cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya
ISSN : 23376686     EISSN : 23383321     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
DEVELOPING SPEAKING SKILL FOR COLLEGIANS OF TAMA UNIVERSITY BY USING BOARD GAMES Florentina, Florentina
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.708 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam hal berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris, banyak mahasiswa yang takut membuat kesalahan. Oleh karena itu,keberanian berbicara bahasa Inggris diperlukan. Pembahasan ini hanya berfokus pada bagaimana dosen dapat meningkatkan keahlianberbicara dengan menggunakan papan permainan. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui cara terbaik dalam meningkatkankemampuan berbicara pada mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Tama, (2) menggunakan media papanpermainan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaanmedia papan permainan di dalam kelas dapat dilakukan agar para mahasiswa lebih mudah menjalankan aktivitas kegiatan berbicara (2)dengan menerapkan media papan permainan kepada para mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, maka tingkat kemampuanberbicara mahasiswa tersebut dapat meningkat secara maksimal.Kata kunci: bahasa Inggris, para mahasiswa, keahlian berbicara, media papan permainan.Abstract: In the matter of speaking by using English, many collegians are afraid of making mistakes. Because of that, the bravery ofspeaking English is needed. This discussion just focus to how the lecturer can increase speaking skill by using board game. The purposeof the research is to (1) find out the best way to increase the speaking skill of English collegians at Tama University, (2) using media ofboard game. The research method was Qualitative Research Approach. The results show that: (1) the use from media of board game inthe class could be done so that the collegians will be easier in running the speaking activity (2) by applying the media of board game tothe English collegians, so that the level of collegians speaking ability can be increased to the maximum.Keywords: English, the collegians, speaking skill, media of board game.
STUDI KINETIKA REAKSI METIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN METHANOL DENGAN VARIABEL WAKTU, KONSENTRASI KATALIS DAN PERBANDINGAN REAKTAN Widodo, Hernowo
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.989 KB)

Abstract

Abstrak: Metil asetat (CH 3 COOCH 3 ), juga disebut asam asetat metil ester atau metil etanoat, milik kelompok ester. Dalam industrikimia, metil asetat banyak digunakan sebagai pelarut organik atau solvent serta sebagian besar untuk minyak dan lemak. Dalam industriberbasis teknik kimia, reaksi dan pemisahan dapat dilakukan bersamaan dalam satu alat dengan distilasi. Tujuan dari penelitian iniadalah proses esterifikasi asam asetat dan methanol menghasilkan asam asetat dan air. Dengan menggunakan metode distilasi. Percobaandilakukan menggunakan variabel berubah, yaitu waktu (60, 90, 120, 150 menit), konsentrasi katalis HCl (0,1, 0,2, 0,3 M) danperbandingan reaktan asam asetat: methanol (1:6, 1:8, 1:9). Dari percobaan diperoleh rendemen optimum sebesar 95,5 % pada waktu150 menit dengan perbandingan asam asetat : methanol (1:8) dan konsentrasi katalis HCl 0,1 M. Reaksi antara asam asetat dan methanolmerupakan reaksi berorde dua. Nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang tertinggi, dengan nilai k = 2.4589/mol.menit didapat dariperbandingan asam asetat: methanol (1:8) pada konsentrasi HCl 0,1 M. Hasil analisis karakter ikatan yang diperoleh dari spektra FTIRmetil asetat yaitu ikatan C = O, C – O, C – O – C dan gugus C – H.Kata kunci: metil asetat, esterifikasi, distilasi, orde reaksi, kostanta kecepatan reaksi.Abstract: Methyl acetate (CH 3 COOCH 3 ), also called acetic acid methyl ester or methyl ethanoate, belonging to the ester group. In thechemical industry, the methyl acetate is widely used as an organic solvent or solvent as well as most of the oil and grease. In chemicalengineering based industries, reaction and separation can be carried out simultaneously in a single appliance by distillation. Thepurpose of this research is the process of esterification of acetic acid and methanol to produce acetic acid and water. By using themethod of distillation. The experiments were performed using a variable changes, the time (60, 90, 120, 150 minutes), the catalystconcentration HCl (0.1, 0.2, 0.3 M) and the ratio of reactants acetic acid: methanol (1: 6, 1: 8, 1: 9). From the experiments obtainedoptimum yield of 95.5% at the time of 150 minutes with a ratio of acetic acid: methanol (1: 8) and 0.1 M HCl catalyst concentration,reaction between acetic acid and methanol is a reaction of order two. Value of the reaction rate constant (k) is the highest, with a valueof k = 2.4589 / mol.menit obtained from the comparison of acetic acid: methanol (1: 8) at a concentration of 0.1 M HCl bond characteranalysis results obtained from the FTIR spectra of methyl acetate namely the C = O, C ­ O, C ­ O ­ C and group C ­ H.Keywords: methyl acetate, esterification, distillation, reaction order, rate constants of reactions.
IT, BUSINESS MODELAND ORGANIZATIONAL CAPABILITIES Juwono, Edhi; Mailangkay, Adele B.L.
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.73 KB)

