cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
METODE KONSTRUKSI UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH TATA LETAK FASILITAS Kusumah, Yaya S.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.385

Abstract

The facility layout design problem is concerned with determining the location of a number of facilities which optimises a prescribed objective such as profit, cost, or distance. This problem arises in many applications; for example, in design of buildings and in plant layout design. Most approaches for solving this problem are heuristic in nature and based on graph theoretic concepts. Graph theoretically, when the objective is to maximize profit, the facility layout design problem is to determine, in a given edge weighted graph G, a maximum weight planar sub graph. In this paper, a new heuristic based on graph theoretic concepts is presented. A comparative analysis based on 3600 random test problems demonstrates the value of this algorithm. Key words:  Heuristic, maximum planar graph, computer, facility layout design.
KEMAMPUAN PEDAGOGIK CALON GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM Sudargo, Fransisca; S, Soesy Asiah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.287

Abstract

The aim of this research is to develop practical based biology learning to enhancing science process skill and critical thinking of high school students. Four pre-service teachers involved in this study, in order to develop their performance in innovation and variation of their teaching skills. The method of the study was descriptive and the samples were taken in purposive ways. Results of this study showed that the mean of critical thinking of four schools students that were taught through free inquiry and guided inquiry approach are 70,78, 62,28, 60,53 and 73,17. The mean of science process skill that was taken through observation sheet on concept water pollution is 81,43% and through written test is 73%. On concept nervous system there were significant improvement (α=0.05) between pre-test (25%) and post-test (70,44%). On concept soil and air pollution, there was no significance different between the use of pictorial sheet and ordinary sheet. The mean of students’ achievement on concept water pollution is 80,80; on concept sensory system: 73,69; on concept nervous system: 65,7. But there was no significance different between the use of pictorial sheet (49,74) and ordinary practical sheet (47,6) to enhance students’ achievement on concept soil and air pollution.Key words: practical based biology learning, critical thinking, science process skill
BIODEGRADASI POLI(HIDROKSIBUTIRAT co CAPROLAKTON) DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR AKTIF Anwar, Budiman
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2008): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v12i1.319

Abstract

Penelitian mengenai plastik yang terbiodegradasi di alam diperlukan dalam upaya penanganan masalah limbah plastik berbasis petrokimia. Lumpur aktif merupakan suatu materi yang mengandung berbagai jenis mikroorganisme dan secara umum digunakan untuk membiodegradasi bahan-bahan polimer. Bahan yang dibiodegradasi ialah homopolimer PHB dan PCL serta kopolimernya, semuanya merupakan hasil sintesis secara kimia melalui pembukaan cincin senyawa lakton.  Polimer dibuat berbentuk film dan dibiodegradasi oleh lumpur aktif dalam media padat pada suhu 37C dengan variasi waktu 2, 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil penentuan %-kehilangan berat menunjukkan bahwa semua polimer terbiodegradasi meskipun dengan laju biodegradasi yang berbeda. Hasil identifikasi dengan XRD menunjukkan bahwa laju biodegradasi dipengaruhi oleh derajat kristalinitas polimer.  Makin tinggi derajat kristalinitas, laju reaksi makin lambat. Adanya monomer CL dalam PHB meningkatkan kemampuan akses mikroorganisme terhadap polimer, sehingga laju biodegradasi kopolimer lebih cepat daripada homopolimernya.  Spektrum FTIR sebelum dan sesudah inkubasi tidak menunjukkan perubahan puncak serapan khas. Dengan demikian biodegradasi berlangsung melalui reaksi hidrolisis ikatan ester pada rantai polimer.  Kata kunci:  biodegradasi, poli(hidroksibutirat co caprolakton), PHB, PCL, lumpur aktif
PERANAN OBSERVER DALAM LESSON STUDY (SUATU TELAAH TEORETIS DAN PRAKTIS) Jacob, C
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i1.343

