cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
KONSELING ISLAMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DALAM ISLAM PADA REMAJA Sugianto, Sugianto
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memberikan informasi yang tepat tentang kondisi kebutuhan remaja yang sesuai dengan tugas perkembangannya yaitu: mengenal fungsi perbedaan jenis kelamin, organ reproduksi dan persiapan pernikahan agar dapat mengenali fungsi anatomi tubuh sesuai dengan nilai-nilai Islam, misalnya tentang kesehatan seksual dalam Islam. Meskipun data yang ditemukan terdapat beragam problematika remaja tentang seksual,  sehingga dibutuhkan profesi konseling  Islami untuk membantu remaja tumbuh kembang secara optimal dalam berprestasi dibidang kognitif-afektif-psikomotorik.  Kemampuan kognitif dengan diupayakannya  pengayaan pengetahuan tentang alam semesta beserta fenomena alam, kemampuan  afektif dengan trampilnya mengolah dan mengendalikan emosi ke arah positif  kepada sesama makhluk hidup,  sedangkan kemampuan psikomotorik dengan adaptifnya manusia dalam bersikap ketika berinteraksi di lingkungan dengan keragaman budaya Bhineka Tunggal Ika. Dengan berdasar pada nilai-nilai pendidikan Islam maka manusia dapat mengoptimalkan 3 daya dengan berdasarkan pada al-Qur’an yang memberikan keselamatan  dan kebahagiaan  pada remaja untuk memahami kesehatan seksual dalam Islam.Kata Kunci: Konseling Islam, Pendidikan  Seksual, PemudaTHROUGH THE ISLAMIC COUNSELLING SEXUAL HEALTH EDUCATION IN ISLAM IN ADOLESCENT. This paper provides precise information  about the conditions in accordance with the needs of adolescent development tasks are: to know the function of gender, reproductive organs and wedding preparations in order to identify the function of anatomy of the body in accordance with Islamic values, example about sexual health in Islam. Although the data were found to contain a variety of sexual problems of adolescence, so it needs the counseling profession Islamic to help teens grow and develop optimally in achievement in the field of cognitive-affective-psychomotor. Cognitive abilities with the enrichment begun all the knowledge of the universe and natural phenomena, affective abilities skilfully manage and control their emotions in a positive direction to our fellow beings, whereas the adaptive human psychomotor abilities in attitude when interacting in an environment with a diversity of cultural unity. Based on the values of Islamic education then humans can optimize power to 3 based on the Qur’an that provide the safety and happiness of the youth to understand sexual health in Islam.Keywords:  Islamic Counseling , Sexual Health Education, Youth
ZIKIR DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI TERAPI PSIKONEUROTIK (ANALISIS TERHADAP FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM) Riyadi, Agus
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebutan kata dzikir dalam al-Qur’an  secara keseluruhan sebanyak seratus sembilan puluh satu kali yang tersebar dalam lima puluh delapan surat dari seratus empat belas ayat yang terdapat dalam al-Qur’an.  Setelah  melakukan  verifikasi terkait ayat-ayat dzikir dalam al-Qur’an yang tersebar dalam lima puluh delapan surat, ternyata pemaknaan kata dzikir tidaklah tunggal tetapi kata ini memiliki sembilan belas macam arti, tetapi dari kesembilan belas tersebut ada dua arti yang lebih dominan adalah “menyebut” sebanyak dua puluh tiga kali dan “ingat” sebanyak sembilan puluh dua kali. Sehingga dengan demikian konsep dzikir yang ditawarkan dalam al-Qur’an  sebagai terapi penderita psikoneurotik adalah kata yang bermakna “menyebut” dan “ingat” kepada Allah. Hal ini dikarenakan dengan “menyebut” dan “ingat” kepada Allah, dapat menjadikan hati manusia menjadi tenang. Oleh karena itu, konsep zikir yang ditawarkan al-Qur’an ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode bimbingan konseling Islam dengan mengoptimalisasi keempat fungsi bimbingan konseling Islam yaitu preventif, kuratif, preservatif, developmental atau edukatif. kata kunci: Zikir, Penderita Psikoneurotik, Konseling Islam
KONTRIBUSI KEPRIBADIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ISTERI DALAM MENGHADAPI PERCERAIAN Halimah, Halimah
