cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
MEMADUKAN OTAK DAN HATI DALAM BIMBINGAN BELAJAR ISLAMI Rimayati, Elfi
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir di semua lembaga pendidikan di Indonesia, kecerdasan intelektual (Intelectual Quotient/ IQ) masih mendominasi ukuran kecerdasan seseorang bahkan menjadi penentu kelulusan peserta didik. Tuntutan terhadap aspek kecerdasan  intelektual ini disinyalir menjadi pemicu rendahnya moralitas peserta didik lantaran kecerdasan-kecerdasan lain seperti kkecerdasan emosi (Emotional Quotient/EQ), kecerdasan spiritual (Spiritual  Quostient/SQ), kecerdasan sosial (Social Quostient/SsQ), dan kecerdasan personal (Personal Quostient/ PQ) yang bermuara di dalam hati masih terabaikan. Dari perspektif  Bimbingan dan Konseling, hal ini terjadi lantaran bidang bimbingan belajar yang bertugas mengembangkan potensi kecerdasan peserta didik masih berkutat pada teratasinya masalah-masalah akademik, sedang akhlak mulia yang seharusnya membingkai kecerdasan akademik belum digarap maksimal. Bimbingan dan Konseling dalam spektrumnya yang lebih luas  bertujuan memandirikan peserta didik hingga ia bisa hidup bahagia.  Untuk bisa hidup bahagia kecerdasan akademik saja tentu tak menjamin. Kecerdasan-kecerdasan lain seperti EQ, SQ, SsQ dan PQ mutlak diperlukan. Sebagai agama yang sempurna Islam menawarkan solusi bagi terbentuknya multi kecerdasan tersebut melalui Bimbingan Belajar yang berwawasan Islami. Kata kunci: Bimbingan Belajar, IQ, EQ, SQ, SsQ, dan PQ
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF Djaelani, Aunu Rofiq
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang utama adalah observasi partisipatif dan wawancara mendalam, ditambah kajian dokumen, yang bertujuan tidak hanya untuk menggali data, tetapi juga untuk mengungkap makna yang terkandung dalam latar penelitian. Dalam melakukan observasi partisipatif, peneliti berperan aktif dalam kegiatan di lapang, sehingga peneliti dengan mudah mengamati, karena berbaur dengan yang diteliti. Penggunaan cheklist  hanya sebagai pelengkap, utamanya adalah membuat catatan lapangan yang terdiri dari catatan deskriptif yang berisi gambaran tempat, orang dan kegiatannya, termasuk pembicaraan dan ekspresinya, serta catatan reflektif yang berisi pendapat, gagasan dan kesimpulan sementara peneliti beserta rencana berikutnya. Dalam wawancara mendalam sebaiknya digunakan wawancara terbuka yang dapat secara leluasa menggali data selengkap mungkin dan sedalam mungkin sehingga pemahaman peneliti terhadap fenomena yang ada sesuai dengan pemahaman para pelaku itu sendiri, jika perlu dibantu alat perekam. FGD atau diskusi kelompok terarah dapat digunakan untuk mengungkap data dan pemaknaannya dari sekelompok orang berdasarkan hasil diskusi yang terfokus atau terarah pada suatu permasalahan yang akan diteliti. FGD merupakan bagian dari wawancara kelompok, karena kebenaran data bukan lagi subyektif individual, tetapi menjadi kebenaran kelompok. Kajian dokumen dilakukan dengan cara menyelidiki data yang didapat dari dokumen, catatan, manuskrip, file, foto dan hal-hal lain yang sudah didokumentasikan. Keabsahan data dilakukan pada saat pengumpulan data untuk menjaga agar hasil penelitian tetap valid dan reliabel. Dengan cara meningkatkan derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Analisis data dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data dilakukan. Kata Kunci : Teknik Pengumpulan data, Penelitian Kualitatif, Makna  
UPAYA MENURUNKAN INTENSI TURNOVERMELALUI PENINGKATAN MOTIVASI INTRINSIK PADA GURU PAUD Kusbiantari, Dyah
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya intensi turnover pada guru PAUD terlihat dari banyaknya peristiwa guru PAUD keluar masuk dari pekerjaannya, sebagai pemegang peran kunci dalam pendidikan anak usia dini, peran guru PAUD  sangat dibutuhkan. Namun adanya peristiwa guru PAUD keluar dari pekerjaannya menimbulkan dampak yang besar pada anak didik dan juga lembaga tempat ia bekerja. Salah satu upaya menghindari terjadinya turnover pada guru PAUD dilakukan dengan menumbuhkan motivasi intrisik pada guru PAUD. Motivasi intrinsik dapat dapat menurunkan timbulnya intensi turnover pada guru PAUD karena motivasi intrinsik yang tinggi dapat mendorong seseorang untuk bertahan di tempatnya bekerja. Seseorang yang memiliki panggilan jiwa sebagai guru akan cenderung memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi untuk mempertahankan profesinya sebagai guru PAUD. Kata kunci : Motivasi intrinsik, intensi turnover, guru, PAUD.
