cover
Contact Name
rustan amarullah
Contact Email
rustanamarullah8@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
borneo.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. M. Ardans 2 No. 36 (Ring Road III). Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara
ISSN : 18580300     EISSN : 24076767     DOI : https://doi.org/10.24258/jba
Core Subject : Social,
Jurnal Borneo Administrator is a journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research and development in public administration area. The scope of this journal covers experimental and analytical research in public administration areas. The topics include public policy, public management, bureaucracy, public service, civil servant, public service innovation, local autonomy, and related fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 440 Documents
Determinan Keberhasilan Proyek Perubahan Pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan R. H. Bambang B. Nugroho
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.067 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.375

Abstract

This research focused on success factors of transformation projects in Leadership Education and Training (Diklatpim) Level III and IV organized by an Education and Training Center. The Purpose of this research was to analyze the relationships between success factors and cumulative scores obtained by Diklatpim Level III and IV participants on their transformation projects. Therefore, prospective participants would able to get practical formulas to prioritize relatively limited resources in designing and implementing their projects. The quantitative data, in a form of predictor variable was collected from surveys via social media and electronic mail. Meanwhile, dependent variable was collected from implementation reports of Diklatpim Level III and IV. The data was then analyzed with multiple linier regression. The statistical testing met basic assumptions, validity, and reliability with a 90% confidence level. The success determinants of transformation project of Diklatpim Level III and IV, sequentially based on their priorities from the highest, were: (a) an effective project team; (b) comprehensive planning; (c) risk management; (d) availability of resources; and (e) support and approval Keywords: Success Determinant, Transformation Project, Leadership Education and Training Abstrak Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor penentu keberhasilan proyek-proyek perubahan (Proper) dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat III dan IV yang diselenggarakan oleh sebuah Pusat Pendidikan dan Pelatihan periode 2015 hingga 2017. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor penentu keberhasilan proyek, dengan nilai kumulatif yang diperoleh para peserta Diklatpim Tingkat III dan IV untuk masing-masing propernya, sehingga peserta Diklat serupa pada angkatan mendatang dapat memperoleh rumusan praktis untuk memprioritaskan sumber daya yang relatif terbatas dalam merancang dan mengimplementasikan propernya. Data kuantitatif, berbentuk variabel prediktori dihimpun dengan survei melalui media sosial elektronik dan surat elektronik, sementara variabel terikat dihimpun dari laporan pelaksanaan Diklatpim Tingkat III dan IV, yang kemudian dianalisis menggunakan formula regresi linier berganda. Pengujian statistik memenuhi asumsi dasar, validitas, dan reliabilitas dengan tingkat kepercayaan 90%, bahwa secara berurutan berdasarkan tingkat prioritasnya dari yang tertinggi adalah: (a) tim proyek yang efektif; (b) perencanaan yang komprehensif; (c) manajemen resiko; (d) ketersediaan sumber daya; dan (e) dukungan dan persetujuan, merupakan faktor-faktor penentu keberhasilan proyek-proyek perubahan Diklatpim Tingkat III dan IV. Kata Kunci: Determinan Keberhasilan, Proyek Perubahan, Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim)
Penerapan Organisasi Pembelajar Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja PD ABC Rulli Hendriani; M. Syamsul Ma'arif; M. Joko Affandi
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.971 KB) | DOI: 10.24258/jba.v14i3.382

