cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
ETIKA BISNIS : MENEPATI JANJI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.3 KB)

Abstract

Dalam bisnis, janji merupakan sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara dua orang, di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji dapat pula berupa sumpah atau jaminan. Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh. Allah menganjurkan untuk menepati janji dalam jual-beli dan aktivitas lainnya. Disebutkan dalam Al Maidah ayat 1 : Hai orang-orang yang beriman penuhilah aqad-aqad itu. Disebutkan juga dalam surat Al Israa ayat 34 : Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu diminta pertanggungjawabannya.  Demikian pula dalam surat Al Baqarah ayat 177 : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Dalam berbisnis Rasulullah s.a.w. selalu menepati janji, baik sebelum menjadi Nabi maupun sesudah menjadi Nabi. Sebelum menjadi menjadi Nabi, beliau pernah bertransaksi dengan Abdullah Ibn Abdul Hamzah. Abdullah Ibn Abdul Hamzah mengatakan :“Aku telah membeli sesuatu dari Nabi sebelum ia menerima tugas kenabian dan karena masih ada urusan dengannya, maka aku menjajikan untuk mengantarkan padanya, tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, akupun pergi ke tempat tersebut dan menemukan Nabi masih berada di sana.” Nabi berkata :”Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini menunggumu” (Abu Dawud). Dari peristiwa tersebut menunjukkan betapa Rasulullah s.a.w. menepati janji. Meskipun lamanya tiga hari, beliau tetap menunggu dan tetap menepati janji. Setelah orang yang ditunggu datang Rasulullah tidak marah, tetapi merasa senang karena keresahan Nabi telah terobati dengan datangnya orang yang ditunggu tersebut.
ANUGERAH UNTUK PERGURUAN TINGGI SWASTA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.829 KB)

Abstract

Baru-baru ini saya mengontak sahabat yang menjadi pimpinan sebuah PTN ternama di negeri ini serta sahabat lain yang menjadi pimpinan sebuah PTS yang bergengsi. Kepada kedua sahabat itu sengaja saya menanyakan pendapatnya tentang penyerahan Anugerah Anindyaguna oleh menteri pen-didikan nasional, Bambang Sudibyo, kepada beberapa pimpinan PTN yang disaluti prestasi akademiknya.          Sahabat yang menjadi pimpinan PTN menyatakan langkah menteri itu sangat tepat karena di samping memberikan PT yang sudah berprestasi juga memacu PT lain untuk ikut berprestasi. Mengenai sasaran pemberian anu-gerah hanya PTN, tanpa ada satu pun PTS, ia menyatakan kalau memang realitasnya yang berprestasi hanya PTN maka hal itu sudah tepat. Tanpa nada meremehkan, ia menambahkan mengapa PTS harus diberi anugerah kalau dalam realitasnya tidak ada PTS yang berprestasi.          Dengan bahasa yang sedikit berbeda sahabat yang menjadi pimpinan PTS pun menyatakan hal yang sama. Langkah menteri memberikan anuge-rah dianggapnya sangat tepat. Namun demikian ketika menyangkut sasaran pemberian, ia mempertanyakan kenapa tidak satu pun anugerah diberikan kepada pimpinan PTS. Hal itu mengesankan tidak ada satu pun PTS yang berprestasi; padahal realitasnya banyak PTS yang berprestasi. Ini dianggap lucu karena selama ini menteri mendorong civitas PTS untuk berprestasi di tingkat dunia koq menjadi pelit memberikan anugerah.
EFEKTIVITAS SIARAN RADIO PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.26 KB)