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian adalah kondisi yang sering digunakan untuk mengakhiri perkawinan.  Keputusan ini  biasanya salah satu cara akhir untuk menghindari konflik antara mereka. Namun, keputusan ini digunakan untuk  diikuti oleh  kecemasan dan stress. Ia dapat terjadi karena perceraian akan membuat beberapa perubahan dan kondisi buruk, terutama untuk isteri. Perubahan- perubahan ini  melibatkan pemenuhan keuangan, mengubah pandangan masyarakat yang membuat mereka merasa bersalah, sebuah khawatir bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sebuah khawatir anak-anak mereka di masa depan, mendapat malu dan putus asa. Penelitian  ini bertujuan untuk menemukan (1)  ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan dukungan sosial (2)ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan kepribadian.  Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, dan kepribadian  dalam Lima Besar Teori Kepribadian, termasuk neuroticism personaliti, extrovert, agreeableness, conscientiousness dan  buka  untuk pengalaman,  dengan subjek terdiri dari 60 isteri yang dalam pemrosesan perceraian di pelataran Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Mahkamah Agama di Kabupaten Sleman). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Mudah-mudahan hasil penelitian akan salah satu bahan consellor/phsychologists dalam memberikan bimbingan dan konseling iringan kepada klien yang mengalami masalah perceraian. Kata Kunci: Kecemasan, Dukungan Sosial, Perceraian THE  CONTRIBUTION OF  PERSONALITY AND  SOCIAL SUPPORT TO THE LEVEL OF THE ANXIETY OF THE WIFE IN THE FACE OF DIVORCE. Divorce  is a condition that often used to end marriage. This decision is usually  one of final ways to avoid conflicts between them. However, this decision used to followed by anxiety  and stress. It can be happen because the divorce will make some changes and bad condition, especially for the wife. These changes involve financial fulfillment, the change of people’s view that make them feel guilty, a worry that they can’t fulfill their own needs, a worry of their children’s future, shame and hopeless. This research is aimed to find (1) is there any relationship between anxiety divorce of wife and social support (2)is there any relationship between anxiety divorce of wife and personality. Independent variable in this research are social support and personality  in the Big Five Personality Theory, including personalities of neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness and open to experience, with the subject consist of 60 wives who in processing the divorce in the court of Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Religion Court in Sleman District). The data analysis uses regression analysis technique. Hopefully  the result of research wil be one of material for consellor/phsychologists in giving accompaniment guidance and counseling to clients who experienced problem divorce. Keywords: Anxiety, Social Support, Divorce
KONTRIBUSI KEBERMAKNAAN HIDUP BAGI SIKAP INDIVIDU TERHADAP KEMATIAN Ernawati, Ernawati
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian merupakan suatu kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu dalam rentang perjalanan hidupnya. Kesadaran akan datangnya kematian sering diterjemahkan dengan cara yang beragam bagi setiap individu.  Sebagian individu beranggapan bahwa bahwa kematian adalah suatu fase yang amat mengerikan sehingga ada reaksi penolakan, isolasi, kemarahan, bahkan depresi. Sebagian dari mereka bersikap positif dengan beranggapan bahwa kematian menjadi motivasi bagi tiap individu untuk berlomba dalam    memberi makna kehidupan mereka dan  kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.  Artikel ini ingin mengembangkan teori Logoterapi dari Victor E. Frankl tentang kebermaknaan  hidup dengan mencoba melihat  kontribusinya bagi sikap individu terhadap  kematian, dimana kehidupan dan kematian merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Menurut Frankl, individu akan mampu mencapai makna dalam hidupnya apabila ia berhasil merealisasikan tiga nilai yang menjadi sumber makna hidup yakni creative value (nilai-nilai kreatif ), attitudinal value (nilai-nilai  bersikap), dan experiental value (nila-nilai pengalaman).. Artikel ini merupakan pengembangan pada bidang kajian pengembangan kualitas hidup individu dalam perspektif Islam dimana didukung oleh kolaborasi antara teori Logoterapi dengan konsep tentang kematian yang terdapat dalam psikologi Islam.kata kunci: Makna Hidup, Sikap, KematianTHE  CONTRIBUTION OF  KEBERMAKNAAN LIVE FOR THE ATTITUDE OF THE INDIVIDUAL TOWARD DEATH. Death is a certainty that could not be avoided by every individual in the amount  of the journey of his life. awareness of the  coming of death is often translated in a way that vary for each individual. Some of the individual to assume that that death is a phase of the dreadful so that there is a rejection reaction, isolation, anger, even