cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KERJA ILMIAH PADA MATAKULIAH MIKROBIOLOGI Hamdiyati, Yanti; Kusnadi, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan proses sains mahasiswa dan persepsi mahasiswa pada pembelajaran berbasis kerja ilmiah pada praktikum Mikrobiologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan Biologi thn ajaran 2006/2007 sebanyak 45 orang. Pada pelaksanaan penelitian, setiap mahasiswa diobservasi keterampilan menggunakan alat dan keterampilan mengobservasi oleh observer dengan menggunakan lembar observasi kinerja.. Satu observer akan mengobservasi 5-6 orang dalam satu kelompok. Setelah melakukan penelitian, setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian secara berkelompok dan melaporkan hasilnya secara individu. Terakhir, diberikan soal tes tertulis yang memuat semua  indikator keterampilan proses yang diidentifikasi, kecuali keterampilan proses menggunakan alat dan mengobservasi. Angket digunakan untuk melihat persepsi mahasiswa tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa rata-rata kemampuan mahasiswa pada masing-masing jenis keterampilan proses termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu 63,10%. Aspek kemampuan keterampilan proses yang baik penguasaannya yaitu keterampilan klasifikasi ( 83,33%), sedangkan yang paling rendah penguasaannya yaitu keterampilan memprediksi (32,94%). Secara berurut penguasaan keterampilan proses dari hasil penelitian, yaitu keterampilan klasifikasi (83,33%),  merencanakan percobaan (74,18%), komunikasi (72,62%), interpretasi (64,29%), menerapkan konsep/prinsip (51,39%), dan keterampilan memprediksi (32,94%). Dari lembar kinerja, persentase tertinggi diperoleh pada aspek sterilisasi alat/bahan/medium, yaitu sebesar 91.11%, sedangkan persentase terendah diperoleh pada aspek yang spesifik (28.44%). Persepsi mahasiswa tentang pembelajaran Mikrobiologi berbasis kerja ilmiah sangat baik.Kata Kunci : Keterampilan proses sains, Pembelajaran berbasis kerja ilmiah, Mikrobiologi
KEMAMPUAN DEDUKSI MATEMATIKA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNPAS (STUDI KASUS UNTUK TAHAP BERPIKIR DEDUKSI GEOMETRI DARI VAN HIELE) Darta, Darta
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.207

Abstract

Tujuan pelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa mampu memecahkan masalah, melakukan penalaran, dan berkomunikasi matematika, serta bersikap positif terhadap matematika. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui berapa persenkah mahasiswa tingkat pertama Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNPAS yang telah memahami tahap berpikir deduktif geometri Van Hiele. Selain itu untuk mengetahui apakah tahap deduktif geometri Van Hiele telah dipahami oleh mahasiswa tingkat pertama Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNPAS. Metode studi kasus ini adalah deskriptif. Subjek studi adalah mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNPAS Bandung, tahun akademik 2012/2013, berjumah 40 orang, yang diambil secara acak dari 105 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat pertama semester awal Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNPAS belum memahami tahap berpikir deduktif geometri Van Hiele. Hal ini ditunjukkan dari jawaban terhadap instrumen yang harus dibuktikan secara deduktif, yang belum dijawab dengan benar oleh kebanyakan mahasiswa. Terdapat konsistensi yang sama antara penelitian Driscoll dengan studi kasus yang dilakukan di mahasiswa tingkat pertama semester awal, yaitu untuk tahap keakuratan dari tahap berpikir geometri Van Hiele tidak dipahami oleh mahasiswa. Key word: berpikir matematika, deduktif
TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL Suhendi, Endi; Feranie, Selly
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i2.349

Abstract

Perbedaan tinjauan partikel yang bergerak dalam orbit hampir melingkar yang dipengaruhi medan gaya sentral secara klasik dan relativistik telah dianalisis. Dalam kasus khusus dimana medan gaya sentralnya atraktif dan nilainya berbanding dengan n r1 , telah ditemukan bahwa nilai momentum sudut dan kestabilan orbit hampir melingkar untuk kedua tinjauan terdapat perbedaan. Nilai momentum sudut dan kestabilan orbit hampir melingkar dalam kasus relativistik untuk 2 < n < 3 tidak selalu stabil, tidak seperti pada kasus klasik. Kata kunci: Gaya Sentral, Momentum Sudut, Kestabilan Orbit
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGAJARAN: SURVEI PADA GURU-GURU SAINS SMP DI INDONESIA Sumintono, Bambang; Wibowo, Setiawan Agung; Mislan, Nora; Tiawa, Dayang Hjh
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.251