Abstract

       Di hadapan  para peserta  "Lokakarya Siaran Radio Pendidikan" yang diselenggarakan lebih dari dua puluh dua tahun yang silam, atau tepatnya tanggal 3 Januari 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menganjurkan untuk mempertimbangkan rekomendasi "Bapak Media" Wilbur Schramm dalam salah satu karyanya yang bertitel "The New Media : Memo to Educational Planners". Di dalam karya ilmiahnya ini Schramm yang sangat pakar di bidang permediaan mengemukakan tentang kemungkinan dilaksanakannya inovasi pendidikan dengan me-manfaatkan jasa media, termasuk di antaranya media radio.          Untuk  mendukung anjurannya tersebut menteri kita menegaskan bahwa dengan munculnya aneka problematika pendidikan di Indonesia yang makin lama semakin kompleks maka inovasi pendidikan tidak mungkin lagi hanya dilaksanakan secara tradisional dan konvensional;  oleh karena itu perlu dilakukan usaha-usaha nonkonvensional.          Akhirnya pada kesempatan tersebut diatas menteri mengharapkan agar segera dirumuskan masalah-masalah yang berhubungan dengan program penerapan broadcasting dalam pendidikan, untuk selanjutnya disusun suatu pola rencana umum untuk mengintegrasi broadcasting  (siaran radio) dalam pendidikan secara pragmatis dan realistis.
TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.223 KB)

Abstract

       Satu bulan lalu seorang relasi  yang berdomisili di Ungaran Jawa Tengah menemui saya untuk berkonsultasi tentang rencana pendirian stasiun pemancar radio pendidikan di wilayahnya. Sebelum memberi konsultasi lebih dulu saya bertanya apa yang dimaksud dengan radio pendidikan itu.  Ternyata yang dimaksud adalah pemancar radio yang menayangkan program-program pendidikan formal atau program ins-truksional (instructional programme) sebagai ciri khas siarannya. Program-program ini ditujukan kepada siswa dan/atau guru sekolah formal; kalau di Indonesia SD, SLTP, SMU, dan sebagainya.       Dalam referensi kemedia-massaan  jenis radio seperti itu  disebut dengan Radio Pendidikan (Educational Radio).  Jenis radio seperti ini banyak dikembangkan pada negara-negara di Afrika dan Amerika Selatan;  adapun maksudnya adalah memberikan pelayanan pendidikan formal baik dalam rangka perluasan (extension) maupun pengayaan (enrichment) kepada masyarakat.      Tanpa mengurangi penghargaan atas niat baiknya maka keinginan untuk mendirikan radio pendidikan tersebut saya persilakan untuk di-pertimbangkan lebih sungguh-sungguh lagi. Sebenarnya banyak alasan yang mendasari saran saya tersebut,  tetapi yang paling fundamental adalah adanya pengalaman yang menunjukkan sulit berkembangnya radio-radio seperti itu.      Secara empirik radio pendidikan memang sulit berkembang. Jenis radio ini hampir tidak memiliki akses bisnis yang kuat, siarannya sulit digemari masyarakat,  produksi programnya lebih rumit, manajemen institusinya lebih kompleks dan manusianya dituntut lebih profesional. Tanpa didukung yayasan yang kuat,  baik finansial maupun idealitas, dijamin radio itu tidak dapat berkembang; bahkan terancam mati.
STTB : ANTARA TARGET DAN KUALITAS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.098 KB)

