cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya
ISSN : 23376686     EISSN : 23383321     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
DETERMINAN FERTILITAS: SUATU PENDEKATAN MULTILEVEL Wicaksono, Febri; Mahendra, Dhading
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.97 KB)

Abstract

Abstrak:              Jumlah penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi aset yang bermanfaat bagi pembangunan. Sebaliknya, penduduk yang besar dan rendah kualitasnya akan menjadi beban pembangunan. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia tidak sebanding lurus dengan kualitas penduduknya. Intervensi kebijakan dalam hal pengendalian penduduk salah satunya dapat difokuskan pada program pengendalian fertilitas. Tujuan penelitian untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Data SUSENAS 2011, Data PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2011, dan Data Potensi Wilayah Program Keluarga Berencana Nasional tahun 2011. Model multilevel logistik biner digunakan untuk menganalisa pengaruh faktor individu dan faktor kontekstual yang mempengaruhi fertilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan tingkat kesalahan 5%, umur, lama perkawinan, usia perkawinan pertama, tingkat pendidikan, status bekerja, kejadian kematian anak, dan penggunaan kontrasepsi berpengaruh secara signifikan terhadap fertilitas. Selain itu, fertilitas individu juga bervariasi antar wilayah, fertilitas individu di daerah dengan tingkat pembangunan ekonomi dan pelayanan keluarga berencana yang lebih baik cenderung akan lebih rendah. Kata kunci: fertilitas, faktor individu, faktor kontekstual, multilevel logistik biner. Abstract:     The large population and quality will be a useful asset to development. Instead, a large population and low quality is going to be a burden on development. The magnitudes of the population in Indonesia are not comparable straight with the quality of its population.  The intervention policy in terms of population control, one of which can be focused on fertility control programs. The objective of the study is to investigate the determinants of fertility. Data from the national socioeconomic survey (SUSENAS) 2011, GDP by regency/municipality in Indonesia 2011, and the regions potential of family planning program data 2011 are used in this study. This study employed multilevel binary logistic model to analyse the impact of individual and contextual factors to fertility. This study find that age, duration of marriage, age of first marriage, educational level, working status, the experience of child mortality, and the use of contraception are significantly affect the fertility. In addition, the individual fertility also varies between regions. The individual fertility in regions that have better economic development and have better family planning services are tend to be lower. Key words: fertility, individual factor, contextual factor, multilevel binary logistic.
ANALISIS DETERMINAN BELANJA MODAL PEMERINTAH PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2010-2013 Andriani, Ni Luh Putu Oka; Yuliana, Lia
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.89 KB)

Abstract

Abstrak:     Otonomi daerah bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan publik adalah dengan meningkatkan anggaran belanja modal. Berdasarkan data dan hasil kajian yang ada, ditemukan fakta bahwa realisasi belanja modal pada APBD masih berada di bawah target atau lebih rendah dibandingkan dengan anggaran yang tersedia (Dirjen Perimbangan Keuangan,2012). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh PAD, dana perimbangan (DAU, DAK, DBH) dan SiLPA terhadap alokasi belanja modal 32 provinsi di Indonesia pada tahun 2010-2013. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal 32 provinsi di Indonesia masih tergolong rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa PAD, DBH, dan SiLPA berpengaruh signifikan terhadap belanja modal 32 provinsi di Indonesia.  Sedangkan DAU dan DAK tidak berpengaruh secara signifikan terhadap belanja modal 32 provinsi di Indonesia. Kata kunci: belanja modal, pad, dana perimbangan, silpa, regresi data panel  Abstract:        Local autonomy aims to improve the economy of the region and the well-being of the community through public service. One way to improve the public services is to increase the capital expenditures budget. Based on the data and the results of the study,  it is found that the realization of capital expenditures in the BUDGETS are still below target or lower compared to the available budget (Directorate General of Fiscal Balance, 2012). The purpose of this research was to analyze the effect of PAD, the balance funds (DAU, DAK, DBH) and SilPA towards the capital expenditure of the 32 provinces in Indonesia in 2010-2013. The study uses panel data regression analysis. The results showed that capital spending of the 32 provinces in Indonesia is still classified as low. The results of the analysis showed that the PAD, DBH and SiLPA influence significantly to capital spending of the 32 provinces in Indonesia.  While DAU and DAK has no significant effect against the capital expenditure of the 32 provinces in Indonesia.  Key words: capital expenditure, pad, balance funds, silpa, panel data regression analysis
HUBUNGAN DAN PENGARUH ANTARA TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO, NILAI INVESTASI (PMA) TERHADAP KURS DOLLAR AMERIKA SEBELUM DAN SETELAH KRISIS MONETER TAHUN 1997 Utami, Susiati Purwaning
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.192 KB)

