cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya
ISSN : 23376686     EISSN : 23383321     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
ANALISIS FAKTOR­-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT PELNI JAKARTA 2011 Rochmayanti, Rochmayanti
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.604 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penyakit jantung koroner menyebabkan penurunan fungsi fisik dan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner. Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, status perkawinan, ansietas, depresi, koping dan dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel  dalam  penelitian ini ada 100 responden yang dilakukan di Rumah sakit Pelni Jakarta. Pada analisi regresi linier ganda didapat 3 variabel yang berpengaruh terhadap kualitas hidup yaitu usia, penghasilan dan depresi. Hasil penelitian lebih lanjut didapatkan depresi sebagai faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup (p = 0,0005). Berdasarkan hal tersebut perawat perlu mendeteksi sedini mungkin depresi yang dialami oleh pasien, memberikan pendidikan kesehatan dan konseling.Kata kunci: Penyakit jantung koroner, kualitas hidup, ansietas, depresi, koping dan dukungan sosial. ABSTRACT: Coronary heart disease caused decrease in physical function and psychological impact on quality of life. The aims of this   study was to know the quality of life of patients with coronary heart disease. The independent variables in this study were age, gender, education, occupation, income, marital status, anxiety, depression, coping and social support. This study used the analytic correlation with cross­ sectional design. The number of samples in this study there were 100 respondents. In multiple linear regression analysis found three variables that affect the quality of life: age, income and depression. The study further found that depression as the factors most  associated with quality of life (p = 0,0005). Based on this study nurses need to be early to detect patients with depression and provided health education.Keywords: Coronary heart disease, determinant quality of life
KOMPLIKASI DAN RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAWATAN ORTODONTI Alawiyah, Tuti
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.522 KB)