Abstract

       Artikel saya yang termuat di harian ini di bawah titel "Kriteria Prestasi Akademis Sekolah Kian Bias" (KR, 3 Juni 1986) mendapat tanggapan dari Sdr. Ahmad Abu Hamid di harian yang sama di bawah judul "NEM dan Penggunaannya" (KR, 16 Juni 1986).       Saya  cukup  mengerti  dan dapat memaklumi perasaan Sdr. Abu Hamid (maaf namanya saya singkat) sebagai guru yang kemudian merasa kurang sreg setelah membaca artikel saya tersebut (nuwun sewu, saya juga seorang guru SMTA, baik SMTA Umum maupun SMTA Kejuruan). Namun saya yakin perasaan  tersebut akan segera hilang manakala Sdr.  Abu Hamid membaca ralat saya tentang istilah NEM (KR, 5 Juni 1986). NEM yang saya maksud dalam artikel tersebut adalah Nilai dalam STTB yang salah satu komponen penentunya adalah Nilai Ebtanas Murni (NEM).       Apabila Sdr. Abu Hamid sudah membaca ralat saya tersebut saya yakin tanggapan tersebut akan ditarik kembali atau tidak perlu muncul, kecuali dalam kontek yang lain.       Kesimpulan tentang NEM benar-benar nilai murni yang diperoleh dari EBTANAS, bukan nilai sulapan, bukan nilai tipuan, saya setuju. Tidak ada masalah! Akan tetapi kesimpulan bahwa nilai dalam STTB merupakan hasil pengukuran serta penilaian pendidikan di sekolah secara kontinu sehingga merupakan nilai yang akurat kiranya perlu didiskusikan lebih jauh. Justru inilah salah satu hal yang mengusik saya untuk menulis tanggapan ini.
SENJATA RAHASIA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika fungsionalitas berfokus pada proses manajemen bakat perusahaan untuk memperoleh hasil tertentu, maka vitalitas berfokus pada sikap dan cara berpikir orang untuk bertanggungjawab kepada proses, tidak hanya dalam sumberdaya manusia, tetapi seluruh lini dan semua cara untuk menuju puncak organisasi. Vitalitas mempunyai tiga karakteristik yang terdiri dari komitmen, janji dan akuntabilitas. Demikian tulis Douglan A Ready dan Jay A Conger yang dimuat Harvard Business Review Juni 2007. Untuk membangun komitmen, P&G membangun program internal pendidikan yang memberikan kesempatan untuk mengambil tanggungjawab yang nyata dalam bekerja pada proyek penting dengan menggunakan sumberdaya perusahaan secara penuh. Program internal secara luas dapat menjadi saluran organisasi, karena merupakan waktu yang dapat dipakai manajer untuk mendorong, melatih dan memberi nasehat secara internal. Pada HSBC, komitmen terhadap calon pemimpin dipersonifikasikan oleh Green yang menyatakan “Tidak ada yang lebih penting daripada mengambil komitmen yang benar... semua cara diambil melalui posisi senior yang paling berpengaruh.” Eksekutif lini berpartisipasi secara langsung dalam proses, bekerjasama dengan fungsi sumber daya pusat dan regional untuk mengisi posisi yang penting. Janji merefleksikan derajat komitmen pemimpin perusahaan terhadap manajemen bakat secara rinci. P&G menjanjikan karyawan dalam pengembangan karirnya dari hari ke hari yang dimulai di dalam perusahaan. Mereka bekerja dengan manajer yang merekrut mereka dan mengembangkan mereka yang oleh P&G disebut ‘peredaran pengembangan karir’. Untuk yang mempunyai potensi tinggi, P&G memperkenalkan ‘pekerjaan yang dituju’ yang akan dicapai hanya jika karyawan terus-menerus melakukan, memberikan kesan dan menunjukkan potensinya yang berkembang. Akuntabilitas dilaksanakan oleh seluruh stakeholder untuk membuat sistem dan proses pengembangan bakat berjalan dengan baik. “Di P&G perencanaan karir untuk seluruh manajer umum dan wakil presiden dan talent pool sesuai dengan yang dirujuk sebagai perusahaan top 165,” kata Lafley, CEO P&G. Sedangkan di HSBC, para eksekutif bertanggungjawab terhadap talent pool dan memelihara dengan sepenuh hati proses manajemen bakat. Perusahaan-perusahaan yang dikagumi dunia mempunyai proses yang baik dalam mengembangkan bakat karyawannya untuk menyiapkan pemimpin masa depan. Biasanya proses tersebut relatif mudah ditiru oleh pesaing. Sesuatu yang sulit ditiru oleh pesaing adalah semangat, yang merupakan bagian dari vitalitas. Semangat merupakan ukuran yang dipakai perusahaan untuk dibangun dalam budaya perusahaan tersebut. Semangat karyawan harus tetap terjaga dengan baik agar perusahan tetap berkinerja tinggi. Semangat yang dilandasi visi yang mulia dan ditopang dengan doa merupakan senjata rahasia.
WAHANA KONSULTASI PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.861 KB)

