cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 23387793     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2020)" : 9 Documents clear
BIOAEROSOL DALAM BUS UMUM DI JAKARTA: ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Winita, Rawina; Mulyati, -; Geni, Lenggo; Natalia, -
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur merupakan salah satu bioaerosol yang dapat memengaruhi kualitas udara di dalam suatu ruangan. Sebagai organisme eukariotik jamur bisa ditemukan di mana mana termasuk di dalam transportasi publik seperti bus. Di Jakarta bus merupakan salah satu moda transportasi massal yang digunakan untuk melakukan aktivitas pekerjaannya. Keberadaan jamur di dalam bus dapat beresiko terhadap penumpang maupun awak bus yang menghirup udara di dalam bus seperti timbulnya alergi, asma dan gangguan pernafasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jamur pada beberapa bus di jalur Pinang ranti-Pluit dan Kampung rambutan-Kampung melayu. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode isolasi jamur dengan agar plate dan diidentifikasi morfologi secara makroskopik dan mikroskopik Sebanyak 30 sempel udara diambil dari lima unit bus dengan waktu pengambilan pagi hari, siang hari dan sore hari. Dari hasil penelitian dapat diidentifiksi jamur Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Penicillium spp, Mycellia sterilia, Monilia sithophila, Curvularia spp dan Fusarium spp. Dapat disimpulkan adanya jamur yang dapat disolasi di dalam bus di Jakarta berpotensi sebagai penyebab turunnya kualitas udara di dalam bus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DI RT 011 RW 006 KELURAHAN SEMPER BARAT, JAKARTA UTARA TERHADAP HIPERTENSI Sihombing, Jumaini Andriana
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat menyerang siapapun, tidak mengenal umur, ras, maupun sosial ekonomi. Oleh karena itu, hipertensi sering juga dikenal sebagai “heterogeneous group of disease”. Menurut WHO (World Health Organization), hampir sekitar satu miliar orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi, dari jumlah tersebut, dua pertiganya berasal dari negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat di RT 011 RW 006 Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara terhadap hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan baik yaitu 189 responden (82,9%) untuk pengetahuan dan sikap, 191 responden (83,8%) untuk tindakan. Selain itu juga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap hipertensi.
ASAM BASA PENDEKATAN TRADISIONAL VS PENDEKATAN STEWART Siahaan, Randolph
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseimbangan Asam Basa sering menjadi suatu hal yang membingungkan bagi para tenaga medis yang bekerja di fasilitas-fasilitas kesehatan khususnya ICU. Berbagai penelitian telah dilakukan sejak sekitar awal tahun 1950, namun sekalipun demikian, masih banyak rahasia mengenai keseimbangan basa dalam tubuh manusia yang belum terungkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keseimbangan asam basa dalam tubuh manusia melalui pendekatan Stewart. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan keseimbangan asam basa yang paling sering dipakai hanya ada 2 metode yaitu yang pertama berdasarkan persamaan Henderson Hasselbalch atau disebut dengan metode tradisional. Lalu yang kedua adalah dengan metode pendekatan Stewart, dimana metode pendekatan ini dinilai lebih kompleks dan komperehensif oleh sebagian orang.
NUTRISI ENTERAL PADA PASIEN DENGAN VENTILATOR Irwan, -; Suwarman, -
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan ventilator amat bergantung pada nutrisi enteral sebagai sumber pemenuhan kebutuhan energi dan protein. Nutrisi enteral termasuk terapi pendukung dan dapat mempengaruhi luaran pasien. Inisiasi dini nutrisi enteral telah menunjukkan penurunan komplikasi dan masa rawat di rumah sakit serta meningkatkan prognosis. Pemberian nutrisi enteral mempertimbangkan total energi dan protein yang diberikan dan bagaimana cara pemberiannya. Tujuan penulisan ini berfokus pada ulasan literatur dan bukti klinis mengenai terapi nutrisi enteral pada pasien kritis yang membutuhkan ventilator. Metode yang digunakan dengan melakukan penelusuran kepustakaan terkait atas makalah-makalah ilmiah hasil penelitian mengenai nutrisi enteral pada pasien dengan ventilator. Kesimpulannya adalah rekomendasi berdasarkan SCCM/ASPEN, dapat diberikan total energi harian 25-30 kkal/kgBB dengan komponen protein 1,2–2 gr/kgBB. Pemberian nutrisi sesuai dengan protokol per institusi dapat berupa volume-based feeding atau trophic.