Abstract

ABSTRAK: Perawatan ortodonti merupakan salah satu bidang kedokteran gigi yang berperan penting dalam memperbaiki  maloklusi, estetik wajah, fungsi serta stabilitas hasil perawatan yang baik. Keputusan untuk memulai perawatan akan di pengaruhi oleh manfaat pada pasien yang diseimbangi dengan resiko dari terapi alat dan prognosis untuk mencapai tujuan perawatan dengan berhasil. Seperti perawatan gigi yang lain. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk (1) membahas tetntang komplikasi dan resiko dari terapi alat, (2) Prognosis pada perawatan ortodonti. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Alat Orthodontik terdiri dari 2 macam yaitu alat orthodontic lepasan dan alat orthodontik cekat. Alat orthodontic lepas adalah alat yang pemakaiannya bisa dilepas dan dipasang oleh pasien. Alat orthodontik cekat adalah alat yang dipasang secara cekat dengan pengelemena pada gigi pasien sehingga alat tidak bisa dilepas oleh pasien sampai perawatan selesai. (2) Perawatan orthodontik cekat dan lepasan juga memiliki resiko dan komplikasi. Resiko yang disebutkan di bawah ini adalah yang umum dialami oleh pengguna alat orthodontik. Resorbsi akar, kehilangan dukungan periodontal, kerusakan jaringan lunak, cedera pulpa, oral hygiene yang memburuk, karies, inflamasi gingival, Recurrent Apthous Stomatitis (SAR).Kata kunci:  perawatan ortodonti, alat ortodonti, komplikasi dan resiko perawatan ABSTRACT: orthodontic care is one field of denstistry that plays an important role in improving the malocclusion, facial aesthetics, functionality and stability of good treatment result. The choice to begin treatment will be influenced by the benefit in patients with risk which is stabilized by risk of therapy and prognosis tool to achieve successful maintenance purposes. As with other dental care. The purpose of this paper is to (1) Discuss the complications and risks of therapy tool, (2) Prognosis in orthodontic treatment. Method used in this paper is to study literature with descriptive exploratory approach. It can be concluded that: (1) Orthodontic Tool consists of two kinds of removable orthodontic appliance and fixed orthodontic appliance. Loose orthodontic appliance is a tool which use can be removed and installed by the patient. Print orthodontic appliance is a device mounted in fixed by gluing on the patients's teeth so that the tool can not be removed by the patient until the treatment is completed. (2) Maintenance of fixed and removable orthodontics also have risks and complications. The risks mentioned below are commonly experienced by users of orthodontic appliance. Root resorption, periodontal support loss, soft tissue damage, injury pulp, deteriorating oral hygiene, caries, gingival inflammation, recurrent stomatitis apthous (SAR).Keywords: orthodontic treatment, orthodontic appliances, complication and risk of treatment.
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN KETERAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI ANAK JALANAN AGAR MEMPEROLEH PEKERJAAN DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN Murhadi, Murhadi; Karnawati, Rita Agustina
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.678 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan anak jalanan di Tangerang Selatan dalam kurun waktu lima tahun mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga menyebabkan anak jalanan banyak aktivitas di jalan seperti mengamen, meminta-minta dan mengemis. Dinas Sosial kota Tangerang, telah melakukan pelatihan keterampilan vokasional kepada anak jalanan namun dianggap masih kurang efektif. Tujuan penelitian ini untuk: (1) memperoleh gambaran tentang kondisi objektif pelatihan keterampilan vokasional yang dilakukan Dinas Sosial kota Tangerang, (2) menemukan model konseptual pengembangan pelatihan keterampilan vokasional dalam meningkatkan kompetensi anak jalanan untuk memperoleh pekerjaan, (3) mengimplementasikan pengembangan model pelatihan keterampilan vokasional dalam meningkatkan kompetensi anak jalanan untuk memperoleh pekerjaan, (4) mengevaluasi efektivitas model pelatihan vokasional dalam meningkatkan anak jalanan untuk memperoleh pekerjaan. Metodologi yang digunakan dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dan pendekatan eksperimen semu (Quasi exsperiment). Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, studi dokumentasi, wawancara, angket serta diskusi kelompok. Hasil penelitian ini merumuskan suatu model pelatihan yang dapat diterapkan oleh Dinas Sosial Kota Tangerang sebagai bekal anak jalanan untuk mendapatkan pekerjaan. Model ini dapat dilakukan melalui kerjasama Dinas Sosial dengan dunia usaha di sekitar kota Tangerang Selatan.Kata kunci: kompetensi, konseling vokasional, anak-anak jalanan ABSTRACT: The growth of street children in South Tangerang within a period of five years experienced a significant increase, thus causing street children a lot of activity on the street for singing and begging, while the handling of the problem conducted by the Social Service is still less effective through the provision of skills training to children. Referring to these conditions, the aim of  this study is to: (1) obtain the a description of the objective conditions skills training vocational conducted by Social Services of South Tangerang, (2) to find a conceptual model of training and development of vocational to improve the competence of street children to obtain employment, (3) implements development of vocational skills training model to improve the competence of street children to obtain employment, (4) to evaluate the effectiveness of vocational training model to improve the street children to get a job. The results of this study will be formulated as a training model wich  can be implemented by Social Services of South Tangerang for the provision of street children to get a job and the model can be done through cooperation with the Social Service businesses around South Tangerang. Theories and concepts are used as a reference in the implementation of the research include: previous research relevant to the research problem, the nature of training in enhancing the competence of street children and child competence development. The methodology of this reseach taken in this study using the Research and Development (R & D). This type of research used a quasi-experimental type. Data were collected through participatory observation, study of documentation, interviews, questionnaires pretest and posttest, and discussion groups.Keywords: vocational counseling, street children
PENCEGAHAN GANGGUAN KECEMASAN DENGAN INTERVENSI BERBASIS WEB Rahayu, Septirina
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.716 KB)