depression. Some of them are positive attitude to assume that the death of a motivation for each individual  to compete in gives the meaning  of their  lives and the power to improve the quality of life for them. This article want to develop the theory Logoterapi from Victor E. Frankl about kebermaknaan live with trying to see his contribution  for the attitude of the individual toward death, where life and death is the one thread that cannot be separated. According to Frankl, individuals will be able to reach the meaning in his life when he succeeded in realizing the three values that became the source of the meaning of life the creative value (value), attitudinal  creative value (value), and experiental attitude value (nila of experience value).  This article is a development in the field of study of the development of the quality of life of the individual in the Islamic perspective where supported by collaboration between Logoterapi theory with the concept of death that was found in the psychology of Islam.Keywords:  The Meaning of Life, Attitudes, Death
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING PERNIKAHAN Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah karena memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai.  Dibalik anjuran yang diperintahkan kepada umat manusia, pasti ada hikmahnya. Salah satu tujuan pernikahan seperti termaktub dalam surat ar-Rum ayat 21 adalah untuk memperoleh kententeraman, kenyamanan, rasa kasih dan sayang. Prinsip-prinsip  dasar pernikahan Islam yang harus diketahui oleh konselor pernikahan dapat dirumuskan sebagai berikut: Dalam memilih calon suami/istri, faktor agama/ akhlak calon harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta. Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunah Rasul bagi yang sudah mampu.. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan puasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah.  Layaknya pakaian, masing-masing suami dan istri harus bisa menjalankan  fungsinya sebagai (a) penutup aurat (sesuatu yang memalukan) dari pandangan orang lain,  (b)  pelindung  dari panas dinginnya kehidupan, dan (c) kebanggaan dan keindahan bagi pasangannya. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga ada kalanya diliputi  rasa senang maupun rasa duka. Untuk itu diperlukan bimbingan pernikahan sebagai tindakan preventif atau pencegahan supaya tidak terjadi perselisihan dalam rumah tangga. Namun, apabila sudah terjadi  perselisihan maka diperlukan konseling sebagai bentuk kuratif atau mencari solusi yang terbaik.  Karena itu bimbingan dan konseling pernikahan sangat diperlukan sebagai proses bantuan kepada para suami istri yang sedang mengalami permasalahan agar kehidupannya kembali normal seperti sediakala. kata kunci:  Keluarga Sakinah, Bimbingan Konseling, Pernikahan VEGAS FAMILY  FORMING THROUGH MARRIAGE GUIDANCE AND COUNSELING. Islam  recommends people to marry because it has the purpose of the goals to be achieved. Behind the disagreement is commanded  to mankind, there will be heedful. One of the goals of marriage as enshrined in Surat ar-Rum verse 21 is  to obtain kententeraman,  comfort,  compassion  and mercy. The basic principles of the marriage of Islam to be known by the marriage counselor can be formulated as follows: In selecting candidates for the husband/wife, the religious factor/morals  candidate must be the first consideration before the descendants of the appearance and wealth. That deed or live housekeeping it is an ordinance for which has been able to.. For those who have not been able to told to be patient and fasting , but if encouragement of marriage is not controlled when the economy  is not ready, while he was afraid to fall on adultery, then religion sent so that he married. Like clothes, each of the husband and wife must be able to perform its function as (a) the cover the nakedness of (something embarrassing) from the view of others, (b) from the heat cold life, and (c) pride and beauty for their husbands. In the live the life of housekeeping there are times covered the taste of pleasure and a sense of grief. For that needed the guidance of marriage as a preventive action or prevention that does not occur the dispute in the household. But when it happens the dispute then required counseling as a form of curative or search for the best solution. Therefore the guidance and counselling of marriage is very much needed as the process of aid to the husband and wife who is experiencing problems so that his life back to normal intact.Keywords: Family Sakinah, Guidance Counseling , Marriage.
