cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
PENGARUH WAKTU TAHAN HOT DIP GALVANIZED TERHADAP SIFAT MEKANIK, TEBAL LAPISAN, DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON RENDAH Sulis Yulianto; Irvan Arya Widura
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hot Dip Galvanis adalah suatu metode pelapisan (Coating) melalui proses pencelupan kedalam cairan atau lelehan seng (Zn) dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Komponen Baut yang digunakan berbahan baja karbon rendah (Low Carbon Steel) A325. Temperatur yang digunakan pada proses Hot Dip Galvanis adalah 450°C dengan waktu pencelupan yang bervariasi yaitu 30,45 dan 60 detik. Proses hasil galvanisasi terbentuk lapisan fasa intermetalik Fe-Zn yang terbentuk pada permukaan ulir baut Fasa Eta (η), Zeta (ξ), Delta (δ)dan Gamma (Γ) yang terbentuk. pada saat waktu galvanisasi naik semakin lama waktu pencelupan , maka lapisan semakin tebal. Pada uji kekerasan kekerasan yang optimal pada waktu celup 60 detik yaitu 206.508 HVN. Kekerasan terendah pada waktu celup 30 detik yaitu 162.3 HVN.
IMPLEMENTASI METODE QUALITY CONTROL CIRCLE UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PROPELLER SHAFT DI PT XYZ Ahmad Yunus Nasution; Sulis Yulianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ is a company manufacture automotive under body parts. With the policy of adding new models, so that the loading line propeller shaft 2 joint will increase, where in the production line is not sufficient with high loading production so that the production capacity is not adequate. In order for production capacity can be achieved according to target, needed improvement. In this discussion, the improvement will be related to the process of assy propeller shaft 2 joint. The method used in this research is QCC (Quality Control Circle). This method is appointed by the author for supporting the program of countinous improvement in the company. Sub assy process is a process with the highest cycle time, so the production capacity of the line propeller shaft 2 joint is not sufficient. After the observation with the QCC method of work elements sub assy process is the highest handling replacement fixture. The focal point of the improvement that will be done now is the fixture modification of the sub assy process. After improving the working elements of the handling fixture, the cycle time sub assy process decreased from 85 seconds to 70 seconds and the production line of line propeller shaft 2 joint increased from 96% to 100%.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 4340 Sasi Kirono; Eri Diniardi; Seno Ardian
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu jenis logam yang banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan. Adakalanya baja yang akan diproses tidak mempunyai kekerasan yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan proses lagi yaitu proses hardening. Dengan melakukan Hardening maka akan didapatkan sifat kekerasan yang lebih tinggi. Semakin tinggi angka kekerasan maka sifat keuletan akan menjadi rendah dan baja akan menjadi getas. Baja yang demikian tidak cukup baik untuk berbagai pemakaian. Oleh karena itu biasanya atau hampir selalu setelah dilakukan proses pengerasan kemudian segera diikuti dengan tempering. Pengujian dilakukan baik pada sifat fisis(komposisi, struktur mikro, dan fotomakro) maupun sifat mekanis (kekerasan dan kekuatan tarik). Hasil penelitian pada baja AISI 4340 diperoleh kekuatan tarik pada spesimen tanpa perlakuan panas sebesar 1115,7 N/mm² dengan VHN sebesar 347, setelah mengalami proses Hardening 850°C kekuatan tarik menjadi 1234,8N/mm² dengan VHN sebesar 527,4. Tempering 200°C  diperoleh kekuatan tarik sebesar 1813.4 N/mm² dengan VHN sebesar 507,6. Tempering 400°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1402,4N/mm² dengan VHN sebesar 435,6. Sedangkan pada proses Tempering 600°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1039,1 dengan VHN sebesar 332,8. Semakin tinggi temperatur pemanasan pada proses tempering kekuatan tarik dan kekerasan semakin menurun, sebaliknya keuletannya meningkat sehingga disesuaikan dengan keperluan.
OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP Fadwah Maghfurah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mendukung UKM (Usaha Kecil Menengah) dan memberikan kemudahan pada setiap orang yang akan membuat sari buah atau jus jeruk sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga  maka dirancang alat pemeras jeruk dengan kapasitas yang kecil dengan menggunakan metode optimasi perancangan dengan sistem perputaran sebagai pemerasnya dan cara kerjanya digerakkan oleh motor listrik yang mana dayanya ditransmisikan oleh daya listrik kemudian ke pencekam buah jeruk tersebut yang berfungsi agar perputaran terpusat pada keseluruhan diameter dinding buah  jeruk. Adapun kapasitas yang didapat dari hasil perhitungan adalah 320 ml/menit dengan diameter buah jeruk 65 mm, sedangkan dengan diameter buah jeruk 70 mm didapat 250 ml/menit dan motor listrik dengan daya 0,3 HP, Putaran 1500 rpm.
