Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

BIOAEROSOL DALAM BUS UMUM DI JAKARTA: ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Winita, Rawina; Mulyati, -; Geni, Lenggo; Natalia, -
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur merupakan salah satu bioaerosol yang dapat memengaruhi kualitas udara di dalam suatu ruangan. Sebagai organisme eukariotik jamur bisa ditemukan di mana mana termasuk di dalam transportasi publik seperti bus. Di Jakarta bus merupakan salah satu moda transportasi massal yang digunakan untuk melakukan aktivitas pekerjaannya. Keberadaan jamur di dalam bus dapat beresiko terhadap penumpang maupun awak bus yang menghirup udara di dalam bus seperti timbulnya alergi, asma dan gangguan pernafasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jamur pada beberapa bus di jalur Pinang ranti-Pluit dan Kampung rambutan-Kampung melayu. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode isolasi jamur dengan agar plate dan diidentifikasi morfologi secara makroskopik dan mikroskopik Sebanyak 30 sempel udara diambil dari lima unit bus dengan waktu pengambilan pagi hari, siang hari dan sore hari. Dari hasil penelitian dapat diidentifiksi jamur Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Penicillium spp, Mycellia sterilia, Monilia sithophila, Curvularia spp dan Fusarium spp. Dapat disimpulkan adanya jamur yang dapat disolasi di dalam bus di Jakarta berpotensi sebagai penyebab turunnya kualitas udara di dalam bus.
Entomofobia yang Mengarah ke Delusi Parasitosis Rawina Winita; Agus Aulung; Saleha Sungkar
Majalah Kedokteran UKI Vol. 27 No. 2 (2010): APRIL - JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstrak Entomofobia dan delusi parasitosis adalah dua kondisi yang berhubungan dengan rasa takut yang berlebihan terhadap arthropoda seperti serangga dan parasit lain yang menyebabkan gangguan psikologis. Kasus entomofobia di Indonesia jarang dilaporkan. Tulisan ini melaporkan seorang perempuan yang semula didiagnosis sebagai penderita miasis kutan karena larva serangga. Secara fisik pasien sembuh setelah pengobatan tetapi ia tidak dapat menerima keadaan tersebut. Pasien tetap merasakan ketakutan yang berlebihan. Selanjutnya diagnosis ditetapkan yaitu entomofobia yang mengarah ke delusi parasitosis Kata kunci: entomofobia, delusi parasitosis, miasis kutan Abstract Entomophobia and delusional parasitosis are two different conditions associated with excessive fear of arthropods such as insects and other parasites, which causes psychological disorders. So far entomophobia cases are rarely reported in Indonesia. This paper reports of a woman who previously diagnosed as cutaneous myasis caused by insect’s larvae. Physically she was recovered after treatment, but she remains having excessive fear of insect. Further more, she was diagnosed as delusional parasitosis. Keyword: entomophobia, delusional parasitosis, cutaneus myasis
Hubungan Sanitasi Diri dengan Kejadian Kecacingan pada Siswa SDN X Paseban, Jakarta Pusat Rawina Winita; Mulyati; Hendri Astuty
Majalah Kedokteran UKI Vol. 28 No. 2 (2012): APRIL - JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstrak Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh soil transmitted helminths (STH) merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pemberantasan dan pencegahan penyakit kecacingan di Indonesia secara nasional dimulai tahun 1975 dan berhasil menurunkan prevalensi pada tahun 2003 sampai 8,9%. Namun pada dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi kecacingan termasuk di DKI Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia, terutama pada anak usia Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan jenis cacing yang menginfeksi siswa di SDN Paseban Jakarta Pusat serta mengetahui faktor yang mempengaruhi infeksi tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010 terhadap 113 siswa. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecacingan siswa SDN Paseban Jakarta Pusat adalah 11,5% dengan spesies Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura serta infeksi campur A. lumbricoides dan T. trichiura. Faktor yang mempengaruhi kecacingan adalah umur, kelas dan kebiasaan cuci tangan sebelum makan sementara kejadian kecacingan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, perilaku suka jajan, kebiasaan bermain di tanah dan kebersihan kuku.Kata kunci: Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, kebiasaan, demografi Abstract Worm infection caused by soil transmitted helminths (STH) is a public health problem in Indonesia. Eradication and prevention of the disease was started in 1975 and in 2003 its prevalence has been decreased to 8.9%. But, in the last decade the disease resurge as shown in the increase of the prevalence especially in elementary school age children. This study search for the prevalence of worms infection among elementary school children of SDN X Pagi Paseban, Central Jakarta as well as factors that affect the infection. The study was conducted in December 2010 on 113 students. The results showed that the prevalence of intestinal worms infection of SDN Paseban Central Jakarta students is 11.5% which caused by Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. Furthermore, mixed infections of A. lumbricoides and T. trichiura was also detected. Factors affecting the worms infection are age - class level and hand washing habit while the incident is not determined by gender, eating snacks habit, playing in soil and nail hygiene.Key words: Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, habit, demography
Infeksi Parasit Usus pada Anak dan Hubungannya dengan Pekerjaan sebagai Pemulung Rawina Winita; Muhammad K. Huda; Hendry Astuti
Majalah Kedokteran UKI Vol. 32 No. 3 (2016): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstrak Sampah perkotaan biasanya dikumpulkan dari berbagai wilayah kota dan diangkut oleh petugas ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tempat pembuangan akhir sampah merupakan wilayah yang secara ekonomis bermakna, sehingga banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari tempat tersebut termasuk anak-anak yang bekerja sebagai pemulung karena alasan ekonomi. Wilayah tersebut biasanya tidak higienis dan merupakan habitat berbagai mikro-organisme termasuk parasit usus yang mudah menginfeksi orang yang berkeja di TPA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi parasit usus pada anak-anak di TPA Bantar Gebang, Bekasi dan hubungannya dengan pekerjaan mereka sebagai pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan subyek penelitian berjumlah 74 anak. Data diolah memakai program SPSS 17.0 dengan uji chi square dan Fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan angka infeksi parasit usus pada anak-anak di TPA Bantar Gebang, Bekasi adalah 83,7% dengan rincian Blastocystis hominis 60,8%, Giardia lamblia 33,8%, Trichuris trichiura 29,7%, Ascaris lumbricoides 5,4% dan Entamoeba histolytica 1,4%. Secara statitik tidak ditemukan hubungan antara jenis pekerjaan anak sebagai pemulung dan infeksi parasit usus (p>0,05). Disisi lain, ditinjau dari segi proporsi, anak yang bekerja sebagai pemulung lebih banyak terinfeksi parasit usus daripada yang tidak terinfeksi.Kata kunci: parasit usus, pemulung ,anak Abstract The garbage in urban area are usually collected by the government then send to tempat pembuangan akhir sampah/ TPA or final waste disposal (FWD). The TPA is economically important, many people works there as pemulung or garbage collector including children who works as pemulung due to economic reason. The TPA area usually is a dirty rotten place with the risk of transmission of infectious diseases including intestinal parasitic infection. The aim of this study is to know whether there is any association between the work as pemulung and intestinal parasite infection in children. A cross sectional study on 74 children consisting of 53 children works as pemulug and the rest were not, was conducted in TPA Bantar Gebang Bekasi. The data were analyzed using SPSS version 17.0; chi square and Fisher’s exact test were implemented. The result of the study showed that 83,7% cildren were infected by intestinal parasite. Among the infected children, 60.8%, was infected by Blastocystis hominis, Giardia lamblia 33.8%, Trichuris trichiura 29.7%, Ascaris lumbricoides 5.4% and Entamoeba histolytica 1.4%. In one hand there is no significant association between intestinal parasitic infection and their work as pemulung (p>0,05), but on the other hand the proportion of parasitic infection is much higher among children who work as pemulung compare with non pemulung. Keywords: intestinal parasite, garbage collector, children
The Susceptibility of Aedes aegypti In Dengue Endemic Areas, Tegal, Central Java Indonesia Irfan Kresnadi; Bany Faris Amin; Haekal Ariq; Viharsyah Aulia Akbar; Rawina Winita; Ridhawati Syam; Lisawati Susanto; Nurhadi Eko Firmansyah; Heri Wibowo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 17 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/blb.v17i1.3325