Abstract

ABSTRAK: Generalized Anxiety Disorder (GAD) merupakan penyakit atau gangguan kronis yang umum dan sering terjadi di masyarakat dengan prevalensi cukup tinggi. Proses  berubah dan peristiwa akut dapat menjadi stimulus yang menyebabkan seseorang mengalami ansietas. Ansietas dapat terjadi pada semua kelompok usia, hampir 50 % terjadi pada orang dewasa  dengan gejala seperti kesulitan tidur, distrakbiliti, iritabilitas serta agitasi. Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan informatika perawat terhadap dokumentasi keperawatan (2) mengetahui pentingnya penggunaan tehnologi dalam asuhan keperawatan (3) membangun kepercayaan diri perawat yang secara langsung mempengaruhi keselamatan pasien, kualitas perawatan serta dokumentasi keperawatan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dan data lainnya. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Kecemasan merupakan suatu keadaan perasaan yang komplek berkaitan dengan perasaan takut (2) Penatalaksanaan kecemasan tidak hanya cukup dengan pengobatan psikofarmaka tetapi dapat juga dengan psikoterapi Cognitif Behavior Terapi ( CBT) (3) Psikoterapi CBT dapat dilakukan melalui intervensi berbasis web.Kata kunci: Generalized Anxiety Disorder,  Intervensi berbasis web,  terapi CBT (Cognitif Behavior Therapy) ABSTRACT: Generalized Anxiety Disorder (GAD) is a chronic disease or disorder are common and often occur in people with relatively high prevalence. The process of change and acute events can be a stimulus that causes a person to experience anxiety. Anxiety can occur in any age group, nearly 50% occur in adults with symptoms such as difficulty sleeping, distrakbiliti, irritability and agitation. The method used in this paper is to study literature and other data . The purpose of scientific writing is (1) to increase knowledge of informatics nurses to nursing documentation (2) recognize the importance of the use of technology in nursing care (3) build confidence nurses that directly affect patient safety, quality of care and nursing documentation. It can be concluded that: (1) Anxiety is an emotional state that complex associated with feelings of fear (2) Management of anxiety not only enough medication psikofarmaka but can also psychotherapy cognitive Behavior Therapy (CBT) (3) Psychotherapy CBT can be done through interventions based web Keywords: Generalized Anxiety Disorder, web-based interventions, therapy CBT (cognitive Behavior Therapy)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI JAM KERJA TENAGA KERJA WANITA BERSTATUS KAWIN DALAM SEMINGGU DI INDONESIA (ANALISIS DATA SAKERNAS 2014) Berliana, Sarni Maniar; Purbasari, Lukmi Ana
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.678 KB)

Abstract

ABSTRAK: Wanita menikah memiliki peran ganda, yaitu sebagai pencari nafkah dan pengelola rumah tangga. Peran ganda wanita sebagai pencari nafkah dan pengelola rumah tangga tersebut menuntut wanita untuk dapat mengalokasikan waktu secara proporsional pada kedua peran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan tenaga kerja wanita berstatus kawin di Indonesia untuk bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu menggunakan data Survei Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas) tahun 2014. Pada penelitian ini terdapat 66.702 wanita berstatus kawin yang bekerja pada saat pencacahan, di mana 35% di antaranya bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan wanita kawin untuk bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu lebih tinggi pada (1) wanita yang berusia lebih muda, (2) memiliki tingkat pendidikan lebih rendah, (3) tinggal di daerah perkotaan, (4) memiliki ukuran rumah tangga lebih kecil, (5) tidak memiliki anak usia prasekolah, (6) tidak memiliki anak usia sekolah, (7) memiliki anggota rumah tangga dewasa, (8) bekerja dengan status sebagai karyawan atau wirausaha, dan (9) memiliki pasangan yang bekerja. Berdasarkan hasil ini, kami menyarankan bahwa (1) pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pendidikan harus lebih dimajukan lagi dan (2) pencapaian program keluarga berencana, yaitu mewujudkan norma keluarga kecil merupakan faktor penting untuk memaksimalkan partisipasi wanita kawin dalam pasar kerja.Kata kunci: jam kerja, regresi logistik, sakernas ABSTRACT: Married-women have a dual role as a breadwinner and a household manager. The dual roles ……..The objective of the study is to examine the likelihood of married-women in Indonesia to work more than 40 hours a week using the 2014 Labor Force Survey (LFS) data. Among 66,702 married-women who worked within one week prior to enumeration, 35% worked more than 40 hours a week. The result showed that the likelihood of married-women to work more than 40 hours a week is higher among women who are (1) at younger age, (2) have lower educational level, (3) live in urban areas, (4) have smaller household size, (5) have no preschool-age children, (6) have no school-age children, (7) have adult household members, (8) work as employee or self-employment, and (9) have working spouse. Based on these results, we suggest that (1) women's empowerment through increasing educational level should be more advanced further and (2) the achievement of family planning programs, which realize small family size norm is an important factor to maximize married-women participation in labor market.Keywords: working hours, logistic regression, labor force survey (Sakernas)
PENGARUH EKUITAS MEREK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN LAYANAN TELEPON SELULER ESIA DI KABUPATEN DAN KOTA TANGERANG Susanto, Susanto; Sabar, Mudji
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7135.044 KB)