ANALISIS KARAKTERISTIK GEAR SPROCKET STANDARD DAN RACING PADA SEPEDA MOTOR Soeleman Soeleman; Muhamad Isahudin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar dan berguna untuk mentransmisikan daya. Sprocket gear sepeda motor merupakan salah satu komponen penggerak roda. Komponen ini merupakan salah satu komponen yg sangat penting. Jenis material yang digunakan dalam komponen ini termasuk dalam jenis baja karbon rendah. Roda gigi sprocket racing  berfungsi sebagai pemindah daya ( daya putar dari mesin ke roda belakang ), sehingga motor  dapat bekerja secara optimal. Terlebih lagi bila dipakai untuk keperluan racing dibutuhkan part gear khusus untuk menunjang settingan mesin yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan performa yang lebih baik. Berdasarkan pada hasil komposisi kimia pada benda uji gear sprocket standart dan gear sprocket racing, pada material gear sprocket tersebut diklarifikasikan termasuk baja karbon rendah jika dilihat pada nilai karbonnya (0,025% - 0,35% C). Pada gear sprocket standart mengandung unsur C: 0,159%  Fe: 98,20%  Si: 0,007%  Ni: 0,006%  Cr: 0,020%  Mn: 0,979%  Zn: 0,541% dan gear sprocket racing mengandung unsur C: 0,333%  Fe: 98,33%  Si: 0,209%  Cr: 0,029%  Ni: 0,313%  Mn: 0,700%. Pada pengujian kekerasan data hasil nilai kekerasan dengan metode vickers yang sudah dirata – ratakan pada tiap – tiap benda uji. Untuk material gear sprocket standart nilai kekerasan rata – rata 448 HVN, sedangkan gear sprocket racing nilai kekerasan rata – rata 544,8 HVN. Pada foto struktur mikro gear sproket standart struktur yang terbentuk adalah struktur ferrit (berwarna agak terang atau putih) dengan butiran-butiran yang besar dan paling dominan. Struktur perlite (berwarna agak gelap) juga terlihat dalam struktur ini, dengan butiran-butiran yang agak besar dan sedikit. Kemudian struktur sementit (berwarna abu-abu agak terang) juga terbentuk dalam fasa ini, dengan butiran-butiran yang kecil dan banyak, tetapi tidak bagitu dominan. Pada foto struktur mikro gear sproket racing struktur yang terbentuk adalah struktur ferrit (berwarna agak terang atau putih) dengan butiran-butiran yang besar dan paling dominan. Struktur perlite (berwarna agak gelap) juga terlihat dalam sturktur ini, dengan butiran-butiran agak besar dan sedikit. Kemudian struktur sementit (berwarna abu-abu agak terang) juga terbentuk dalam fasa ini, dengan butiran-butiran agak besar dan banyak, tetapi tidak begitu dominan.
ANALISIS PENGARUH COMPRESSOR WASHING TERHADAP EFISIENSI KOMPRESOR DAN EFISIENSI THERMAL TURBIN GAS BLOK 1.1 PLTG UP MUARA TAWAR Bambang Setiawan; Gunawan Hidayat
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Tawar Gas Turbine Power Plant is one of the generating units in Indonesia. Combined Cycle Power Plant is a plant that has a fast response to load changes. Therefore changes in the load on the combined cycle often occurs. To keep performance at combined cycle power plant, existing equipment must be maintained in a condition PLTGU order to work optimally. At this final project will be analysis the effect compessor washing to compressor efficiency and gas turbine eficiency of gas turbine combine cycle power plant block 1.1 UP Muara by analyzing the resulting efficiency compressor and gas turbine. From the results of this study found that the highest compressor efficiency of gas before compressor washing is 0.31% and after compressor washing is 0.53 %. Highest Thermal efficiency before compressor washing is 0.039% and after compressor washing is 1.461%.