Abstract

ABSTRAK: Peresmian Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) mendorong perusahaan untuk menyiapkan diri  dalam menyongsong lingkungan baru dan menghadapi lingkungan AEC. Masalah yang harus dipecahkan berupa pencapaian adalah kapabilitas organisasional (Organizational capabilities). Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kemampuan kapabilitas organisasi untuk menghadapi model persaingan industri yang baru yang diregulasi oleh AEC, (2) mengetahui kemampuan teknologi informasi (information technology) dan model bisnis (business model) dapat menghasilkan kapabilitas organisasl, (3) membangun model penelitian yang dapat diimplementasikan sebagai solusi dan diterjemahkan menjadi sebuah model konseptual. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Hasil penelitian adalah: (1) menurut prediksi, kapabilitas organisasi tidak dapat menghadapi persaingan industri yang diregulasi oleh AEC, (2) teknologi informasi (information technology) dan model bisnis (business model) dapat menghasilkan kapasitas organisasional, (3) dapat diformulasikan model problem-solusi dimana kapabilitas organsiasi adalah problem dan solusi yang dirancang untuk Teknologi Informasi dan model bisnis.Kata kunci: kapabilitas organisasional, teknologi informasi, model bisnis ABSTRACT: The inauguration of the Asean Economic Community (AEC) at the end of 2015 drives companies to discover its readiness for entering the new and challenging environment AEC environment. The problem that has to be solved in a form of achievement is organizational capabilities. The objective of this research are: (1) to find out if the organization capabilities capable enough in facing the new industrial competition model regulated by AEC, (2) to inform technology and business model which can perform an organizational capabilities, (3) to build a researach methods and the solution which can be translated into a conceptual model. The methods used based on a library research with a descriptive, explorative approach. The conclusions are: (1) It can be predicted if companies cannot catch up with the AFI standard, they could be bounced out of the industry, (2) The information technology and business model can perform an organizational capabilities, (3) it can be formulated a problem-solution model where organizational capabilities are problems and the proposed solution is IT and Business model.Keywords: organisational capabilities, information technology, business model
PENTINGNYA PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI PADA PERGURUAN TINGGI Muhammad, Syuaiban
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.565 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan budaya organisasi pada perguruan tinggi merupakan sebuah upaya yang sangat penting, karena sejalan dengan isu peningkatan kesehatan organisasi perguruan tinggi yang tertuang di dalam dokumen Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003–2010 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Hal ini didasari pada suatu pemikiran bahwa organisasi yang memiliki budaya yang kuat sebagai kepribadiannya berarti organisasi itu sehat. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas atau mengkaji pentingnya pengembangan budaya organisasi pada perguruan tinggi agar organisasi perguruan tinggi yang sehat dapat terwujud. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan yang bersifat obyektif, sistematis, analitis, dan deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan budaya organisasi pada perguruan tinggi sangat penting bagi terwujudnya kesehatan organisasi perguruan tinggi.Kata kunci: pengembangan, budaya, organisasi, perguruan tinggi.ABSTRACT: Developing of organizational culture of academic institution is as the efforts that very important, because parallel with the issue improvement of organizational health of academic institution that is poured on the document Higher Education Long Term Strategy 2003–2010 for the Directorat General of Higher Education. This matter based on a thinking that  the organization who has strong culture as its personality means the organization is healthy. The purpose of process of writing is to discuss importance developing of arganizational culture on the academic institution who healthy can is materialized. The methods used is library studies who has the characteristic of objective, systematis, analytic, and descriptive. Now, the conclution is that developing of organizational culture on the academic institution is very important for its materialized the organization health of the academic institution.Keywords: organization, culture, academic institution.
PENGARUH ATRIBUT PRODUK DAN IKLAN TERHADAP MINAT BELI KENDARAAN BERMOTOR JENIS METIC MEREK HONDA PADA PT. ASTRA HONDA MOTOR JAKARTA TIMUR Safriadi, Safriadi; Hardyaningwati, Hardyaningwati
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2589 KB)