Abstract

ABSTRAK: Salah satu trend pada era globalisasi saat ini dan yang akan datang adalah penggunaan sarana komunikasi telepon seluler yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kuat pengaruh Ekuitas Merek jasa layanan telekomunikasi seluler Esia terhadap kepuasan pelanggan, (2) Kuat pengaruh Kualitas pelayanan (Service Quality) jasa layanan telekomunikasi seluler Esia terhadap kepuasan pelanggan, (3) Kuat pengaruh Ekuitas Merek dan Kualitas Pelayanan jasa layanan telekomunikasi seluler Esia secara bersama­sama terhadap kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif eksplanatif dan menggunakan non probability sampling. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ekuitas Merek berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan telepon seluler Esia dan Hipotesis 1 yang menyatakan ada pengaruh signifikan Ekuitas Merek terhadap kepuasan pelanggan adalah terbukti dan diterima. Hal ini berarti Ekuitas Merek berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. (2) Kualitas Pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan telepon seluler Esia dan Hipotesis 2 yang menyatakan ada pengaruh signifikan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan adalah terbukti dan diterima. (3) Ekuitas Merek dan Kualitas Pelayanan secara bersama­sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan telepon seluler Esia. Hipotesis 3 yang menyatakan Ekuitas Merek dan Kualitas Pelayanan secara bersama­sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan, terbukti dan diterima.Kata kunci: Ekuitas Merek, Kualitas Pelayanan, Kepuasan PelangganABSTRACT: One of the trends in the current era of globalization and the future is the use of means of communication that cell phones continue to increase from year to year. This study aims to determine: (1) Strong influence of brand equity services of mobile telecommunications services Esia to customer satisfaction, (2) Strong influence of quality of service (Service Quality) services of mobile telecommunications services Esia to customer satisfaction, (3) Strong influence of brand equity and service Quality Esia cellular telecommunications services together on customer satisfaction. The method used is descriptive analysis eksplanatif and using non-probability sampling. The results of this study are: (1) Brand Equity significantly affect customer satisfaction and mobile phone Esia Hypothesis 1 stated no significant effect on customer satisfaction Brand Equity is a proven and accepted. This means that brand equity positively affects customer satisfaction. (2) Quality of Service significantly affect Customer Satisfaction mobile phone Esia and Hypothesis 2 stated no significant effect on the Quality of Service Customer Satisfaction is a proven and accepted. (3) Brand Equity and Quality of Service together (simultaneously) significantly affects customer satisfaction Esia mobile phone. Hypothesis 3 stating Brand Equity and Quality Service jointly significant effect on customer satisfaction, proven and accepted.Keywords: Brand Equity, Service Quality, Customer Satisfaction
STUDI KINETIKA REAKSI METIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN METHANOL DENGAN VARIABEL WAKTU, KONSENTRASI KATALIS DAN PERBANDINGAN REAKTAN Widodo, Hernowo; Maesaroh, Elsa
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.989 KB)