Abstract

Abstraks:       Industri Perbankan Indonesia mengalami masa surut pada pertengahan tahun 1997 yang disebabkan oleh depresiasi nilai rupiah terhadap nilai Dollar Amerika Serikat yang diikuti pula oleh krisis kepercayaan masyarakat, antara lain ditandai dengan penarikan uang tunai secara besar-besaran (rush). Hal ini  berakibat pada semakin minimnya likuiditas yang dimiliki oleh bank-bank di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) hubungan dan pengaruh antara tingkat suku bunga deposito, nilai investasi (PMA) terhadap nilai kurs dollar Amerika sebelum krisis moneter (2) hubungan dan pengaruh antara tingkat suku bunga deposito, nilai investasi (PMA) setelah krisis moneter. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif. Data yang diambil berasal dari laporan tahunan Bank Indonesia, tahun penelitian adalah periode sebelum krisis moneter Oktober 1994 s/d Agustus 1997 dan setelah krisis moneter September 1997 s/d Juli 2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif signifikan antara tingkat suku bunga deposito, nilai investasi (PMA) terhadap kurs US $ sebelum krisis moneter (2) terdapat hubungan positif signifikan antara tingkat suku bunga deposito, investasi (PMA) terhadap kurs US $ setelah krisis moneter. Kata kunci: korelasi, regresi, kurs US $, suku bunga deposito, nilai investasi (PMA), krisis moneter.  Abstract:    Indonesia's banking industry experienced a period of receding in mid-1997 which was caused by the depreciation of the value of the rupiah against the Dollar value of the United States was followed by a crisis of public confidence, among others, marked by massive cash withdrawals (rush). This resulted in a lack of liquidity that are owned by banks in Indonesia. The purpose of this research is to know the: (1) the relationship and influence between the interest rates of deposits, the value of the investment (PMA) against the value of the American dollar exchange rate before the monetary crisis (2) relationships and influence between the interest rates of deposits, the value of the investment (PMA) after the monetary crisis. This research uses the associative method. Data derived from the annual reports of the Bank Indonesia, years of research was a period before the monetary crisis of October 1994 until August 1997 and after the monetary crisis of September 1997 until July 2000. The results of the analysis show that (1) there was a significant positive relationship between the level of interest rates on deposits, the value of the investment (PMA) against US $ exchange rate before the monetary crisis (2) there was a significant positive relationship between the interest rates of deposits, investments (PMA) against US $ exchange rate after the monetary crisis. Key words: correlation, regression, exchange rate, interest rate deposit, value investment, crisis monetary.
DETEKSI ILUSI FISKAL PADA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2008-2013 Calvin, Yesdi Christian; Yuliana, Lia
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.504 KB)

