cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 23387793     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
SEVERITY SCORING PADA PASIEN KRITIS Yulianto, Susilo; Indriasari
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The scoring system used in the management of critical patients has been introduced and developed since more than 30 years. The system allows assessment of disease severity and provides a prediction of mortality in the hospital. The scoring system consists of outcome prediction scores (APACHE, SAPS, MPM) and organ dysfunction scores (SOFA, MODS). In addition, the scoring system is also divided based on data collection methods, namely: anatomical score, therapeutic weighted score, specific organs, physiological assessment, simple scale (simple), and specific diseases. APACHE, SAPS, MPM, SOFA and MODS are scores that are often used in the ICU, these scores have a certain specificity and level of discrimination, where these scores are still being developed taking into account local conditions and the use of drugs to support the cardiovascular taking into account local conditions and the use of drugs to support the cardiovascular system, . In conclusion, the Severity of Illness score is a tool designed to predict and evaluate, from various perspectives, to predict patient outcomes.Most scoring systems are the result of multivariate regression analysis applied to large databases to identify the most relevant factors in predicting mortality.
TATALAKSANA PASIEN SEPSIS YANG DISEBABKAN OLEH PERITONITIS DIFUS ec. PERFORASI DUODENUM: (LAPORAN KASUS) Arvianto; Oktaliansah, Ezra; Suwarman
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi intra abdomen adalah penyebab kedua tersering dari sepsis dan kematian akibat infeksi pada pasien-pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Faktor kunci yang menentukan keberhasilan terapi pada infeksi intra-abdomen adalah diagnosis segera, source control yang adekuat dan pemberian antibiotik yang tepat. Resusitasi yang adekuat dengan pemberian obat vasopresor dini bila pasien mengalami syok sepsis merupakan tindakan yang sangat penting. Pemberian antibiotik empiris untuk kasus sepsis maupun syok sepsis akibat infeksi intraabdomen complicated dapat mengikuti panduan The Infection Diseases Society of America (IDSA) atau panduan antibiotik di Indonesia. Perawatan pasca operasi di ICU harus dilakukan dengan optimal, diantaranya dengan memberikan dukungan ventilasi mekanik dan terapi cairan yang tepat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan keberhasilan tatalaksana penanganan perforasi difus dengan komplikasi sepsis yang disebabkan oleh perforasi duodenum, di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Gatot Soebroto Jakarta pada bulan Agustus 2020. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan retrospektif kemudian dianalisis secara deskriptif. Pasien dirawat 2 hari dengan ventilasi mekanik dan pindah ruangan setelah 3 hari dirawat di ruang perawatan intensif. Dapat disimpulkan bahwa angka mortalitas sepsis akibat perforasi difus masih tinggi disebabkan komplikasi dan kebutuhan pengelolaan kondisi kritis di ruang perawatan intensif dalam jangka waktu panjang.
PEMBERIAN DINI VASOPRESOR PADA SYOK SEPSIS Ferianto; Oktaliansah, Ezra; Indriasari
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respon tubuh terhadap infeksi dan merupakan salah satu penyebab kematian utama di Intensive Care Unit (ICU). Penyebab utama tingginya mortalitas adalah keterlambatan penanganan sehingga pasien jatuh dalam kondisi syok septik. Dua komponen utama penanganan syok sepsis adalah resusitasi cairan dan pemberian vasopresor. Pemberian dini vasopresor bersamaan dengan pemberian cairan dapat menurunkan mortalitas pasien karena mengurangi volume resusitasi sehingga mencegah kelebihan cairan pada pasien. Rekomendasi terbaru dari Surviving Sepsis Campaign (SSC) menyarankan resusitasi cairan dan terapi medikamentosa dalam 1 jam pertama, yang mencakup pemberian vasopresor sedini mungkin pada kasus hipotensi yang mengancam nyawa, bersamaan atau segera setelah resusitasi cairan untuk mempertahankan level MAP ≥ 65mmHg. Penanganan yang holistik akan mengurangi mortalitas pasien syok sepsis di ICU. Tujuan dari penelitian ini Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penanganan lebih awal pada pasien sepsis. Metode yang digunakan berdasarkan penurunan angka mortalitas atau keberhasilan dalam penanganan pasien syok sepsis yang diberikan Norepinephrine (NEP) di awal berhubungan dengan kecepatan tercapainya nilai Mean arterial pressure (MAP) dan clearance laktat. Dapat disimpulkan Pada sebagian besar pasien syok sepsis memerlukan pemberian dini vasopresor untuk stabilisasi hemodinamik, selain resusitasi cairan yang tepat. Pemberian obat vasopresor sangat penting dalam mencapai target resusitasi hemodinamik yang bertujuan untuk meningkatkan pengantaran oksigen melalui peningkatan curah jantung, perfusi aliran darah organ vital dan tekanan perfusi organ.
PENGELOLAAN AKUT KIDNEY INJURY DISEBABKAN SEPSIS DI ICU Marisi, Suhud; Suwarman; Maskoen, Tinni
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) is a syndrome that consists of several clinical conditions, due to sudden kidney dysfunction. Sepsis and septic shock are the causes of AKI and are known as Sepsis-Associated AKI (SA-AKI) and account for more than 50% of AKI cases in ICU, with a trend towards a poor prognosis. Acute Kidney Injury (AKI) is characterized by a sudden decrease in kidney function over several hours / day, which results in the accumulation of creatinine, urea and other waste products. The main goals of AKI management are to prevent further kidney damage and to keep the patient alive until the kidney function returns to normal. SA-AKI is a condition often faced by patients with sepsis in the ICU. The method used is based on a literature review regarding the reduction in mortality or success in patient management, in the BEST Kidney trial subgroup analysis, the probability of death in hospital was 50% higher in AKI sepsis compared with non-sepsis AKI. The understanding of sepsis and endotoxin that can cause SA-AKI is not fully known, the conclusion is that rapid identification of the incidence of SA-AKI, antibiotics and appropriate fluid therapy are crucial actions in the management of SA-AKI. The availability of organ support modalities such as CRRT in ICU care can help patients with sepsis survive due to frequent kidney organ failure.