cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC PADA PEKERJAAN SEKSI CASTING Rini Alfatiyah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ Serpong unit is a manufacturing company involved in the installation of a pipe that prioritizes Safety and Health (K3) in every work activity. To support the implementation of the Occupational Safety and Security Management System (SMK3), the investigation was conducted using Hazard Risk Assessment, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) in the Casting section. Possible dangers in 5 stages of work breaker at PT XYZ. is the process star rating, LPDC (Low Pressure Die Casting), shotblast, cutting and range. After conducting an investigation with Hazard Risk Assessment, Risk Assessment and Risk Assessment (HIRARC) in the category of major hazard risk stages, 60% were core processes, LPDC and cutting. Although the risk hazard category that may be accepted as much as 40% is the process of shooting and range.
MENINGKATKAN MUTU BAJA SUP 9 PADA PEGAS DAUN DENGAN PROSES PERLAKUAN PANAS Indra Setiawan; Muhamad Sakti Nur
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Heat Treatment yaitu proses pemanasan secara bertahap pada logam dengan tujuan merubah sifat mekanis dan struktur mikro dari logam tersebut, perlakuan panas ini dilakukan pada baja karbon medium dengan variasi temperature rekritalisasi dan pada temperature austenisasi, pengujian kekerasan dengan metode Rockwell dan pengamatan metallografi. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperature, sebelum dan sesudah proses perlakuan panas terhadap nilai kekerasaan dan pengamatan metalografi. Pengujian dilakukan pada benda uji yang tidak mengalami perlakuan panas (baru), dan pada benda uji yang mengalami perlakuan panas dengan temperature 8500C dan penahanan waktu selama 30menit, dengan media pendingin oli, dan kemudian benda tersebut mengalami perlakuan panas ( tempering) dengan temperature 4800C dan penahan waktu 15 menit dengan media pendinginan oli. Hasil dari penelitian ini didapat nilai kekerasaan tertinggi pada baja karbon sedang ( pegas daun bekas) yang mengalami proses perlakuan panas (hardening) pada temperature 8500C yaitu 45.5 HRc, sedangkan nilai kekerasan untuk baja karbon sedang yang tanpa perlakuan panas (pegas daun baru) yaitu sebesar 44.7 HRc, jadi kesimpulannya baja (pegas daun bekas) yang sudah bekas pakai dapat di tingkatkan kembali mutunya.
PERANCANGAN SILINDER HIDROLIK PADA MESIN MOLDING KARET DENGAN KAPASITAS 25 TON Muhammad Al Haramain; Riki Effendi; Harmanung Adi Susilo
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hydraulic system has been widely used for various tools. The system developed from Pascal's law becomes one of the vital knowledge that its use in the industrial world. Ranging from small businesses to some kind of a car wash with large industries such as molding machine. The components are arranged in the hydraulic cylinder includes a tube, piston, rod axles, gland, and seal. Each component has the function and role of each and every component seal types are also different types, for a material component of the hydraulic cylinder must not rustproof for hydraulic oil in addition to the driving also serves to lubricate the hydraulic cylinder components. The greater the pressure in the hydraulic tube is getting thicker the hydraulic tube wall, so that the seal does not leak type of profile and material must be in accordance with the state of the hydraulic cylinder, for the connection technique in the hydraulic cylinder components should also be considered such as when welding, welding wire material must be in accordance with the material to be welded. For the methods used in the design of the hydraulic cylinder on the rubber molding machine is an analytical method burdened straight column in the center of axle rodmethods MAWP (Maximum Allowable Working Pressure) to force the tube The results of this design is for a straight column burden in the short-sized center, and to the strength of the tube can withstand the pressure 607.74 bar as well as the costs required to make the hydraulic cylinders in rubber molding machine is very affordable.