KEDUDUKAN PENYULUHAN DAN KONSELOR DALAM KONSELING ISLAM
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan antara  instruktur  dan  penasihat  adalah  dua studi aspek biasanya muncul dalam studi Dakwah. Label da’i di mubaligh kesatuan Dakwah digunakan untuk menjadi annunciated studi sebagai penasihat ajaib. Kenyataan ini tidak setuju dengan terminologi Dakwah sebagai subyek untuk mengirim pesan dari prinsip-prinsip Islam untuk menciptakan ketenangan bagi pihak- pihak berkuasa. Sementara itu, terminologi ini telah disertakan dalam kesatuan istilah  dari instruktur.  Untuk akibat dari dua paradigma,  semua penentuan adalah menyimpang dari unsur publik. Dalam istilah-istilah itu instruktur dihantui menyebabkan kehilangan trendi dari istilah-istilah penasihat.kata kunci: Instruktur, Penasihat, prinsip-prinsip IslamBASIS  OF   EPISTEMOLOGY DISSEMINATORS ISLAM (SUPERVISE THE DETERMINATION OF CONTRADICTORY BETWEEN ELIMINATION AND  COUNSELORS). The intersection between instructor and counselor is two aspect studies usually appear in Dakwah  study. The label of da’i missionary in the unity of Dakwah study  used to be annunciated  as counselor. The  reality  was disagreed with the terminology of Dakwah  as subject to send the message of Islamic  principles to create the tranquility  for publics. Meanwhile, this terminology was included in the unity term of instructor.  For the consequence of two paradigms, all determination  is deviates from public constituent. The terminology of instructor was shadowed cause lost trendy than terminology of counselor. Key Words: Instructor, Counselor, Islamic Principles
MENGATASI KESULITAN BELAJAR MELALUI KLINIK PEMBELAJARAN (STUDI ANALISIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA) Mahrus, Ali
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam   kegiatan   belajar    di    sekolah,    guru   berhadapan dengan jumlah ciri-ciri  untuk beragam siswa.  Ada siswa yang dapat mengambil kegiatan belajar mereka mulus dan berhasil tanpa kesulitan, tetapi pada sisi lain tidak beberapa siswa yang benar-benar mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar siswa yang ditunjukkan  oleh kehadiran hambatan tertentu untuk mencapai hasil pembelajaran,  dan dapat psikologis, sosiologis, dan  psikologis, yang  pada  gilirannya   dapat  menyebabkan mencapai prestasi belajar di bawah yang baik. Kesulitan belajar siswa meliputi luas, termasuk: (a) gangguan belajar, (b) learning disfungsi ereksi; (c) underachiever (d) peserta lambat, dan (e) dalam belajar. Dalam keadaan tertentu, karya ini mengangkat tema kesulitan belajar fisika. Pemilihan  tema ini mempertimbangkan subjek fisika yang masih dianggap sebagai sebuah cemeti sebagian besar siswa. Gambar  ”sulit” untuk belajar fisika yang telah dipasang pada persepsi awal siswa. Berdasarkan latar belakang pernyataan di atas, karya ini bertujuan untuk mendiskusikan masalah yang berhubungan  dengan  diagnosis kesulitan belajar.   Masalah- masalah ini termasuk:  masalah-masalah kesulitan belajar Fisika, alternatif untuk mengatasi  masalah  fisika belajar melalui klinik mengajar. Justru itu, lingkup diskusi fokus pada kesulitan dalam pembelajaran,  pengajaran tersebut, model  pembelajaran  yang dapat diterapkan dan cara mengatasi masalah kesulitan dalam fisika belajar melalui klinik mengajar.Kata Kunci: Klinik Pembelajaran, Fisika.In learning activities in schools, teachers are faced with number of characteristics to diverse students.  