Abstract

This study aims to 1) analyze the implementation of learning organization in PD ABC; 2) analyze the influence of learning organization towards performance improvement of PD ABC; 3) analyze the influence of leadership and organizational culture towards learning organizations, 4) analyze the influence of learning organization, leadership and organizational culture towards performance improvement of PD ABC, and 5) formulate a sustainable learning organization strategy to improve the performance of PD ABC. Methods in this research were Structural Equation Model (SEM) and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed that 1) information systems and sharing of knowledge, organizational relationship, strategic leadership, collaboration and team learning need to be improved; 2) leadership has a positive influence and significant effect with learning organization but organizational culture has insignificant effect towards learning organization; 3) learning organization has a positive influence and significant effect towards improving PD ABC performance; learning organization has a positive influence and significant effect towards organizational performance, although leadership and organizational culture have a negative influence but insignificant effect towards performance organization; 4) in order to develop sustainable learning, PD ABC has to provide measurable evaluation and monitoring systems, transparent rewards and punishment, as well as competent people. Keywords: Leadership, learning organization, organizational culture, organizational performance, strategy Abstrak Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis penerapan organisasi pembelajar di PDABC; 2) menganalisis pengaruh organisasi pembelajar terhadap organisasi pembelajar, 3) menganalisis pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi dengan organisasi pembelajar; 4) menganalisis pengaruh organisasi pembelajar, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap peningkatan kinerja PD ABC; dan 5) memformulasikan strategi organisasi pembelajar berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kinerja PD ABC. Metodologi penelitian ini mengambil data secara stratified random sampling ,analisadeskriptif,StructuralEquationModel (SEMLisrel), danAnalyticalHierarchy Process (AHP). Hasil penelitianadalah 1) sistem informasi dan penyebaran pengetahuan, hubungan organisasi,kepemimpinan strategis, kolaborasi dan pembelajaran tim masih perlu ditingkatkan; 2)kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap organisasi pembelajar, budaya organisasiberpengaruh tidak signifikan terhadap organisasi pembelajar; 3) organisasi pembelajarberpengaruh signifikan dengan kinerja organisasi, namun kepemimpinan dan budayaorganisasi secara langsung berpengaruh negatif namun tidak signifikan dengan kinerjaorganisasi 4) strategi meningkatkan kinerja PDABC melalui organisasi pembelajar yaitumenyediakan sistem evaluasi dan monitoring yang terukur serta reward dan punishment yangtransparan. Efektivitas kerja perlu didukung dengan penempatan orang yang tepat sesuai dengan kompetensinya dan melakukan pemberdayaan karyawan.Kata Kunci : Budaya organisasi, kepemimpinan, kinerja organisasi, organisasi pembelajar, strategi
Inovasi Partisipasi Penganggaran Daerah Melalui Model Platform Media Sosial Lesmana Rian Andhika; Heru Nurasa; Nina Karlina; Candradewini Candradewini
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.549 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i2.387

Abstract

The participatory budgeting process through social media has received attention in recent years, aims to increaseg citizen participation in government budgeting. The use of social media in many cases opposes the political practice assumptions of a budget lobbying to decide a specific budget post. Using conceptual article methods, we identified a participatory budgeting framework simulation using social media (Facebook, Twitter, WhatsApp, YouTube, Google+, Telegram) to provide detailed explanations of procedures or techniques, specific instructions, discuss, and describe the participatory budgeting practices determination. Therefore, it required an innovative way, academically claimed to give better budget transparency. This research resulted in some information i.e., with the participatory budgeting model through social media, the citizen can take part in the planning, decision-making, and monitoring budgets democratically. Finally, we consider the weaknesses of our knowledge, suggesting the participatory budgeting that can be tested in future research. Keywords: Participatory Budgeting, Social Media, Citizen Participation, Innovative Abstrak Proses penganggaran partisipatif melalui media sosial telah mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penganggaran pemerintah. Penggunaan media sosial di banyak kasus menentang asumsi praktik politis anggaran dengan cara lobi untuk menentukan pos anggaran tertentu. Dengan menggunakan metode conceptual article, kami mengidentifikasi simulasi kerangka kerja penganggaran partisipatif menggunakan media sosial (Facebook, Twitter, WhatsApp, YouTube, Google+, Telegram) untuk memberikan penjelasan rinci tentang prosedur atau teknik, dan menyediakan instruksi spesifik, mendiskusikannya, dan menggambarkan penentuan praktik penganggaran partisipatif. Oleh sebab itu diperlukan cara yang inovatif, secara akademis diklaim memberikan transparansi anggaran yang lebih baik. Penelitian ini menghasilkan beberapa informasi yaitu, dengan model penganggaran partisipatif melalui media sosial, masyarakat lebih demokratis untuk ikut dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan anggaran. Terakhir, kami mempertimbangkan kelemahan pengetahuan kami, menyarankan penganggaran partisipatif yang dapat diuji dalam praktik penelitian masa depan. Kata Kunci: Penganggaran Partisipatif, Media Sosial, Partisipasi Masyarakat, Inovatif
Pengembangan Model Smart Rural untuk Pembangunan Kawasan Perdesaan di Indonesia Rosita Novi Andari; Susy Ella
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.879 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.394