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan otonomi daerah sudah lebih dari satu dekade, namun belum mampu membuat daerah mandiri secara finansial. Ketidakmampuan daerah secara finansial memunculkan banyak perilaku tidak wajar pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan. Transfer seperti dana perimbangan menimbulkan ketergantungan keuangan daerah terhadap pusat, tidak hanya dari segi jumlah tetapi juga perilaku belanja daerah yang menyesuaikan pada besarnya transfer. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi dengan Indeks Kapasitas Fiskal paling rendah yang berarti kemampuan keuangannya paling rendah di Indonesia. Ilusi Fiskal hipotesis Flypaper Effect yang mengatakan bahwa peningkatan belanja daerah cenderung lebih distimulasi oleh peningkatan penerimaan dana transfer daripada peningkatan pendapatan asli daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Ilusi Fiskal hipotesis Flypaper Effect pada keuangan daerah Kabupaten/Kota di NTT. Penelitian menggunakan metode eksplanasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan Regresi Data Panel. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan persamaan regresi yang dihasilkan, elastisitas Belanja Daerah terhadap Transfer Tidak Bersyarat (TTB) lebih besar daripada terhadap Pendapatan Asli Daerah. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya Ilusi Fiskal hipotesis Flypaper Effect pada keuangan Kabupaten/Kota di NTT. Kata Kunci: ilusi fiskal, belanja, TTB, PAD, regresi data panel. Abstract: The implementation of regional autonomy has been implemented more than a decade, but has not been able to make the region self-sufficient financially. The inability of the financial area gave rise to a lot of unnatural behavior of local government in financial management. Equalization fund transfer as a financial dependence raises the area towards the Centre government, not only in terms of the number of shopping behavior but also the area that adjusts on the magnitude of the transfer. East Nusa Tenggara (NTT) is the province with the lowest Fiscal Capacity Index which means the lowest financial capability in Indonesia. Fiscal illusion Flypaper Effect hypothesis which says that an increase in shopping areas tend to be more stimulated by the increased acceptance of funds transfer than original income increase in the area. The purpose of this research is to know the existence of Fiscal Illusion hypothesis Flypaper Effect on regional financial district/town in NTT. The method used empirical research. The processing techniques and data analysis using Regression Data Panel. It can be concluded that based on the resulting regression equation, the elasticity of regional expenditure on Transfer Unconditional (TTB) is greater than against region income. These conditions indicate the existence of Fiscal Illusion Hypothesis flypaper on the financial districts / municipalities in NTT. Keywords: fiscal illusion, shopping, TTB, PAD, panel data regression.
PEMBENTUKAN KOPERASI NELAYAN KELURAHAN KALIBARU KECAMATAN CILINCING JAKARTA UTARA Anjari, Warih; Lukiyana, Lukiyana; Harini, Harini
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.697 KB)

Abstract

Abstrak:    Program pemberantasan kemiskinan di Indonesia diimplementasikan ke dalam kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat secara mandiri ke dalam bentuk pemberdayaan. Salah satu program yang dahulunya menjadi program unggulan pemberdayaan masyarakat ekonomi Indonesia adalah koperasi. Namun sekarang program koperasi ini sedikit sekali mendapatkan prioritas untuk terus ditumbuhkembangkan seperti pada masa pemerintahan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui cara nelayan memahami perubahan iklim, (2) mengetahui cara nelayan membentuk koperasi. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dan focus discussion group (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) Kelompok nelayan 1 dan 2 telah mengetahui tentang perubahan iklim, sehingga dapat mengantisipasi tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim yang terjadi, (2) Kelompok nelayan 1 dan 2 telah mengetahui fungsi koperasi sebagai alternatif dan cara untuk menyelesaikan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk menambah modal usaha mereka.Kata Kunci: pembentukan, koperasi, nelayanAbstract:      Indonesia’s poverty eradication programs implemented into activities aimed at improving people's ability to independently into a form of empowerment. One of the programs that formerly become a flagship program of community empowerment Indonesian economy is cooperative. But now this little cooperative program get priority to continue is grown as during the previous admistration. The purpose of study were to know: (1). How fisherman understand  climate change, (2). How fishermen form cooperative. The methods used are fields surveys and  focus discussion group (FGD). The results of the  research show that: (1). Fishermen group 1 and  group 2, alreday know about the existence of climate change. So  that they  can anticipate what action should be taken to deal with climate, (2). The fishermen group 1 and group 2, have to know the function of fishermen cooperatives as an alternative and a way to resolve  the difficulties in meeting the daily needs, and to increase their business capital. Keywords: formation, cooperatives, fishermen
STRATEGI UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN AGROWISATA BERBASIS MASYARAKAT KAMPUNG DOMBA TERPADU JUHUT, PROVINSI BANTEN Kristiana, Yustisia; M., Stephanie Theodora
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.643 KB)

