cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknik dan Ilmu Komputer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
Improving Service Quality Attributes in Maxx Coffee Shop Sukwadi, Ronald; Inderawati, M.M. Wahyuni; Sunarsa, Kevin Alfonsi
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 21 Januari - Maret 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan prima sangat penting dalam mendapatkan keunggulan bersaing. Dalam rangka untuk memperbaiki kualitas layanan, penelitian ini menyajikan sebuah studi kasus untuk mengidentifikasi atribut-atribut kritis yang mempengaruhi kualitas layanan pada sebuah kedai kopi. Kerangka manajemen kualitas SERVQUAL dengan lima dimensi kualitas, yaitu reliability, assurance, tangibility, empathy, dan responsiveness, digunakan untuk mendapatkan kebutuhan pelanggan. Pendekatan modifikasi AHP yang mengintegrasikan AHP, IPA, dan brainstorming digunakan dalam proses evaluasi kualitas layanan. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data dari 110 pelanggan kedai kopi Maxx. Selanjutnya, pengambil keputusan diajak untuk berpartisipasi dalam brainstorming terkait dengan strategi perbaikan dari atribut layanan kritis. Dari hasil penelitian didapatkan tujuh atribut kualitas layanan yang perlu diperbaiki. Kata kunci: kualitas layanan, kedai kopi, analytic hierarchy process, importance-performance analysis, brainstorming  Abstract Service excellence is becoming a significant competitive advantage for companies. It helps companies to win customers in an extremely competitive environment nowadays. This research presented a case study to identify the critical attributes which influenced the service quality in a coffee shop. The SERVQUAL quality management framework with five-quality dimensions including reliability, assurance, tangibility, empathy, and responsiveness were applied to capture customer needs. The modified AHP approach, which combines AHP, IPA, and brainstorming methods, was also applied in the service quality assessment process. A questionnaire was used to collect the data from 110 customers of Maxx Coffee Shop. Finally, the decision makers were invited to take part in brainstorming process about the improvement strategy for critical service attributes.  Keywords: service quality, coffee shop, analytic hierarchy process, importance-performance analysis, brainstorming  
Minimasi Stasiun Kerja Packing Line dengan Metode Branch And Bound (BB), RPW, Aco dan Comsoal (Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Food & Beverage di Jakarta) Dewi, Hernawati; Ginting, Meriastuti; Marpaung, Budi
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 23 Juli-September 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebuah perusahaan manufaktur yang bergerak pada industri makanan di Indonesia masih  menggunakan mesin manual dalam proses packing. Proses ini membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan masih terdapat kondisi bottleneck. Perusahaan perlu meningkatkan efisiensi lini produksi, terutama pada packing line. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah dari stasiun kerja optimal dengan menggunakan metode terbaik, dan menentukan perencanaan yang optimal dari packing line. Kriteria evaluasi untuk metode terbaik adalah output dan proses, dan kriteria evaluasi untuk garis keseimbangan adalah garis efisiensi dan jumlah stasiun kerja. Empat pendekatan berbeda yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitis (Branch and Bound method), pendekatan heuristik (Rank Position Weight System method), pendekatan metaheuristic (Ant Colony Optimization method) dan pendekatan simulasi (metode COMSOAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi jalur meningkat 12% dan jumlah stasiun kerja menurun menjadi 11 stasiun kerja. Perusahaan dapat mengurangi biaya tenaga kerja sebesar Rp 6.006.000 per bulan dengan perencanaan yang optimal.Kata kunci: Line Balancing, Efficiency Line, Branch and Bound, Rank Position Weight System method, Ant Colony Optimization, COMSOALAbstractA manufacturing company engaged in food industry in Indonesia is still using manual machines in the packing process. This process requires more manpower, and bottleneck still occurs. The company needs to increase the efficiency in production line, specifically the packing line. This study aims to determine the optimal number of work stations by applying the best method, and to determine the optimal planning for the packing line. The evaluation criteria for the best method were output and process, whereas the evaluation criteria for balance line were the efficiency line and the number of work stations. Four different approaches used in this study were analytical approach (Branch and Bound method), heuristic approach (Rank Position Weight System method), metaheuristic approach (Ant Colony Optimization method) and simulation approach (COMSOAL method). The results showed that the line efficiency increased to 12% and the number of work stations decreased to 11 units. The company can reduce labor costs up to IDR6.006.000 per month by applying the optimal planning. Keywords: Line Balancing, Efficiency Line, Branch and Bound, Rank Position Weight System, Ant Colony Optimization, COMSOAL
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ELEKTRONIKA DAYA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER Tumbelaka, Hanny H.