Abstract

       Apabila tidak ada aral yang melintang,  maka hari ini, Selasa 22 Maret 1994,  bertempat di Balai Persatuan Tamansiswa Yogyakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro  akan melantik pengurus Wahana Kon-sultasi Pendidikan (WKP).WKP merupakan organisasi sosial yang mencerminkan kepedulian masyarakat,  khususnya yang berasal dari kalangan dunia kerja serta dunia pendidikan itu sendiri, terhadap perkembangan pendidikan kita.          Dalam dua tiga dasa warsa terakhir ini persoalan pendidikan di Indonesia memang tak kunjung selesai; ter-dapatnya tuntutan kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi,  tuntutan tetap dipertahankannya jati diri bangsa secara kultural-religius pada sisi yang lain, dan berkembangnya tuntutan atas terciptanya harmo-nisasi perikehidupan masyarakat  di sisi yang lain lagi, telah membuat berbagai kompleksitas problematika didalam dunia pendidikan kita.          Sejarah telah membuktikan bahwa berbagai komplek-sitas problematika pendidikan tidaklah mungkin tersolusi hanya oleh pihak pemerintah saja tanpa adanya peran ser-ta masyarakat. Di dalam berbagai kasus bahkan masyarakat telah membuktikan diri dapat memberikan kontribusi-kons-truktifnya dalam mensolusi berbagai kompleksitas proble-matika pendidikan  yang tidak dapat disolusi secara apik oleh pihak pemerintah.
PELANGGARAN SEKSUAL DAN MEDIA MASSA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.329 KB)

Abstract

       Pada tahun 1975 dua orang peneliti sosial, Blumer dan Hauser, melakukan penelitian tentang kasus-kasus pe-langgaran seksual terhadap beberapa remaja pada sebuah wilayah di Amerika Serikat (AS).Salah satu konklusi atas penelitian ini menyebutkan  bahwa dari 752 gadis berusia 14 s/d 18 tahun ternyata 25% di antaranya sudah mengadakan hubungan seks secara ilegal (pranikah).          Beberapa waktu yang lalu konon seorang "sosiawan" dari negeri Paman Sam  tersebut,  John Napoleon Lacorte, menawarkan bonus sebesar US$ 1.000 kepada siswi-siswi se kolah menengah di New York (Brooklyn, Queens, dan Staten Island);  dan bonus itu akan diberikan bagi mereka yang sanggup mempertahankan "keperawanannya" sampai pada usia 19 tahun. Gagasan ini berangkat dari keprihatinan mendalam mengenai seriusnya masalah pelanggaran seksual pada kalangan remaja di AS yang mengakibatkan tingginya angka kehamilan remaja puteri.  Waktu itu ribuan gadis AS yang berusia di bawah 15 tahun diketahui sedang hamil.          Dua ilustrasi tersebut secara tak langsung dapat menggambarkan terjadinya berbagai pelanggaran seksual di kalangan anak-anak sekolah.Sebagai akibatnya maka banyak gadis-gadis hamil sebelum waktunya.
BISNIS KAUM QATABAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain kerajaan Minea dan Saba, kerajaan penting lainnya yang muncul di wilayah ini adalah Qataban. Negeri Qataban tinggal di lembah Baihan di sebelah timur Aden, yang kini berada di sekitar Hadramaut. Kerajaan Qataban dibangun dengan kondisi alam, iklim, social dan ekonomi serupa dengan kerajaan Minea, Saba’ dan Hadramaut. Ekspedisi arkeologi telah menemukan sejumlah situs yang menunjukkan bahwa Minea, Saba’, Hadramaut dan Qataban mempunyai kemiripan dalam tahap pengembangan mereka dalam segala aspek. Seperti halnya kerajaan Arab Selatan lainnya dipicu oleh kekayaan yang besar dari perdagangan kemenyan (frankincense) dan myrrh yang dibakar  di altar. Pada abad ketiga sebelum masehi (SM) dan abad kedua sebelum masehi, Qataban mencapai puncak kemakmuran. Qataban membiayai dengan pengeluaran lebih untuk membuat undang-undang, hokum dan peraturan serta lebih menertibkan hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan dan pasar. Tamna merupakan ibukota Qataban dan merupakan kota yang paling besar di Wadi Baihan terletak di antara Shabwa dan Ma’rib. Kota Timna terletak pada rute perdagangan yang dilalui oleh kerajaan Minea, Saba’, Aksum dan Hadramaut. Tamna berada di tepi kiri Wadi Baihan pada pinggiran padang pasir. Sebuah tempat yang berjarak 30 km dari Tamna sangat terkenal sejak abad keempat SM.. Tempat tersebut merupakan pusat pemberhentian yang dilewati kafilah dagang kemenyan dan kerajaan Qataban mengumpulkan pajak dari para kafilah sebagai imbalan atas keselamatan mereka. Kafilah dagang kemenyan setelah mempersiapkan barang dagangannya di Tamna, kemudian dengan untanya menuju ke tujuan akhir, yaitu Gaza yang terletak di pantai Mediterania., menempuh jarak sekitar 2.380 km. Kafilah tersebut melalui 65 pusat pemberhentian, tempat unta untuk beristirahat sementara. Ekspedisi arkeologi telah menemukan barang peninggalan kuno berupa dua singa perunggu, tugu yang memuat hukum orang Qataban dan bangunan saluran air dari batu dan semen yang bahannya seperti semen yang tahan air. Saluran yang tersisa tersebut memanjang dari atas lebah Baihan sepanjang 25 km diperkirakan sejak aban kelima sebelum masehi. Monumen lain dari orang Qataban adalah rute Mablaqah, yang merupakan jalan yang dipahat pada batu pegunungan yang menghubungkan Lembah Baihan dan Lembah Hareeb melalui Gunung Mablaqah yang tingginya sekitar 380 m di atas laut, panjangnya sekitar 4,8 km dengan kemiringan yang membahayakan serta lebar jalan tersebut antara 3,5 meter sampai 4,5 meter.  Jalan pegunungan Mablaqah tersebut merupakan titik pertemuan berbagai rute dan jalur dari kemenyan, myrrh dan ollibanum. Kota tua orang Qataban lainnya adalah Hajar Bin Hameed yang terletak pada bukit menjorong pada ketinggian sekitar 21 meter dari lembah di Bifurcate yang berjarak 15 km di sebelah selatan Tamna dan juga merupakan jalur perdagangan kuno. Kota tersebut diperkirakan dibangun antara 1100 SM sampai 900 SM.   Kepala dewa orang Qataban adalah Amm atau ”Paman” dan orang Qataban menyebut dirinya ”anak Amm”. Kerajaan Qataban selama beberapa waktu berada di bawah kekuasaan kerajaan Saba dan Minea. Para sejarawan Arab sedikit pun tidak mengetahui bengsa-bangsa itu yang tulisan-tulisannya tersebar dari Arab utara hingga Etiopia, yang mengatur perdagangan rempah-rempah dan mendirikan bangunan-bangunan publik yang menakjubkan. Pemimpin Qataban juga bergelar mukarrib atau seorang pemegang kekuasaan sekaligus seorang pendeta. Mukarrib ini memimpin Qataban beberapa abad. Sekitar abad kelima mukarrib yang bernama Yadiah Dhubyan telah membangun Jembatan Selatan Timna.
SPP PTN NAIK LAGI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.605 KB)