Abstract

Saat ini, informasi dan teknologi komunikasi (ICT) menjadi alat yang sangat diperlukan untuk belajar, khususnya multimedia komputer dan sumber daya internet. Makalah ini menyelidiki penggunaan ICT dalam pembelajaran oleh guru sains di sekolah menengah pertama dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada 151 guru yang berpartisipasi dalam studi ini menggunakan metode campuran, yang mereka diminta untuk mengisi kuesioner dan menjawab beberapa pertanyaan terbuka. Di banyak tempat, ilmu guru mulai sudah mulai menggunakan ICT dalam pengajaran dan kegiatan belajar, baik di laboratorium kelas atau komputer, serta penggunaan internet sebagai sumber belajar. Ada beberapa masalah yang terungkap disebabkan oleh hal-hal teknis (listrik, fasilitas hard ware, virus komputer) atau yang berhubungan dengan keterampilan dan isu-isu pengelolaan seperti pelatihan, penyusunan dan penggunaan yang efektif.Kata kunci: informasi dan teknologi komunikasi (ICT) untuk belajar, pendidikan multimedia, sumber belajar internet
APLIKASI MATRIKS HANKEL PADA PERHITUNGAN RESULTAN DUA POLINOMIAL Rosnawati, Mrs R.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2002): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v3i1.381

Abstract

Let F be a field, f and g in F[x], with degre f is n and degre g is m. Computing resultant two polynomials with Hankel matrics give a size of matrics less than Sylvester method, that is maximum n or m.Keyword : resultan, Hankel matrics, Sylvester method
KONTRIBUSI ASESMEN FORMATIF TERHADAP HABITS OF MIND MAHASISWA BIOLOGI Sriyati, Mrs Siti; Rustaman, Nuryani Y.; Zainul, Mr Asmawi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 2 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i2.283

Abstract

Study about formative assessment contribution to habits of mind of the Biology students purposes to describe weather there is a formative assessment contribution (feedback, self assessment and peer assessment) to the forming of student habits of mind. The research was carried out in Biology Education Departement to students who took Botany Phanerogamae instruction on 2009/2010. Many of formative assessment strategies were applied on theory and practical study, such as group presentation task, concept diagram, to observe practical and presentation activity, drawing book task and practical report. And some of the instrument used on this study were habits of mind tracing questionnaire, work observation sheet on the theoty and practical study, concept diagram, task and rubric for drawing book task, practical report and student questionnaire. The result of the research shows that there is an contribution of formative assessment to the habits of mind, with medium classified with the R value of 0,654. While determination coefficient value is 0.372 which means that 37.2% variation of habits of mind was influenced by formative assessment. Through the path analysis know that the direct influence on feedback, self assessment and peer assessment to habits of mind is 16,7%, 11.1% and 2.6%.Keywords: contribution, formative assessment, habits of mind
PROFIL DAN ANALISIS MATERI IPBA DALAM KTSP Liliawati, Winny; amalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2008): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v12i1.315

Abstract

Materi IPBA dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), untuk SD terintegrasi dalam mata pelajaran IPA dengan porsi 23,53 % dari jumlah keseluruhan materi IPA yang diberikan, untuk SMP diberikan pada mata pelajaran IPA dan IPS dengan porsi IPA 6,94% dan IPS 5,26%, untuk SMA diberikan pada mata pelajaran fisika dan geografi dengan porsi fisika 2,70% dan geografi 55,56% dari keseluruhan materi dikelas X atau 19,23% untuk program IPS. Dengan jumlah porsi materi IPBA yang relatif kecil dalam KTSP, maka pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik. Penulis harapkan pemerintah untuk meninjau kembali materi IPBA dalam KTSP disesuaikan dengan kebutuhan sekarang ini ditinjau dari aspek keilmuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keyword : IPBA dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
PERAN DAN KEDUDUKAN DOKUMENTASI DALAM I-E^S^SON STUDY Suhendra, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.339

Abstract

Secara sederhana, tidak ada orang yang mampu mengingat semua kejadian dan pengaiaman yang telah dilakukan atau dialaminya. Untuk itu pendokumentasian sebuah atau sejumlah kejadian dan pengalaman merupakan sesuatu hal yang positif, karena hal tersebut dapat membantu kita mengatasi untuk mengingat hal-hal yang telah kita alami. Salah satu aktivitas di dalam kegiatan Lesson Study adalah pengkajian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Dengan demikian, peran dan kedudukan dokumentasi kegiatan Lesson Study adalah sesuatu hal yang penting. Dokumentasi Lesson Study dapat menggambarkan 3 (tiga) komponennya secara sistemik, sistematik, komprehensif, dan berkesinambungan; mulai dari Plan (Perencanaan), Do (Pelaksanaan), hingga See (Refleksi). Bahkan, hasil dokumentasi yang kita kembangkan dapat memberikan gambaran yang lengkap danjelas kepada pihak-pihak yang tidak turut serta secara langsung dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, narnun mereka dapat merasakan seolah-olah mereka terlibat secara langsung dalam kegiatan yang tidak dihadirinya. Dokumentasi kegiatan Lesson Study membantu kita dalam mereviu, mengkaji, mengevaluasi, dan merefleksikan apa yang telah kita lakukan. Melalui dokumentasi kegiatan Lesson Study, maksud-maksud tersebut dapat kita lakukan secara lebih lengkap, rinci, dan efektif. Tanpa mengecilkan arti dan peranan dokumentasi Iessorr Study dalambentuk lain, pendokumentasian yang memanfaatkan media audio-visual adalah sebuah alternatif yang patut menjadi pertimbangan utama karena berbagai keunggulannya, yaitu bersifat audible atau dapat didengar dan bersifat visible atau dapat dilihat. Dokumentasi Lesson Study yang bersifat audio-visual dapat dilihat, didengar, dan dicermati sekaligus. Bahkan diulang-ulang jika diperlukan, sehingga informasi yang kita peroleh dapat lebih jelas dan lebih lengkap. Di samping sebagai arsip, dokumentasi Lesson Study dapat pula digunakan sebagai bahan self-evaluation (evaluasi diri) bagi guru yang tampil mengajar. Guru yang bersangkutan dapat melihat, mendengarkan, dan mencermati apa yang te{adi ketika dia mengajar, tanpa harus rikuh, karena dokumentasi tersebut hanya ditonton oleh yang bersangkutan secara sendirian. Sebagai sebuah manfaat iringan, hasil dokumentasi, Lesson Study dapat pula digunakan oleh pihak lain yang ingin mengetahui hal-hal apa yang seyogianya dilakukan dan yang semestinya tidak dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.Kata kunci: dokumentasi, p engkajian, audio-visual, audible, visible
ANALISIS PETA KOMPETENSI HASIL UJIAN NASIONAL SMA DI JAWA BARAT (Survey di Kota Bandung dan Kota Cimahi) Kaniawati, Ida; Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.242