Abstract

ABSTRAK: Atribut produk merupakan keunggulan yang ditawarkan oleh produk kendaraan bermotor roda dua honda dan merupakan ciri khas produk yang akan dibandingkan dengan produk yang lain, periklanan yang dilakukan terus-menerus, diharapkan akan tercipta tingkat minat beli yang tinggi, yang akan berdampak pada penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Atribut Produk dan Iklan terhadap Minat beli Kendaraan Bermotor Jenis Metic Merek Honda pada PT. Astra Honda Motor Jakarta Timur. Dalam penelitian ini digunakan metode survei dengan mengajukan pernyataan kepada 60 responden secara acak, metode analisa data yang digunakan adalah regresi dan korelasi sedarhana dan berganda serta uji F dan uji t. Hasil perhitungan tersebut diperoleh persamaan regresi berganda Y= 4,085 + 0,545X1 + 0,329X2. Nilai a = 4,085, merupakan nilai konstan dari variabel Y, Nilai b1 = 0,545, artinya setiap perubahan pada atribut produk satu kali, maka akan berpengaruh terhadap minat beli sebesar 0,545 poin, sementara X2 konstan. Nilai b2 = 0,329, artinya setiap ada peningkatan iklan satu kali, maka akan ada peningkatan terhadap minat beli sebesar 0,329 point, sementara X1 konstan. Hasil perhitungan korelasi, didapatkan nilai R = 0,894, hal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Diperoleh nilai koefisien determinasi (r2) = 0,6363 atau sebesar 63,6%, artinya atribut produk dan iklan memberikan kontribusi terhadap minat beli motor metic merek Honda sebesar 63,6%, sedangkan 36,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.Kata kunci: atribut produk, iIklan,  minat beli ABSTRACT: Product attributes are the advantages offered by products motorcycles honda and it is typical product to be compared to other products, advertising which is done constantly, is expected to create the level of buying interest high, which will have an impact on sales. Research aims are product attributes and rent give influence on buying interest Metic Type Vehicle Brand Honda at PT. Astra Honda Motor East Jakarta. By submitting a questionaire to the 60 respondents randomly, data analysis method that uses regression and correlation and multiple and F test and t test. The calculation results obtained by the multiple regression equation Y = 4,085 + 0,545X1 + 0,329X2. Value a = 4.085, a constant value of the variable Y, value b1 = 0,545, meaning that any changes to product attributes once, it will affect the buying interest of 0,545 points, while X2 is constant. The value of b2 = 0,329, meaning that every increase of one ad, then there will be improvements to the buying interest of 0,329 points, while X 1 constant. The results of the correlation calculations, obtained value of R = 0,894, this shows a strong and positive relationship. Obtained the coefficient of determination (r2) = 0,6363, or by 63,6%, meaning that the product attributes and advertising contributed to the buying interest metic brand Honda motorcycles amounted to 63.6%, while 36,4% are influenced by other factors.Keywords: product attributes, rent, buying interes
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEPENDIDIKAN DAN EVALUASI BELAJAR TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI PELAUT TINGKAT III Tukiyo, Tukiyo
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2093.026 KB)

