cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya
ISSN : 23376686     EISSN : 23383321     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
SINDROM NEFROTIK RESISTEN STEROID Manalu, Erida
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.855 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sindrom Nefrotik Resisten Steroid (SNRS) adalah Sindrom Nefrotik yang gagal mencapai remisi setelah pemberian kortikosteroid dosis penuh dan alternatif. Penetapan remisi dilakukan dengan monitoring kadar protein dalam urin. Adanya proteinuria persisten dalam tiga kali pemeriksaan selama satu minggu menunjukkan bahwa pasien gagal mencapai remisi. Seorang anak laki-laki, usia 2 tahun dengan gejala edema anasarka, proteinuria masif, hipoalbuminemia, dan hiperlipidemia sesuai untuk Sindrom Nefrotik. Pasien sudah mendapat terapi prednison dosis penuh dan alternatif. Hasil urinalisis menunjukkan pasien mengalami proteinuria persisten sehingga didiagnosis sebagai Sindrom Nefrotik Resisten Steroid. Tujuan dari tulisan ini adalah menambah pengetahuan tentang Sindrom Nefrotik dan dapat mencegah terjadinya Sindrom Nefrotik Resisten Steroid (SNRS) dan komplikasi selanjutnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif dengan studi kasus dan penelusuran pustaka yang bersifat objektif, analitis, dan sistematis. Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan proteinuria penting untuk mengetahui terjadinya remisi pada pasien SN juga penting untuk mengetahui keberhasilan terapi SNRS dan memprediksi progresifitas menjadi gagal ginjal terminal.
PEMICU TRANFUSI FISIOLOGIS PADA PERAWATAN INTENSIF Simanjuntak, Erica Gilda Minawati
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.676 KB)

Abstract

Indeks Massa Tubuh merupakan salah satu parameter yang paling banyak digunakan dalam menentukan kriteria proporsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar glukosa pada usia produktif karena ini merupakan indikasi seseorang dapat mengalami berbagai macam penyakit metabolik akibat kontrol glukosa darah serta indeks massa tubuh yang abnormal. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan Glukosa Darah Sewaktu (GDS) normal dengan IMT normal sebanyak 26 responden (81.3 %) serta didapatkan bahwa GDS tidak normal terbanyak juga dari kelompok IMT normal sebanyak 6 responden (18.8 %). IMT dinyatakan tidak berhubungan dengan GDS pada responden usia produktif dengan p-value korelasi usia dan GDS adalah p = 0.537 (p > 0.05) sedangkan p-value korelasi IMT dan GDS adalah p = 0.203 (p > 0.05).
SINDROM NEFROTIK RESISTEN HUBUNGAN TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK di RSU UKI CAWANG, JAKARTA TIMUR Kalay, Veronika Nunuk Kartika Dewi; Putra, Stephen Sapta
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2095.922 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. Hipertensi yang berlangsung lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi yaitu gagal ginjal kronik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan antara hipertensi dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini merupakan non eksperimental yang bersifat korelasional secara retrospektif dengan populasi dalam penelitian ini yaitu pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dengan gagal ginjal kronik dan pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi tanpa gagal ginjal kronik yang tercatat dalam rekam medik di RSU UKI Cawang, Jakarta Timur tahun 2014-2017 yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang memiliki riwayat hipertensi berusia 18-60 tahun, pasien yang sudah terdiagnosis hipertensi dan memiliki data tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg dan pasien yang sudah terdiagnosis hipertensi dengan gagal ginjal kronik pada tahun 2014-2017. Dari penelitian ini didapatkan penderita hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus tidak normal sebesar 44 orang (95,7%) dan penderita pre hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus tidak normal sebesar 9 orang (69,2%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tekanan darah tinggi dengan gagal ginjal kronik.
ASPEK HUKUM VERIFIKASI FAKTUAL PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU Rachmawati, Elthy
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.081 KB)

Abstract

Era Globalisasi yang dihadapi saat ini oleh para buruh di Indonesia sangat memprihatinkan kesejahteraannya. Oleh karena itu para pemegang kebijakan harus memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Buruh harus menjalankan keahliannya sebagai buruh profesional dan meningkatkannya supaya diakui di negara lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas cara meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustakaan deskriptif analisis. Dapat disimpulkan bahwa, kesejahteraan buruh dapat meningkatkan kinerja dan kesejahteraan bagi buruh itu sendiri guna memenuhi kebutuhan keluarga.
SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK DAN INFERTILITAS Sirait, Batara Imanuel
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.283 KB)

