cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
MODEL PROSTAD PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DAN INTERAKSI KELOMPOK PESERTA DIDIK Sudarisman, Suciati
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.427

Abstract

Model kooperatif sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran biologi dalam dekade terakhir ini. Meski model tersebut cenderung berorientasi pada produk, namun karakteristiknya yang menonjolkan pada dinamika kelompok, cukup efektif diterapkan terutama untuk mengatasi rendahnya keterlibatan peserta didik akibat pembelajaran biologi yang bersifat verbal, monoton dan membosankan. Di dalam perkembangannya, pembelajaran (biologi) kini cenderung diarahkan kepada learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Sebagai implikasinya, pembelajaran biologi seyogianya relevan dengan konstruktivisme yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses. Melalui proses ilmiah peserta didik dibimbing untuk dapat melalui pengalaman langsung untuk menemukan konsep (produk) secara mandiri melalui kegiatan inkuiri. Namun dalam aplikasinya pembelajaran berbasis inkuiri cenderung membuat peserta didik kurang nyaman, karena dituntut untuk fokus dan berpikir tingkat tinggi dalam menemukan solusi pemecahan masalah. Akibatnya banyak menyita energi terutama ketika peserta didik harus melakukan proses inkuiri, sehingga terkesan pembelajaran biologi sulit, melelahkan dan kurang menarik. Model PROSTAD (PROblem Solving dan STAD) merupakan integrasi antara pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem solving) dengan model kooperatif tipe STAD. Melalui model PROSTAD diharapkan dapat mengakomodasi pembelajaran biologi yang menyenangkan, tetapi tetap dapat dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.Kata kunci : pembelajaran biologi, model PROSTAD
PENGARUH STRATEGI PROJECTBASED LEARNING DENGAN THINKQUEST TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 KRAKSAAN Susanawati, Eny; Diantoro, Markus; Yulianti, Lia
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.51

Abstract

Salah satu kemampuan yang diperlukan pada abad pengetahuan sekarang ini adalah kemampuan berpikir kritis. Masih banyak ditemukan bahwa pembelajaran di sekolah kurang bermakna sehingga masih banyak siswa yang pasif, kurang inisiatif dan kurang kreatif dalam berpikir. Pengembangan kemampuan berpikir kritis diharapkan membantu siswa dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh strategi project based learning dengan ThinkQuest terhadap kemampuan berpikir kritis fisika siswa dibandingkan dengan project based learning tanpa ThinkQuest. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen Postest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMAN 1 Kraksaan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini dipilih berdasarkan teknik random sampling. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Siswa kelas eksperimen terhubung dengan layanan online ThinkQuest selama penyelesaian tugas proyek mulai dari penentuan judul proyek beserta pertanyaan penuntunnya, kegiatan observasi dan tampilan presentasi sebagai produk akhir proyek. Data penelitian berupa skor tes uraian kemampuan berpikir kritis fisika siswa pada materi induksi elektromagnet dan penilaian autentik. Data dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai prasyarat analisis serta uji beda (uji t) dan uji efektivitas (uji Tukey). Hasil penelitian menunjukkan project based learning dengan menggunakan ThinkQuest lebih efektif dibandingkan dengan project based Learning tanpa ThinkQuest. Project based learning dengan menggunakan ThinkQuest terbukti membantu siswa menjadi kolaborator, mengembangkan keterampilan bertanya, kemampuan berbagi ide dan mendiskusikan ide, mencari dan menganalisis informasi dari berbagai sumber serta membuat presentasi multimedia. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru fisika menggunakan project based learning dengan menggunakan ThinkQuest  karena telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis fisika siswa. Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis fisika siswa, Project Based Learning, Think Quest
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMP Yuniarta, Fitha
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.432