Abstract

Tegal district is a dengue-endemic area. One of the strategies to control Ae. aegypti is the use of insecticides. The determination of insecticide resistance in a dengue-endemic area is useful for supporting policies for Ae. aegypti control program. The aim of this study is to determine the susceptibility of Ae. aegypti in Tegal district, Central Java. Aedes aegypti larvae were collected from June to July 2018. Susceptibility bioassay of Ae. aegypti larvae against temephos and Ae. aegypti female against permethrin were conducted refers to the WHO protocol. The susceptibility of Ae. aegypti was interpreted based on WHO protocol as well. The mortality of Ae. aegypti larvae were at 0.025 ppm by 90%. The LC50 at 0.0005 ppm, and LC99 at 1.1037 ppm, respectively. The mortality rate of Ae. aegypti against permethrin was 26%. The LT50 at 6611.636 minutes, and LT99 at 5958807.272 minutes, respectively. The susceptibility of Ae. aegypti larvae were possible resistant but adult Ae. aegypti was resistant.
Identifikasi Jamur Candida Sp Dan Aspergillus Sp Pada Sputum Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur Dengan Metode HVC Pada Suhu 40oc Dan Suhu Kamar Rawina Winita; Lenggo Geni; Vita Amalia
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Anakes :Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i1.353

Abstract

Mikosis adalah infeksi jamur yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi fisiologis. Lansia pada panti jompo merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi jamur dikarenakan rendahnya sistem imun atau bahkan pengaruh dari kualitas lingkungan sekitarnya. penelitian ini untuk mengetahui jenis jamur pada sputum lansia yang mengalami batuk dan tidak batuk di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur dengan sampel 50 berupa sputum lansia yang mengalami batuk sebanyak 25 dan tidak mengalami batuk sebanyak 25, pemeriksaan ini  menggunakan metode HCV pada suhu 40OC dan suhu kamar. Dari hasil kepadatan jamur Aspergillus spdan beberapa jenis jamur lainnya lebih banyak didapatkan pada suhu kamar dibandingkan dengan suhu 40oC Sedangkan pada jamur Candida splebih banyak didapatkan pada suhu 40oC dibandingan dengan suhu kamar.Kepadatan jamurCandida sppositif-1 lebih banyak didapatkan pada suhu 40oC (60%) dibandingkan pada suhu kamar yaitu 17 (50%) sedangkan pada kepadatan Candida sppositif-2 lebih banyak didapatkan pada suhu kamar yaitu 17 (50%) dibandingkan dengan suhu 40oC 8 (40%).JamurAspergillus fumigatuspada suhu 40oC lebih banyak didapatrkan pada lansia yang tiak mengalami batuk dibandingkan dengan lansia yang mengalami batuk.Dapat disimpulkan bahwa lansia yang mengalami batuk maupun tidak batuk pada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 kemungkinan terinfeksi oleh jamur pada sputumnya. Kata kunci            :      Sputum, Batuk dan Tidak Batuk, Lansia, Aspergillus sp, Candida sp, Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur.
Pemeriksaan Jamur Candida Sp Pada Rongga Mulut Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur Lenggo Geni; Rawina Winita; Anita Astuti Istiqomah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Anakes:Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v6i2.374

Abstract

Candida adalah anggota flora normal terutama saluran pencernaan, juga selaput mukosa saluran pernafasan, vagina, uretra, kulit dan dibawah jari-jari kuku tangan dan kaki. Di tempat-tempat ini ragi dapat menjadi dominan dan menyebabkan keadaan-keadaan patologik ketika daya tahan tubuh menurun baik secara lokal maupun sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase keberadaan jamur Candida sp pada rongga mulut lansia .Penelitian ini menggunakan metode Biakan yang ditanam pada media SDA dan dibaca secara Makroskopis, dan Mikroskopis yang dilakukan pada 62 sampel Swab rongga mulut lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Dari hasil pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis yang hasilnya didapat berdasarkan persentase keberadaan jamur Candida sp yang tumbuh pada media SDA+.Hasil penelitian dari 62 sampel didapatkan 34 (54,9%) sampel positif Candida sp dan 28 (45,1%) sampel negatif Candida sp dalam pemeriksaan metode biakan SDA. Peningkatan kepadatan koloni terdapat pada hasil positif satu (+) yaitu sebanyak 24 (70,59%) sampel. Jamur Candida sp tumbuh paling banyak pada sampel dengan frekuensi menyikat gigi 1x yaitu sebanyak 24 (70,59%) sampel serta pada sampel dengan keluhan adanya sariawan secara keseluruhan didapatkan hasil positif Candida sp sebanyak 6 (17,65%) sampel, dan pada perilaku menyikat gigi yang menggunakan pasta gigi sebanyak 31 (91,18%) sampel. Dapat disimpulkan peningakatan Jumlah Candida sp karena jamur Candida sp adalah flora normal yang  ada pada rongga mulut dan akan meningkat dalam kondisi kelainan tertentu.Kata Kunci           :               Candida sp, Lansia
Deteksi Jamur Malassezia spp. pada Kulit Pekerja Bangunan di Daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok Mulyati Mulyati; Lenggo Geni; Rawina Winita; Madonia Fakum Silitonga
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1200