PENGARUH PROSES TEMPERING PADA BAJA KARBON MEDIUM SETELAH QUENCHING DENGAN MEDIA OLI DAN AIR GARAM (NACL) TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Sasi Kirono; Pistoni Azis Saputra
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini temperatur pemanasan yang diberikan adalah 850oC pada baja type SC45 dengan waktu tahan 45 menit kemudian di dinginkan dengan media pendingin oli dan air garam, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600oC.  Pengujian  yang dilakukan meliputi : pengujian komposisi kimia, pengujian tarik, pengujian kekerasan dan pengujian metallografi.Hasil pengujian Pada spesimen tanpa perlakuan panas memiliki kuat tarik 736,12 N/mm dengan fasa yang terbentuk adalah pearlite dan ferrit. pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 oC quenching oli memiliki  nilai kekerasan 48,4 HRc dengan struktur mikro bainite dan martensite. Pada specimen dengan perlakuan panas temperatur 850 oC quenching air garam memiliki kekerasan 56,4HRc dengan struktur mikro martensite yang lebih dominan  dibandingkan dengan  bainite sehingga menghasilkan nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan spesimen lain.  pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 ºC quenching oli, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600 ºC, memiliki kuat tarik 837,73 N/mm² regangan sebesar 28 %, kekuatan luluh 757,18 N/mm² dan kekerasan 29,5HRc dengan struktur mikro ferrit dan sementite. pada spesimen dengan perlakuan panas temperatur 850 ºC quenching air garam, dilanjutkan dengan proses temper pada temperatur 600 ºC, memiliki kuat tarik 855,05 N/mm² dan regangan 28%, kekuatan luluh 758,26 N/mm². serta tingkat kekerasan 30,9 HRc dengan struktur yang terbentuk adalah Kristal ferrit dan fasa sementite tampak lebih halus di bandingkan dengan oli temper.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DAN PENAMBAHAN KONSENTRASI NaCl (PPM) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA LATERIT Eka Febriyanti; Amin Suhadi; Johny Wahyuady
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of carbon steel are produced from hematite iron ore. The decreasing of hematite iron ore in Indonesia, encouraged iron and steel company to produced carbon steel from laterite mineral, which has high deposit in Indonesia with high grade iron (50% Fe). One of the application of laterite steel as material rooftop bridge. The objective of this research to observe the influence of NaCl increasing to corrosion rate of carbon steel from laterite iron ore on lake water environment. Chemical composition of laterite steel is adding of element such as Cr and Ni, which classified laterite steel into low alloy steel and may effected corrosion behaviour of these steel. Corrosion rate measurement are conducted by weight loss method, which laterite steel immersed in lake water with time period 48, 72, 120, and 168 hour at NaCl adding 200, 300, and 400 ppm. From weight loss testing shows that  corrosion rate of laterite steel increase about from 2.9 mpy until 3.2 mpy.
ANALISA PERANCANGAN RODA GIGI LURUS MENGGUNAKAN MESIN KONVENSIONAL Wisjnu P.Marsis; Didi Agung
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perancangan pembuatannya menggunakan mesin frais (milling) dengan roda gigi yang direncanakan sesuai tabel roda gigi pengganti adalah jumlah giginya Z1 27 dan Z1 50 dengan bahan St 42, modul pisau 1,5 serta perhitungan roda gigi menggunakan sistem modul dan pembuatan roda gigi menggunakan kepala pembagi (dividing head) pada mesin frais menggunakan sistem pembagian tidak langsung. Piring pembagi yang digunakan adalah piring pembagi seri B-2 yaitu dengan jumlah lubang 21-23-27-29-31-33. Hasil rancangan tersebut adalah roda gigi Z 27 kecepatan linearnya (v) = 2,1195 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan dan kekuatan tarik, tegangan lentur yang diizinkan. Roda gigi Z 50 kecepatan linearnya (v) = 3,925 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan, kekuatan tarik , tegangan lentur yang diizinkan. Kesimpulannya adalah roda gigi yang akan digunakan adalah roda gigi reduksi u< 1 dan i>1.
ANALISIS TERJADINYA SLIP PADA KOPLING DI UNIT SCANIA P 124 CB 8x4 NZ 420 Rasma Rasma; Hendro Purwono; Riki Effendi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.32-37

Abstract

In the operation of the unit whose successor does not use a hydraulic system, the role of the clutch is very important in transmitting power from the engine to the transmission. However, the clutch can only slip so that it can no longer function to forward power from the engine to the transmission. This can be caused by several things, including: wear on the clutch material, the presence of oil in the field of clutch surface, and spring damage to the clutch. On Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 units this slip on clutch problem also occurs so research needs to be done to find the main cause. The method used in this study is to carry out checks and measurements and then the results are compared with the standard values that have been determined. The result shows that the cause of the slip on the clutch on the Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 unit is 1) the presence of oil that wet the coupling surface is caused by a damaged seal shaft; 2) wear on clutch components namely clutch disc and pressure plate. To keep the seal shaft in good condition, regular and regular oil changes must be made and when the replacement of the seal shaft must be in accordance with the part number so that the possibility of the same problem can be reduced.

Page 8 of 27 | Total Record : 269