REVITALISASI BENDA CAGAR BUDAYA DI KOTA SEMARANG Widiastuti, Eko Heri
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki kawasan cagar budaya yang cukup banyak, sehingga Kota Semarang termasuk salah satu kota pusaka. Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat penting, merupaka warisan nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai yang cukup tinggi, baik di tinjau dari latar belakang sejarah maupun dari sudut kajian arsitektur dan ragam seninya. Kota Semarang memiliki keunik sering disebut dengan “Little Netherland”, sebab kawasan kota lama pada jaman Beland merupakan pusat pemukiman, pusat bisnis, sehingga tatakotanya mengadopsi tata kota di Belanda. Saat ini kawasan kota lama kondisinya sangat memprihatinkan, tidak terawat, bahkan terkesan kumuh, pada hal kota lama menyimpan potensi yang sangat besar baik sebagai wisata, sumber belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan melihat permasalahan tersebut maka pokok masalah dalam penelitian ini adalah tentang revitalisasi benda cagar budaya di Kota Semarang khususnya kawasan kota lama. Pengumpulan datanya menggunakan survey intensif, wawancara mendalam dan observasi sebagai data pendukung, analisis datanya menggunakan analisis deskriptif interaktif. Hasil penelitian yang di dapat 70 % bangunan di Kawasan Kota Lama kondisinya tidak terawat dengan baik, sebab bangunan-bangunan yang ada 75 % dimiliki oleh perorangan. Untuk merawatnya dibutuhkan dana yang besar, sehingga pemerintah perlu member subsidi dana bagi pemiliknya. Upaya lain untuk melestarikan kawasan kota lama adalah dengan mengimplementasikan Undang-Undang Cagar yaitu UU no.5 tahun 1990 yang diperbaiki dengan UU No. 11 Tahun 2010. Upaya lain untuk mengidupkan kawasan kota lama adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang lokasinya di kawasan kota lama, kegiatan ini antara lain adalah Car free night setiap malam minggu, konser musik, pameran-pameran, bahkan setiap minggu pagi menjadi pusat pasar benda antik. Berbagai upaya yang dilakukan oleh memerintah serta berbagai organisasi sosial merupakan upaya untuk mendorong agar kawasan kota lama dapat dijadikan sebagai tujuan wisata di Kota Semarang. Kata Kunci : cagar budaya, revitalisasi
ANALISA PENAMBAHAN PIPA KATALIS HYDROCARBON CRACK SYSTEM DENGAN MEMANFAATKAN UAP TANGKI TERHADAP PENGHEMATAN BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR ZUPITER Z Solechan, Solechan
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda motor sebagai salah satu alat transportasi praktis dan hemat dibandingkan dengan angkutan umum. Alasan lain untuk mempercepat aktivitas ke tempat yang diinginkan. Sepeda motor dengan bahan bakar irit sebagai penentu konsumen untuk menentukan pilihan, karena harga bahan bakar yang mahal. Harga eceran premium Rp 6.500 Per liter, dan pertamax Rp 9.050 per liter. Maka perlu inovasi pembuatan alat untuk penghematan bahan bakar yang tujuanya untuk menaikan kinerja mesin, mengurangi emisi gas buang dan mengurangi resiko kerusakan. Penelitian ini adalah membuat alat penghemat BBM memakai metode hydrocarbon crack system (HCS) menggunakan pipa katalis untuk menghemat bahan bakar dan emisi gas buang. Metode penelitian menggunakan variabel bebas dengan mengatur putaran mesin, panjang pipa katalis dan volume pertamax untuk mengetahui pengaruh penghematan BBM, temperatur mesin, kebisingan, dan emisi gas buang Sepeda Motor Zupiter Z 113,7 cc. HCS sangat efektif dipakai untuk power supelmen kendaraan bermotor sebagai penghemat bahan bakar yang mampu menghemat minimal 50% sampai 70% bahan bakar. Sebelum memakai pipa katalis waktu performa mesin 12:45 menit, temperatur mesin 109oC, kebisingan 58 db dan emisi gas buang masih diatas nilai batas yang diizinkan, setelah menggunakan pipa katalis menjadi waktu performa mesin 20:49, temperatur naik 99oC, kebisingan 52 db dan emisi gas buang sesuai standar nilai emisi gas buang yang diizinkan. Metode HCS mampu menghemat BBM 50% dan menurunkan kadar emisi gas buang dengan peningkatan panjang pipa katalis dan volume premium.  Kata kunci : pipa katalis, hydrocarbon crack system, premium, uap, emisi.