Abstract

Artikel ini menyajikan peranan observer yang konsern terhadap data rekaman secara akurat dan menelaah dengan maksud tertentu dan secara sistematis pada mengajar guru. Sekali informasi direkam, pengawas harus interpretasi rekaman  itu untuk membuat keputusan tentang informasi mana yang dapat diterima oleh guru untuk menentukan kekuatan dan kelemahan untuk ditingkatkan dan ditanggulangi. Selain itu, peranan observer meliputi: menentukan kerangka, pemfokusan pada guru, pemfokusan pada siswa, mengobservasi interaksi, dan mengonsolidasi suatu analisis pendahuluan.Kata Kunci:  Tujuan, prinsip, dan keterampilan observer
DAMPAK UJIAN BERISIKO TINGGI TERHADAP PROSES MENGAJAR DAN BELAJAR KIMIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Firman, Harry; Ahmad, Mustaffa; Kassim, Abu Hassan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.246

Abstract

Penelitian ini menguji dampak dari masuknya kimia dalam ujian nasional (UN) sebagai pengujian berisiko tinggi pada beberapa aspek kimia pengajaran serta aspek psikodinamik belajar kimia di tingkat sekolah menengah atas. Kausal-komparatif desain penelitian digunakan untuk penelitian ini. Untuk melakukan studi dua lima-poin Likert-jenis skala yang dikembangkan dan divalidasi, yaitu skala mengajar guru (TT-Scale) dan aspek psikodinamik skala belajar siswa (PSL-Skala). Sampel dalam penelitian ini adalah guru kimia 110 serta 240 siswa jurusan IPA di provinsi Jawa Barat digambar dengan multi-stage cluster sampling prosedur. Analisis data menggunakan t-test dan ANCOVA dilakukan untuk menguji signifikansi perbedaan rata-rata: tindakan pedagogis Guru sebelum vs setelah kimia termasuk dalam UN, aspek psikodinamik belajar siswa kelas 11 (lemah terpapar oleh UN) vs 12 grader (kuat terpapar oleh UN). Ditemukan bahwa perubahan pengujian berisiko tinggi secara signifikan pada berikut: Konten harus diajarkan lebih fokus pada konten pemeriksaan, proses mengajar menjadi lebih berpusat pada siswa, dan masalah latihan pemecahan menjadi lebih dominan dalam mengajar. Berkaitan dengan aspek psikodinamik belajar siswa, terungkap bahwa siswa kelas 12 cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi dalam berikut: Sikap terhadap belajar, motivasi belajar, self-efficacy, dan belajar mandiri. Namun, itu juga menunjukkan bahwa siswa mengembangkan kepercayaan yang tidak pantas pada pembelajaran yang efektif. Namun, efek dari tinggi-saham pengujian pada kecemasan tes siswa tidak dibuktikan.Kata kunci: high-stake testing, ujian nasional, kimia mengajar, psikodinamik aspek pembelajaran 
MENENTUKAN BESAR MEDAN LISTRIK RADIAL PADA BERBAGAI JENIS KONDUKTOR YANG DIALIRI ARUS LISTRIK TETAP Suhandi, Mr Andi; Rusdiana, Mr Dadi; Kaniawati, Mrs Ida; Mudjiarto, Mr R.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2002): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v3i1.376

Abstract

A typical example in courses on electricity and magnetism is that of a conductor carrying a steady current. It is said that the electric field inside the conductor is parallel to the current and that there is no transverse (radial) component of the field. While this is reasonable assumption justified for pedagogical purposes, it is not rigorously true. In this paper, the transverse electrical field is calculated as being different from zero, but negligible from an experimental point of view. For various conductors, the transverse electrical field is a polynomial function from steady current.Keywords : Transverse electrical field, steady current, conductor
MEMBANGUN KINERJA MAHASISWA PLP MELALUI POLA LESSON STUDY Jauhari, Agus
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 1 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v16i1.278

Abstract

The effort of learning community development among Physics student in PLP, lecture by using pattern Lesson Study. Tuition in lesson plan with cooperation pattern. Cooperation between PLP‟s student attention focus in: formatting of RPP, structure, model, scenario, appliance test-drive and media, evaluation, test-drive, and observation of lesson. Frequency/communications lesson plan is measured by observation and interview to student, while broadness and deepness of discussion/communications lesson plan, is measured by observation and interview to teacher. Research indicated that make-up of cooperation between student in drawing up study plan. Discussion intensity/student communications of the PLP‟s student that use Lesson Study pattern are better than the student„s that doesn‟t use it.Keyword: community learning, lesson study, lesson plan
PENGARUH PENAMBAHAN AKTIVATOR LAKTOPEROKSIDASE TERHADAP KETAHANAN SUSU SAPI SEGAR Dwiyanti, Gebi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.310

