cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
PERANCANGAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA PERKANTORAN DAN PABRIK LABEL MAKANAN PT XYZ DENGAN LUAS BANGUNAN 1125 M2 Muhammad Al Haramain; Riki Effendi; Febri Irianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ is a company engaged in the production of labeling for food and beverage products, fire cases in other factories, reminding the owner to keep his assets safe and comfortable. So it is necessary to plan and design Fire Fighting System to protect the building and its assets. So it is necessary to plan and design Fire Fighting System to protect the building and its assets. This research begins with taking and collecting data in the form of layout of old building condition and layout of new building condition and other technical data needed. Data processing conducted refers to SNI 03-3985-2000, SNI 03-3987-1995, SNI 1745-1989-F, NFPA 13, NFPA 10 and NFPA 14 standards, including design of sprinkler, hydrant and APAR systems (Fire Extinguishers Lightweight) is required, calculate the need for fire water, calculate the total head and pump power required. Based on the result of the research, it is found that the building is classified as light fire hazard and designed using sprinkler type of wet pipe system and the required sprinkler head count is 130 pieces with temperature sensitivity of 57 °C orange glass bulb color, direction emission down, building hydrants as much as 1 piece, page and city hydrants as much as 1 piece, 15 types of dry chemical APAR type and type APAR (CO2) as much as I fruit. The volume of water supply needed for the fire-fighting system is 150 m3. The pipe used is a type of cast iron pipe with total head at the pump of 71.748 meters. The calculation of pump capacity in this planning is 11,576 hp and the originator 14,622 hp.
PENGUJIAN KETELITIAN GEOMETRIK PADA MESIN BUBUT EMCOMAT EM 17S MENURUT ISO 1708 Cahya Sutowo; Eri Diniardi; Bayu Indra Praja
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemakaian sehari-hari, mesin perkakas mengalami deformasi karena jepitan, pengaruh panas dan deformasi karena gaya pemotongan. Oleh karena itu, dengan berjalannya waktu pada umumnya karataeristik proses akan berubah. Perubahan ini bisa berupa pergeseran proses rata-rata (Average Process Level) atau variabilitas proses (Process Variability), untuk itu di perlukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin perkakas. Dalam penelitian ini, akan melakukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin bubut EMCOMAT EM 17S, karena ketelitian perpindahan akan mempengaruhi ketelitian ukuran benda, sedangkan ketelitian permukaan referensi, ketelitian putaran, spindle, dan ketelitian gerak linier akan mempengaruhi gelombang permukaan dan kekasaran permukaan, serta ketelitian bentuk seperti ; kesejajaran, ketegak-lurusan dan konsentrisitas dari benda kerja. Disamping itu ketelitian benda kerja juga dipengaruhi oleh temperatur lingkungan/suhu ruangan, proses pemotongan, penjepitan benda kerja, pahat dan deformasi akibat gaya pemotongan. Untuk itu pengujian kelayakan terhadap suatu mesin bubut sangat diperlukan, dari hasil pengujian mesin bubut tersebut tidak layak pakai untuk pekerjaan yang presisi. Karena presisi itu adalah suatu pekerjaan yang tidak boleh terdapat penyimpangan pada saat proses, dari hasil pengujian ketelitian geometrik tersebut terdapat beberapa faktor yang hasil rata-ratanya diluar batasan toleransi atau melebihi toleransi yang ditentukan seperti pada pengujian penyelarasan terhadap bed dan carriage,pengukuran simpang putar.
ANALISA DISAIN RANCANGAN SEBUAH ALAT PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE SKALA LABORATORIUM Sulis Yulianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan jumlah tube pada sebuah alat penukar kalor sangatlah penting dilakukan dengan tepat agar performance dari unit dapat tercapai secara maksimal, maka dalam kegiatan penelitian ini akan dilakukan suatu prediksi perencanaan perhitungan jumlah tube pada saat beda temperatur rata-rata fluida didalam sistem telah mencapai 20% dari spesifikasi disain rancanganya. Alat penukar kalor dalam penelitian ini memiliki 37 tube yang akan dioperasikan pada beban thermal konstan sebesar (Q) 5675 Watt dengan laju aliran fluida dingin (mc) 0,122 kg/s dengan kecepatan aliran fluida panas (mh) 0,075 kg/s yang kemudian akan dilakukan pengambilan data untuk dapat memprediksi jumlah tube terbaru dari disain sebelumnya saat beda temperatur rata-rata telah mencapai 20 % lebih tinggi dari spesifikasi disain rancanganya dengan prediksi waktu kegiatan cleaning interval pada bulan ke  6, 12, 18, dan pada bulan ke 23. Sehingga didapatkanlah jumlah tube sebanyah 10 buah tube dari sebelumnya sebanyak 37 buah tube, maka dengan adanya suatu prediksi terhadap fariasi jumlah tube tersebut dapat dijadikan suatu rujukan pada suatu disain rancang bangun pada sebuah alat penukar kalor dimasa yang akan datang sehingga dapat lebih ekonomis, efektif dan memiliki kehandalan yang tinggi dalam suatu kegiatan produksi.