Abstract

ABSTRAK: Metil asetat (CH3COOCH3), juga disebut asam asetat metil ester atau metil etanoat, milik kelompok ester. Dalam industri kimia, metil asetat banyak digunakan sebagai pelarut organik atau solvent serta sebagian besar untuk minyak dan lemak. Dalam industri berbasis teknik kimia, reaksi dan pemisahan dapat dilakukan bersamaan dalam satu alat dengan distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah proses esterifikasi asam asetat dan methanol menghasilkan asam asetat dan air. Dengan menggunakan metode distilasi. Percobaan dilakukan menggunakan variabel berubah, yaitu waktu (60, 90, 120, 150 menit), konsentrasi katalis HCl (0,1, 0,2, 0,3 M) dan perbandingan reaktan asam asetat: methanol (1:6, 1:8, 1:9). Dari percobaan diperoleh rendemen optimum sebesar 95,5 % pada waktu 150 menit dengan perbandingan asam asetat : methanol (1:8) dan konsentrasi katalis HCl 0,1 M. Reaksi antara asam asetat dan methanol merupakan reaksi berorde dua. Nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang tertinggi, dengan nilai k = 2.4589/mol.menit didapat dari perbandingan asam asetat: methanol (1:8) pada konsentrasi HCl 0,1 M. Hasil analisis karakter ikatan yang diperoleh dari spektra FTIR metil asetat yaitu ikatan C = O, C – O, C – O – C dan gugus C – H.Kata kunci: metil asetat, esterifikasi, distilasi, orde reaksi, kostanta kecepatan reaksi. ABSTRACT: Methyl acetate (CH3COOCH3), also called acetic acid methyl ester or methyl ethanoate, belonging to the ester group. In the chemical industry, the methyl acetate is widely used as an organic solvent or solvent as well as most of the oil and grease. In chemical engineering based industries, reaction and separation can be carried out simultaneously in a single appliance by distillation. The purpose of this research is the process of esterification of acetic acid and methanol to produce acetic acid and water. By using the method of distillation. The experiments were performed using a variable changes, the time (60, 90, 120, 150 minutes), the catalyst concentration HCl (0.1, 0.2, 0.3 M) and the ratio of reactants acetic acid: methanol (1: 6, 1: 8, 1: 9). From the experiments obtained optimum yield of 95.5% at the time of 150 minutes with a ratio of acetic acid: methanol (1: 8) and 0.1 M HCl catalyst concentration, reaction between acetic acid and methanol is a reaction of order two. Value of the reaction rate constant (k) is the highest, with a value of k = 2.4589 / mol.menit obtained from the comparison of acetic acid: methanol (1: 8) at a concentration of 0.1 M HCl bond character analysis results obtained from the FTIR spectra of methyl acetate namely the C = O, C - O, C - O - C and group C - H.Keywords: methyl acetate, esterification, distillation, reaction order, rate constants of reactions.
STRATEGI PELAYANAN PRIMA (SPP) UNTUK KEPENTINGAN SERTA KEPUASAN PELANGGAN DAN MASYARAKAT Firmansyah, Firmansyah
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.718 KB)

Abstract

ABTRAKSI: Pelayanan Prima perlu dilakukan untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan, masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk melaksanakan Pelayanan Prima yang harus dilakukan secara profesional dan berkualitas di semua bidang agar dapat mencapai tujuan khususnya dalam Era-Globalisasi saat ini.. Tujuan penulisan ini adalah: (1) Membahas tentang strategi pelayanan prima untuk kepentingan dan kepuasan berbagai pihak, termasuk pelanggan atau konsumen atau masyarakat. (2) Membahas pelayanan prima secara profesional serta analisis dampak pada Sumber Daya Manusia. Penerapan pelayanan profesional untuk pekerja, dan (3) Langkah-langkah tindakan untuk meningkatkan pelayanan prima. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Strategi Pelayanan Prima dengan cara perlu memahami secara baik; apa, mengapa dan bagaimana melaksanakan pelayanan secara profesional, (2) Dalam melaksanakan pelayanan prima, perlu adanya kegiatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM), (3) Pelayanan prima dikatakan telah dilakukan, apabila tindakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan dan masyarakat telah dilaksanakan dengan cara yang sangat memuaskan.Kata kunci: strategi pelayanan, konsumen, kepuasan.ABSTRACT: Service Excellence is important for the sake of customer or public's satisfaction. Therefor a strategy is needed in implementing the service excellence for the benefit of customer satisfaction as well as the public or other stakeholders which should be done in a professional manner and quality in all areas to achieve any desired objectives especially in the Globalization Era nowadays. The objective of this study are to: (1) discuss the excellent service strategies for the benefit and satisfaction of various stakeholders, including customers or consumers or society. (2) discuss excellent service in a professional and an impact analysis of Human Resources. Application of professional services for workers, and (3) action steps to improve service excellence. The method used was a literature study with a descriptive exploratory approach. It can be concluded that: (1) Strategies of Excellent Service in a way will have to understand and master of what, why and how to implement the service in a professional manner. (2) in order to provide excellent service, it need the activities to increase knowledge and insight and skills of the Human Resources (HR). (3) Excellent service is said to have done, if the actions meet the needs or demands of all the stakeholders and have been  implemented in a way that is very satisfying . Keywords: service strategy, customer, satisfaction
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENDERITA KUSTA UNTUK DATANG BEROBAT TERATUR DI WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2014 Astuti, Yuli
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.473 KB)