Abstract

Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan poligenik dengan beragam fenotipe yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. SOPK dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil dan juga mengganggu kualitas hidupnya. Penanganan yang efektif melibatkan pendekatan tim multidisiplin. SOPK ditandai dengan adanya kelebihan hormon androgen, disfungsi ovulasi dan morfologi polikistik ovarium yang terlihat dari USG. Juga berkaitan dengan beberapa abnormalitas metabolik seperti resistensi insulin dan obesitas yang memainkan peran penting pada patofisiologi SOPK khususnya memberi dampak negatif pada fungsi ovarium dan infertilitas. Penanganan dapat dilakukan dengan berbagai modalitas mulai dari perubahan gaya hidup sampai terapi seperti pemberian obat-obatan dan operasi minimally invasive. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan bahwa SOPK merupakan keadaan kronis yang bila tidak ditangani segera berpotensi untuk berdampak buruk terhadap kesehatan wanita jangka panjang. Dengan metode yang digunakan adalah dengan melakukan penelusuran kepustakaan terkait atas makalah-makalah ilmiah hasil penelitian maupun laporan kasus dan tinjauan kasus mengenai SOPK dan infertilitas Dapat disimpulkan SOPK merupakan suatu keadaan yang banyak dialami wanita usia reproduksi. Datang dengan keluhan gangguan haid, sulit hamil maupun gejala hiperandrogenisme. Deteksi dini dan penanganan komprehensif lebih awal akan berdampak baik pada kesehatan wanita secara umum maupun kesehatan reproduksinya.
POLA PENGEMBANGAN MODEL PENERAPAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL TERHADAP SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA Hamdalah, M. Andika Hariz; Windianingsih, Agustin
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro sedang tumbuh dan berkembang, salah satu diantaranya ialah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). BMT merupakan lembaga keuangan yang bergerak di bidang jasa. Salah satu diantara produknya ialah Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah. Melihat fenomena yang ada terkait dengan jasa keuangan BMT, pada dasarnya BMT merupakan lembaga keuangan yang mengadopsi Koperasi. Tujuan dari penelitian ini ialah: (1) sebagai saran dan acuan terhadap pemerintah terutama pembuat Undang-Undang (Legislatif) untuk membuat aturan hukum yang jelas untuk keberlangsungan BMT, (2) menunjuk lembaga untuk melakukan pengawasan BMT. Metode yang digunakan ialah dengan studi kasus pada dua BMT. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap instansi-instansi terkait. Kesimpulannya peraturan untuk BMT perlu segera dibuat, selain itu pengawasannya pun harus dilakukan secara signifikan sesuai petunjuk peraturan.
PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA SERENTAK OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI HALMAHERA SELATAN DAN BARAT Suharto, Benny
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilkada serentak merupakan sebuah proses demokrasi dimana dilakukan pemilihan terhadap kepala daerah baik pada tingkat provinsi, kabupaten/kota, dalam lingkup wilyah tertentu yang di lakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pilkada serentak merupakan implementasi selama 10 tahun belakangan dimana adanya perubahan sistem pemilu yang di anut. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan sistem pemilu yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan melakukan pendalaman dan penganalisisan pada implikasi keputusan Mahkamah Konstitusi untuk adanya permohonan perselisihan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang diadakan serentak di Halmahera Selatan dan Halmahera Barat kepada Mahkamah Konstitusi terhadap partai politik yang merasa adanya kecurangan pemilu. Metode Penelitian yang digunakan adalah dalam bentuk analisis yuridis kualitatif, yaitu dengan cara menyusunnya secara sistematis, menghubungkan satu sama lain terkait dengan permasalahan yang diteliti dengan berlaku ketentuan peraturan perundang-undangan yang lain. Dapat disimpulkan bahwa pembentuk UU Pilkada secara sadar memuat ketentuan baru dalam Pasal 158 UU Pilkada terkait syarat perbedaan perolehan suara dengan prosentase tertentu untuk mengajukan permohonan perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pilkada ke MK., mendorong terbangunnya etika dan sekaligus budaya politik yang makin dewasa dalam proses Pilkada.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JUSTICE COLLABOLATOR DALAM PERKARA TIPIKOR DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2014 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN Simbolon, Muko L