ANALISA SIFAT KARAKTERISTIK BLOK SILINDER LINER BAHAN ALUMINIUM SILIKON Sasi Kirono; Agung Julianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok liner silinder merupakan bagian dari blok silinder yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses kerja engine. Dimana pada bagian ini terjadi proses kerja proses kerja hisap, kompresi, kerja dan buang. Oleh karena itu agar tidak terjadi kebocoran kompresi yang disebabkan oleh gesekan antara ring piston dan dinding liner silinder, diperlukan dinding liner silinder yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi dan nilai keausan yang rendah. Karena apabila terjadi kebocoran kompresi diruang bakar hal ini dapat berakibat pada tenaga yang dikeluarkan motor menjadi berkurang dan juga selain itu system pembakaran diruang bakar juga menjadi tidak sempurna dimana pelumnas atau oli mesin juga ikut terbakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai karakteristik sifat mekanik dan struktur mikro blok silinder liner bahan aluminium dan silikon. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan (brinell), pengujian keausan (ogoshi), dan pengujian struktur mikro. Pada pengujian komposisi kimia dihasilkan kandungan unsur terbesar adalah Al 76,140% dan silikon 13,898%. Dengan kandungan silikon <12% menempatkan blok silinder aluminium dan silikon berada pada fasa hipereutektik. Dan dengan pengujian kekerasan (brinell) didapat nilai kekerasan rata-rata sebesar 151,5 HB, dengan nilai kekerasan yang cukup tinggi ini bisa dipastikan bahwa blok liner silinder mempunyai keausan yang kecil. Tetapi dengan nilai kekerasan yang didapat hal ini tidak dimungkinkan untuk blok silinder bahan aluminium silikon dilakukan proses reparasi over size atau korter terhadap dinding liner blok silinder. Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan blok silinder liner pada umumnya.
ANALISIS BODY DEFECT PADA PRODUKSI KALENG 2 PIECES DI PT UNITEDCAN COMPANY DENGAN MENGGUNAKAN TEORI PUNCHING TOOL Thomas Djunaedi; Ari Nurman Perdana
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaleng 2Pc adalah salah satu produk dari PT United Can Company yang sangat banyak tersedia di pasaran sebagai alat kemas minuman ringan seperti pada kaleng Coca Cola, Sprite, Fanta, Pocary Sweat dan minuman ringan lainnya.Minuman berkarbonasi banyak yang menggunakan kaleng 2Pc, dikarenakan sifat kemasan pada kaleng 2Pc yang dapat menahan tekanan udara yang disebabkan karena bahan karbonasi tersebut, sifat ini yang tidak dimiliki oleh kemasan lain, seperti plastik.Proses pebentukan kaleng 2Pc memiliki beberapa tahapan proses, dari material awal yaitu plat alumunium mengalami proses blanking, proses drawing (bentuk seperti mangkok/cupping) dan proses wall ironing (penipisan dinding material). Material yang digunakan adalah plat alumunium yang memiliki ketebalan 0.3mm, dengan batas patah tarik sebesar 300N/mm2.
ANALISIS UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PELAT KAPASITAS 2400 KW DENGAN ALIRAN BERLAWANAN (COUNTERFLOW) Djunaedi, Thomas; Supriyadi, Edi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Base Transmission station (BTS) di daerah terpencil atau remote area memiliki kesulitan dalam penyediaan sumber listrik karena letak site yang relatif jauh dari jala-jala AC atau meskipun sumber listrik AC tersedia, namun tidak dapat diandalkan karena fluktuasi tegangan dan sering terjadinya pemadaman listrik, sehingga diperlukan cadangan energi listrik yang lain. Untuk mengatasi hal tersebut maka di site-site remote area dilengkapi diesel genset dengan kondisi running secara terus-menerus atau lebih dikenal dengan sistem konvensional akibatnya biaya operasional menjadi tinggi. Untuk mengatasi biaya operasional yang tinggi dilakukan langkah modifikasi berupa penerapan teknologi Hybrid Charge Discharge atau Hybrid CDC. Penelitian ini dibuat untuk melakukan analisa konsumsi bahan bakar diesel genset terhadap modifikasi sistem konvensional, sehingga dapat dijadikan referensi untuk kegiatan pengembangan teknologi di bidang konversi energi.  Dari hasil monitoring 2 site BTS dengan sistem Hybrid CDC di area tidak terdapat jaringan listrik diperoleh data berupa durasi Hybrid Charge discharge, konsumsi bahan bakar diesel genset, karakteristik beban harian, karakteristik beban rectifier, dan karakteristik beban Battery. Dengan sistem Hybrid CDC dapat mengurangi jam operasional diesel genset sebanyak ±70% dalam 24 jam. Akibat dari berkurangnya jam operasional tersebut maka akan berimbas kepada  konsumsi bahan bakar diesel genset dan frekuensi perawatan diesel genset. Untuk konsumsi bahan bakar diperoleh penghematan sebesar ±78% dalam 24 jam, secara keseluruhan dengan melakukan modifikasi sistem konvensional menjadi Hybrid CDC dapat diperoleh total penghematan biaya operasional BTS rata-rata sebesar Rp 350.000.000,-.