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengawetan susu sapi segar menggunakan sistem laktoperoksidase dengan penambahan aktivator peroksidase. Konsentrasi aktivator peroksidase yang ditambahkan yaitu 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm dengan suhu penyimpanan 4oC. Uji ketahanan susu dilakukan dengan uji resasurin dan Total Plate Count (TPC) petrifilm serta analisa kandungan protein pada susu yang diawetkan. Hasil uji resasurin dan TPC menunjukkan bahwa susu yang diawetkan dengan penambahan activator 30 ppm lebih tahan lama dibandingkan dengan penambahan aktivator 10 ppm dan 20 ppm. Kandungan protein susu sapi segar dan susu sapi yang di awetkan tidak mengalami perubahan secara signifikan yaitu berkisar 2,80 – 2,90 % b/b. Penambahan aktivator lektoperoksidase sampai 30 ppm dapat membuat susu lebih tahan lama.Kata Kunci : Sistem laktoperoksidase, aktivator, konsentrasi, resasurin, TPC.
NEEDS ANALYSIS OF CIMAHI AND WEST BANDUNG DISTRICT ELEMENTARY TEACHERS IN DEVELOPING SCIENCE CURRICULUM AND TEACHING SCIENCE Rochintaniawati, Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.237

Abstract

Studi penilaian kebutuhan guru SD dalam mengembangkan kurikulum ilmu dan ilmu mengajar bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan sekolah dasar dan keterampilan yang dibutuhkan oleh guru dalam rangka untuk membangun rencana pelajaran dan mengajar sains di sekolah dasar. Penelitian deskriptif dan pendekatan korelasi yang digunakan untuk analisis data yang melibatkan 30 guru di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Kuesioner, lembar observasi dan dokumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data menunjukkan bahwa guru-guru SD di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat memiliki latar belakang yang cukup dalam hal derajat dan pengalaman mengajar, tetapi kurang pengalaman dalam in-service training untuk kedua kurikulum SD dan pengajaran sains. Selain itu studi ini menunjukkan guru-guru SD di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam: pengetahuan kurikulum, isi pengetahuan, pengetahuan pedagogis, pengetahuan isi pedagogi dan mengetahui peserta didik dalam beberapa komponen. Selanjutnya, studi ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara guru pendidikan, pengalaman mengajar dan guru latar belakang guru keterlibatan dalam pelatihan guru atau lokakarya dengan kinerja guru dalam mengajar ilmu pengetahuan dan mengembangkan rencana pelajaran. Prioritas kebutuhan guru adalah mengembangkan pemahaman guru terhadap sifat ilmu pengetahuan sebagai proses, produk dan nilai serta perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sains berdasarkan keterampilan proses sains.Kata kunci: guru SD, siswa SD, kurikulum IPA, mengajar IPA
PEMBELAJARAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN DENGAN METODE RISET MINI DENGAN MEMANFAATKAN TUTOR SEBAYA Amprasto, Mr; Supriatno, Bambang; Safaria, Tina
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i1.367

Abstract

The result of evaluation on the Plant Ecology for student of Biological education was still low. It indicated that the learning process of this subject was not efective enough. Therefore, it has to be though, how to conduct this learning process of Plant Ecology learning effectively. The first step of  Plant Ecology learning was selecting some student to be peer tuturs, then giving them instruction the practical exercise was carrying out by using peer tutors on learning concepts of each the practical topics. The method of practical exercise was small research, designing each topic of practical exercise as simple research. This method was  expected to optimize the student ability. The study reavealed that the learning in practical exercise with peer tutor  increasing the result of evaluation. It is shown that average of final test was 69.96 higher than primary test (48.8). The increasing result of evaluation is conducted with student motivation, whole activities of teacher and students. Peer tutors can be played as catalysator, dinamysator and motivator on groupe; small research  made the learning process more interested, so the learning became more effectively.Keywords: Plant Ecology, small research Method, Field work,peer tuturs

Page 6 of 31 | Total Record : 304