There are students  who can take their learning activities smoothly and successfully without  difficulty, but on the other hand not a few students who actually experience difficulties in learning. Student  learning difficulties indicated by the presence of certain  barriers to achieve learning  outcomes, and can be psychological,  sociological, and physiological, which in turn can lead to learning achievement reached under proper. Student  learning difficulties  covers  a broad sense,  including :  (a)  learning  disorder, (b) learning disfunction;  (c) underachiever  (d)  slow  learner,  and (e) learning disabilities. In particular, this paper raised the theme of learning difficulties physics. The selection of this theme considering the subjects of physics that’s still regarded as a scourge of most students. Image ”difficult” to learn physics is attached to the initial perception of students. Based on the background of the above statement, this paper aims to discuss issues related to the diagnosis of learning difficulties. These problems include: the problems of learning difficulties physics, an alternative to overcome the problem of learning physics through teaching clinic. Thus the scope of the discussion focused on difficulties in learning , tutoring , learning models  that can be applied and how to overcome the problem of difficulties in learning physics through teaching clinic.Keyword: Learning ,  Fhyisics
KONSELING KELUARGA ISLAMI (SOLUSI PROBLEMATIKA KEHIDUPAN BERKELUARGA) Atabik, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konseling keluarga Islami yang akan mengarah kepada konseling keluarga Islami. Pembahasan awal dimulai degan pengertian, tujuan dan macam-macam konseling Islami.  Pembahasan selanjutnya  tentang konsep keluarga, konseling  keluarga dengan menitik beratkan kepada berbagai problematika yang dihadapi keluarga dan bagaimana cara mencari solusinya. Hal ini merujuk arti dan fungsi dari konseling keluarga yang merupakanproses pemberian bantuan dan bimbingan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk melakukan bimbingan. Di akhir bagian dari artikel ini dibicarakan tentang Islam dan kebahagiaan keluarga. Pasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga  ideomnya menjadi keluarga bahagia. Ini berarti bahwa tujuan dari setiap orang membina mahligai rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh masyarakat menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang hakiki. Bangunan  keluarga yang ideal adalah dilandaskan atas dasar sakinah, mawaddah dan rahmah. Yang dimaksud dengan rasa kasih (mawaddah) dan sayang adalah rasa tenteram dan nyaman bagi jiwa raga dan kemantapan hati menjalani hidup serta rasa aman dan damai, cinta kasih bagi kedua pasangan.Kata Kunci: Konseling, Hukum Islam, Keluarga Islami.ISLAMIC  FAMILY   COUNSELLING (FAMILY   PROBLEM SOLUTION). This  article  discuss  about Islamic  family counselling that will lead to the Islamic family counselling. The initial discussion begins with understanding the purpose and various kinds of Islamic  counselling. Further  discussion about the concept of the family, family counselling by focusing on various problems faced by the family and how to find the solution. This refers to the meaning and the function of the konseling family which is the process of assistance and guidance to the individual in a sustainable and systematic, conducted by an expert who has received special training to perform guidance. At the end of the section of this article talked about Islam and the happiness of the family. The ideal candidate from the family is happy, so ideomnya become a happy family. This means that the purpose of each of the build household edifice is looking for the happiness of life. Almost all people put family life as the size of the real happiness.  Building an ideal  family  is based  on the  basis of the sakinah, mawaddah and rahmah. What is meant  by the taste of love (mawaddah) and compassion is a sense of safety and comfort for the soul of sport and the stability of the heart of living and a sense of safety and peace, love for both partners.Keywords: Counseling , Islamic Law and the Family.
SHALATSEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VERTIKAL TRANSENDENTAL Bachtiar, Edi
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa shalat merupakan media komunikasi vertikal transendetal. Komunikasi transendental ini dapat dilakukan melalui berbagai macam media yang biasa dikenal dengan ritual ibadah, baik itu ibadah wajib maupun sunnah. Salah satu media komunikasi transendental yang terjalin untuk berkomunikasi dengan Allah  adalah shalat. Habsilnya adalah bahwa shalat sebagai tiang agama. Shalat merupakan ibadah rutinitas harian yang akan merugi jika ibadah yang telah rutin dilakukan tapi esensinya terlupakan, yaitu terjalinnya komunikasi yang harmonis antara seorang hamba dan Sang Khalik. Langkah yang paling tepat agar komunikasi transendental melalui shalat ini berhasil adalah dengan shalat secara khusyuk. Khusyuk bermakna kesadaran penuh akan kerendahan kehambaan diri kita sebagai manusia di hadapan keagungan Rububiyyah (Ketuhanan). Sikap khusyuk ini timbul sebagai konsekuensi kecintaan sekaligus ketakutan kita kepada Zat Yang Maha Kasih dan Maha Dahsyat ini. Sebagai implikasinya, orang yang memiliki sikap seperti ini akan berupaya memusatkan seluruh pikiran kepada Kehadiran- Nya dan membersihkannya dari apa saja yang selain Allah.kata kunci: Shalat, Komunikasi Vertikal, TransedentalTHE PRAYER AS COMMUNICATION  MEDIA VERTICALLY TRANSCENDENTAL MEDITATION. This  article aims  to explain that prayer is communication  media vertically transendetal. Communication  transcendental meditation this can be done through various media that used to be known as the ritual of worship, either of worship  and the sunnah.  One  of the  communication  media transcendental  meditation  interwoven  to communicate with God is prayer. Habsilnya  is that the prayer as a pillar of the religion. The prayer is worship of the daily routine will be lost if the acts of worship that has been routinely done but politico-wonder, the establishment of a harmonious communication between a slave and the Khalik. The most appropriate steps to communication transcendental meditation through this prayer is successfully with the prayer in humility. Humility means full awareness of the humility  kehambaan  ourselves as human beings before the  majesty  of Rububiyyah (Godhead). This humble attitude arise as a consequence of love as well as fear us to Substances That Is Full Of Love and the most terrible. As the implication, people who have attitudes like this will attempt  to focus the whole mind to Kehadiran-Nya  and clean them from what other than God.Key Words: Prayer, Vertical Communication, Transcendental
KERANGKA DASAR MEMBANGUN KESEHATAN SPIRITUAL MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAM Ahmad, Nur
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh perkembangan  IPTEK dan ilmu-ilmu eksakta telah membawa  perkembangan dan kemajuan  cepat  di  bidang tekonologi dan perindustrian.  Seharusnya kondisi dan  hasil kemajuan sekarang ini membawa kebahagiaan yang lebih banyak kepada manusia dalam hidupnya. Akan tetapi sesuatu kenyataan yang menyedihkan ialah bahwa kebahagiaan itu ternyata semakin jauh hidup semakin sukar dan kesukaran-kesukaran  material berganti dengan kesukaran mental (psychis). Beban jiwa semakin berat, gelisah dan ketegangan serta tekanan perasaan lebih terasa dan lebih menekan sehingga mengurangi kebahagiaan. Psikologi Islam merupakan ilmu yang mempelajari aspek kesehatan spiritual manusia yang normal,  dewasa,  sehat spiritual maupun sehat berperilaku.  Ketika kita mengembangkan  kesehatan spiritual, kita akan secara bertahap merasa cukup kuat untuk menjadi diri seutuhnya. Kekuatan yang autentik datang ketika seseorang untuk pertama kalinya dapat hidup berdamai dengan kebenaran tentang, siapa diri kita, di mana kita berada dan kemudian belajar untuk mengendalikan kekuatan tersebut ketika berhadapan dengan orang lain. Sedangkan untuk mewujudkan kerangka dalam mewujudkan kesehatan spiritual ada hal-hal yang perlu diperhatikan lebih jauh lagi yakni memahami kepekaan, bersikap jujur, adanya perubahan pada diri sendiri.BASIC      FRAMEWORK          TO BUILD        SPIRITUAL HEALTH THROUGH     PSYCHO-LOGICAL    APPROACH ISLAMIC. he  influence of science  and technology  and the  exact sciences has brought about the development and rapid progress in the field of technology weapons and industry. Supposedly condition and results of progress has brought more happiness to man in his life. But something sad reality is that it was increasingly distant happiness of life increasingly difficult and changing material difficulties with mental distress (psychis). Increasingly heavy burden of life, anxiety and feelings of tension and pressure felt more and more pressing , thereby  reducing happiness. Islamic psychology is the study of human spiritual health aspects of normal, mature, healthy, spiritual and healthy behavior. When  we develop spiritual health, we will gradually feel strong enough to be yourself completely. Authentic  strength comes when we for the first time be able to live in peace with the truth about who we are, where we are and then learn to control these powers when dealing with others. Meanwhile, to realize a spiritual health in realizing there are things that need to be considered further understand the sensitivity, to be honest, the change in yourself.

Page 3 of 47 | Total Record : 470