Abstract

ABSTRAK:  Hasil uji kompetensi Pelaut Tingkat III merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Hasil proses belajar mengajar dipengaruhi banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan antara pengetahuan Kependidikan dengan hasil uji kompetensi pelaut tingkat III, (2) Hubungan antara pengetahuan evaluasi Dosen dengan hasil uji kompetensi Pelaut tingkat III, (3) Hubungan antara pengetahuan kependidikan  dan pengetahuan evalusi dengan hasil uji kompetensi pelaut tingkat III. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey, dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan kependidikn dosen terhadap hasil uji kompetensi,  dengan koefisien korelasi 0,653 pada alfa 0,05,  (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan evaluasi dosen terhadap hasil uji kompetensi pelaut tingkat III, dengan koefisien korelasi 0,655 dengan alfa 0,05, (3) terdapat hubungan positif antara pengetahuan kependidikan dan pengetahuan evaluasi secara bersama sama yang signifikan terhadap hasil uji kompetensi pelaut III. Kata kunci: Hubungan pengetahuan kependidikan, evaluasi terhadap hasil uji kompetensi Pelaut tingkat III ABSTRACT: The results of the competency test Seafarers Level III is one indicator of the success of the learning process. The results of the learning process is influenced by many factors. This study aims to determine: (1) The relationship between knowledge Education with the results of the competency test sailors III level, (2) The relationship between knowledge evaluation Lecturer with the results of the competency test Seafarers Level III, (3) The relationship between science education and knowledge evaluation with test results seafarer competence level III. The study was conducted using a survey method with quantitative approach. The study concluded that, (1) there is a significant positive relationship between lecturer knowledge on the results of the competency test, with a correlation coefficient of 0,653 at alpha 0,05, (2) There is a significant positive relationship between knowledge evaluation of lecturers on the results of the competency test sailor level III, with a correlation coefficient of 0,655 with alpha 0,05, (3) There is a positive relationship between science education and knowledge evaluation with the same significant competency test sailors III.Keywords: Relationship educational knowledge, evaluation of test results Seafarers competence level III
KONTRADIKSI DALAM PRAKTEK PELATIHAN TERHADAP PENILAIAN KOMPETENSI AR, HM Thamrin
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.074 KB)

Abstract

ABSTRAK: Dalam menyoroti kontradiksi dalam system pendidikan dan pelatihan Maritim saat ini Maritime Education Trainee (MET) yang didasarkan pada kompetensi berbasis pendidikan, pelatihan dan penilaian, dan teori perlunya kegagalan untuk membuat pelatihan lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan permasalahan dalam praktek CBT (Computer Base Training) dalam domain Maritim yang mengarah ke efek suboptimal (tidak optimalnya) dari sistem pelatihan. Dengan metode deskriptif dengan sebuah studi kasus pendidikan dan pelatihan domain Maritim International. Sumber data termasuk dokumen sejarah, aturan dan peraturan tentang Maritime Education Trainee (MET) silabus, handout, contoh, pertanyaan, catatan lapangan, dan wawacara dengan para pelaut dan dosen yang berpengalaman pada perguruan tinggi maritim. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Studi menunjukan kontradiksi yang jelas dalam sistem dirancang untuk memperbaiki pendidikan dan pelatihan bagi pelaut, 2) tidak mengklaim bahwa kontradiksi-kontradiksi ini menyebabkan kompetensi yang rendah dan menyebabkan pelaut banyak terjadi kecelakaan laut yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau individu yang paling kompeten, 3) cara mengatasinya apa yang diperlukan adalah membuat pendidikan dan pelatihan lebih relevan, meminta saran-saran dari pelaut yang berpartisipasi dalam kursus untuk memperbaiki sistem. Studi menunjukan kontradiksi yang jelas dalam sistem dirancang untuk memperbaiki pendidikan dan pelatihan bagi pelaut. Kata kunci: Samudra, laut, pelatihan berbasis kompetensi, keselamatan kelautan, kualifikasi ABSTRACT: In highlighting contradictions in the education and training system is currently Maritime Education Trainee (MET) based on competence-based education, training and assessment, and the theory of the need for the failure to make the training more useful. The purpose of this study to find out where, most likely trouble spots in the practice of CBT (Computer Base Training) in the maritime domain leads to sub-optimal effect (suboptimal) of the training system. With descriptive methods of design methodology approach a case study of the education and training of the International Maritime domain. Sources of data include historical documents, rules and regulations on Maritime Education Trainee (MET) syllabus, handouts, examples, questions, field notes, and interview with the sailors and experienced lecturers at maritime colleges. The conclusion of this study are: 1). The study shows a clear contradiction in the system designed to improve education and training for seafarers, 2) do not claim that these contradictions led to the low competency and caused many accidents sailor sea caused by human error or individuals most competence, 3) the fix what is needed is to make education and training more relevant, ask for suggestions from sailors who participated in the course of weeks to fix the system. Studies have shown a clear contradiction in a system designed to improve education and training for seafarers. Keywords: ocean, sea, competency-based training, maritime safety, qualifications
PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI JAWA BARAT Widiastuti, Ika
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.047 KB)