Abstract

Urbanization in Indonesia tends to increase every year. In 2014, data from United Nations showed that 53 percent of Indonesia’s population lived in urban areas, and by 2050, 71 percent of Indonesia’s population is projected to be urban. The main factor determining the high rate of urbanization in Indonesia is poverty in the rural areas. Therefore, the government uses rural development approach to reduce the number of rural people migrate to urban. Nevertheless, the government has stipulated a policy about rural area development in Law number 6/2014 concerning Village. However, this policy has given none applicable development model and improved village initiative. This study used a qualitative approach with a study of documentation for collecting data and interactive analysis model for data analysis. The results showed that smart rural development model can be developed in Indonesia through an ecosystem approach, which consist of five (5) dimensions and seven (7) phases with bottom-up planning process as the main approach and the collaborative governance model as the key executor. Keywords: Rural, Rural Development, Smart Rural, Participatory Abstrak Urbanisasi di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014, data dari United Nations menunjukkan bahwa 53% populasi di Indonesia tinggal di daerah perkotaan, dan pada tahun 2050 diproyeksikan akan naik menjadi 71%. Faktor utama yang menentukan tingginya tingkat urbanisasi di Indonesia adalah kemiskinan di daerah perdesaan. Oleh karena itu, pemerintah menggunakan pendekatan pembangunan perdesaan untuk mengurangi jumlah penduduk perdesaan yang bermigrasi ke perkotaan. Namun demikian, sekalipun pemerintah sudah menetapkan kebijakan pembangunan kawasan perdesaan melalui UU No 6/2014 tentang Desa, tetapi sejauh ini kebijakan tersebut belum memberikan model pembangunan yang aplikatif dan mampu menumbuhkan inisiatif desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumentasi untuk pengumpulan data serta model analisis interaktif untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah model smart rural dapat dikembangkan di Indonesia melalui pendekatan ekosistem yang terdiri dari lima (5) dimensi dan tujuh (7) tahapan dengan proses perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up planning process) sebagai pendekatan utama dan model tata kelola yang kolaboratif sebagai pelaksana kuncinya. Kata Kunci: Perdesaan, Pembangunan Perdesaan, Smart Rural, Partisipatif
Evaluasi Keberhasilan Transmigran Jawa Timur di Unit Permukiman Transmigrasi Tanjung Buka SP.3 Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara Slamet Hari Sutanto; Nakkok Aruan; M. Amir HT
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.765 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i2.399