PERANCANGAN BUSHING METAL BRONZE PENGGANTI BEARING PADA MESIN PABRIK GULA Aznam Barun; Hilman Hilman
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bushing metal adalahalat yang digunakanuntukmenggantikan bearing dan sebagai penahanan poros. Supaya poros bisa berputar dan bisa menggiling tebu menjadi hancur, tipe bushing metal bronze ini yaitu bushing yang didalamnya ada alur olie yang fungsinya untuk pelumasan atau pelicin poros, agar poros yang berputar didalam bushing tersebut bisa bertahan lama dan material bushing tidak terkikis oleh poros, baik poros ataupun bushing bisa bertahan sampai bertahun – tahun, ini lebih efesien bila dibandingkan dengan bearing yang harganya lebih mahal.Tipe bushing metal bronze ini adalah yang cocok dengan kondisi dilapangan dan sesuai dengan kebutuhan yang ada pabrik-pabrik gula mungkinbisa sampai seluruh Indonesia bisa memakai alat ini, penelitian yang digunakan adalah dengan cara study literature, perhitungan terhadap desain serta konsultasi dengan pembimbing dan orang yang kompeten didalam materi dan hitungan, baik hitungan rumus atau komposisi material tersebut. Bushing metal bronze adalah alat yang dapatmemudahkanbagi maintenance untuk pengecekan dan perbaikan dimesin-mesin bagi yang memakai alat tersebut yaitu dengan cara pengecekan olie dipenampungan jangan sampai habis ini akan mengakibatkan gesekan antara bushing dan poros, yang mana salah satu diantara dua bisa kalah.
KERUSAKAN BANTALAN PULI IDLER KOYO 6302RMX AKIBAT UMUR BANTALAN DAN GAYA-GAYA YANG BEKERJA Mulan Destyawan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suara abnormal yang terjadi pada kendaraan dibalik kap mesin merupakan sebuah masalah yang harus dicari penyebannya. Setelah dilakukan pengamatan, suara abnormal tersebut berasal dari rusaknya bantalan idler puli. Untuk itu penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa kerusakan pada bantalan idler puli Koyo 6302RMX dengan metoda perhitungan umur bantalan serta menghitung gaya-gaya yang bekerja pada bantalan idler puli. Dari hasil perhitungan didapat banyaknya putaran pada bantalan adalah 629.73 juta putaran dan 4198.2 jam waktu operasi bantalan. Selain itu jumlah beban aksial sebesar 0.34 kN, beban radial 1.37 kN dan beban tangensial yang bekerja pada bantalan radial ini sebesar 1.41 kN.
ANALISA PERUBAHAN GAS SHIELD Ar 80% + CO2 20% MENJADI GAS SHIELD CO2 100% DENGAN PENGELASAN MIG PADA BAJA STAM 390 G TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN PENETRASI SERTA PENGARUH BIAYA Indra Setiawan; Rizki Firmansyah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya produksi mengalami penurunan pada penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20 % menjadi gas shield CO2 100% dengan pengelasan MIG pada steering head main frame baja STAM 390 G terhadap sifat mekanis dan penetrasinya. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25 %. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan  kecepatan las 90 mm/menit dengan menggunakan las MIG (Metal Inert Gas) dan elektroda jenis kawat kontinu MG-51T berdiameter 1,2 mm. Benda uji dilakukan pengujian kekerasan, foto makro untuk mengetahui penetrasi welding dan foto mikro.Dari hasil penelitian tersebut pengaruh dari penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20 % menjadi gas shield CO2 100% dan kecepatan sangat mempengaruhi nilai dari kekerasan, struktur mikro dan penetrasinya. Tingkat tertinggi kekerasan dengan kecepatan 90 mm/menit terdapat pada daerah lasan area (C), hal ini terlihat pada struktur mikronya yang banyak terdapat martensit dan bainit yang cenderung keras karena mengandung karbon. Dan dari hasil foto makro dapat dilihat penetrasi weldingnya pada kecepatan las 90 mm/menit tembusan lasnya dangkal, dikarnakan gerakan elektroda terlalu cepat. Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pengaruh kecepatan pengelasan terjadi perubahan struktur sehingga berpengaruh terhadap kekuatan bahan. Serta penurunan harga dari penggunaan gas shield Ar 80% + CO2 20% menjadi gas shield CO2 100% adalah 384%.