Abstract

ABSTRAK: Peningkatan kualitas pelayanan publik pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat sangatlah penting agar dapat meningkatkan kepuasan terhadap masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, sistem serta harga yang terjangkau. Cita-cita awal pelaksanaan BPJS Kesehatan adalah agar masyarakat bisa terlayani dengan baik di puskesmas namun masih terdapat permasalahan yang harus dibenahi. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui dan membahas pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat, 2) mengumpulkan informasi serta mngembangkan konsep pelayanan BPJS kesehatan di Jawa Barat. Metode penulisan ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: 1) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. 2) terdapat permasalahan yang harus dibenahi baik berupa sistem, prosedur, SDM (tenaga medis), maupun sarana prasarana serta belum menerapkan prinsip responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik bidang kesehatan di Jawa Barat, 3) pelayanan bidang kesehatan belum memenuhi standar pelayanan publik yang baik, akses masyarakat untuk mendapatkan manfaat pelayanan sangat terbatas, masyarakat belum bisa mendapatkan pelayanan di semua fasilitas kesehatan.Kata kunci: pelayanan, BPJS, kesehatan ABSTRACT: Improving the quality of public services at the Social Security Agency (BPJS) Health in West Java is essential in order to increase the satisfaction of the public in obtaining health services safe, quality, system and an affordable price. Ideals of the early implementation of BPJS is so that people can be served well in the clinic but still there are problems that must be addressed. The purpose of writing is 1) to identify and discuss service Social Security Agency (BPJS) Health in West Java, 2) gather information and develop concepts BPJS health services in West Java. This writing method is the study of literature with a descriptive and exploratory approach. It is concluded that 1) Social Security Agency, hereinafter abbreviated BPJS is a statutory body established to administer social security program. BPJS consists of BPJS Health and BPJS Employment. BPJS Health is a legal entity formed to administer the health insurance program. 2) there are problems that must be addressed in the form of systems, procedures, human resources (medical personel), as well as infrastructure and not to apply the principle of responsiveness to community needs in order to improve the quality of public services in health in West Java, 3) public service in health sector not meet the standards good public services, people's access to the benefits of the service is very limited, the public has not been able to get services in all health facilities.Key words: services, BPJS, health
DUKUNGAN IBU MERTUA DAN KARAKTERISTIK IBU TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Dini, Kusuma
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2466.509 KB)