Abstract

The purpose of this research is to find out how high the level of success has been achieved, as well as the problems faced by transmigrants. The method used was descriptive qualitative. Thus, the data were obtained from in-depth interviews and triangulation data through Focus Group Discussions and direct observation by withdrawing information from 50 transmigrants chosen purposively. The results of the evaluation research showed the average score based on 9 (nine) measurements of welfare level indicators. It showed that the level of welfare of transmigrants in UPT Tanjung Buka SP.3 was categorized quite well., However, based on data obtained from in-depth interview and observations in the field, there were still some crucial problems in the form of constraints and obstacles which include aspects of land conditions, technical aspects of farming management, road and bridge infrastructure, economy, and social. Keywords: Transmigration, People’s welfare, Bulungan regency Abstrak Tujuan dari penelitian evaluasi keberhasilan penempatan transmigran asal Jawa Timur ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan yang telah dicapai, serta permasalahan-permasalahan apa saja yang masih dihadapi oleh transmigran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview), serta dilakukan triangulasi melalui Diskusi Kelompok Terfokus dengan menggali informasi dari 50 orang transmigran yang dipilih secara purposive, serta melalui observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian evaluasi menunjukan nilai rata-rata berdasarkan pengukuran 9 (sembilan) indikator tingkat kesejahteraan menunjukkan tingkat kesejahteraan transmigran UPT Tanjung Buka SP.3 dapat dikategorikan cukup baik, namun berdasarkan analisis terhadap jawaban kuesioner, pendalaman melalui wawancara mendalam, serta observasi di lapangan, masih terdapat beberapa permasalahan yang cukup krusial berupa kendala dan hambatan yang meliputi aspek kondisi lahan, aspek teknis pengelolaan usaha tani, infrastruktur jalan dan jembatan, ekonomi, dan sosial. Kata Kunci: Transmigrasi, Kesejahteraan rakyat, Kabupaten Bulungan
Aktualisasi Budaya Inovasi Pada Organisasi Sektor Publik Kemal Hidayah; Mayahayati Kusumaningrum; Fani Heru Wismono; Rustan Amarullah
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.775 KB) | DOI: 10.24258/jba.v14i3.402

Abstract

Innovation is the key to improve organizational performance. The development presently requires the actualization of innovation culture as a continuous improvement in the organizations' services. This paper presents an overview of the application of innovation culture in public sector organizations namely Investment and Integrated Licensing Offices (DPMPTSP) of Samarinda City, as well as factors that influence the success of actualizing the culture of innovation in this organization. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The application of an innovation culture in DPMPTSP of Samarinda City has been relatively optimal, as evidenced by the various achievements and awards that have been achieved. Afterwards, the factors that influence the success of the actualization of innovation culture in DPMPTSP of Samarinda City are mainly by visionary and innovative leadership, reliable human resources, high team collaboration, and budget support. In addition, it can also be analyzed that the innovation culture in this organization has relatively implemented a holistic model of innovation culture. Keywords : Innovation, Innovation Culture, Organization, Public Service Abstrak Inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan performa organisasi. Perkembangan zaman menuntut aktualisasi atas budaya inovasi sebagai perbaikan terus menerus atas pelayanan organisasi yang ada. Tulisan ini menyajikan gambaran mengenai penerapan budaya inovasi dalam organisasi sektor publik yakni DPMPTSP Kota Samarinda, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan aktualisasi budaya inovasi dalam organisasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budaya inovasi di DPMPTSP Kota Samarinda relatif sudah berjalan optimal, terbukti dengan berbagai capaian dan penghargaan yang telah dihasilkan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan aktualisasi budaya inovasi di DPMPTSP Kota Samarinda utamanya adalah kepemimpinan visioner dan inovatif, sumberdaya manusia yang handal, kerjasama tim yang tinggi, dan dukungan anggaran. Selain itu, juga dapat dianalisis bahwa budaya inovasi pada organisasi ini relatif sudahmenerapkan model holistik budaya inovasi. Kata Kunci : Inovasi, Organisasi, Budaya Inovasi, Pelayanan Publik
Negosiasi Kepentingan Dalam Perumusan RPJMD DIY 2017-2022 Dalam Kerangka Advocacy Coalition Framework Anggalih B.M Kamim; Ichlasul Amal; M. Rusmul Khandiq
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.737 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.404

