cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
SINTESIS MATERIAL KOMPOSIT SELULOSA GANGGANG HIJAU/FATTY IMIDAZOLINIUM/GRAFIT SEBAGAI KOMPONEN BIFUNGSIONAL ELEKTRODA–ELEKTROLIT Anwar, Budiman; Iskandar, Fuzi Hasanah; Mudzakir, Ahmad
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Komposit Selulosa Ganggang Hijau/Fatty Imidazolinium/Grafit telah berhasil disintesis melalui proses pelarutan menggunakan cairan ionik berbasis kation benzotriazolium. Material komposit yang diperoleh dengan metoda ini diharapkan dapat dijadikan sebagai komponen bifungsional elektroda-elektrolit. Studi awal pelarutan selulosa ganggang hijau dilakukan menggunakan tiga cairan ionik berbasis kation benzotriazolium, yaitu garam organik dari kation 1,3-metil-oktil-1,2,3-benzotriazolium ([MOBzt]+) dengan tiga jenis anion bromida (Br-), asetat (CH3COO-), dan tiosianat (SCN-). Hasil penelitian menunjukkan bahwa [MOBzt]CH3COO memiliki kemampuan melarutkan selulosa ganggang hijau terbesar yaitu sebesar  28% diikuti dengan [MOBzt]SCN sebesar 25% dan terakhir [MOBzt] Br sebesar 24%. Sintesis material komposit dilakukan dengan mencampurkan fatty imidazolinium sebagai elektrolit, selulosa ganggang hijau sebagai matriks, dan grafit sebagai elektroda dengan perbandingan 1 : 0,046 : 0,003 dalam pelarut  garam [MOBzt] CH3COO. Analisis XRD dan FTIR menunjukkan bahwa proses pelarutan terhadap selulosa ganggang hijau menyebabkan kristalinitas selulosa menurun dari nilai indeks kristalinitas (CrI) sebesar 73,44 menjadi 71,77 dan  mengubah struktur selulosa II menjadi selulosa I.  Hasil SEM memperlihatkan proses pelarutan memperkecil ukuran partikel dan memperhalus permukaan selulosa ganggang hijau. Hasil TG-DTA menunjukkan bahwa proses pelarutan menyebabkan penurunan stabilitas termal pada selulosa ganggang hijau. Hasil analisis gugus fungsi melalui FTIR menunjukkan bahwa material komposit berhasil terbentuk. Kestabilan termal komposit lebih tinggi (titik dekomposisi 280oC) dibandingkan selulosa hasil rekonstitusi (titik dekomposisi 240oC). Hasil pengukuran EIS menunjukkan bahwa komposit mampu menghantarkan listrik dengan nilai daya hantar ionik pada rentang semikonduktor  (3,1433´10-3 S.cm-1).  Material komposit hasil sintesis diindikasikan dapat digunakan sebagai komponen elektroda-elektrolit pada superkapasitor dan baterai supertipis. Kata Kunci: Elektroda Grafit, Fatty Imidazolinium, Garam Benzotriazolium, Komposit Ganggang Hijau- Fatty Imidazolinium- Grafit, Selulosa Ganggang Hijau
Surimi dari Ikan Beloso (Saurida Tumbil Sp) dan Analisis Kandungan Gizinya Muliani, Puspa Dwipa; Supriyanti, Florentina Maria Titin; Dwiyanti, Gebi
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surimi merupakan bahan makanan hasil rekayasa teknologi pengolahan pangan menggunakan bahan dasar ikan.  Ikan beloso (Saurida tumbil Sp) yang digunakan merupakan ikan berdaging putih. Ikan berdaging putih baik digunakan sebagai bahan dasar surimi karena akan menghasilkan kekuatan gel yang besar. Metode penelitian yang dilakukan meliputi produksi surimi melalui tahap persiapan, pemisahan daging dari tulang dan duri, pembilasan, pengepresan dan penapisan, dilanjutkan analisis kandungan gizi meliputi penentuan kadar air dan kadar abu dengan cara  gravimetri;  kadar protein dengan  cara Kjedahl;  dan kadar lemak dengan cara Soxhletasi. Mutu surimi ditentukan oleh sifat elastisitas, nilai gizi, dan warna. Pada penelitian ini dikaji tentang produksi surimi dengan variasi pH yaitu pH 2, 7, dan 10 ; konsentrasi garam 1%; 3%, dan 6% , serta hasil analisis kandungan gizi produk.