersedia melimpah sebagai bahan untuk membuat benang, digunakan pengrajin tenun lokal menjadi barang rumah tangga dan pakaian.  Mencelup dan menjahit pakaian juga merupakan sub sektor kunci industri ini. Bukhari menyajikan beberapa bab dalam bukunya tentang pekerjaan yang mereka kerjakan. Beberapa Sahabat Rasulullah s.a.w. , di antaranya Ubaidillah, Khalifah Abu Bakar dan Khalifah `Uthman bin `Affan merupakan pedagang pakaian yang memasarkan produknya di pasar Madinah. Rasulullah s.a.w. menyebut jenis-jenis pakaian ketika ditanya seorang laki-laki tentang pakaian ihram. Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah mengenai pakaian yang dikenakan oleh orang yang berihram, maka Rasulullah bersabda : âJanganlah kau kenakan gamis / baju, surban, celana, tutup kepala dan terompah. Bagi orang yang tidak memiliki sandal, bolehlah mengenakan terompah dengan dipotong lebih rendah daripada mata kaki. Janganlah mengenakan pakaian yang diolesi dengan minyak zaâfaran atau minak warsâ (Muslim). Hal ini merupakan sektor regional yang nyata, baik dalam perdagangan maupun dalam produksi. Al-Waqidi mensitir bahwa persediaan dari seorang pedagang sekitar 1.500 barang dari pakaian dan 20 bal pakaian dari Yaman yang dijual di Madinah selama masa Rasulullah s.a.w. dan pada masa Nabi Muhammad s.a.w. tidak kurang dari 7 kafilah dagang membawa pakaian Syiria yang tiba di Madinah setiap hari. Demikian pula tekstil orang Mesir membuat rute perdagangan dengan baik sepanjang jalan mereka pada berbagai pasar Hijaz. Perbudakan muncul dikarenakan berhubungan secara erat dengan produksi pakaian yang dilakukan orang Hijaz. Al-Isfahani menyatakan bahwa `Umar bin Abi Rabi`ah mempunyai 70 budak yang dilibatkan dalam bidang pertenunan, anggota Bani Makhsum mempekerjakan budak untuk tujuan yang sama dan sisanya dilibatkan dalam menganyam daun palem dan kurma menjadi keranjang dan produk yang bermafaat lainnya.