Abstract

Abstrak: Agrowisata adalah salah satu alternatif potensial untuk dikembangkan di desa. Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam ekowisata karena agrowisata adalah bentuk kegiatan perjalanan wisata yang tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) potensi yang dimiliki dan upaya pengembangan agrowisata di Kampung Domba Terpadu, Juhut serta (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan agrowisata di Kampung Domba Terpadu, Juhut. Metode yang digunakan bersifat deskriptif, ekksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Kampung Domba Terpadu, memiliki potensi untuk menjadi salah satu kawasan agrowisata dan upaya yang dilakukan untuk mendukung potensi antara lain dengan (a) melakukan pendekatan advocary dalam mengembangkan kesepakatan dengan pihak luar, (b) melakukan kesepakatan tentang pembagian penerimaan antara biro perjalanan dengan pihak pengelola agrowisata dan (c) mengembangkan prasarana seperti jalan, tempat berteduh, lokasi untuk menikmati pemandangan alam, toilet, dan peta/sketsa kawasan wisata dan (2) terdapat kendala berdasarkan aspek konsep atau pola pikir, aspek sosial dan aspek artefak atau kebendaan dalam mengembangkan Kampung Domba Terpadu, Juhut.Kata kunci: agrowisata, model pengembangan agrowisata, agrowisata berbasis masyarakatAbstract: Agrotourism is one ofthe potential alternatives to be developed in the village. Agrotourism can be classified into ecotourism activities as ecotourism is a form oftravel that does not damage or contaminate nature with the purpose to admire and enjoy the beauty ofnature, animals or wild plants in their natural environment as well as educational facilities. The purpose ofthis study (1) to identify the potential and development eforts in the Kampung Domba Terpadu, Juhut and (2) identify the obstacles encountered in the development of agrotourism in Kampung Domba Terpadu, Juhut. The method used in this research is descriptive and data collection methods are observation and interviews and secondary data collection. The results ofthis study are (1) Kampung Domba Terpadu, Juhut has the potential to become one of the agrotourism area and the eforts made to potential support include (a) approach advocary in developing agreements with outside parties, (b) an agreement on the division of revenue between the travel agency with the manager agrotourism and (c) develop infrastructure such as roads, shelter, location to enjoy the natural scenery, toilets, and map /sketch tourist area, and (2) there are constraints based on the aspect ofa concept or paradigm, social aspect and aspect ofartifacts or material in the development ofagrotourism in Kampung Domba Terpadu, Juhut.Keywords: agrotourism, agrotourism development model, community-based agrotourism
STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA KEHAMILAN Parulian, Intan
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.017 KB)

Abstract

Abstraksi: Anemia merupakan salah satu sebab kematian ibu hamil. Anemia pada ibu hamil disebabkan karena masih kurang dan rendahnya asupan gizi, dan juga dapat disebabkan karena ketidaktahuan tentang pola makan yang benar. Zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi diawal kelahirannya. Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang Anemua dan strategi dalam penanggulangan pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kaj ian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1 ) Keluarga dan anggota keluarga yang resiko menderita anemia harus mendapat makanan yang cukup bergizi dengan biovallabilita yang cukup; (2) Pengobatan penyakit infeksi yang memperbesar resiko anemia (3) Penyediaan pelayanan yang mudah dijangkau oleh keluarga yang memerlukan, dan tersedianya tablet tambah darah dalam jumlah yang sesuai.Kata kunci: kehamilan, asupan gizi, pola makan yang benarAbstract: Anemia is one of the causes of death of pregnant women. Anemia in pregnant women because it is still lacking and low nutrient intake, and can also be caused due to ignorance about the pattern of eating right. Iron is necessary for brain development of babies from birth. Iron deficiency since before getting pregnant if not addressed can lead pregnant women suffer from anemia. The purpose ofthis research is to discuss about the anemia and anemia prevention in the response strategy. The method used is the study of librarianship with a descriptive exploratory approach. It can be concluded that: (1) family and the family members who suffer anaemia risk should get enough nutritious food with enough biovallabilita; (2) the treatment of infectious diseases that magnify the risk of anaemia (3) provision ofan easily accessible services by families that need, and availability ofthe tablet plus the appropriate amountsofblood.Keywords: pregnancy, nutritional Intake, eating right
HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN INFUS DENGAN TERJADINYA PLEBITIS DI RS HUSADA JAKARTA TAHUN 2015 Rohani, Rohani
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.41 KB)