Abstract

An exploration of policy changes and learning and interest negotiation in formulating policy are useful for mapping the process of compromising between the authorities and citizens. The study aims to explore the relations of external actors and local governments as a reflection of the state in the formulation of 2017-2022 DIY development planning policies to ensure no policies that favor the interests of certain groups. This research was conducted in qualitative research methods. This research was framed by a case study method. The research was conducted in agencies/ companies/ academics/ donor institutions/ parliament and the community involved and affected in the process of formulating DIY development planning policies. Research showed that there were some disadvantages of ACF model. The first disadvantage related to the inability of the ACF to explain the position of one of the "plural-faced" parties. The next disadvantage was the fact that ACF could not explain in detail the exact reason behind the formation of a coalition. The last disadvantage was that the ACF could not explain the dispersal of movements in a coalition. Keywords: RPJMD DIY 2017-2022, Advocacy Coalition Framework, Policy Coalition Abstrak Penggalian policy change and learning serta negosiasi kepentingan dalam perumusan kebijakan berguna untuk memetakan proses kompromi penguasa dan warga. Studi untuk menggali dan mendalami relasi aktor eksternal dan pemerintah daerah sebagai cerminan negara dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan DIY 2017-2022 menjadi penting untuk memastikan tidak adanya kebijakan yang berpihak pada kepentingan kalangan tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dibingkai dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di instansi/perusahaan/kalangan akademisi/lembaga donor/parlemen serta kalangan masyarakat yang terlibat dan terdampak dalam proses perumusan kebijakan perencanaan pembangunan DIY. Penelitian menunjukan bahwa dalam model ACF terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan pertama berkaitan dengan ketidakmampuan ACF untuk menjelaskan posisi salah satu pihak yang “berwajah majemuk”. Kekurangan berikutnya adalah ACF tidak dapat menjelaskan dengan detail alasan terbentuknya sebuah koalisi secara pasti. Kekurangan terakhir yaitu ACF tidak dapat menjelaskan terpencarnya gerakan dalam suatu koalisi. Kata Kunci : RPJMD DIY 2017-2022, Advocacy Coalition Framework, Koalisi Kebijakan
Front Cover JBA Vol. 14 No. 3 2018 cover depan
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.97 KB)

Abstract

Preface JBA Vol. 14 No. 3 2018 Tim Redaksi
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2265.648 KB)

Abstract

Appendix JBA Vol. 14 No. 3 2018 apendix belakang
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.601 KB)

Abstract


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025 Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 20 No. 3 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): April 2024 Vol 19 No 3 (2023): December 2023 Vol 19 No 2 (2023): August 2023 Vol 19 No 1 (2023): April 2023 Vol 18 No 3 (2022): December 2022 Vol 18 No 2 (2022): August, 2022 Vol 18 No 1 (2022): April 2022 Vol 17 No 3 (2021): December 2021 Vol 17 No 2 (2021): August, 2021 Vol 17 No 1 (2021): April 2021 Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020 Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 16 No 1 (2020): April 2020 Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 15 No 1 (2019): April 2019 Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 14 No 1 (2018): April 2018 Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 13 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 13 No 1 (2017): April 2017 Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 12 No 1 (2016): April 2016 Vol 11 No 3 (2015): Desember 2015 Vol 11 No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 11 No 1 (2015): April 2015 Vol 10 No 3 (2014): Desember 2014 Vol 10 No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 10 No 1 (2014): April 2014 Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 3 (2012) Vol 8 No 2 (2012) Vol 8 No 1 (2012) Vol 7 No 3 (2011) Vol 7 No 2 (2011) Vol 7 No 1 (2011) Vol 6 No 3 (2010) Vol 6 No 2 (2010) Vol 6 No 1 (2010) Vol 5 No 3 (2009) Vol 5 No 2 (2009) Vol 5 No 1 (2009) Vol 4 No 3 (2008) Vol 4 No 2 (2008) Vol 4 No 1 (2008) Vol 3 No 3 (2007) Vol 3 No 2 (2007) Vol 3 No 1 (2007) Vol 2 No 3 (2006) Vol 2 No 2 (2006) Vol 2 No 1 (2006) Vol 1 No 3 (2005) Vol 1 No 2 (2005) Vol 1 No 1 (2005) More Issue