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan keterampilan generik sains siswa sebagai akibat dari penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan "satu kelompok desain pretest - posttest" yang diberikan kepada 32 siswa dari kelas 8 dari siswa SMP di Sungailiat Bangka Belitung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah model implementasi lembar observasi, hasil tes keterampilan generik sains dalam bentuk tipe pilihan ganda tes tertulis terkait dengan konsep pembiasan cahaya, dan respon angket guru dan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan generik sains. Rata-rata gain yang dinormalisasi adalah 0,33 (kategori menengah). Rata-rata tertinggi dari normalisasi gain kelas eksperimen <g> dalam pengamatan langsung dari indikator di 0,38, dan indikator yang konsisten kerangka logis dari 0,34. Sementara indikator simbolik bahasa di 0,31, dan kesadaran indikator skala 0,28, dan pemodelan matematika indikatornya adalah 0,25. Hasil analisis data kuesioner menunjukkan bahwa hampir semua siswa memberikan umpan balik untuk menyetujui penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata kunci: keterampilan generik sains, pembelajaran inkuiri terbimbing, refraksi cahaya
DEVELOPING MATHEMATICAL COMMUNICATION AND REPRESENTATION OF STUDENTS GRADE VII: A DESIGN RESEARCH Juandi, Dadang; Jupri, Al
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.1

Abstract

This research studies mathematical communication and representation through problem based-learning which is developed by design research. There are two objectives of this research. First, in short term, the research is conducted to know: how students‘ mathematical communication and representation develops, does classroom culture support the achievement of basic-competence, and what are students‘ learning obstacles. Second, in long term, this research is conducted to develop ―a theory‖ in mathematics education. These two objectives are expected to be achieved through developmental research (in this case using design research). The first objective is achieved by design research which includes three phases: preliminary design, experiment, and retrospective analysis. The preliminary research showed that: (i) mathematical communication and representation could be developed through contextual learning materials, proper teacher‘s intervention, various learning-teaching settings, a didactical situation developed by the teacher, and the teacher‘s effort in connecting didactical situations i.e., between learning materials and students, and between students and the teacher; (ii) students‘ difficulties include: a difficulty in communicating mathematical idea verbally, representing mathematical idea algebraically, using mathematical representation to solve problems, and proposing argumentation; and (iii) the teacher‘s difficulty is analyzing students‘ mathematical communication and representations.Key Words: learning obstacles, mathematical communication, mathematical representation, design research
PENGGUNAAN STRATEGI ACTIVE LEARNING MELALUI TEKNIK GROUP-TO-GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Yosefa, Beny; Hesvi, Wiwin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.423

Abstract

Matematika disebut sebagai ratunya ilmu. Jadi matematika merupakan kunci utama dari pengetahuan-pengetahuan lain yang dipelajari di sekolah. Matematika juga dianggap sukar bagi sebagian siswa yang mempelajari matematika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan apa yang diketahui dalam soal juga masih rendah. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan komunikasi matematis adalah strategi Active Learning melalui teknik Group-to-Group. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 22 Bandung sedangkan sampelnya siswa kelas X-7 dan X-9 SMAN 22 Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan skala sikap. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran strategi Active Learning melalui teknik Group-to-Group lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. (2) Sikap siswa terhadap pelajaran matematika, pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi Active Learning melalui teknik Group-to-Group, dan terhadap komunikasi matematis yang diberikan pada umumnya bersikap positif. Pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mengatasi permasalahan kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata kunci: strategi active learning, teknik group-to-group, kemampuan komunikasi matematis
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KELAS PADA PEMBELAJARAN HIDROKARBON Mahadaniar, Atih Geana; Siswaningsinh, Wiwi; Nahadi, Dr.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.57

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kelas pada pembelajaran hidrokarbon. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari pengamatan kinerja 13 indikator kinerja, laporan diri sebanyak 32 poin pernyataan dan tes tertulis 15 tes pilihan ganda butir dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan untuk memperoleh produk dalam bentuk instrumen penilaian kelas yang memiliki kualitas baik dilihat dari validitas dan reliabilitas instrumen serta analisis subjek tes untuk instrumen tes tertulis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil akhir dari instrumen yang telah dikembangkan sebagai instrumen yang memenuhi kriteria baik mengenai validitas teoritis dan empiris dan keandalan yang tinggi pula. Untuk menguji instrumen selain validitas dan reliabilitas juga dilihat dari analisis subjek tes yang menunjukkan instrumen tes tertulis memenuhi syarat sebagai instrumen yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi para guru, dengan harapan instrumen yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai instrumen dalam pelaksanaan penilaian kelas pada pembelajaran hidrokarbon dan digunakan sebagai model untuk mengembangkan instrumen sejenis untuk kegiatan belajar yang berbeda.Kata Kunci: asesmen kelas, instrumen
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA KONSEP FOTOSINTESIS MELALUI ANALISIS GAMBAR Ariandini, Devi; Anggraeni, Sri; Aryani, Any
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.36