Abstract

Abstrak: Pemasangan infus merupakan salah satu cara atau prosedur yang dilakukan untuk memasukkan cairan, elektrolit, obat –obatan intravena, darah dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh melalui intravena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor – faktor penyebab terjadinya Plebitis di Ruang Perawatan Mawar, Melati dan Lantai Jantung RS Husada Jakarta. Metode yangdigunakan adalah rancangan penelitian “Cohort” adalah rancangan penelitian epidemiologic. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Hasilanalisa analisis faktor – faktor penyebab terjadinya phlebitis pasien terapi intravena di ruang perawatan R.S Husada – Jakarta diperolehbahwa tidak dilakukan penggantian dressing, tidak ditemukan tanda – tanda phlebitis, lamanya pemasangan infus > 72 jam dan pasienyang kooperatif sehingga infus tidak terlepas dapat menyebabkan tidak terjadinya phlebitis. dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p<0,05 yaitu p = 0,000. (2) Hasil analis multivariate dengan metode backward, diketahui variabel yang paling berpengaruh terhadapterjadinya phlebitis pada pasien dengan terapi intravena adalah pasien yang kooperatif sehingga infus tidak terlepas.(3) Hasil analisisdata diperoleh pemodelan probabilitas pasien dengan terapi intervena terhadap terjadinya phlebitis adalah pasien kooperatif.Kata kunci: pemasangan infus, lama pemasangan infus/faktor penyebab terjadinya Plebitis, dan PlebitisAbstract: Installation of infusion is one way or the procedures undertaken to incorporate fluid, electrolytes, drugs ­ drugs intravenously,blood and parenteral nutrition into the body through an IV. The purpose of this study was to identify factors ­ factors that cause Plebitisat Mawar Room Care, Bed and Heart Floor Husada Hospital, Jakarta. The method used is the study design "Cohort" is theepidemiologic study design. The results obtained: (1) The results of the analysis of the factor analysis ­ the causes of phlebitis patientsintravenous therapy in the treatment room Husada Hospital ­ Jakarta found that no replacement dressings, found no sign ­ a sign ofphlebitis, the length of infusion> 72 hours and patients cooperative so inseparable infusion may cause the occurrence of phlebitis.Statistical test results obtained with p value <0.05 is p = 0.000. (2) Results of multivariate analysis with backward method, unknownvariables that most influence on the occurrence of phlebitis in patients with intravenous therapy are patients who are cooperative so thatthe infusion can not be separated. (3) The results of the analysis of data obtained by modeling the probability of a patient with thetherapy intervena the occurrence of phlebitis is y = ­ 21 203 + (23.362 * cooperative patient).Keywords: infusion delivery, timerange/infusion period, causal factor of Phlebitis, dan Phlebitis
REKONSTRUKSI KEADILAN DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI MELALUI WHISTLEBLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR Wijaya, Firman
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5456.262 KB)