Abstract

Penyakit infeksi jamur pada kulit kerap ditemukan pada daerah iklim tropis seperti di Indonesia, salah satunya adalah penyakit panu (Pityriasis versicolor) yang disebabkan oleh jamur superfisialis Malassezia spp. Penularan panu terjadi apabila kontak dengan spora jamur penyebabnya. Salah satu kelompok yang rentan terinfeksi jamur ini yaitu pekerja bangunan. Meskipun panu tidak berbahaya tetapi keluhan rasa gatal pada waktu berkeringat dan alasan tidak nyaman oleh adanya bercak di lapisan kulit menyebakan penderita merasa terganggu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pada populasi pekerja bangunan yang bekerja di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok sebanyak 43 pekerja. Jumlah sampel pada penelitian adalah 30 pekerja yang dipilih secara simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas MH Thamrin sesuai prosedur pemeriksaan serpihan kulit secara makroskopis dengan mengamati secara langsung (pemeriksaan fisik) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan KOH 10%. Penelitian menunjukkan sebanyak 13,33% pekerja bangunan kulitnya terinfeksi jamur Malassezia spp. dan terdapat 66,6% pekerja bangunan dengan hipopigmentasi kulitnya ditemukan jamur Malassezia spp. Faktor kebiasaan mandi 1x dalam sehari dan penggunaan pakaian yang tidak diganti merupakan faktor yang berperan terhadap adanya jamur Malassezia spp pada pekerja bangunanKata Kunci: Malassezia spp., Pekerja Bangunan, Pityriasis versicolor
Deteksi Jamur Dermatophyta pada Helm Driver Ojek Online di Kecamatan Ciracas Mulyati Mulyati; Zuraida Zuraida; Rawina Winita; Nishfa Ayu Novita
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1395

Abstract

Penyakit jamur Dermatophyta adalah golongan jamur yang disebabkan penyakit pada kulit yang menyerang bagian keratin seperti pada bagian rambut. Tinea kapitis merupakan kelainan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur Dermatophyta dari genus Trichophyton dan Microsporum. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui adanya suatu gambaran keberadaan jamur Dermatophyta pada helm driver ojek online di Kecamatan Ciracas ditinjau dari lama penggunaan helm dan pembersihan helm. Pada penelitian ini menggunakan metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada Juni sampai dengan Agustus 2022. Sampel dengan jumlah 30 helm driver. Pembiakan secara makroskopis dengan menggunakan media Sabouraud Dextrosa Agar (SDA) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan Lacto Phenol Cotton Blue (LPCB). Untuk hasil Penelitian didapatkan sebanyak 7 sampel (23,3%) positif (+) jamur Dermatophyta dari spesies Tricophyton mentagrophytes, Microsporum cannis, Microsporum ferrugineum, dan Trichophyton rubrum. Berdasarkan pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 7 responden (43,75%) dan tidak pernah membersihkan helm ditemukan positif (+) 6 responden (42,85%). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah helm bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur Dermatophyta penyebab Tinea kapitis ditinjau dari adanya keberadaan jamur pada helm driver dari masing-masing variabel. Kata kunci       : Dermatophyta, Helm driver ojek online 
Deteksi Jamur Malassezia spp. pada Kulit Pekerja Bangunan di Daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok Mulyati, Mulyati; Geni, Lenggo; Winita, Rawina; Silitonga, Madonia Fakum
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1200

Abstract

Penyakit infeksi jamur pada kulit kerap ditemukan pada daerah iklim tropis seperti di Indonesia, salah satunya adalah penyakit panu (Pityriasis versicolor) yang disebabkan oleh jamur superfisialis Malassezia spp. Penularan panu terjadi apabila kontak dengan spora jamur penyebabnya. Salah satu kelompok yang rentan terinfeksi jamur ini yaitu pekerja bangunan. Meskipun panu tidak berbahaya tetapi keluhan rasa gatal pada waktu berkeringat dan alasan tidak nyaman oleh adanya bercak di lapisan kulit menyebakan penderita merasa terganggu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pada populasi pekerja bangunan yang bekerja di Perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok sebanyak 43 pekerja. Jumlah sampel pada penelitian adalah 30 pekerja yang dipilih secara simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jamur Malassezia spp. pada kerokan kulit pekerja bangunan di perumahan daerah Sukatani Cimanggis Kota Depok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas MH Thamrin sesuai prosedur pemeriksaan serpihan kulit secara makroskopis dengan mengamati secara langsung (pemeriksaan fisik) dan mikroskopis dengan menggunakan larutan KOH 10%. Penelitian menunjukkan sebanyak 13,33% pekerja bangunan kulitnya terinfeksi jamur Malassezia spp. dan terdapat 66,6% pekerja bangunan dengan hipopigmentasi kulitnya ditemukan jamur Malassezia spp. Faktor kebiasaan mandi 1x dalam sehari dan penggunaan pakaian yang tidak diganti merupakan faktor yang berperan terhadap adanya jamur Malassezia spp pada pekerja bangunanKata Kunci: Malassezia spp., Pekerja Bangunan, Pityriasis versicolor