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dengan analisis menggambar. Tiga puluh empat siswa di kelas 8 di sekolah menengah pertama digunakan sebagai subyek dalam penelitian ini. Teknik sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperlukan untuk penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, menggambar analisis rubrik, dan wawancara. Identifikasi Kesalahpahaman ditentukan dengan menggambar siswa berdasarkan menggambar kriteria klasifikasi oleh Kose (2008). Siswa diperintahkan untuk menarik tentang konsep fotosintesis setelah proses pembelajaran. Gambar siswa dianalisis dengan rubrik dan setelah itu mereka diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua tingkat kriteria menggambar dari tingkat 1 sampai 5 diidentifikasi. Dari hasil analisa, gambar paling banyak ditemukan adalah pada tingkat 4. Gambar pada tingkat 4 dikategorikan sebagai gambar lengkap konsep fotosintesis dan tidak ada kesalahpahaman ditemukan. Berdasarkan gambar mereka, ada siswa 2,9% diidentifikasi yang diselenggarakan kesalahpahaman. Ada perbedaan jumlah siswa yang diadakan kesalahpahaman antara gambar hasil analisis dan hasil wawancara. Dari hasil wawancara, ada siswa 35,2% dimiliki kesalahpahaman, lebih dari menggambar hasil analisis. Ini berarti bahwa identifikasi kesalahpahaman melalui analisis gambar tidak efektif. Kesalahpahaman siswa yang paling sering terjadi pada konsep fotosintesis adalah tempat berlangsungnya fotosintesis. Faktor yang membuat kesalahpahaman siswa yaitu karena siswa itu sendiri dan lingkungannya.Kata Kunci: fotosintesis, kesalahpahaman, konsep, menggambar analisis
PENERAPAN PERKULIAHAN IPBA TERINTEGRASI BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENANAMKAN KARAKTER DIRI DAN MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP BINTANG Liliawati, Winny; Rustaman, Nuryani; Hendriwijaya, D; Rusdiana, Dadi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.428

Abstract

Materi bintang mendapatkan porsi yang minim di Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP. Bintang merupakan objek benda langit yang selalu tampak setiap harinya. Matahari sebagai bintang memberikan energi dan manfaat bagi kehidupan. Selain itu materi bintang identik dipelajari hanya oleh Astronomi. Padahal mempelajari bintang dapat dikaitkan dengan disiplin ilmu lainnya seperti Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, serta lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan teknologi. Sehingga pengetahuan siswa menjadi utuh dan menyeluruh. Studi mengenai pembekalan materi bintang kepada calon guru SMP dilakukan melalui pengembangan dan implementasi perkuliahan IPBA Terintegrasi Berbasis Kecerdasan Majemuk (ITB-KM). Desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-postest control group Design. Sejumlah mahasiswa (n=51) terlibat sebagai subyek penelitian dengan satu kelas eksperimen menggunakan ITB-KM (n=25) dan satu kelas kontrol (n=26) yang tidak mengaitkan materi bintang dengan disiplin ilmu lainnya. Berdasarkan data tes awal kedua kelas tersebut masing-masing berdistribusi normal dan homogen secara siginifikan (5%). Kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami peningkatan penguasaan konsep bintang secara signifikan (5%) dari skor gain ternormalisasi sebesar 42% dan 19%. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ITB KM dapat meningkatkan penguasaan konsep bintang secara signifikan. Karakter diri yang tertanam yaitu demokratif, komunikatif dan kerja keras dengan kriteria membudaya (internalisasi) sedangkan karakter berpikir logis terstruktur, disiplin, kepekaan terhadap fenomena bintang, dan kejujuran dengan kriteria berkembang.Kata kunci: IPBA terintegrasi, karakter diri, kecerdasan majemuk
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PEMODELAN (MATHEMATICAL MODELING) BERBASIS REALISTIK UNTUK MAHASISWA Ph.D, Turmudi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.419

