cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DI MTS RAUDHATUL MUTA’ALLIMIN TUGU SEMARANG Maemunah, Siti
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah biasanya lebih menekankan pada metode ceramah, bersifat hafalan, dan cenderung berpusat pada guru (teacher centered) sehingga  pembelajaran yang ada kurang efektif. Observasi dilakukan di MTS Raudhatul Muta’allimin kecamatan Tugu Kota Semarang. menunjukkan bahwa hasil belajar, motivasi dan aktivitas belajar siswa masih rendah (ketuntasan belajar klasikal masih sebesar 52%). Salah satunya disebabkan oleh model pembelajaran yang diterapkan guru kurang variatif. Siswa kurang termotivasi untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga aktivitas belajar rendah. Penelitian ini mencoba menerapkan model pembelajaran  kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang 3 siklus dengan 6 kali pertemuan.. Evaluasi hasil dan refleksi tindakan pembelajaran sebanyak tiga siklus, diperoleh data bahwa pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan lebih efektif dengan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan hasil belajar dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam aktivitas belajar pada mata pelajaran Akidah akhlak. Hasil selama proses pembelajaran berupa tes dan observasi mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 72,4% menjadi 82,8% pada siklus II dan 93,1% pada siklus III. Sementara aktivitas belajar sebesar 51,72% dari siklus I menjadi 72,41% pada siklus II dan 89,65% pada siklus III. Demikian halnya dengan tingkat motivasi belajar meningkat dari kategori cukup dari siklus I menjadi kategori baik dengan prosentasi 100% pada akhir siklus III. Penggunaan materi akidah akhlak bisa disesuaikan dengan model cooperative learning tipe STAD. Kata Kunci : STAD, motivasi, aktivitas belajar, hasil belajar.
PERANAN BATIK TULIS DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT BAKARAN Widayati, Sri
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sektor industri di Indonesia nampaknya tidak sepenuhnya mampu mengatasi masalah tenaga kerja dan belum sepenuhnya dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang layak pada angkatan kerja di semua lapisan masyarakat. Masyarakat yang tergolong dalam angkatan kerja berusaha dan berfikir kritis untuk dapat memnuhi kebutuhan hidupnya dan memutar roda perekonomiannya, oleh karena itu muncullah Industri-Industri kecil yang biasa dikenal dengan Industri Rumahan atau Home Industry. Di  desa Bakaran Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Jawa Tengah memiliki Industri Rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan Batik Tulisnya yang biasa dikenal Batik Tulis Bakaran, tidak hanya itu Batik juga mempunyai nilai seni tinggi karena proses pembuatannya dengan tulisan, dan merupakan sumber devisa diluar migas. Kata Kunci : Batik Tulis, Peningkatan Pendapatan Masyarakat
STUDI PENINGKATAN MUTU PEMBUATAN DAN REKONDISI PEGAS ULIR JIS G4801 SUP 9 DI BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA MANGGARAI JAKARTA Sugondo, Sugondo
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi yang diaplikasikan untuk membentuk material dapat mengubah sifat dari suatu material. Pada penelitian tentang Studi Peningkatan Mutu Pembuatan dan Rekondosi Pegas Ulir JIS G4801 SUP 9 di Balai Yasa PT. Kereta Api Indonesia Manggarai Jakarta sebagai komponen bogie kereta api, Adapun proses perlakuan panas bertujuan untuk mengubah sifat mekanik pada produk melalui mekanisme transformasi difusi maupun geser. Perlakuan panas pada proses pembuatan pegas diperlukan untuk menaikkan σu (kekuatan ultimate), sehingga kita mendapatkan perbandingan E u σ sebesar-besarnya. Dengan semakin tingginya perbandingan ini, maka umur pegas juga akan lebih panjang. Bahan dasar pegas yang digunakan adalah baja  JIS G4801 SUP 9.Tujuan dari penelitian ini untuk perancangan proses pembuatan dan control kualitas yang tetapdapat dilaksanakan oleh Balai Yasa Manggarai Jakarta, mempertahankan harga yang relative rendah dan pemanfaatan dan mempertahankan kualitas pegas ulir yang telah mengalami pengurangan regangan setelah terpakai, diperbaiki kembali. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan adanya peningkatan harga kekerasan dan perubahan struktur mikro dari material pegas sehingga peningkatan mutu pembuatan dan perbaikan pegas ulir di Balai Yasa Manggarai dapat tercapai. Dari literatur diperoleh bahwa mekanisme yang menyebabkan proses penguatan ini adalah transformasi martensitik, dan mekanismenya bergantung pada temperatur dan waktu. Berdasarkan harga keuletan, rasio E u σ , dan penampakan inklusi, material dasar pegas JIS G4801 SUP 9 asal Jepang cukup baik untuk dipilih sebagai material dasar pegas ulir. Dan proses produksi pegas ulir di Balai Yasa Manggarai diperlukan kontrol kualitas yang baik serta memenuhi standar proses pembuatan pegas ulir agar peningkatan mutu selalu tercapai. Kata kunci : Pegas ulir, Perlakuan panas, Analisa proses produksi
THE EFFECTIVENESS OF USING DIRECT METHOD COMPARED WITH TOTAL PHYSICAL RESPONSE IN TEACHING VOCABULARY ON HOBBIES AND DAILY ACTIVITIES TO SIXTH GRADERS STUDENTS Ratno, Ratno
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is an experimental research. In this study, the writer limits the discussion by stating the following problems:” How well do Elementary students produce their vocabulary after being taught using Total Physical Response?”, “How well do Elementary students produce their vocabulary after being taught using Direct Method?”, “Is there any difference result of teaching vocabulary to Elementary students, using Direct Method and Total Physical Response?”. The aim of this experimental research is first; to analysis how well the Direct Method influences the students in learning vocabulary. Second, how well the Total Physical Response influences the students in learning vocabulary. So, we can determine whether there is significance difference in the achievement between students who were taught using Direct Method and taught by using Total Physical Response. There were three steps in conducting this experimental research; choosing the sixth graders of MI Al Iman Gunung Pati as the population, taking two groups of the students as samples; one as an experimental group and the other as a control group that consist of 16 students each group and after that conducting the real experiment. To obtain the data, the writer used post-test only in implement the step. The result of this research showed that the experimental group got better achievement than the control group. Dealing with this experimental research, the writer suggests that Direct Method can be used as a method in teaching vocabulary to sixth graders of elementary school. The purpose is to create a new situation that makes students interested in learning English. Keywords: Teaching, Elementary School, Vocabulary, Direct Method, and Total Physical Response
TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKTAKRAW MAHASISWA PJKR REGULER DAN NONREGULER FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Huda, Nurul
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dan perbedaan dalam bermain sepaktakraw mahasiswa PJKR reguler dan nonreguler Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Populasi adalah mahasiswa putra program studi PJKR reguler dan nonreguler semester ganjil tahun 2007/2008 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yang memilih mata kuliah olahraga pilihan sepaktakraw sebanyak 149 orang Mahasiswa PJKR reguler sebanyak 58 orang dan PJKR nonreguler 91 orang. Teknik pengambilan sampel secara sensus, Metode penelitian dengan metode survey, teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes keterampilan bermain sepaktakraw buatan M. Husni Thamrin (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 149 orang testee, 3 orang (2,01%) berkategori ”Baik Sekali”, 18 orang (12,08%) berkategori ”Baik”, 76 orang (50,01%) berkategori ”Sedang”, 51 orang (34,23%) berkategori ”Kurang”, dan 1 orang (0,67%) berkategori ”Sangat Kurang”. Kalau dilihat dari masing- masing program studi, untuk prodi PJKR reguler yang berjumlah 58 orang, 3 orang (5,17%) berkategori ”Baik Sekali”, 11 orang (18,97%) berkategori ”Baik”, 25 orang (43,10%) berkategori ”Sedang”, 19 orang (32,76%) berkategori ”Kurang”, yang berkategori ”Sangat Kurang” tidak ada. Program studi PJKR nonreguler berjumlah 91 orang, yang berkategori ”Baik Sekali” tidak ada, 7 orang (7,70%) berkategori ”Baik”, 51 orang (56,04%) berkategori ”Sedang”, 32 orang (35,16%) berkategori ”Kurang”, dan hanya 1 orang (1,1%) berkategori ”Sangat Kurang”. Mahasiswa PJKR reguler memiliki tingkat keterampilan lebih baik bila dibandingkan dengan non reguler dikarenakan memiliki kategori ”Baik” persentasenya lebih besar dan kategori ”Kurang” persentasenya lebih kecil. Kata Kunci : Sepaktakraw, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Mahasiswa PJKR