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH berpengaruh pada tekstur dan kandungan gizi produk. Hasil analisis kandungan gizi menunjukkan kadar air surimi pada pH 2 adalah 77,84%; pH 7 adalah 78,69% dan  pH 10 adalah 78,65%. Kadar abu, untuk ketiga variasi pH tersebut berturut- turut  adalah  0,71%;  0,95%, dan  1,22%  ;  kadar  protein  14,38%;  18,8%,  dan 12,65%   ;   kadar   lemak   adalah   1,17%  ;   1,80%, dan   1,44%.   Berdasarkan karakteristik tekstur dan kandungan protein, surimi pH 7 lebih baik dari surimi kedua pH lainnya, maka selanjutnya dilakukan penambahan variasi konsentrasi garam  1%,  3%  dan  6%.  Hasil  analisis    produk  surimi  dari  ketiga  variasi konsentrasi garam 1%, 3%, dan 6% adalah kandungan air  berturut-turut 75,65%; 73,63%, dan 71,75%,   kandungan abu 1,08%; 1,14%, dan 1,17%, kandungan proteinnya adalah 16,73%,   15,48%, dan 14,86%, kandungan lemaknya 1,28%, 0,76%, dan 0,79 %. Hasil tersebut mendekati standar gizi surimi yang disarankan oleh Badan Standarisasi Nasional.Kata Kunci: Surimi, Ikan beloso (Saurida tumbil Sp), Kandungan gizi.
GRAFIT LIMBAH BATEREI TERDISPERSI CAIRAN IONIK-KRISTAL CAIR IONIK SEBAGAI SEL SURYA TERSENSITISASI ZAT WARNA (DYE SENSITIZED SOLAR CELL, DSSC) Azyedara, Lafita Kaova; Mudzakir, Ahmad
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe sel surya tersensitisasi zat warna (Dye Sensitized Solar Cell, DSSC) menggunakan komposit grafit terdispersi dalam cairan ionik 1,3-metil, oktil-1,2,3-benzotriazolium asetat dan kristal cair ionik cis-oleil-imidazolinium iodida sebagai sistem elektrolit redoks telah difabrikasi dan diuji kinerjanya.  Fabrikasi sel surya dilakukan untuk mengetahuai pengaruh penambahan grafit limbah baterei terhadap sifat elektrokimia dan kinerja fotovoltaik elektrolit redoks. Sel surya dibuat dengan struktur sandwich, menggunakan dua elektroda yang mengapit elektrolit redoks. Sel Surya diuji dengam penyinaran menggunakan solar simulator 16,6 mW/cm2. Hasil pengujian konduktivitas menunjukkan konduktivitas komposit elektrolit sebesar 2,835 x 10-6 S/cm, 4,42 x 10-6 S/cm, 9,02 x 10-6 S/cm dan 5,416 x 10-6 S/cm, berurutan dengan persen grafit 0%, 0,01%, 0,05% dan 0,1%. Hasil pengujian sel surya memperlihatkan  karakteristik kurva arus terhadap tegangan (I-V) yang cukup baik. Parameter  keluaran untuk keempat elektrolit diantaranya tegangan  rangkaian  buka (VOC) sebesar 230 mV, 319 mV, 527mV dan 323 mV ; arus rangkaian  pendek (ISC) sebesar  0,4541 x 10-4A, 2,319 x 10-4A, 2,549 x 10-4A dan 1,791 x 10-4A.  Efisiensi sel surya (η) sebesar 0,02%, 0,198%, 0,203% dan 0,126% masing-masing untuk elektrolit dengan persen grafit 0%, 0,01%, 0,05% dan 0,1%. Dari hasil karakteristik kurva arus terhadap tegangan menunjukkan bahwa elektrolit dengan persen grafit sebesar 0,05% memiliki efisiensi sel yang paling tinggi. Hal ini dapat dihubungkan dengan grafit yang berfungsi sebagai material transpor elektron (EETM) untuk menguangi lamanya waktu difusi untuk I- dan I3- dalam elektrolit, dan juga untuk menstimulasi taranspor muatan serta katalis untuk reduksi I3- Kata Kunci: Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), Elektrolit Redoks, Grafit, Extended Electron Transfer Material (EETM) dan Komposit Elektrolit
Disain Viskometer Kapiler Terkomputerisasi (The Design of Computerized Capillary Viscometer) Mulyono, Tri; Putra, Ardian Syah; -, Neran
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain viskometer jenis kapiler yang dapat digunakan untuk pengukuran viskositas cairan dengan volume kecil, sebesar 1,8 mL. Laju alir dari cairan ditentukan menggunakan dua pasang sensor optik (fotodioda IR dan IR LED) yang diproses menggunakan komputer. Serangkaian uji alat dilakukan menggunakan beragam larutan polar dan nonpolar. Dari hasil pengujian,  didapatkan  bahwa  viskometer  hasil  disain  mempunyai  nilai  presisi lebih baik dari viskometer Ostwald. Simpangan bernilai kurang dari 5 % pada larutan uji yang bersifat nonpolar dengan viskositas di bawah 5,28 mPa.s, sedangkan pada larutan uji yang bersifat polar hanya pada viskositas di bawah 1.44 mPa.s.Kata kunci: LED, fotodioda, viskometer kapiler, viskositas
KAJIAN PENGGUNAAN AMONIUM SULFAT PADA PENGENDAPAN ENZIM BROMELIN DARI BATANG NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) SEBAGAI KOAGULAN PADA PEMBUATAN KEJU COTTAGE Nurmala, Linda Wati; Kusrijadi, Ali; Suryatna, Asep
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bromelin merupakan protease yang dapat memutuskan ikatan peptida pada protein dan dapat berfungsi sebagai koagulan pada produksi keju cottage. Penelitian ini mengembangkan ekstraksi enzim bromelin dari batang nanas dengan metode pengendapan menggunakan amonium sulfat. Karakteristik enzim bromelin dilihat dari aktifitas enzim dan kadar protein menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kejenuhan (NH4)2SO4 60% (b/v) menghasilkan aktifitas enzim dan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan kejenuhan (NH4)2SO4 30%, 40%, dan 50% yaitu, aktifitas enzim sebesar 6,425 U/mL dan kadar protein sebesar 0,110 mg/mL. Enzim bromelin yang dihasilkan kemudian diaplikasikan dalam pembuatan keju cottage yaitu keju cottage dengan penambahan ekstrak kasar enzim bromelin dan keju cottage dengan penambahan enzim bromelin hasil pengendapan (NH4)2SO4 60%. Hasil menunjukan bahwa keju cottage dengan penambahan enzim bromelin hasil pengendapan (NH4)2SO4 60% memiliki waktu pembentukan dadih terbaik yaitu 32 jam pada suhu 30oC dengan kadar air sebesar 60,189%, protein 23,978%, lemak 2,573%, dan kalsium 984,788 mg/kg. Kata Kunci: Ananas comosus (L.)Merr, batang nanas, bromelin, keju cottage, protease
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CAIRAN IONIK CIS-OLEIL IMIDAZOLINIUM TETRAKLOROFERRAT(III) Sanusi, Ahmad; Mudzakir, Ahmad; Musthapa, Iqbal
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan mensintesis dan menghidrolisis cairan ionik cis- oleil imidazolinium tetrakloroferrat(III). Cairan ionik ini disintesis dengan metode padat-padat dari senyawa cis-oleil imidazolinium klorida dengan FeCl3.6H2O. Karakterisasi struktur, dilakukan dengan FTIR, Mass Spectroscopy dan XRF sedangkan untuk sifat fisikokimianya dikarakterisasi dengan SRV, Susceptibility Meter dan TG-DTA. Berdasarkan hasil SRV didapatkan nilai koefisien friksi sebesar 0,027 dengan ketahanan friksi selama 60 menit. Hasil susceptibility meter memberikan nilai suseptibilitas magnet sebesar 6,3 x 10-5 SI. Hasil uji TG-DTA menunjukkan titik dekomposisi material pada 230 ˚C. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tersebut, diharapkan bahwa cairan ionik ini dapat digunakan sebagai material pelumas media magnetik. Kata kunci: pelumas media magnetik, cis- oleil imidazolinium tetrakloroferrat(III), koefisien friksi, suseptibilitas magnetik, kestabilan termal.
Kajian Potensi Bionutrien CAF dengan Penambahan Ion Logam Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Mubaroq, Irfan Abdulrachman; Hana, Muhamad Nurul; Sonjaya, Yaya
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian mengenai pengaruh bionutrien CAF dengan penambahan ion logam (Mg2+, Ca2+, Cu2+, Fe2+, Mg2+, Mn2+, dan Zn2+) pada pertumbuhan dan hasil panen tanaman padi (Oryza Sativa L). Ekstraksi basa digunakan untuk memperoleh ekstrak bionutrien CAF. Bionutrien CAF diaplikasikan terhadap tanaman padi dengan variasi dosis 10, 20, 25, 30, 50, 75, dan 100 mL/L dengan penambahan ion logam (Mg2+, Ca2+, Cu2+, Fe2+, Mg2+, Mn2+  dan Zn2+). Blanko hanya diberikan air dan kontrol tanaman diberikan pupuk sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bionutrien CAF dosis 10 mL/L memberikan hasil yang positif terhadap pertumbuhan tanaman padi dengan konstanta laju pertumbuhan paling tinggi sebesar 0,119 hari-1. Perkembangan tanaman padi paling tinggi ditunjukan pada kelompok tanaman bionutrien CAF dosis 20 mL/L sebanyak 42,5 anakan. Hasil panen terberat dengan bobot gabah kering adalah 55,982 gram ditunjukan oleh dosis 20 mL/L. Disimpulkan bahwa pemberian bionutrien CAF 10 mL dan ion logam memberikan hasil yang paling baik terhadap pertumbuhan tanaman padi. Bionutrien CAF dosis 20 mL/L memberikan pengaruh paling baik terhadap perkembangan tanaman padi.Kata kunci: Bionutrien CAF, Ion logam (Mg2+, Ca2+, Cu2+, Fe2+, Mg2+, Mn2+ dan Zn2+), Pupuk Sintesis, Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PRODUK OLAHAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) Rahmawati, Fitri; Dwiyanti, Gebi; Sholihin, Hayat
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian aktivitas antioksidan produk olahan buah jambu biji merah berupa selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah jambu biji merah setelah diolah menjadi selai yang dibuat dengan variasi waktu dan suhu pemanasan yang berbeda. Buah jambu biji merah diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol selama 24 jam. Uji fitokimia dilakukan dengan uji warna. Aktivitas antioksidan selai dianalisis dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan menggunakan spektrofotometer Visible. Hasil uji fitokimia menujukkan bahwa golongan senyawa metabolit sekunder dalam buah jambu biji merah segar dan produk olahan selai yaitu flavanoid, terpenoid, dan tanin. Dari hasil penelitian diperoleh data aktivitas antioksidan produk olahan selai yang dibuat dengan variabel suhu dan waktu pemanasan berbeda yang semakin menurun dari rentang 96,73 % – 82,04 %. Kata kunci : Jambu biji merah, selai, fitokimia, antioksidan, DPPH 
Pengembangan Metode Penentuan Kadar Natrium Benzoat Secara Spektrofotometri UV dalam Jamur Kancing Kemasan Plastik Sevita, Vivi; Suhanda, Hokcu; -, Zackiyah
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan kadar natrium benzoat menurut Association of Official Analytical Chemist (AOAC) 960.38 dan 980.17 dilakukan secara spektofotometri UV. Pada kedua prosedur, konsentrasi natrium benzoat ditentukan berdasarkan pengukuran asam benzoat yang dikali dengan faktor konversi (1,18). Tahap pembuatan deret standar asam benzoat pada AOAC 980.17 dan isolasi asam benzoat dalam sampel pada AOAC 960.38 rumit dan membutuhkan banyak pereaksi sehingga dilakukan modifikasi metode pada penelitian ini. Pengembangan dilakukan melalui pembuatan deret standar untuk kurva kalibrasi sesuai AOAC 960.38 dengan mengganti  pelarut  dietil  eter  menjadi  kloroform,  sedangkan  isolasi  dilakukan sesuai   AOAC   980.17   dengan   mengganti   pelarut   petroleum   eter   menjadi kloroform. Dilakukan uji validasi menggunakan standar asam benzoat dan sampel jamur kancing kemasan plastik yang mengandung natrium benzoat. Hasil uji validasi  menunjukkan linieritas (r) = 0,9997 dengan persamaan regresi y=0,0077 + 0,0030 pada konsentrasi 30 – 100 ppm; batas deteksi sebesar 2,5791 ppm; batas kuantitasi sebesar 7,8156 ppm; presisi dengan nilai %RSD sebesar 4,00%; rata – rata uji pungut ulang terhadap larutan natrium benzoat 10 ppm, 40 ppm dan 60 ppm  sebesar  99,97%;  99,02%;  98,68%.  Diperoleh  kadar  rata  –  rata  natrium benzoat  dalam  sampel  jamur  kancing  kemasan  plastik  dari  metode  ini  yaitu sebesar 0,4502 g/kg.Kata kunci: Jamur Kancing Kemasan Plastik; Natrium Benzoat; Spektrofotometri UV; Validasi Metode.
Kajian Pengaruh Pemberian Bionutrien CAF1 dan CAF2 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Padi (Oryza sativa L) Hendrawan, Dr.; Sonjaya, Yaya; Haryadi, Dedi
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari penelitian sebelumnya mengenai  bionutrien  CAF,  yaitu  pengaruh  penggunaan  bionutrien  CAF1   dan CAF2  terhadap tanaman padi (Oryza sativa L) dengan tujuan untuk menentukan kondisi dosis optimum, meneliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil panen, serta daya tahan terhadap hama dan penyakit. Bionutrien CAF1  didapat dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut basa sedangkan bionutrien CAF2 didapat dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut metanol. Bionutrien CAF1 diaplikasikan terhadap tanaman padi dengan variasi dosis 1,5 %; 2,5 %; 5 %; 7,5%; 10 %; dan 15 %, sedangkan untuk bionutrien CAF2 variasi dosis yang digunakan adalah 0,25 %; 0,5 %; 1,5%; 2 %; dan 4 %. Kontrol positif yang digunakan adalah tanaman padi dengan perlakuan petani, termasuk pemberian fungisida serta pestisida pada tanaman, sedangkan blanko yang digunakan adalah tanaman padi yang hanya disiram pelarut saja. Dari penelitian ini diketahui bahwa untuk tanaman padi yang diaplikasikan bionutrien CAF1, hasil panen terbaik dan konstanta  laju  pertumbuhan  tinggi  terbesar ditunjukkan oleh tanaman aplikasi dengan dosis 7,5 % yaitu massa kering padi sebesar 35,490 gram dan konstanta laju pertumbuhan tinggi sebesar 0,1079 hari-1.  Untuk tanaman padi yang diaplikasikan   bionutrien   CAF2,   hasil   panen   terbaik   dan   konstanta   laju pertumbuhan tinggi terbesar ditunjukkan oleh tanaman aplikasi dengan dosis 0,5% yaitu massa kering padi sebesar 27,122 gram dan konstanta laju pertumbuhan tinggi sebesar 0,1109 hari-1. Kontrol positif memiliki massa kering padi sebesar 40,194 gram dan konstanta laju pertumbuhan tinggi sebesar 0,1188 hari-1, sedangkan tanaman blanko memiliki memiliki massa kering padi sebesar 25,631 gram serta konstanta laju pertumbuhan tinggi 0,0992 hari-1.Kata kunci: Bionutrien, CAF1, CAF2, Ekstraksi, Padi

Page 2 of 3 | Total Record : 21