Abstract

ABSTRAK: Jumlah penderita kusta di wilayah Jakarta Selatan yang melakukan pengobatan sampai tuntas (RFT) sebanyak 138 (87,90%) sedangkan yang drop out sebanyak 19 orang (12,10%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita kusta untuk datang berobat teratur di wilayah Jakarta Selatan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih banyak (61,8%) penderita kusta patuh datang berobat sedangkan penderita kusta yang tidak patuh sebanyak (38,2%). Variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kepatuhan adalah pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi, dukungan keluarga, akses informasi. Variabel yang tidak ada hubungan bermakna dengan kepatuhan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan dukungan petugas kesehatan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan penderita kusta untuk dating berobat teratur adalah pengetahuan (p = 0,000; OR =  5,629) setelah dikontrol oleh variable akses informasi.Kata kunci: kepatuhan, perilaku dan datang berobat ABSTRACT: The number of leprosy patients in South Jakarta who take medication to completion (RFT) 138 people (87,90%) while the drop out as many as 19 people (12,10%). The purpose of this study was to determine the factors associated with adherence leprosy to come medication regularly in sout Jakarta district 2014. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The analysis showed that more (61,8%) leprosy patients adherent comes to treatment while leprosy patients who do not comply as much (38,2%). Variables that have asignificant relationship with compliance is the knowledge, attitudes, beliefs, perceptions, family support, access to information. Variables that there is no significant correlation with adherence were age, gender, education, employment, and support for health works. The most dominant variables associated with adherence for treatment of leprosy patients to come regularly is knowledge (p = 0,000; OR = 5,629) after controlled by variable access to information.Keywords : adherence, behavior and treatment coming
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGAWETAN MAKANAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN MODUL DI AKADEMI TATA BOGA BANDUNG Wuryani, Dwi
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.469 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pembelajaran merupakan upaya memperoleh pengetahuan, menciptakan model pembelajaran aktif dan menyenangkan dengan mengintegrasikan modul sebagai bahan pembelajaran mandiri. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil pembelajaran mahasiswa Akademi Tata Boga Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisis instruksional mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal mahasiswa, merumuskan tujuan instruksional khusus, menyusun tes acuan patokan, menyusun strategi instruksional, mengembangkan bahan instruksional dan menyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif. Hasil dari penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran yang disusun secara sistematis dan sistemik bagi mahasiswa untuk belajar mandiri, serta satuan acara perkuliahan sebagai pedoman dosen. Pengembangan yang dilakukan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan rata-rata nilai 74.93 menjadi 87.63. Sehingga telah tercapai pembelajaran secara tuntas dan model pembelajaran efektif, efisien dan menyenangkan.Kata kunci: pengembangan, model pembelajaran, modul.ABSTRACT: Learning is an effort to acquire knowledge, create an active and fun learning model by integrating the module as independent learning materials. The objective of this research is to improve the learning result of students of Bandung Culinary Academy. The results of this study resulted in learning modules systematically and systemically arranged for students to study independently, as well as units of lecture events as guidance lecturers. In addition, the results of research development conducted to improve student learning outcomes with an average value of 74.93 to 87.63, it has achieved the completeness of learning, and effective learning model, efficient and fun.Keywords: development, learning model, module.

Page 10 of 15 | Total Record : 147