Abstract

ABSTRAK: Ibu mertua merupakan bagian dari lingkungan terdekat dengan ibu menyusui dan bayi. Tujuan dari penelitian adalah 1) Untuk melihat pengaruh antara dukungan informasional dan dukungan penilaian/bimbingan. 2) Dukungan instrumental dan dukungan emosional ibu mertua serta karakteristik ibu terhadap perilaku pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pejuang. Penelitian ini menggunakan metode desain crossectional terhadap 121 responden yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Hasil akhir analisis multivariat dengan analisis regresi logistik, variabel sikap terhadap ASI Eksklusif dan dukungan informasional ibu mertua memiliki pengaruh terhadap perilaku pemberian ASI Eksklusif. Variabel sikap terhadap ASI Eksklusif paling berpengaruh (OR 3,325) yang berarti bahwa responden  yang bersikap positif terhadap ASI Eksklusif memiliki kemungkinan menyusui Eksklusif 3 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang bersikap negatif terhadap ASI Eksklusif. 2) Hasil analisis multivariat untuk dukungan, jenis dukungan mertua yang paling berpengaruh terhadap perilaku pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan informasional. Ibu yang mendapat dukungan informasional dari ibu mertuanya memiliki kemungkinan menyusui Eksklusif sebesar 3 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapat dukungan informasional dari ibu mertua.Kata kunci: ASI Eksklusif, dukungan ibu mertua ABSTRACT: Mother-in-law is a part of the neighborhood closest to breastfeeding mothers and babies. The purpose of the study is 1) To see the influence of informational support and appraisal support/guidance. 2) Support instrumental and emotional support mother-in-law and mother characteristics of the behavior of exclusive breastfeeding in Puskesmas Pejuang. This study uses cross-sectional design of the 121 respondents who had infants aged 6-12 months. It can be concluded 1) The final results of multivariate analysis with logistic regression analysis, the variables attitude towards informational support exclusive breastfeeding and mother-in-law has an influence on the behavior of exclusive breastfeeding. Variable attitude towards most influential exclusive breastfeeding (OR 3.325), which means that respondents who are positive to have the possibility of exclusive breastfeeding Exclusive breastfeeding three times greater than the respondents who act negatively toward exclusive breastfeeding. 2) Results of multivariate analyzes to support, types of support laws that most influence on the behavior of exclusive breastfeeding is the informational support. Mothers who received the informational support of the mother-in-law has the possibility of exclusive breastfeeding at 3 times greater than mothers who did not receive informational support from the mother-in-law.Keywords: Exclusive breastfeeding, support mother-in-law
PENGGUNAAN KB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN SAWAH BESAR JAKARTA PUSAT Wijayanti, Wijayanti; Novianti, Novianti
Jurnal Ilmiah Widya Vol 4 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.919 KB)

Abstract

ABSTRAK: Riskesdas (2010) menyatakan bahwa cakupan penggunaan IUD sebanyak 5,1%, Implant 4%, Metode Operasi Wanita (MOW) 2,1%. Berdasarkan SDKI (2012), cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang sebanyak 3,2% menggunakan Metode Operasi Wanita (MOW), 0,2% Menggunakan Metode Operasi Pria (MOP), 3,9% menggunakan IUD, 3,3% menggunakan Implant. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Tahun 2015. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 283 akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Tahun 2015. Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 283 responden. Akseptor KB tertinggi menggunakan IUD (71,73%) dan Implant (28,27%), dengan kategori usia tertinggi yaitu usia 35-39 tahun (24,38%), tingkat pendidikan tertinggi yaitu pendidikan SMA (45,23%), serta paritas tertinggi yaitu multipara (72,44%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan cara meningkatkan program promosi kesehatan seperti kegiatan penyuluhan, penyediaan media KIE bagi masyarakat dan petugas kesehatan, memfasilitasi pelayanan KB MKJP secara mobile, melibatkan kader posyandu dan kader PKK, dan meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling serta teknik pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang bagi bidan.Kata Kunci: Keluarga Berencana, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Puskesmas ABSTRACT: Riskesdas (2010) reported that the coverage of utilization IUD 5,1%, Implant 4%, tubectomy 2,1%. SDKI (2012) reported the utilization of Long Acting and Permanent Methods (LAPM) contraceptive i.e tubectomy 3,2%, vasectomy 0,2%, IUD 3,9%, and implant 3,3%.  Objective of the study is to describe the coverage of long acting and permanent methods of contraceptive in Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Central Jakarta in year 2015. Around 283 people who use LAPM contraceptive are participate in this study. Studies show that most of people are using IUD (71,73%) and Implant (28,27%). Another result, most of people who use LAPM contraceptive in Kecamatan Sawah Besar aged 35-39 years old (24,38%), have educational background senior high school (45,23%), and with level of parity is Multipara (72,44%). The conclusion is result of studies can be improved the coverage of utilization Long Acting and Permanent Method (LAPM) contraceptive in Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Public health activities are required to increase utilization of Long Acting and Permanent Method (LAPM) methods including enhancing women’s knowledge about Long Acting and Permanent Method, improving IEC media, involving Posyandu and PKK cadres, arranging mobile service, and strengthening skill for midwives about counseling, communication, and the substance of LAPM methods.  Keyword: Family Planning, Long Acting and Permanent Methods Contraceptive, Puskesmas

Page 9 of 15 | Total Record : 147