Abstract

Beberapa latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa pengajaran matematika saat ini masih menekankan pada metode ekspositori, komunikasi satu arah, dan penggunaan pendekatan kapur dan bicara. Sebagian besar kinerja siswa dalam pengajaran matematika hanya menonton guru memecahkan masalah di papan tulis . Kurang kesempatan diberikan kepada siswa untuk melakukan matematika kreatif untuk menunjukkan kegiatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam matematika pemodelan dan mengajar matematika menggunakan model untuk siswa sekolah menengah pertama dan atas. Bahan awal dan workshop pemodelan matematika dilakukan untuk sejumlah guru dan mahasiswa. Empat mahasiswa terlibat dalam penelitian pemodelan matematika bersama dengan tim peneliti. Dengan menggunakan model matematika memungkin bagi siswa untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika, prosedur, atau hukum matematika yang telah ditemukan oleh matematikawan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan matematika meningkatkan komunikasi dalam matematika, kompetensi siswa dalam matematika strategis, kemampuan dalam pemecahan masalah dan penalaran adaptif siswa. Model matematika ini juga memuncul sikap positif terhadap matematika bahwa kegiatan model matematika yang menarik, membantu siswa untuk memahami konsep-konsep matematika , dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengkomunikasikan ide-ide matematika mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu untuk mengajar matematika dengan proses pemodelan berdasarkan pendekatan realistis.Kata kunci: matematika realistik, modeling
CHARACTERISTIC OF MECHANICS TEACHING MATERIALS FOR INCREASING STUDENTS OF PHYSICS TEACHER CANDIDATES REPRESENTATION ABILITY ON VERBAL, MATHEMATICAL, PICTURE, AND GRAPHIC Mahardika, I Ketut
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 2 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.53

Abstract

Penelitian ini adalah tentang karakteristik pengajaran mekanik untuk meningkatkan kemampuan representasi mahasiswa calon guru fisika pada verbal, matematika, gambar, dan grafis. Masalah penelitian adalah bagaimana karakteristik bahan ajar mekanik dapat membantu mahasiswa calon guru fisika dalam meningkatkan kemampuan representasi mereka pada verbal, matematika, gambar, dan grafis. Masalah penelitian ini diterjemahkan ke dalam dua pertanyaan. Pertama, bagaimana bahan ajar mekanik terdiri dari contoh aplikasi prinsip mekanika dalam gambar peristiwa fisika? Kedua, bagaimana pola penulisan bahan ajar mekanik bagi mahasiswa calon guru fisika? Penelitian ini merupakan pengembangan bahan ajar mekanika, menggunakan metode campuran model investigasi, yaitu: pengumpulan data kualitatif, membangun pengajaran mekanik, rancangan materi sehingga akan siap untuk divalidasi. Subjek penelitian diharapkan mampu meningkatkan kemampuan representasi pada verbal, matematika, gambar, dan grafis. Responden penelitian ini adalah mahasiswa fisika calon guru yang mengambil subjek fisika dasar fakultas keguruan dan pendidikan, Universitas Jember. Adapun teknik pengumpulan data adalah: observasi, angket, tes dan dokumentasi. Data dijabarkan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar mekanik terdiri dari contoh aplikasi prinsip mekanika dalam gambar acara fisika dan memiliki pola urutan bab, judul sub bab, deskripsi materi, contoh, uji kemampuan dan bibliografi. Kata Kunci: bahan pengajaran mekanik, calon guru fisika, kemampuan representasi pada verbal, matematika, gambar, dan grafik

Page 3 of 31 | Total Record : 304