cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
PROBLEMATIKA DAKWAHTAINMENT DI MEDIA DAKWAH Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2915

Abstract

Selama periode reformasi bangsa Indonesia mengalami keterbukaandibidang media, bahkan sebagian masyarakat berargumentasi sudahsampai pada tahap “Kebablasan” atau kebebasan. Salah satuproduk transformasi ini adalah bertaburannya program-programdakwahtainment yang pada hakekatnya menggabungkan antara“Tuntunan dan Tontonan”, sebagai landasan operasional mereka demikeuntungan melalui komodifikasi agama melalui media. Pemanfaatanteknologi dakwah sebenarnya merupakan sebuah pemenuhankebutuhan spiritual masyarakat Indonesia yang selalu mengalamiperkembangan akan eksistensinya sebagai konskuensi modernisasizaman. Fenomena dakwahtainment sebagai media dakwah saatini, banyak elemen yang terlibat di dalamnya justru mengikis moralmasyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individuyang terlibat di dalamnya serta tidak terpenuhinya esensi materidakwah yang ingin disampaikan da’i pada mad’u karena disebabkanbanyaknya faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagaibudaya di media yang terdapat di Indonesia saat ini. Kebutuhanmasyarakat untuk terpenuhinya aspek penguatan spiritual telahmemicu berbagai inovasi terkait metode dakwah yang paling efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya, telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa media baik melaluistasiun televisi maupun media lainnya yang mengusung beragam temabernuansa agama dalam bingkai dakwah. Sebuah hal yang dilematisdari program dakwahtainment ketika kemasan dari metode dakwah dengan entertainment ini terkadang mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam.
ISLAM DAN DAKWAH: SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI AGAMA Amalia, Efa Ida
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1651

Abstract

Islam dan dakwah merupakan satu kesatuan. Dakwah adalah bagian yang pasti ada dalam kehidupan umat beragama. Salah satu ajaran Islam, dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan agama kepada pemeluknya. Dakwah intinya mengajak kepada kebaikan (amar makruf). Dakwah bermakna efektif apabila da’i melihat latar belakang mad’u (pendengar), baik dari sosial-budaya, ekonomi, pendidikan, dan politik. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Clifford Geertz dengan tiga varian, santri, abangan, dan priyayi. Sedangkan Max Weber mendefinisikan lima golongan sifat keagamaan, yaitu petani, pedagang, karyawan, kaum buruh, dan elit/hartawan. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan hidup, tetapi menuju sasaran yang lebih luas. Dakwah juga harus berperan kepada pelaksanaan ajaran Islam secara menyeluruh dalam berbagai aspek. Inilah wajah Islam yang memang mengakomodasi segala budaya-sosial, karena Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin
DAKWAH MELALUI MIMBAR DAN KHITABAH Zaini, Ahmad
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.430

Abstract

DAKWAH HUKUM ISLAM MODEL KOMUNIKASI JURNALISTIK Suhadi, Suhadi
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3376

Abstract

Berdakwah membutuhkan etika dan kearifan, apalagi berdakwah menjawab persoalan hukum Islam. Banyak kegelisahan para pemerhati dakwah hukum Islam melalui media social. Pada sisi lain kecanggihan dan kemudahan teknologi dan informasi menyediakan ragam komunikasi menyampaikan pesan yang berkualitas dan bertanggung jawab serta terukur dan terarah. Dalam hal ini model komunikasi jurnalistik merupakan salah satu cara menyampaikan pesan dimaksud khusunya di bidang dakwah hukum Islam sehingga dengan demikian model yang sembarangan dan asal bunyi diharapakan akan tereliminasi dalam media sosial apalagi model ujaran kebencian dan hoak. Indonesia telah menikmati reformasi serta demokratisasi pers dan penyiaran sejak 1998. Secara yuridis, dalam kurun waktu 1998-2008, Indonesia telah memiliki lima undang-undang organik yang berkaitan langsung dengan masalah kebebasan berbicara, kemerdekaan menyatakan pendapat, kemerdekaan pers dan penyiaran serta kebebasan berkomunikasi melalui media dalam jaringan. Kebebasan itulah yang kemudian menimbulkan masalah hingga ujungnya situs dan konten agama yang menjadi sorotan dan menimbulkan polemic terkait ujaran kebencian, isu sara serta dakwah hokum Islam dengan fanatik  buta berdasar madzhab dan keyakinan tertentu meski menyerang pandangan dan keyakinan sesama saudaranya, akhirnya mulai ramai bermunculanlah konsep dan pengertian bidáh, sesat, thogut, kafir, sunnah, syariah, khilafah dengan pemahaman yang dangkal dan sempit.
UPAYA DEVENSIF MEDIA CETAK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI TENGAH MARAKNYA PERAN MEDIA MAYA Rosyid, Moh.
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.464

Abstract

KOMUNIKASI DAKWAH WALISONGO PERSPEKTIF PSIKOSUFISTIK Tajuddin, Yuliyatun
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.507

Abstract

RAGAM KEBUTUHAN MANUSIA TERPENUHI DENGAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Farida, Farida
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3151