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan bagi Justice Collaborator sangat penting karena yang bersangkutan biasanya mengetahui dengan pasti pola kejahatan yang terjadi, siapa-siapa yang terlibat dalam kejahatan tersebut serta jaringan yang ada. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai lembaga yang memberikan perlindungan terhadap Justice Collaborator dalam menjalankan tugasnya harus bekerjasama dengan berbagai Instansi penegak hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif berdasarkan penelitian yang menekankan pada ilmu hukum dan melakukan inventarisasi hukum positif yang berkaitan dengan perlindungan saksi dan korban. Tujuan dalam tulisan ini adalah bahwa penerapan aturan dalam undang-undang disatu sisi memberikan mandat yang besar bagi perlindungan hak-hak saksi dan korban namun disisi lain undang-undang menyederhanakan proses pelaksanaannya sehingga berdampak dalam penerapan undang-undang tersebut. Kesimpulannya adalah penerapan perlindungan yang diberikan terhadap Justice Collaborator dalam perkara tindak pidana korupsi ialah: (1) perlindungan fisik, psikis dan hukum; (2) Penerapan Prosedur penanganan perkara secara khusus; dan (3) penghargaan. Namun hal itu pun belum efektif diterapkan karena tidak adanya konsistensi didalam memberikan adanya perlindungan tersebut, sehingga Saksi dan juga tersangka merasa tidak ada keadilan bagi dirinya. Hambatan pelaksanaan perlindungan Justice Collaborator yang belum memadai karena adanya kelemahan kelembagaan LPSK terdapat permasalahan sebagai berikut: (1) Kedudukan LPSK, (2) Tugas, Kewenangan LPSK, dan (3) Struktur dan Infrastruktur Organisasi.
GAMBARAN FREKUENSI PERNAFASAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG FUNGSIONAL KELAS II & III DI JAKARTA Aritonang, Yanti Anggraini
Jurnal Ilmiah Widya Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gagal jantung kini diakui sebagai masalah utama kesehatan masyarakat. Prevalensi gagal jantung ada 23 juta di seluruh dunia dan lebih dari 5,8 juta di Amerika Serikat. Di Indonesia, angka kejadian gagal jantung berdasarkan gejala gagal jantung ada 530.068 orang (0,3%) dan diagnosa dokter terdapat 229. 696 orang (0,13%). Angka kejadian pasien gagal jantung ada 839 orang di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan 335 orang di RS. PGI Cikini. Salah satu keluhan yang sering dirasakan klien gagal jantung adalah sesak nafas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran frekuensi pernafasan pada pasien gagal jantung dan mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, IMT (Indeks Masa Tubuh) dan klasifikasi gagal jantung terhadap frekuensi pernafasan. Penelitian ini menggunakan metode korelasi pearson di RS X dan Y kota Jakarta selama mei- Juli 2015 sebanyak 50 responden. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa mayoritas responden berusia diatas 65 tahun (44%) dan , laki-laki (64%), IMT normal (50%), Klasifikasi gagal jantung fungsional kelas 2 (38%) dan frekuensi pernafasan takipnea (80%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara klasifikasi gagal jantung fungsional kelas terhadap frekuensi pernafasan dengan p-value 0,002 (<0.05) dan tidak adanya hubungan antara usia, jenis kelamin dan IMT terhadap frekuensi pernafasan (>0,05).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OPERASI DI RSU UKI JAKARTA TAHUN 2017 Leniwita, Hasian
Jurnal Ilmiah Widya Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan merupakan bentuk terapi medis yang dapat menyebabkan stress atau rasa cemas karena adanya ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa seseorang. Kecemasan adalah gangguan alam perasaan ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Kecemasan dapat terjadi pada semua pasien yang akan menjalani operasi, kecemasan yang dialami pasien biasanya terkait dengan segala macam prosedur asing yang harus dijalani, juga ancaman terhadap keselamatan jiwa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan dan karakteristik pasien terhadap kecemasan dalam menghadapi operasi. Sampel penelitian adalah pasien pre-operasi di RSU UKI Jakarta dengan jumlah sampel 32 orang. Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan crossectional. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan pasien terhadap kecemasan dalam menghadapi operasi di RSU UKI Jakarta dengan nilai p.value 0,007 (p<0,05), ada hubungan antara umur terhadap kecemasan dalam menghadapi operasi di RSU UKI Jakarta dengan nilai p.value 0,022 (p< 0,05), ada hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasan dalam menghadapi operasi di RSU UKI Jakarta dengan nilai p.value 0,035 (p < 0,05), dan ada hubungan antara pendidikan terhadap kecemasan dalam menghadapi operasi di RSU UKI Jakarta dengan nilai p.value 0,017 (p < 0,05).