Abstract

       Salah satu PTN tertua di negara kita,  yang dalam hal ini Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta,pada akhir-akhir ini menjadi bahan berita yang hangat di ber-bagai media massa sehubungan dengan rencana pengelolanya untuk menaikkan SPP bagi mahasiswanya.  Hangatnya berita ini bermula dari adanya perbedaan pendapat antara pimpin an UGM dengan sekelompok mahasiswa.          Kronologisnya: atas persetujuan senat universitas maka pimpinan UGM bermaksud menaikkan pembayaran SPP ba-gi para mahasiswanya. Hal ini terpaksa dilaksanakan oleh karena biaya operasional yang disediakan oleh pemerintah yang serba terbatas itu diperhitungkan tidak cukup untuk membeayai segala keagiatan akademis dan nonakademis PTN tersebut. Untuk menambah dana yang serba terbatas itu sa lah satu alternatif yang akan ditempuh adalah menaikkan SPP bagi mahasiswanya. Rencana ini ternyata ditolak oleh sekelompok mahasiswa PTN yang bersangkutan.          Kelompok mahasiswa tersebut bukan saja menolak rencana kenaikan SPP, tetapi juga menuntut agar pimpinan universitas senantiasa melibatkan mahasiswa dalam setiap proses  pengambilan keputusan yang menyangkut kesejahte-raan mahasiswa.

Page 61 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue