cover
Contact Name
Bambang
Contact Email
bambang.afriadi@yahoo.co.id
Phone
+6285692038195
Journal Mail Official
bambang.afriadi@yahoo.co.id
Editorial Address
Kompleks Universitas Negeri Jakarta, Kampus A, Gd. Muhammad Hatta Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, 13220, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
ISSN : 20867425     EISSN : 26203073     DOI : https://doi.org/10.21009/JEP
Core Subject : Education,
JEP is the acronym of Jurnal Evaluasi Pendidikan. JEP is a national and international journal published two times in a year (March and October). It specializes in Instrument Development, Evaluation of Educational Programs, Assessment and Measurement in education. This journal is intended to communicate original research, policy brief and book review on the subject. JEP has been published since 2011 and has been using online system since 2017.
Articles 180 Documents
EVALUASI PROGRAM PPL DAN KKM TERPADU MAHASISWA IKIP-PGRI PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Kaswari Kaswari
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 2 (2016): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.945 KB) | DOI: 10.21009/JEP.072.08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi aktual tentang efektivitas pelaksanaan program PPL-KKM terpadu IKIP-PGRI Pontianak. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi implementasi meliputi: konsep dasar PPL-KKM terpadu, awal persiapan kegiatan, pelaksanaan PPL-KKM terpadu, dan hasil pelaksanaan PPL-KKM terpadu. Studi evaluasi program ini dengan menggunakan model CIPP (konteks, input, proses, dan produk). Data dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, wawancara, observasi, dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis untuk menentukan kriteria keberhasilan implementasi dan kemudian dibawa sebagai dasar untuk membuat keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program PPL-KKM terpadu berjalan dengan baik dan lancar serta mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL-KKM IKIP-PGRI Pontianak cukup berhasil. Oleh karena itu, pelaksanaan program PPL-KKM terpadu IKIP-PGRI Pontianak perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.
PEMAHAMAN MATEMATIKA: PENERAPAN MODEL ARCS DAN PENILAIAN KINERJA Diah Arum Kartikasari
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.679 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.02

Abstract

This study aims to determine the effect of ARCS model and performance appraisal on students' mathematical understanding. The sample in this research is VII students of SMP Negeri 2 Toboali. The dependent variable is a mathematical understanding, and the independent variables consist of the differentiated learning models being ARCS and conventional, and the assessment techniques are differentiated into performance and written tests. The instrument used is the students' mathematical comprehension test. The method used is quasi experimental method with 2x2 factorial design. The results of this study indicate that students 'mathematical understanding using the ARCS model will be more effective if given a performance assessment, and students' mathematical understanding using conventional models will be more effective if given a written test assessment.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA DINI DI KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN Affandi Ismail
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.913 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.03

Abstract

The purpose of this development is to develop instruments Early Childhood Naturalist intelligence in East Luwu Regency South Sulawesi Province, valid and reliable. Operationally, this study is to describe: (1) the development of instruments Naturalist intelligence Childhood and (2) constructing instruments Naturalist intelligence Early Childhood valid and reliable. This study was conducted in 10 public elementary school in East Luwu Regency. Conceptually, construct naturalistic intelligence consists of seven dimensions, namely: (1) Sensitivity to nature, (2) ability to identify, classify and distinguish some species in large quantities, including flora, fauna, and the environment, (3) The food chain, (4 ) Love of nature, animals, and plants, (5) the ability to distinguish living matter with inanimate objects, (6) Interested in the world of animals or plants, and (7) Care about the environment, pay attention to nature and easily adapt to nature. Based on the review and validation expert panelists interrater coefficient values obtained for the seven dimensions is reliable. Data analysis using SEM with 8.80 lisrel software model of first order confirmatory analysis. In the first empirical test validation results are 26 items that drop while in the second stage of empirical testing of all items that as many as 29 items declared valid. Reliability test results construct empirical tests first and second stages shows all dimensions reliable. At GOF size mostly show a good fit (good fit), so the instrument Naturalist intelligence Childhood in East Luwu regency of South Sulawesi Province has developed a valid and reliable and can be used as a measuring tool that is reliable.
EVALUASI PROGRAM BURSA KERJA KHUSUS (BKK) SMK DI KABUPATEN BEKASI Sumarno Sumarno
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.79 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.04

Abstract

Setiap SMK di Kabupaten Bekasi memilki Bursa Kerja Khusus (BKK). Fungsi utama BKK adalah menyalurkan tenaga kerja lulusannya. Evaluasi terhadap program ini menggunakan model kesenjangan (discrepancy) dari Provus. Pelaksanaannya terdiri dari 4 tahapan, yaitu: Desain, Instalasi, Proses, dan Produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesenjangan antara standar yang ditetapkan dengan fakta aktual yang terjadi. Data dikumpulkan dengan instrumen angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menentukan setiap komponen dengan kategori sangat tidak sesuai, tidak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Kesenjangan tertinggi tahap desain terdapat pada aspek pedoman penyelenggaraan, sumber daya pada tahap instalasi dan pelaporan pada tahap produk, hal ini terjadi karena pengurus BKK tidak mengetahui petunjuk teknis akibat kurangnya sosialisasi dari Disnaker setempat. Sosialisasi tidak optimal karena kurangnya tenaga Pembina/pemandu dari instansi ketenagakerjaan. Aspek paling baik tingkat kesesuaiannya ada pada tahap proses, hal ini disebabkan beberapa kegiatan terintegrasi dengan kegiatan PKL. Rata-rata hasilnya adalah sesuai standar, keputusannya program dilanjutkan dengan rekomendasi berupa perbaikan pada beberapa komponen.
PENGARUH JENIS PENYEKORAN PEROLEHAN TES PILIHAN GANDA PADA STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA DALAM TOPIK LAJU REAKSI Asma Farida
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.382 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: a) pengaruh interaksi strategi pembelajaran kooperatif dan jenis penyekoran, b) pengaruh utama antara dua model strategi pembelajaran kooperatif, c) pengaruh utama antara dua jenis penyekoran, dan d) pengaruh sederhana dari model pembelajaran terhadap jenis penilaian. Populasi target 923 siswa yang belajar kimia dan sebagai sampel adalah 52 siswa kelas XI yang terseleksi sesuai dengan penelitian ini di SMKN 26 Jakarta. Penelitian ini terbagi dalam 4 kelompok perlakuan yang berbeda selama bulan Oktober-November 2016. Untuk pengumpulan data digunakan instrumen 40 item tes laju reaksi (TLR) 6 tes laju reaksi yang lainnya merupakan tes formatif yang digunakan sebagai perlakuan pada tiap kelompok. Keduanya dikembangkan oleh penulis. Analisis variansi dua jalan (ANAVA) digunakan untuk menganalisa data. Post hoc comparison menggunakan analisis variansi satu jalan juga digunakan untuk menguji adanya perbedaan di antara ke empat kelompok perlakuan. Temuan utama dari penelitian ini adalah: Tidak ada perbedaan antara Jigsaw dan STAD pada hasil belajar kimia siswa. Ada perbedaan hasil belajar kimia siswa pada dua jenis penyekoran corrected score (CS) dan number right score (NRS). Hasil belajar kimia kelompok siswa yang tes formatifnya disekor dengan CS lebih tinggi daripada yang disekor dengan NRS. Ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan jenis penyekoran tes pilihan ganda, artinya efektifitas jenis penyekoran tergantung pada teknik strategi pembelajaran kooperatif, CS lebih efektif jika menggunakan Jigsaw dan NRS lebih efektif jika menggunakan STAD.
KESTABILAN PENYETARAAN HORIZONTAL DENGAN METODE LINIER BERDASARKAN PROPORSI KELOMPOK GANDENG Yustiandi Yustiandi
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.102 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kestabilan penyetaraan horizontal metode linier dengan proporsi kelompok gandeng 15%, 20%, 25%, dan 30% dengan replikasi sebanyak 50 kali. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sekor hasil belajar fisika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI program IPA di Kabupaten Pandeglang, sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Pandeglang, SMAN 2 Pandeglang, SMAN 4 Pandeglang, SMAN 6 Pandeglang, dan SMAN CMBBS yang berjumlah 800 orang yang diambil secara acak sederhana dengan pengembalian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan nilai Root Mean Square Difference (RMSD) dari hasil penyetaraan berdasarkan perbedaan proporsi kelompok gandeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kestabilan penyetaraan horizontal dengan metode linier dengan proporsi kelompok gandeng 15%, 20%, 25%, dan 30% dengan replikasi sebanyak 50 kali. Uji lanjut digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antar kelompok jika masing-masing kelompok dibandingkan. Berdasarkan uji lanjut, diketahui bahwa penyetaraan dengan proporsi kelompok gandeng 15% paling stabil dibandingkan dengan penyetaraan dengan proporsi kelompok gandeng 20%, 25%, dan 30% dengan replikasi sebanyak 50 kali.
PENGARUH MODEL DAN CARA PENILAIAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGONTROL PENGETAHUAN AWAL MATEMATIKA SISWA Adam Rumbalifar
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.472 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh model penilaian dan cara penilaian terhadap hasil belajar IPA dengan mengontrol pengetahuan awal matematika siswa, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Bula Kabupaten Seram Bagian Timur dengan jumlah populasi 295 siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2 X 3 yang menggunakan model rerata sel univariat dengan model Analisis Kovariat (ANKOVA) yang variabelnya terdiri dari: (1) variabel terikat atau variabel respon dan (2) variabel bebas. Dari hasil yang diperoleh dengan mengontrol pengetahuan awal matematika siswa sebagai berikut: (1) hasil belajar IPA kelompok siswa yang diberi model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari kelompok yang diberi model penilaian antar teman, (2) hasil belajar IPA kelompok siswa yang diberi model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari kelompok yang diberi model penilaian diri, (3) hasil belajar IPA kelompok siswa yang diberi model penilaian antar teman lebih tinggi dari kelompok yang diberi model penilaian diri, (4) hasil belajar IPA kelompok siswa yang diberi cara penilaian analitik lebih tinggi dari kelompok yang diberi cara penilaian holistik, (5) terdapat interaksi antara model penilaian dengan cara penilaian terhadap hasil belajar IPA, (6) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian analitik, hasil belajar IPA model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari model penilaian antar teman, (7) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian analitik, hasil belajar IPA model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari model penilaian diri, (8) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian analitik hasil belajar IPA model penilaian antar teman lebih tinggi dari model penilaian diri, (9) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian holistik hasil belajar IPA model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari model penilaian antar teman, (10) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian holistik hasil belajar IPA model penilaian tes tertulis lebih tinggi dari model penilaian diri, (11) khusus kelompok siswa yang diberi cara penilaian holistik hasil belajar IPA model penilaian antar teman lebih tinggi dari model penilaian diri, (12) khusus kelompok siswa yang menggunakan model penilaian tertulis hasil belajar IPA cara penilaian analitik lebih tinggi dari cara penilaian holistik, (13) khusus kelompok siswa yang menggunakan model penilaian antar teman hasil belajar IPA cara penilaian analitik lebih tinggi dari cara penilaian holistik, dan (14) khusus kelompok siswa yang menggunakan model penilaian diri hasil belajar IPA cara penilaian analitik lebih tinggi dari cara penilaian holistik.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KEMAMPUAN INKUIRI ILMIAH SISWA SMP Nurilah Hanum
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.366 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.07

Abstract

Kemampuan inkuiri ilmiah siswa SMP adalah kesanggupan atau kecakapan seorang siswa SMP dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dari usaha yang dilakukan dengan cara membangun rasa ingin tahu siswa. Langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen dilakukan sesuai langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen menurut Djaali dan Pudji Muljono. Cara memvalidasi untuk validitas isi menggunakan kisi-kisi dengan cara konsultasi keahlinya (pakar dan panelis), hasil validasi (pakar dan panelis) secara kuantitatif dengan menghitung nilai CVR (rasio validitas konten), untuk validitas konstruk memvalidasi skor butir dengan analisis faktor (Lisrell) dan mengestimasi reliabilitas instrumen. Hasil validasi pakar (panelis) secara kuantitatif dengan menghitung nilai CVR ternyata dari 57 soal, indeks CVR untuk validasi isi seluruhnya sesuai dan sangat sesuai, hasil validasi dengan 49 pakar dan panelis. Dari 57 item setelah dianalisis dengan CFA, ada 54 item yang valid artinya tidak terdapat perbedaan antara model teoretis unidimensional dengan model empiris. Pada dimensi 1 yang terdiri dari 9 soal, seluruhnya valid. Pada dimensi 2 yang terdiri dari 8 soal, 6 soal valid dan 2 soal lainnya didrop. Pada dimensi 3 yang terdiri dari 10 soal, 9 soal valid dan 1 soal lainnya didrop. Pada dimensi 4 yang terdiri dari 10 soal, seluruhnya valid. Pada dimensi 5 yang terdiri dari 10 soal, seluruhnya valid. Pada dimensi 6 yang terdiri dari 10 soal, seluruhnya valid. Hasil penghitungan koefisien reliabilitas tahap satu r = 0,9958 sedangkan hasil penghitungan koefisien reliabilitas tahap dua r = 0,9961 dengan koefisien reliabilitas > 0,70, maka tes memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi.Dari 54 item setelah dianalisis dengan CFA pada uji coba kedua, ada 28 item yang valid artinya tidak terdapat perbedaan antara model teoretis unidimensional dengan model empiris. Pada dimensi 1 yang terdiri dari 9 soal, 4 soal valid, dan 5 soal didrop. Pada dimensi 2 yang terdiri dari 6 soal seluruhnya didrop. Pada dimensi 3 yang terdiri dari 9 soal, 2 soal valid dan 7 soal lainnya didrop. Pada dimensi 4 yang terdiri dari 10 soal, 8 soal valid, dan 2 soal didrop. Pada dimensi 5 yang terdiri dari 10 soal, 9 soal valid, dan 1 soal didrop. Pada dimensi 6 yang terdiri dari 10 soal, 5 soal valid , dan 5 soal didrop. Hasil penghitungan koefisien reliabilitas pada uji coba kedua r = 0,9825 dengan koefisien reliabilitas > 0,70, maka tes memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi.
EVALUASI PROGRAM MAGANG PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SMK DENGAN MODEL (3+1) PROGRAM KEAHLIAN KEHUTANAN DI SMK NEGERI 1 PAGELARAN – CIANJUR (Implementasi Model CIPPO) Yadi Mulyadi
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.658 KB) | DOI: 10.21009/JEP.091.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui product dan outcomes dari program magang pada penyelenggaraan pendidikan SMK dengan model (3+1) pada Program Keahlian Kehutanan di SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur sebagai penelitian evaluatif dengan menggunakan model evaluasi CIPPO. Pendekatan pada penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi dan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum program magang pada pendidikan SMK dengan model (3+1) berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu: mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan DU/DI, sehingga keberadaan program magang masih diperlukan namun harus sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Pelaksanaan program magang pada Program Keahlian Kehutanan di SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur relevan dengan Kurikulum KTSP karena masa studi 4 tahun, dan kurang relevan dengan Kurikulum 2013 karena masa studi 3 tahun. Untuk itu pelaksanaan program magang pada spektrum kurikulum 2013 masih dapat dilaksanakan dengan cara mengubah waktu pelaksanaan magang pada tahun ketiga atau tetap dipertahankan pada tahun keempat dengan adanya penyesuaian masa studi pada Kompetensi Keahlian Kehutanan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan pada Spektrum Kurikulum 2013 kembali menjadi 4 tahun.
KESTABILAN PENYETARAAN VERTIKAL DENGAN METODE EKUIPERSENTIL BERDASARKAN PROPORSI KELOMPOK GANDENG Eva Puspita Dewi
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2017): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.155 KB) | DOI: 10.21009/JEP.082.01

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: Keakurasian penyetaraan vertikal dengan metode ekuipersentil untuk proporsi kelompok gandeng 10%, 20%, dan 30%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah proporsi kelompok gandeng dan variabel terikatnya adalah keakurasian penyetaraan vertikal dengan metode ekuipersentil yang dinyatakan dengan Root Mean Square Difference (RMSD) yang diperoleh dari 40 replikasi. Data penelitian diperoleh dari sekor tes hasil belajar Matematika untuk topik operasi hitung pada bilangan bulat dan pecahan di kelas VI dan kelas VII semester 2 tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan keakurasian penyetaraan vertikal metode ekuipersentil dengan proporsi kelompok gandeng 20% lebih akurat dibandingkan dengan proporsi kelompok gandeng 10% dan 30%.

Page 8 of 18 | Total Record : 180