Abstract

Penelitian untuk memetakan kompetensi siswa SMA hasil belajar berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) dilakukan untuk menganalisis pencapaian kompetensi dasar dalam Standar Kompetensi Lulusan (CSG). Sampel ditentukan oleh teknik proporsional stratified random sampling (pengambilan sampel dilakukan bertingkat dengan mempertimbangkan proporsi karakteristik penduduk dan acak). Data dianalisis secara kualitatif. The Resultof studyshowed: (1) sesuai dengan sekolah-sekolah sampel, sekolah profil peserta didik tinggi kompetensi dalam mata pelajaran yang diujikan di kota Bandung dan Kota Cimahi bervariasi mengenai kedua proses kognitif dan dari bahan dasar, (2) jumlah CSG rata-rata bermasalah pada 9 subjek PBB antara 10-25 CSG. Indonesia languge 10 CSG, Matematika 15 CSG, Fisika 15 CSG, Kimia 18 CSG, Biologi 15 CSG, ekonomi dan geografi 13 CSG CSG 11. Dengan materi pelajaran bermasalah bervariasi antara Subjek PBB, juga sesuai proses kognitif.  Kata kunci: ujian nasional, standar kompetensi lulusan, profil kompetensi pelajar sekolah menengah
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI MODEL PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL SISWA PADA SMU DI BANDUNG Mulyono HAM, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metoda praktikum kimia SMU berupa “Model Praktikum Kimia Berbasis LTTS (Lingkungan Tempat Tinggal Siswa)”, dan implementasinya pada SMU di Bandung serta untuk memperoleh informasi tentang “kelayakan penuntun praktikum” dalam hal keterbacaan (readibility) dan keterterapan (applicability) penuntun oleh siswa, dan keternilaian (evaluability) perfoman siswa oleh guru. Subyek dalam penelitian ini adalah para siswa dan para guru kimia SMU Kelas 1, 2, dan Kelas 3 di Kotamadya Bandung yang ditetapkan secara kategorial-bertujuan. Instrumen penelitian yang diterapkan berupa angket kepada siswa (meliputi angket keterbacaan penuntun, dan angket keterterapan penuntun), dan daftar isian kepada guru (berupa daftar isian keternilaian guru terhadap performan siswa). Temuan-temuan dalam penelitian adalah (1) penuntun praktikum dapat dibaca/diserap dan dipahami oleh sebagian besar siswa, dan (2) dapat dilaksanakan atau diterapkan di lingkungan tempat tinggal siswa yang bersangkutan, serta (3) performan siswa dapat dinilai guru kimia yang bersangkutan dalam batas rentang waktu penilaian. Hasil akhir dari penelitian ini berupa Paket Penuntun Praktikum Kimia Berbasis LTTS. Manfaat yang diharapkan antara lain (1) Model Praktikum Kimia dapat menjadi pilihan dalam strategi pembelajaran kimia di sekolah, khususnya di SMU/MA dan peluang bagi guru untuk mengembangkan keterampilan proses melalui penuntun praktikum yang bersifat sederhana (mudah/murah), dan praktis yang tidak terikat oleh tempat dan waktu, (2) dapat mendekatkan siswa kepada bahan kimia di lingkungan tempat tinggalnya (dapur ibu, dapur tetangga, taman/kebun, warung, toko, pasar, apotik, sumber sampah) di samping dapat mendayagunakan bahan kimia buangan, dan (3) dapat meningkatkan kepekaan siswa pada lingkungan kehidupan sekitarnya serta dapat menumbuh-kembangkan sikap bekerja-sama, sikap hemat, sikap berorganisasi, sikap terbuka, sikap obyektif, dan sikap jujur dari siswa.  Keywords: local material; experiment prosedure development; chemical practically method; process skill; teaching and learning process.

Page 8 of 31 | Total Record : 304