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 27 JULI-SEPTEMBER 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektronika daya penting dipelajari oleh mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Namun, seringkali tidak mudah bagi mahasiswa untuk memahami kerja rangkaian elektronika daya dan membayangkan bentuk gelombang tegangan dan arus. Dosen juga seringkali kesulitan menyampaikan materi pembelajaran karena keterbatasan bahan visualisasi. Karena itu, metode alternatif yang tepat untuk pembelajaran mata kuliah Elektronika Daya adalah dengan simulasi komputer. Program simulasi yang digunakan adalah PSIM yang dikhususkan untuk simulasi rangkaian elektronika daya dan penggerak motor. Dengan simulasi komputer (PSIM), proses pembelajaran konverter menjadi lebih mudah. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner yang menyatakan bahwa penggunaan PSIM membantu mahasiswa di Program Studi Teknik Elektro, UK Petra, Surabaya, untuk memahami konsep mata kuliah Elektronika Daya. Dari tingkat kelulusan yang tinggi, tampak bahwa penggunaan simulasi komputer mampu mengoptimalkan pembelajaran mata kuliah ini.Kata kunci: Pembelajaran Elektronika Daya, Simulasi Komputer
Process Quality Improvement Efforts to Reduce The Number of Cement Packing Bag Splits using Disabilities Six Sigma DMAIC Sugiyanto, Didik; Handayani, Diah Kusuma
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Proses packing merupakan proses akhir dan bagian paling vital dalam menentukan hasil akhir produk semen, dalam hal ini produk semen dalam kemasan kantong. Mengingat pentingnya kualitas pada proses packing, maka diperlukan suatu metode pemecahan masalah untuk memperbaiki dan mengendalikan proses packing semen yang berlangsung di Departemen Packing sehingga jumlah produk cacat dapat diminimalisir. Pemecahan masalah dilakukan dengan metode Six Sigma, yang terdiri dari tahap Define, Measure, Analize, Improve, dan Control (DMAIC). Hasil penelitian dimulai dari tahap Define dimana didapatkan kantong pecah sebagai Critical to Quality (CTQ) prioritas. Pada tahap Measure diketahui level sigma bulan Januari 2014 sebesar 4,63 sigma dan pada bulan Februari 2014 sebesar 4,66 sigma, serta pada bulan maret sebesar 4,66 sigma. Kondisi proses untuk ketiga periode tersebut kurang stabil. Pada tahap Analyze diperoleh informasi bahwa faktor-faktor metode, mesin, material, lingkungan, serta manusia (pekerja) diduga sebagai penyebab ketidakstabilan proses packing. Pada tahapan Improve dan Control diberikan usulan Improve untuk sisi manajerial dan teknis, serta diberikan pula usulan Control untuk menjamin kualitas pada proses packing. Kata Kunci: Six Sigma, Critical to Quality (CTQ), proses packing, level sigma Abstract Packing process is the final process and the most vital part in determining the final outcome of the cement product, in this  case the cement product packed in bags. Considering the importance of the packing process, a problem solving method is necessary to improve and control the cement packing process that takes place in the Department Packing so that the number of defective products can be minimized. Troubleshooting was performed using the Six Sigma method comprising the steps of Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC). The study starts from the Define phase which consider the split bag as Critical to Quality (CTQ) priority. In the Measure phase, the sigma level known in January 2014 is 4.63 sigma,  in February 2014 amounting to 4.66 and in March is 4.66 sigma. The condition of the three process is not very stable. In the Analyze phase the information obtained is that methods, machines, materials, environment, and human (labor) factors are suspected to be the cause of the packing process instability. At the stages of Improve and Control,  Improve is proposed for the managerial and technical areas and Control is also proposed to ensure quality control in the process of packing. Key words: Six Sigma, Critical to Quality (CTQ), the process of packing, sigma level
ANALISIS TEKNOLOGI INFORMASI BALANCE SCORECARD DAN ENTERPRISE ARCHITECTURE UNTUK INDUSTRI PARAWISATA PADA HOTEL KARTIKA CHANDRA Saragih, Hoga; Yesmaya, Violitta
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 2 no. 5 Januari-Maret 2013
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                AbstrakTeknologi informasi saat ini digunakan untuk memudahkan para pengguna agar dapat mengelola informasi menjadi lebih cepat dan efektif. Kemajuan teknologi pada industri perhotelan telah berkembang selama beberapa tahun belakangan ini. Perencanaan strategis merupakan salah satu upaya agar perusahaan atau organisasi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan kelemahan. Kemajuan teknologi pada industri pariwisata di bidang perhotelan yang berkembang mampu membuat proses bisnis menjadi lebih baik. Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan perencanaan strategis IT pada industri perhotelan yang dapat mendukung proses bisnis pada hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerangka kerja IT Strategic planning oleh John Ward. Hasil yang dicapai berupa portfolio aplikasi baru, seperti Aplikasi Web Mobile, CRM, dan Knowledge Management System, Information Technology Balance Score Card (ITBSC) and Enterprise Architecture (EA),yang merupakan usulan dari bagian perencanaan strategis IT pada industri perhotelan.Kata Kunci: IT strategic planning, pariwisata, portfolio aplikasiAbstractInformation technology is employed to allow its users to manage information more quickly and effectively today. Advances in technology at the hospitality industry has evolved over the years. Strategic planning is one way that allows companies or organizations to increase competitive advantages and minimize disadvantages. The development of technology in the hospitality field has resulted in better business processes. This paper aims at producing IT strategic planning for the hospitality industry to support the hotel business processes. The method used in this research is the IT strategic planning framework introduced by John Ward. New applicationsportfolio such as Mobile Web Application, CRM, Knowledge Management System, Information Technology Balance Score Card (ITBSC) and Enterprise Architecture (EA) are proposedby the IT strategic planning at the hospitality industry. Keywords: IT strategic planning, tourism, portfolio application
Minimalissasi Produk Cacat Proses Injection Molding PT XYZ dengan Menggunakan Quality Filter Mapping (Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Plastik di Cikarang) Isabela, Desi; Ginting, Meriastuti
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 25 Januari-Maret 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk meminimalkan kerugian akibat produk yang cacat, perusahaan harus menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam melakukan kegiatan produksi. Untuk itu perusahaan perlu menerapkan manajemen mutu dalam produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisasi produk yang cacat dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) dengan alat Quality Filter Mapping (QFM). Silver adalah jenis produk cacat dengan persentase tertinggi. Proses produksi yang menyebabkan produk cacat paling tinggi adalah proses persiapan material. Perbaikan proses menunjukkan bahwa produk cacat dan biaya kualitas menurun sekitar 33,88%. Kata kunci: Produk Cacat, Value Stream Mapping (VSM), Quality Filter Mapping (QFM), Biaya MutuAbstractIn order to minimize the loss suffered due to defective products, the manufacturer has to produce a high quality product and fulfill the need of consumer during the production process. Therefore, the manufacturer needs to implement quality management in production. This study aims to reduce defective products by applying Value Stream Mapping (VSM) method using Quality Filter Mapping (QFM) device. Silver has the highest possibility to be defective. The production process that causes defective products the highest is during the material preparation. After the improvement applied in the process, the number of defective product and the cost of quality decreased by 33.88%.Keywords: Defective Product, Value Stream Mapping (VSM), Quality Filter Mapping (QFM), Costof QualityTanggal Terima Naskah : 25 September 2017Tanggal Persetujuan Naskah : 13 November 2017
Operator-Working Time Measurement Analysis and Proposed Improvement With Work Sampling (Case Study: Mcdonalds Hayam Wuruk) Makapedua, Jessie; Tannady, Hendy
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 05 No. 19 Juli - September 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam dunia kerja terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi jalannya pekerjaan. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manusia yang dapat menghambat produktivitas, sehingga harus dilakukan studi waktu dan analisis gerakan. Tujuan analisis ini adalah untuk mengevaluasi gerakan-gerakan yang dilakukan selama bekerja dimana gerakan ini kurang penting sehingga dapat diminimalkan bahkan dihilangkan untuk dapat menghemat waktu dan mempercepat proses pengerjaan. Industri makanan cepat saji merupakan salah satu bisnis yang sedang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. McDonald’s merupakan salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat dan pada hari-hari tertentu terjadi antrian yang panjang. Untuk itu, dilakukan pengamatan dengan penggunaan work sampling untuk mengamati elemen-elemen pokok pekerjaan operator dan mengetahui masalah apa yang harus diperbaiki melalui perhitungan waktu baku dan beban kerja dari pekerjaan yang dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya waktu baku sebesar 0,39 menit bagi operator dalam melakukan pekerjaannya, serta perlunya perbaikan pada elemen pekerjaan dalam mempersiapkan pesanan pelanggan. Kata Kunci: Ergonomi, Work Sampling, Studi Waktu, Studi Gerakan  Abstract There are various factors that would affect the course of the work. There are factors that can hamper productivity, so there must be a time and motion study and analysis in order to evaluate the movements performed by an operator during the work which is less important to be minimized or even eliminated to save time and speed up the process. The fast food industry is one business that is growing rapidly in recent decades. McDonald is one of the places usually visited by the public, and on certain days made long queues. So it needed to be observed by using work sampling to observe basic elements in the operator’s job, and to know what problems should be fixed through calculation of standard time and workload of the work performed. The result of this research are getting standard time for the operator to do the work in 0.39 minutes and the need for improvement in the work of preparing customer orders. Keywords: Ergonomics, Work Sampling, Time and Motion Study. 