Abstract

Abstrak: Whistleblower dan Justice Collaborator adalah fenomena baru dalam praktik peradilan korupsi. Whistleblower dan JusticeCollaborator sangat penting untuk dibahas dalam penelitian ini baik dari segi kepentingan teoritis untuk hukum pidana dankepentingan praktis pengungkapan dan penyelesaian kasus korupsi yang sangat kompleks. Masalah yang diangkat dalam makalah initerkait dengan ketentuan Pasal 10 UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, sebagaimana telah diubah denganUU No.31 Tahun 2014 apakah telah membuat formulasi yang jelas tentang perlindungan hukum yang dapat diberikan kepadaWhistleblower dan Justice Collaborator dalam penyelidikan korupsi dan meninjau regulasi dan pelaksanaan Whistleblower dan JusticeCollaborator yang ideal untuk diterapkan di Indonesia. Kesimpulan penelitian ini yaitu : Pertama, bahwa pengaturan ketentuan Pasal10 Undang­undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban sebagaimana telah diubah dengan Undang­undangNo. 31 Tahun 2014 belum memberikan kejelasan rumusan payung hukum yang dapat diberikan kepada Whistleblower dan JusticeCollaborator dalam upaya pengungkapan tindak pidana korupsi. Kedua, Whistleblower dan Justice Collaborator secara ideal dapatdijadikan sebagai strategi, teknik, dan istrumen baru merupakan strategi legal policy untuk membentuk kesadaran baru dalammengatasi dan mengendalikan korupsi.Kata kunci: whistleblower, justice collaborator, korupsiAbstract: Whistleblower and Justice Collaborator is a new phenomenon in the practice of judicial corruption. Whistleblower andJustice Collaborator is very important to be discussed in this research in terms of both theoretical interest to the criminal law and thepractical importance of disclosure and settlement of corruption cases are very complex. The issues raised in this paper related to theprovisions of Article 10 of Law No. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims, as amended by Law No.31 of 2014 if it hasbeen made clear formulation of legal protection can be given to the Whistleblower and Justice Collaborator in the investigation ofcorruption and review the regulation and implementation of the Whistleblower and Justice Collaborator ideal to be applied inIndonesia. The conclusion of this reserch are: First, that the regulation of the provision of Article 10 of Law No. 13 of 2006 on Witnessand Victim Protection as amended by Act No. 31, 2014 has not made it clear formulation of legal protection can be given to theWhistleblower and Justice Collaborator in an effort disclosure of corruption. Second, Whistleblower and Justice Collaborator ideallycan be used as a strategy, technique, and a new instrument of legal policy is a strategy to create a new awareness in the tackle andcontrol corruption.Keywords: whistleblower, justice collaborator, corruption
PENERAPAN E-LEARNING SEBAGAI ALAT BANTU MENGAJAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN Suharyanto, Suharyanto; Mailangkay, Adele B. L.
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.183 KB)

Abstract

Abstrak: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanismebelajar mengajar berbasis TI menjadi tak terelakkan lagi. Oleh karena itu muncullah salah satu bentuk teknologi informasi yaitu fasilitasuntuk sistem pembelajaran yang disebut dengan istilah e-learning . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah e-learningberpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu belajar siswa, bagaimana pemanfaatan web e-learning dan tujuan digunakannya e-learning dalam sistem pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa e-learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu belajarsiswa. Pengaruh tersebut berada dalam kategori yang kuat. Semakin intensif e-learning dimanfaatkan, maka mutu belajar siswa akansemakin meningkat pula. Pemanfaatan web e-learning akan meningkatkan hasil belajar secara tidak langsung. Tujuan digunakannya e-learning dalam sistem pembelajaran adalah untuk memperluas akses pendidikan kemasyarakat luas, serta dalam rangka meningkatkanmutu belajar.Kata Kunci: e-learning, alat bantu mengajar, pendidikanAbstract: Along with the development of information technology (IT) is rapidly increasing, the need for a concept and mechanism ofIT-based teaching and learning becomes inevitable. Hence comes the one facility for learning systems are referred to as e-learning. Thepurpose ofthis study was to determine whether the e-learning positive and significant impact on the quality ofstudent learning, how touse web e-learning and e-learning is the purpose of the learning system. It can be concluded that the e-learning is positive andsignificant impact on the quality of student learning. The influence is strong in the category. The more intensive e-learning is used, thequality of student learning will be increasing as well. Utilization of web e-learning will improve learning outcomes indirectly. Is thepurpose of e-learning in the learning system is to expand access to comprehensive civic education, as well as to improve the quality oflearning.Keywords: e-learning, education tools, education

Page 8 of 15 | Total Record : 147