Abstract

Manusia sebagai makhluk hidup memiliki beragam kebutuhan dan keinginan untuk memenuhinya dengan kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan yang paling sederhana sampai kompleks diantaranya kebutuhan fisik, rasa aman, rasa kasih sayang dan cinta, harga diri serta aktualisasi diri. Ada juga yang membagi kebutuhan ke dalam dua bagian, yaitu: basic needs dan meta needs. Namun yang perlu diketahui bahwa manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki kebutuhan fisiologis (mampu beraktivitas), psikologis (merasa nyaman dan aman), sosial (menjadi bagian dari masyarakat) dan spiritual (merasa tenang dengan iman dan taqwa) menuntut dan dituntut untuk dipenuhi. Manusia memiliki kebutuhan dan dilengkapi oleh Allah Swt dengan kemampuan yang sempurna, yaitu: kekuatan fisik, kepekaan perasaan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah, juga keyakinan akan kekuasaan Allah. Sehingga manusia dapat mengenali potensi diri sendiri dan menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan dalam berinteraksi secara sosial. Maka manusia disebut sebagai makhluk sosial untuk saling bertukar informasi dengan bahasa verbal maupun non verbal. Kelebihan yang dimiliki manusia dan membedakan dengan makhluk lain (hewan dan tumbuhan) karena manusia memiliki akal untuk berpikir dan kemampuan untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah untuk menyampaikan pesan atas ide pendapat untuk mencapai tujuan hidup, untuk menyesuaikan diri di lingkungan serta menciptakan kebudayaan yang disepakati. Sehingga manusia saling berinteraksi dengan komunikasi antar budaya yang menggunakan bahasa masing-masing untuk saling melengkapi agar terpenuhi semua kebutuhan manusia. Maka kemampuan berpikir dan komunikasi antar budaya yang dimiliki manusia dapat menciptakan budaya yang memenuhi semua kebutuhan manusia (biologis, psikologis, sosial, dan spiritual), yang sampai saat ini di era global, manusia dapat mengikuti perubahan dan tuntutan zaman. Manusia menjadi makhluk yang adaptif dengan kemampuan akal dan komunikasi antar budaya untuk menyesuaikan budaya dan saling menghormati sesama manusia dan mengelola lingkungan (hewan dan tumbuhan) untuk memenuhi semua kebutuhan jasmani dan rohani.
PERKEMBANGAN MEDIA SEBAGAI SARANA DAKWAH Rakhmawati, Istina
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2906

Abstract

Media adalah alat atau wahana yang digunakan untuk memindahkan  pesan dari sumber kepada penerima, dari da’i ke mad’u. Untuk itu berdakwah melalui media merupakan penyampaian pesan dakwah dengan menggunakan sarana media untuk meneruskan pesan kepada audien yang jauh tempatnya atau banyak jumlahnya. Lebih jauh lagi perkembangan media dakwah adalah alat yang menjadi perantara penyampaian pesan atau informasi kepada mitra dakwah. Seorang pendakwah yang ingin menyampaikan pesan dakwahnya diterima mad’u di seluruh lapisan masyarakat maka dibutuhkan materi dakwah dengan mengikuti perkembangan media sekarang ini diantaranyamenggunakan media radio, televisi, internet, facebook, media cetak maupun elektronik. Jika pesan dakwahnya ingin didengar, didengar, dibaca tentunya juga harus menggunakan fasilitas media untuk memudahkan misi dakwah kita, contoh misal teks ayat-ayat al-Quran yang dikutip dapat dibaca serta ekspresi wajahnya bisa dilihat oleh semua pemirsa, maka ia harus menggunakan media televisi. Jika ingin pesan dakwahnya dibaca orang, maka seorang dai harus menggunakan media cetak, dan bila pesannya bisa di dengar oleh orang lain makadibutuhkan media audio (radio) Secara umum berdakwah merupakan kegiatan mengajak atau menyeru, memanggil, seruan, permohonan dan  permintaan. Istilah dakwah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amar-ma’ruf dan nahi mungkar, mau’idzhoh hasanah, tabsyir, indzar, washiyah, tarbiyah, ta’lim dan khotbah. Oleh karena itu, secara terminologis pengertian dakwah dimaknai dari aspek positif ajakan tersebut, yaitu ajakan kepada kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Teknologi diera globalisasi ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesatnya,beragam macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi yang tanpa batas. Dunia kini telah dan sedang berubah, bergulir dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru sehingga mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta Meningkatkan mobilitas sosial. Kehadiran media ditengah-tengah kita, seperti surat kabar, radio, televisi dan internet, sebagai sarana dakwah di abad modern telah berpengaruh luas. Suatu pesan atau berita dapat denganmudah di terima oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.
Implementasi Nilai Kenabian dalam Penyiaran Islam Yuliyatun, Yuliyatun
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1659

Abstract

Penyiaran Islam hakikatnya sebagai media pengembangan dakwah. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan karakter penyiaran Islam yang hendaknya dibangun di atas dasar nilai-nilai kenabian (nubuwah). Nilai-nilai kenabian yang tercakup dalam empat sifat kenabian, yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah merupakan prinsip nilai yang harus menjadi pedoman bagi setiap penyelenggaraan penyiaran Islam. Penyiaran Islam yang beroperasi di atas nilai-nilai kenabian akan memberikan efek pencerahan dan pendidikan bagi masyarakat untuk memahami sebuah nilai kebenaran yang harus diperjuangkan dalam berbagai kondisi. Ada pesan-pesan mulia yang dapat disampaikan dalam setiap event penyiaran menjadi kekhasan penyiaran Islam. Penyiaran Islam bukanlah sebuah upaya propaganda agama, tetapi sebuah upaya penyebarluasan nilai-nilai ajaran yang bersifat universal yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia dan akan memberi manfaat bagi kehidupan manusia yang diliputi kedamaian dan toleransi beragama serta bermasyarakat
MEMBINGKAI SEJARAH PERS ISLAM DI TENGAH TERPAAN ERA DIGITAL Rosyid, Moh.
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.453

Abstract

Page 10 of 39 | Total Record : 384