A Literature Review on the Development of Multimedia Information Retrieval (MIR) and the Futere Challenges Yulianto, Budi; Layona, Rita
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 18 April - Juni 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Multimedia information retrieval (MIR) adalah proses pencarian dan pengambilan informasi (information retrieval/IR) dalam content berbentuk multimedia, seperti suara, gambar, video, dan animasi. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) terhadap perkembangan MIR saat ini dan tantangan yang akan dihadapi di masa depan bagi para periset di bidang IR. Berbagai penelitian MIR saat ini meliputi komputasi yang berpusat pada manusia (aktor) terhadap pencarian informasi, memungkinkan mesin melakukan pembelajaran (semantik), memungkinkan mesin meminta koreksi (umpan balik), penambahan fitur atau faktor baru, penelitian pada media baru, perangkuman informasi dari content multimedia, pengindeksan dengan performa tinggi, dan mekanisme terhadap teknik evaluasi. Di masa yang akan datang, tantangan yang menjadi potensi penelitian MIR meliputi peran manusia yang tetap menjadi pusat (aktor) terhadap pencarian informasi, kolaborasi konten multimedia yang lebih beragam, dan penggunaan kata kunci sederhana (folksonomi). Kata kunci: multimedia information retrieval, multimedia, komputasi, semantik, pencarian informasi  Abstract Multimedia information retrieval (MIR) is the process of searching and retrieving information (information retrieval/IR) in multimedia content, such as audio, image, video, and animation. This study uses literature review method against current MIR conditions and what challenges to be faced in the future for researchers in the field of IR. Various studies of MIR currently include human centered computation for IR, allowing machine to do the learning (semantics); allowing machine to request feedback, add new features or factors, research on new media, summarize information from multimedia content, high-performance indexing, and evaluation techniques. In the future, the potential of MIR research includes the human-centered role for information retrieval, more diverse collaborative multimedia content, and the use of simple keyword (folksonomy). Keywords: multimedia information retrieval, multimedia, computation, semantics, information search 
Metaheuristic Method Selection using Fuzzy Analytical Hierarchy Process to Solve The Design Problem of PRocess Oriented Facility Layout Setiawan, Eko; Ginting, Meriastuti
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 12 Oktober-Desember 2014
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendekatan metaheuristik telah banyak diterapkan untuk memecahkan masalah optimasi. Meskipun terdapat kelebihan yang diperoleh melalui pendekatan ini, banyak penelitian yang menghadapi masalah untuk memilih kinerja pengukuran kriteria dan metode yang paling tepat. Penelitian ini mengusulkan pendekatan fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan pemilihan metode metaheuristik terbaik dalam studi kasus perancangan tata letak fasilitas. Fuzzy Analytical Hierarchy Process digunakan untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan alternatif. Penelitian ini menggambarkan suatu kerangka metodologi berdasarkan kriteria yang sesuai dan teknik fuzzy Analytical Hierarchy Process untuk memilih metode metaheuristik yang optimal. Metode yang dipilih dalam penelitian ini digunakan untuk menyelesaikan masalah fasilitas tata letak berorientasi proses. Hasil menunjukkan bahwa metode yang dipilih mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dari penelitian sebelumnya.Kata Kunci: metaheuristik, fuzzy AHP, perancangan tata letak   Abstract Metaheuristic approaches have been widely implemented to solve optimization problems. Despite the advantages of these approaches, previous research encountered problems in determining the most appropriate performance measurement criteria and method. This study proposed a fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) approach to select the best metaheuristic method for facility layout design. Fuzzy Analytical Hierarchy Process was used to determine the weight of each criteria and alternative. This paper provides a practical framework based on appropriate criteria and fuzzy Analytical Hierarchy Process technique to selecting the optimal metaheuristic method. The method chosen in this study was used to solve the process-oriented facility layout problems. The results suggested that the selected method could produce better performance than that of the previous studies. Keywords: metaheuristic, fuzzy AHP, layout design
Identification Of Benefits From Desktop Virtualization Implementation Using IS/IT Buiness Value Rantis Generic Model (A Case Study At Ukridaes Computer Laboratory) Marcel, Marcel
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 22 April - Juni 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

uThe use of IS/IT (Information Systems/Information Technology) is no longer seen merely as technical aids, but it has evolved into a strategic tools, as business enabler. UKRIDA (Universitas Kristen Krida Wacana)’s computer laboratory recently made investments to renew their computer from PC (Personal Computer) into virtual desktop. Since the resources required for the initiatives is quite significant, justification (benefits identification) is needed. Rantis Generic IS/IT Business Value was used as a model for identification of benefits. The identification process found 7 (seven) categories of benefits and 10 (ten) sub-categories of benefits. Furthermore, the relationship among the identified sub-categories became the basis for discovering two potential threats to the benefit, namely the aspect of service reliability and user’s knowledge. Keywords: identification of benefits, IS/IT, desktop virtualization, Ranti’s Generic IS/IT, case study, university