KEHIDUPAN SOSIAL RELIGIUS ISLAM MASYARAKAT DUKUH DELIK REJO SARI KELURAHAN KALISEGORO KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG Khasanah, R. Soelistijanto,
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Delikrejosari merupakan salah satu dukuh dalam kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang. Penduduk dukuh Delikrejosari merupakan penduduk yang heterogen dengan mayoritas pemeluk Agama Islam. Komposisi penduduk Dukuh Delikrejosari beragam ada yang PNS, Swasta dan mayoritas di pertanian. Kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari adalah kehidupan masyarakat sederhana dan harmonis. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui mengapa kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari sederhana dan harmonis. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Delikrejosari memiliki elemen-elemen masyarakat yang berfungsi dengan baik sehingga tercapai keteraturan social. Elemen-elemen itu diantaranya adalah elemen Agama. Kehidupan beragama di Dukuh Delikrejosari berlangsung dengan baik. Pengajian dan sholat dilakukan baik di masjid maupun di rumah. Pengajian dan sholat yang utama adalah pada bulan Ramadhan dan hari Raya Kurban, selain nyadranan dan pengajian lainnya. Kehidupan remaja  dan anak-anak juga berlangsung dengan baik yaitu rebana dan pengajian anak-anak. Kata Kunci: Kehidupan Sosial Religius, Pengajian, Kerukunan.
MENANGANI / COPING STRESS PADA PENDIDIK PAUD SAAT AKREDITASI Cucu Sopiah, Dyah Kusbiantari, Marini,
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mengenali dan mendeteksi serta mengevaluasi kelayakan diri dari suatu lembaga PAUD, maka dilakukan diakreditasi. Dalam pelaksanaan akreditasi terlihat tanda-tanda stress yang dialami para pendidik maupun pengelola lembaga PAUDcara untuk mengurangi dan menghilangkan stresnya atau biasa disebut dengan coping stress. Copingyang digunakan yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Emotion-focused coping digunakan untuk mengatur respon emosional terhadap stres yang dilakukan melalui dua pendekatan yaitu perilaku dan kognitif.  Kata Kunci : Penanganan Stress, Akreditasi.
MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT AGRIBISNIS DI KAWASAN BANDUNGAN Sri Sayekti, Lili Marliyah, Eko Heri Widiastuti,
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana aksesibilitas kaum perempuan dalam bidang agribisnis dalam meningkatkan ketahan pangan di Kawasan Bandungan serta bagaimana kondisi social capital mempengaruhi aksesibilitas perempuan dalam bidang agribisnis di Kawasan Bandungan. Metode penelitian yang digunakan dalam tahap ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan pengujian atau pengukuran validitas internal dan eksternal, serta menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan perempuan masih bersifat partial belum terintegasikan atau  berkembang di lembaga/intitusi kemasyarakatan yang ada di  Bandungan.  Tingkat aksesibilitas perempuan dalam bidang agribisnis menonjol dalam beberapa kegiatan yaitu perawatan tanaman, memanen dan kegiatan pasca panen sampai kegiatan pemasaran. Aksesibilitas perempuan dalam sumberdaya dan pendapatan relatif seimbang, hanya pada pengelolaan pemanfaatan biaya produksi dan kebutuhan hidup lebih dominan perempuan. Akses pemanfaatan waktu luang bagi perempuan  relatif rendah, karena dominasi kegiatan domestik. Struktur social capital masyarakat agribisnis di Kawasan Bandungan masuk dalam type outward looking, dilihat dari unsur kepercayaan, norma-norma dan jaringan antar individu, maka ukuran modal sosial atau social capital masyarakat di Kawasan Bandungan relatif besar. Model yang direkomendasikan yaitu suatu model pemberdayaan perempuan bidang agribisnis dengan  penekanan pada penguatan dan revitalisasi kelembagaan atau institusi /social capital yang  tumbuh dan berkembang, baik bidang ekonomi, social budaya, agama, dan politik, sehingga tercipta sistem koordinasi kelembagaan yang kondusif, partisipatif dan pasar bersaing bersahabat, sehingga diharapkan berpeluang meningkatkan aksesibilitas perempuan. Kondisi ideal yang terbentuk diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas perempuan agribisnis baik dalam aspek kegiatan atau aktifitas, sumberdaya, pendapatan, kepemimpinan dan waktu luang, sehingga keberdayaan perempuan dan ketahanan pangan dapat masyarakat meningkat.   Kata Kunci : pemberdayaan, social capital
NEURAL NETWORK DENGAN ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI PEMILIHAN FITUR PADA PREDIKSI LOYALITAS PELANGGAN Wibowo, Setyoningsih
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loyalitas pelanggan adalah kesetiaan seseorang terhadap suatu barang atau jasa tertentu. Tingkat loyalitas pelanggan yang mereka miliki merupakan aset perusahaan yang berharga nilainya. Namun tingkat loyalitas pelanggan mengalami fluktuasi kepercayaan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan telekomunikasi. Ketatnya persaingan bisnis diantara perusahaan telekomunikasi ini membuat pelanggan memiliki banyak pelanggan dan dapat dengan mudah melakukan perpindahan dari satu layanan ke layanan yang lain dari perusahaan tersebut. Pada penelitian prediksi loyalitas pelanggan dengan menggunakan neural network, ada beberapa metode yang digunakan tetapi dalam pemilihan fiturnya masih ditentukan sendiri yaitu dengan menghilangkan beberapa fitur yang dianggap tidak penting atau tidak relevan. Algoritma genetika adalah salah satu metode pemilihan fitur yang baik, oleh karena itu pemilihan fitur dari neural network akan dipilih dengan menggunakan algoritma genetika. Neural network dengan algoritma genetika sebagai pemilihan fiturnya memiliki nilai akurasi yang lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan neural network. Hal ini terbukti dari peningkatan rata-rata akurasi untuk neural network sebesar 86.54% dan nilai akurasi rata-rata neural network dengan algoritma genetika sebesar 90.75% dengan rata-rata selisih akurasi sebesar 4.22%.  Kata kunci:  Klasifikasi, Pemilihan Fitur, Algoritma Genetika, Neural Network.
PEREMAJAAN KOTA SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN Samidjo, Jacobus
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota selayaknya sebuha organisme atau benda hidup menyerap sumber daya dan sekaligus  mengeluarkan sampah buangan. Kota menghadapi masalah ekologi yang lebih komplek dan sangat rawan terjadi perubahan terhadapnya dirinya sendiri dan daerah sekitarnya. Akibatnya terjadi ketidak seimbangan ekologis dan akhirnya mengakibatkan malapetaka kehancuran. Peremajaan kota ( Urban Renewal ) dikenal sebagai peremajaan kawasan terbangun kota yang berupanya menata kembali kawasan tertentu dengan tujuan mendapatkan nilai tambah yang memadai sekaligus data mempertahankan kelestarian fungsi dan kualitas lingkungan ( Danisworo, 1988). Kota berkelanjutan adalah satu kata yang dipopulerkan oleh World Commision On Environment of Development pada laporan 1987 pada “Our Common Future” dan Earth Summit di Rio De Jainero th 1922. Keberlanjutan ini menghubungkan  kesehatan, budaya. Social, ekonomi, politik dan lingkungan. Jangka panjang kota. Keberlanjutan berarti mencukupi kebutuhan kita selamanya tanpa mengorbankan kepentingan dan kemampuan dari generasi muda mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Kata Kunci : Peremajaan Kota, Perlindungan Lingkungan dan Perkotaan berkelanjutan