PRODUKTIVITAS PERAWATAN SUMUR (STUDI KASUS DI TOTAL E&P INDONESIE) Muhdi Rizal; Yustiar Gunawan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the upstream oil and gas industry, at plateau production period, well intervention activity is important to maintain the production level. In PT. Total E&P Indonesie, well intervention has contributed approximately 23% average per year of the whole oil and gas production. It is important to evaluate the well intervention productivity for continuously improvement. This research as the case study in PT. Total E&P Indonesie in offshore area by collecting the data of well intervention activities that have been done on 736 wells. Through the set of analysis and Focus Group Discussion (FGD) with experts resulted 12 dominant factors influenced the well intervention productivity in offshore area and well intervention productivity index 70.8 Scfd/USD wellhead in 2016 and 43.9 Scfd/USD wellhead in 2017. And still by Focus Group Discussion (FGD), there are 18 obstacles of the dominant factor and 31 root causes have been identified which is then analized and resulted 9 recommendations of well intervention productivity improvement.
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP KETEBALAN LAPISAN ZINC DAN KETAHANAN KOROSI PADA PERMUKAAN LINK ENGINE HANGER SEBELUM PROSES PELAPISANNYA Soeleman Soeleman; Ali Kharakan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan modern tidak terlepas dari industri elektroplating. Berbagai barang perhiasan, komponen sepeda motor, mobil dan peralatan pabrik memerlukan sentuhan akhir melalui teknologi lapis listrik elektroplating. Pelapisan ditujukan untuk memperbaiki permukaan benda sehingga lebih cemerlang, mengkilap, tahan terhadap korosi dan permukaan benda menjadi lebih keras. Logam yang dilapisi adalah plat SPCC yang pada pengaplikasiannya digunakan untuk Link engine hanger pada motor Honda Vario. Sebelum dilakukannya proses pelapisan, material  mengalami proses penyambungan logam (welding). Pengujian ini menggunakan spesimen berupa plat SPCC yang berrjumlah 3 buah. Dalam pelaksanaan pelapisan elektroplating menggunakan variasi perlakuan terhadap material, yaitu dengan Non Heat Treatment, Heat Treatment dengan Quenching Air, dan Heat Treatment dengan Annealing Udara. Heat Tretment ditujukan untuk memperoleh sifat-sifat yang sesuai dengan penggunaannya, khususnya untuk mendapatkan kekuatan, struktur mikro dan sifat liat yang diperlukan. Temperatur pemanasan yang diberikan adalah 800oC dengan waktu tahan selama 5 menit setiap sampel yang di berikan perlakuan panas kemudian di dinginkan dengan media pendingin air dan pendingin udara. Benda uji dilakukan pengujian komposisi kimia, ketahanan korosi, struktur mikro dan pengujian ketebalan lapisan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan korosi baja karbon rendah, ketebalan lapisan lapisan Zinc Plating.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TENAGA PUTAR POMPA Mukhamad Khumaidi Usman; Syaefani Arif Romadhon
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dry season is one of complicated problem for farmers in cultivating, because water is the main requirement for plant whereas there is no enough irrigation. One of the solution is using water pump, it takes ground water to irrigate rice field. But we need to make it more simple and more efficient using motorcycle activator 110 cc.  This research used comparison between fuel consumption and water flow by pump. From research finding with water flow motorcycle activator of 46.8 m3/hour with fuel consumption of 0.751/hour whereas the use of irrigation water pump engine flow of 36 m3/hour with fuel consumption by 1,81/hour. From the discussion of the findings, it can be concluded that water pump using motorcycle activator, it is more economical of fuel consumption and it is bigger of water flow. Beside that it is more simple to bring it into rice field.
ANALISA PENGARUH ARUS ALIRAN UDARA MASUK EVAPORATOR TERHADAP COEFFICIENT OF PERFORMANCE Syawaluddin Syawaluddin; Muhaemin Muhaemin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator maka akan mempengaruhi nilai koefisien prestasi dari AC ruangan 1 HP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan aliran udara pada evaporator terhadap unjuk kerja AC ruangan + 9000 Btu, Untuk membuat variasi kecepatan aliran udara pada evaporator dilakukan dengan melakukan variasi putaran blower yang menghembuskan udara ke evaporator. Adapun besar putaran blower yang digunakan adalah 700 rpm, 800 rpm, 900 rpm, 1000 rpm, dan 1100 rpm. Dari hasil pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar kecepatan aliran udara pada evaporator maka nilai COP akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator akan mempercepat pertukaran kalor sehingga akan meningkatkan nilai COP.

Page 10 of 27 | Total Record : 269