ANALISIS KETAHANAN ABRASI MATERIAL OUTSOLE POLYURETHANE (PU) & NITRILE BUTADINE RUBBER (NBR) PADA SAFETY SHOES CHEETAH DI PT. X Suherna Suherna; Patunru P; Maspah Maspah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.26-31

Abstract

Improved quality, strength and life time in terms of abrasion resistance on safety shoes outsole Cheetah material where the process use of some material has decreased in quality, besides due to usage factors, maintenance factors, and some of these materials also experience problems during use. This study is done to determine the abrasion resistance of each Outsole Polyurethane (PU) material and Nitrile Butadiene Rubber (NBR). Abrasion resistance test on the material method used the DIN Abrasion tester. Retrieval of data on outsole material was carried out on the outsole material with new conditions and that has been used in the field for a period of 1 year with a method of measuring abrasion resistance index and density of material. Calculation of average abrasion resistance for new Polyurethane (PU) type was 37 , 11 mm3 / year, while the average abrasion resistance for Polyurethane (PU) type that has been used for 1 year was 33.19 mm3 / year so that the difference is 3.92 mm3 / year or about 11% quality decrease of abrasion resistance. The average abrasion resistance with the new Nitrile Butadiene Rubber (NBR) type was 108.26 mm3 / year, the average abrasion resistance for Nitrile Butadiene Rubber (NBR) type with conditions already used in 1 year period was 107.44 mm3 / year so that the difference is 0.82 mm3 / year or about 1% decrease in quality decrease of abrasion resistance. Abrasion tolerance limits that have been set according to the SOP (Standard Operational Procedure) against abrasion resistance if SG ≥ 0.9 then the Abrasive Max is 150 and if SG ≤ 0.9 Then the Abrasive Max is 250.
PERANCANGAN ULANG DAN PEMBUATAN MESIN PENGIRIS SINGKONG UNTUK MEMBUAT KRIPIK DENGAN METODE VDI 2221 Yulianto, Sulis; Diniardi, Eri
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 1 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses perancangan ulang dan pembuatan mesin pengiris singkong tipe VDI 2221 ini yang perlu diperhatikan adalah proses putaran mesin terhadap proses penyayatan berlangsung, dan memaparkan proses pembuatan, waktu kerja pembuatan dan hasil dari pengujian. Maka pada akhirnya tidak akan banyak berguna maka sehubungan dengan hal tersebut, pengujian akan dilakukan dengan memakai komoditas singkong yang memiliki kelompok tanaman “root tuber” yang merupakan salah satu bahan baku percobaan untuk menghasilkan produk olahan dengan prospek yang lebih baik.
PERUBAHAN MORFOLOGI STRUKTUR MIKRO PADUAN Cu-Zn 70/30 YANG DILAKUKAN TMCP DI SUHU 300°C Eka Febriyanti; Amin Suhadi; Ayu Rizeki Ridhowati; Rini Riastuti
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cu-Zn 70/30 alloy are used for various equipment to industry application. However, Cu-Zn 70/30 alloy has a weakness that is susceptible corrosion due to exposure to corrosive environments such as chloride ion (Cl-). Therefore, these characteristics can reduce working efficiency and performance equipment. This research focuses to study about increasing of toughness, corrosion resistance, and surface quality from Cu-Zn 70/30 alloy by conducting Themomechanical Control Process (TMCP). Warm rolling on temperature 300°C is experienced by double pass reversible method with deformation 2x25%, 2x30%, and 2x35%. Warm temperature is temperature between hot and cold work for obtain small grains with a narrow grain boundaries. The result showed that as the increase of deformation degree from 31.6% to be 48.93% causes a decrease diameter grain size, the size of the average grain size decrease from 50.53 μm to be 24.41 μm. This phenomenon is due to partial recrystallization which is indicated by existence of nuclei.
PERENCANAAN DAYA POMPA UNTUK KOLAM RENANG KONVENSIONAL DENGAN KAPASITAS 2000M Eri Diniardi; Aliyansyah Ali
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan sistem sirkulasi yang menggunakan pompa ini ada beberapa tahapan yang diperlukan seperti, Perhitungan kapasitas, Perhitungan head, pemilihan jenis pompa pemilihan motor penggerak, perhitungan impeller, penentuan efisiensi pompa dan yang terakhir perhitungan daya motor penggerak.Pada proses perencanaan ini ada beberapa peralatan pendukung yang digunakan seperti Sand Filter, Carbon Filter dan juga Chlorinator yang masing-masing fungsinya sebagai penyaring dan pembersih, selain itu dalam perencanaan ini ada tiga saluran utama yang digunakan dalam prosesnya yaitu Main Drain, Inlet Fitting dan Over Flow. Untuk menjalankan sistem sirkulasi ini digunakan dua buah pompa yang akan dijalankan secara bergantian agar umur pompa bisa bertahan lama dan juga bisa difungsikan sebagai pompa cadangan.