PENGGUNAAN PELUMPUH OTOT PADA PASIEN KRITIS Khalid, Dian Rosanti; Indriasari, -
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelumpuh otot telah digunakan sejak lama di Intensive Care Unit (ICU) untuk berbagai kondisi. Sehingga pemahaman yang baik mengenai penggunaan pelumpuh otot pada pasien kritis sangat diperlukan. Pasien kritis umumnya memiliki kelainan multipel, sehingga berdampak pada farmakokinetik dan farmakodinamik obat pelumpuh otot. Tujuan penelitian berdasarkan tinjauan pustaka ini akan membahas mengenai jenis pelumpuh otot, indikasi pemakaian pelumpuh otot pada pasien kritis, pemilihan jenis pelumpuh otot, efek samping yang bisa timbul akibat penggunaan obat tersebut dan monitoring yang diperlukan, serta upaya suportif yang harus diberikan pada pasien kritis yang mendapatkan pelumpuh otot. Metode penelitian melalui studi pustaka dan informasi lainnya dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pelumpuh otot pada pasien kritis harus sesuai indikasi klinis dan bersifat individual. Selain itu kelainan organ multipel pada pasien kritis mengharuskan pemilihan pelumpuh otot lebih selektif.
PATOGENESIS DAN TATALAKSANA PASIEN SEPSIS DENGAN DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION Napitupulu, Olivia Des Vinca Albahana; Budipratama, Dhany
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons tubuh terhadap infeksi yang menjadi salah satu penyebab kematian yang tinggi di unit perawatan intensif. Pada sepsis reaksi inflamasi sistemik yang terjadi akan mengaktivasi sistem koagulasi dan meningkatkan konsumsi faktor pembekuan, sehingga akan menimbulkan komplikasi yang serius yaitu gangguan koagulopati, yang disebut Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Tujuan dari penelitian ini adalah merangkum perkembangan patogenesis baru dan dampaknya terhadap tatalaksana DIC pada pasien sepsis saat ini dan di masa depan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Seperti yang diketahui, pada 35% kasus sepsis berat akan disertai dengan DIC, dan pada kasus syok sepsis, DIC menyebabkan tingginya mortalitas yang dikaitkan dengan meningkatnya keparahan penyakit, dan keseriusan kegagalan organ dengan hasil akhir yang buruk. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengkaji informasi yang tersedia dalam literatur tentang pendekatan dan tatalaksana DIC pada sepsis. Dapat disimpulkan bahwa DIC merupakan suatu sindroma klinikopatologi yang merupakan komplikasi dari beragam penyakit yang ditandai dengan adanya aktivasi koagulasi darah sistemik, produksi fibrin intravaskular, sehingga dapat menyebabkan thrombosis pembuluh darah yang berukuran kecil dan sedang, bahkan dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ bersamaan dengan konsumsi trombosit dan faktor koagulasi yang mengakibatkan gambaran klinis perdarahan.