ENGINE PERFORMANCE USING GASOLINE ETHANOL MIXTURE TOWARD OPTIMUM HYBRIDNESS ON HYBRID POWER SYSTEM 2.8 HP Mahendra, Sena
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted to determine the changeover optimum hybridity level on hybrid power system. The writer used two kinds of fuel as the comparison against premium. Fuel number one is the mixture gasoline and ethanol (gasohol) 5% (E-5) and the second fuel is the mixture gasoline and ethanol (gasohol) 10% (E-10). Both are at various levels of torque. The results show that the mixture 10% gasohol (E-10) increase the hybridity level. The optimum hybridity level at 3.5 Nm of torque shows an increase of 42%. The same torque decrease power consumption only 10.2% and it showed the increased of fuel consumption in 9%.  Keywords : Hybrid, hybridness , fuel consumption, optimum, ethanol mixture 
MENCEGAH INDONESIA MENJADI NEGARA GAGAL Hadi, Ag. Sutriyanto
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah menapaki era repormasi sekian waktu, ternyata harapan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Negara yang lebih beradap, lebih bersih, lebih adil, dan lebih sejahtera, belum kunjung tiba. Rupanya harapan tersebut malah menjauhi kenyataan. Korupsi semakin masif, mafia hukum, mafia pajak dan kerusakan. Keadaan ini semakin diperparah dengan tidak hadirnya kepemimpinan yang transformative, tegas dan menginspirasi. Para pemimpin lebih lebih asyik dalam gelombang pencitraan berdasarkan dinamika pasar. Para pemimpin lebih berpihak atau memilih kekaguman konstituen daripada berpihak kepada Konstitusi. Mereka cenderung kurang berani mengambil langkah konstitusi onal hanya karena takut tak popular atau citra dirinya jatuh. Dalam kondisi ini, jika tidak hati-hati Indonesia bias terjerumus ke dalam jurang Negara gagal. Harus ada upaya yang sungguh – sungguh, yang sistimik untuk mencegah Indonesia menjadi Negara gagal. Kata Kunci : Indonesia, negara gagal   
MODEL MATEMATIK UNTUK MEMPREDIKSI KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PROSES CNC BUBUT PADA KONDISI PERMESINAN TANPA PENDINGIN Saputro, Herman
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turning is one of the machining operations that widely used in variety of manufacturing industries. The quality of surface plays very important role in the performance of turning that significantly improves fatigue strength, and corrosion resistance. It is also affects functional attributes of parts such as light reflection, coating and heat treatment. This research aim to develop a mathematical model to predict surface roughness based on machining parameter selected (spindle speed, feed, and depth of cut) with cutting codition dry. The experiment was tested by using Trun Master TMC 320 Sinumerik 802 S machining center. After 27 specimens were cut for experimental purposes, they were measured off-line with a surface roughness tester to obtain the roughness average value. The surface roughness (Ra) could be predicted effectively by applying spindle speed (n), feed rate (Vf) and depth of cut (a) in the multiple regression model as: Y = -0.1228 – 0.0001 n + 20.940 Vf + 0.7444 a. The  average percentage deviation of the testing set was 6.429 %  for training data set This showed that the statistical model could predict the surface roughness with about 93.571 % accuracy of the testing data set. Keywords : CNC Turning, Surface Roughness, Multiple Linier Regression 
PENDIDIKAN KARAKTER, SEBUAH WACANA INTEGRASI PEMBELAJARAN Susiatik, Titik