ELAGOLIX PADA ENDOMETRIOSIS Gultom, Abitmer; Simanjuntak, Erica Gilda Minawati
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis adalah suatu kondisi peradangan yang mempengaruhi 6-10% wanita usia reproduksi, dan 50% di antaranya disertai dengan nyeri panggul kronis. Di Indonesia, ditemukan 15-25 persen wanita infertil disebabkan oleh endometriosis. Meskipun pembedahan telah menjadi cara untuk mendiagnosis dan mengobati endometriosis, pengobatan semakin penting untuk membantu mengelola gejala kronisnya. Selain kontrasepsi oral, kelas obat lain yang digunakan untuk pengobatan endometriosis secara tradisional adalah agonis Gonadotropin releasing hormone (GnRH). Elagolix, antagonis GnRH generasi kedua, belakangan ini telah dikembangkan. Elagolix dapat menekan estrogen dalam bergantung pada dosis. Dengan struktur nonpeptida, Elagolix memungkinkan digunakan secara oral dan menjadi sebuah terobosan dalam penggunaaan obat golongan agonis dan antagonis peptida GnRH. Tujuan penulisan karya ini untuk memberitahukan efikasi dari Elagolix terhadap pengobatan endometriosis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang bersifat objektif, analitis, sistematis dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa Elagolix secara klinis berkhasiat pada nyeri terkait endometriosis dan siap menjadi revolusioner dalam tantangan manajemen nyeri terkait endometriosis.
ELAGOLIX PADA ENDOMETRIOSIS Gultom, Abitmer; Simanjuntak, Erica Gilda Minawati
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis adalah suatu kondisi peradangan yang mempengaruhi 6-10% wanita usia reproduksi, dan 50% di antaranya disertai dengan nyeri panggul kronis. Di Indonesia, ditemukan 15-25 persen wanita infertil disebabkan oleh endometriosis. Meskipun pembedahan telah menjadi cara untuk mendiagnosis dan mengobati endometriosis, pengobatan semakin penting untuk membantu mengelola gejala kronisnya. Selain kontrasepsi oral, kelas obat lain yang digunakan untuk pengobatan endometriosis secara tradisional adalah agonis Gonadotropin releasing hormone (GnRH). Elagolix, antagonis GnRH generasi kedua, belakangan ini telah dikembangkan. Elagolix dapat menekan estrogen dalam bergantung pada dosis. Dengan struktur nonpeptida, Elagolix memungkinkan digunakan secara oral dan menjadi sebuah terobosan dalam penggunaaan obat golongan agonis dan antagonis peptida GnRH. Tujuan penulisan karya ini untuk memberitahukan efikasi dari Elagolix terhadap pengobatan endometriosis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang bersifat objektif, analitis, sistematis dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa Elagolix secara klinis berkhasiat pada nyeri terkait endometriosis dan siap menjadi revolusioner dalam tantangan manajemen nyeri terkait endometriosis.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 SUKASARI KECAMATAN SUKASARI SUMEDANG TAHUN 2019 Ekarini, -; Diani, Yusias Hikmat; Ayumas, Ni Luh; Panjaitan, Karisha V.; Manullang, Vania Revanita
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana kadar hemoglobin berada dibawah nilai normal. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh status gizi, akibat tidak seimbangnya kecukupan asupan gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Zat besi merupakan mineral yang penting bagi tubuh. Jika mengalami kekurangan zat besi akan mengakibatkan berkurangnya pembentukan sel darah merah, sehingga terjadi anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi pada seluruh tingkat kehidupan dalam masyarakat, terutama pada anak – anak, wanita hamil dan remaja, khususnya remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Sukasari Kecamatan Sukasari Sumedang Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan sejak Desember 2019 - Februari 2020, dengan jenis penelitian observasional deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 73 remaja putri. Kadar hemoglobin diukur menggunakan hemoglobinometer easytouch GC Hb, berat badan diukur dengan menggunakan timbangan dan tinggi badan menggunakan microtoise. Gambaran kejadian anemia remaja putri di SMPN 1 Sukasari adalah 16,4%. Sedangkan remaja putri dengan status gizi normal didapatkan sebanyak 67,1%. Kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya asupan gizi terutama zat besi perlu ditingkatkan untuk mencegah anemia, khususnya pada remaja putri. Sebagian besar remaja putri tidak mengalami anemia dan memiliki status gizi normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9