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian materi pendidikan karakter bagi anak di sekolah dirasa penting karena di dalamnya  menanamkan dan membentuk sifat atau karakter yang diperoleh dari cobaan, pengorbanan, pengalaman hidup, serta nilai yang ditanamkan sehingga dapat membentuk nilai intrinsik yang akan menjadi sikap dan perilaku bagi anak. Nilai-nilai yang ditanamkan berupa sikap dan tingkah laku diberikan secara terus-menerus, sehingga membentuk sebuah kebiasaan dan akhirnya dari kebiasaan itu akan menjadi karakter khusus bagi anak baik secara individu maupun secara  kelompok. Pendidikan karakter bangsa dapat dipadukan  dengan semua mata pelajaran. Konsekuensi dari pembelajaran terpadu, maka modus belajar para siswa harus bervariasi sesuai dengan karakter masing-masing anak. Variasi belajar dapat berupa mem-baca bahan rujukan, melakukan pengamatan, melakukan per-cobaan, mewawancarai nara sumber, dan sebagainya dengan cara kelompok maupun individual. Terselenggaranya variasi modus belajar siswa perlu ditunjang berbagai variasi modus penyampaian  oleh guru. Kebiasaan penyampaian pelajaran secara eksklusif dan pendekatan ekspositorik hendaknya dikembangkan kepada pen-dekatan yang lebih beragam seperti diskoveri dan inkuiri. Kegiatan penyampaian informasi, pemantapan konsep, pengungkapan pengalaman para siswa melalui monolog oleh guru perlu diganti dengan modus penyampaian yang ditandai oleh pelibatan aktif para siswa baik secara intelektual (bermakna) maupun secara emosional (dihayati kemanfaatannya) sehingga lebih responsif terhadap upaya mewujudkan tujuan utuh pendidikan. Dengan demikian sangat beralasan jika karakter bangsa dalam pembelajaran diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Alasan itu  karena meningkatkan akhlak luhur para siswa adalah tanggung jawab semua guru dan semua guru harus menjadi teladan yang memiliki kewibawaan yang semu. Kata Kunci : Pendidikan karakter, integrasi pembelajaran.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN USIA DINI (PAUD) DAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) Kasidi, Kasidi
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena telah bermunculan Pedidikan Anak Usia Dini mulai dari play groups sampai dengan taman kanak-kanak di wilayah perkotaan, sementara di wilayah pedesaan seperti di desa Sunggingsari dan desa Glapansari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Pendidikan Anak Usia Dini yang ada di wilayah tersebut baru Pendidikan Taman Kanak-Kanak, sedangkan bentuk Pendidikan Anak Usia Dini yang lain seperti play groups dan sejenisnya belum ada. Pendidikan Taman Kanak-Kanak yang sudah adapun proses pembelajarannya tidak bisa berjalan dengan lancar karena adanya kebiasaan masyarakat setempat pada pagi hari anak usia dini mereka bukan dibawa ke sekolah tetapi dibawa ke ladang/sawah dimana orang tua mereka bekerja dengan alasan tidak ada waktu bagi orang tua untuk mengantar dan mengawasi di sekolah. Adapun yang menjadi sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Responden penelitian ini berjumlah 66 Kepala Keluarga sebagai sampel yang terdiri dari pasangan suami istri. 66 Kepala Keluarga tersebut dipilih sebagai responden karena mereka memiliki anak usia dini, yaitu anak yang berumur antara 3 sampai dengan 6 tahun. Tujuan penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari terhadap pentingnya keberadaan Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mendistribusikan angket kepada semua Kepala Keluarga di ke dua desa tersebut dan data yang diolah dipilih para Kepala Keluarga yang mempunyai anak usia dini. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini adalah sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan responden yang rata-rata menjawab alternatif a dan b (sangat perlu dan perlu). Sedangkan pengolahan dengan rumus chi kwadrat juga tidak ditemukan bukti adanya perbedaan persepsi tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak ini antara pihak suami dan pihak istri, terbukti chi kwadrat hitung semuanya berada di bawah chi kwadrat tabel. Artinya baik pihak suami maupun pihak istri sama-sama berpersepsi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak sangat penting, dan mereka juga berpendapat bahwa anak sebelum masuk Sekolah Dasar wajib mengikuti Pendidikan Anak Usia dini dan Taman Kanak-Kanak. Kata Kunci : Persepsi, Anak usia Dini, Taman Kanak-kanak