cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP Khoirun Nida, Fatma Laili
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai  which termasuk: nilai- nilai  kreatif,  nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi  logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E.  Frankl  dalam metode terapis meaningfulness  kehidupan, di  mana  Frankl  percaya bahwa semua aspek-aspek  arti hidup menyimpan.  Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness  kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan. Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan  HidupTHE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental  motivation  present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal  values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl  believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus, spiritual quetion  is contributing  to the achievement of the meaning fulness of life, in which role he was able to become the media, control and guidance for individual sindynamics of life, so that individual under any circumstances while maintaining the quality of humanexistence as intellectually, emotionally and spiritually so that he able to achieve the meaning of life. Keywords: Role, Spiritual Quetion, Meaning of Life
KONTRIBUSI PENYULUH AGAMA DALAM MEMINIMALISASI BUNUH DIRI Rosyid, Moh.
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri merupakan tindakan (oleh dan pada diri) untuk mengakhiri hidup  dengan berbagai cara, motif, dan  faktor. Naskah ini  bersumber dari  enam pemberitaan koran yang ‘tersadap’ penulis dengan teknik kliping selama tahun 2007. Dari harian Kompas 33 pemberitaan,  Jawa Pos 66, Suara Merdeka 12, Republika 7, Wawasan dan Malang Pos sekali pemberitaan. Pemberitaan terbanyak pada harian JP 66 kali, ditemukan 96 kasus bunuh diri dalam negeri, 9 kasus bunuh diri di luar negeri, dan 13 kasus bom bunuh diri di luar negeri. Jadi total pemberitaan bunuh diri dari dalam dan luar negeri 118 kasus. Hasil temuan berupa bentuk, teknik dan motif, jenis kelamin dan usia, strategi dan piranti, waktu, dan penemu/penolong bunuh diri. Data tersebut, idealnya seorang penyuluh memahami pertama, tiga fungsinya yakni informatif dan edukatif, konsultatif, dan advokatif. Kedua, memahami metode penyuluhan dari aspek enam M yakni man, matter, media, market, money, dan methode. Adapun cara yang dilakukan  penyuluh agama dalam menyumbangkan  karyanya untuk meminimalisasi terjadinya bunuh diri dengan menjaring klien yang mengidap ’penyakit’ agar diluruskan dengan data riil bahwa bunuh diri berdampak buruk,  terutama bagi keluarga atau lingkungan yang ditinggalkannya. Dengan suntikan pesan agamalah usaha menjaring pada klien (yang berinisiatif atau tidak) agar tidak melakukan bunuh diri.kata kunci: Kontribusi, Penyuluh, Bunuh DiriTHE   CONTRIBUTION   OF    THE DISSEMINATORS  IN MINIMIZING SUICIDE. Suicide  is an action (by and on themselves) to end of life in various ways, motif,  and factors.  This script sourced from six  preaching the newspaper  ‘largely untapped resource’ writer with the technique of clippings during the year 2007. From Kompas daily 33 preaching , Jawa Pos 66, Suara Merdeka 12, Republika 7, insights and Malang   Pos once  preaching. The  bulk of the daily news on JP 66 times, found 96 suicide cases in the land, 9 cases suicide abroad, and 13 cases suicide bombing  outside the country. So the total coverage of the suicide bombers from within  and outside the country 118 cases. The results of the form of the technique and motif, gender and age, strategies and tools, time, and inventor/helper suicide. The Data, ideally a elimination  of understanding  the first three functions of informative and educational, cg , and advokatif. Second, understand extension methods from the aspects of the six M i.e. man, matte, media market, money, and methode. Now the way that done disseminators in donate his work to minimise the suicide catches the client gets ‘disease’ so aligned with the real data that suicide impacts, especially for the family or the environment that abandonment. With the injection of religion where the message is a striving after the client (which initiated or not) in order not to conduct a suicide.Keywords: Contribution, Elimination, Suicide
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DI SEKOLAH (SEBUAH UPAYA PEMBINAAN MORAL ISLAM) Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan  ini  bertujuan  untuk  memperkenalkan pentingnya bimbingan dan konseling Islam di sekolah dalam membangun keseimbangan antara  emosi,  intelektual,  spiritual dan  sikap kepribadian para  peserta didik.  Adapun sasaran tulisan ini adalah  lembaga-lembaga pendidikan  dan   para  mahasiswa fakultas Dakwah dan  Tarbiyah yang berkepentingan untuk memberikan pembinaan dalam membangun keseimbangan ilmu dan mental kepribadian  serta mental keagamaan para peserta didik.  Secara ringkas, dari tulisan ini dapat dipahami,  bahwa lembaga pendidikan berkewajiban menugaskan kepada para peserta didik untuk memberikan pembekalan kepada para peserta berupa ilmu pengetahuan. Sama pentingnya dengan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan kepada para peserta didik ini, para pengelola lembaga pendidikan juga dituntut untuk menugaskan kepada para guru yang memiliki kompetensi untuk memberikan pendampingan kepada para peserta didik selama menjalani proses belajar mengajar. Pola dampingan ini haruslah dipegang oleh para guru yang menguasai dan memiliki kemampuan mengaplikasikan bimbingan dan konseling Islam di sekolah.Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Nilai-nilai Islam, Peserta DidikROLE OF  ISLAMIC GUIDANCE AND COUNSELLING IN SCHOOL. This paper aims to introduce the importance of Islamic guidance and counseling in schools in establishing a balance between the emotional, intellectual, spiritual and personable attitude  of the learners. The goal of this paper is the educational institutions and the students of Da’wa Faculty and Tarbiyah Faculty concerned to provide guidance in establishing  mental  balance  of science  and religious personality and mental learners. In summary, from this article can be understood, that the institution is obliged to assign the student to give a briefing to the participants in the form of science. Equally  important through providing knowledge to the learners of this, the managers of educational institutions are also required to assign to the teachers who have the competence to provide assistance to the students during their learning process. The pattern of this assistance must be held by teachers who have the ability to master and apply the Islamic guidance and counseling in schools.Keywords: guidance and counseling , the values of Islam, Students
MODEL BIMBINGAN KONSELING ISLAM ANWAR SUTOYO DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Farid, Achmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan dan masalah remaja bermacam-macam, maka sangat butuh sekali penangan yang serius dan tepat untuk menangani masalah remaja,  dengan melihat  maraknya kenakalan remaja yang terjadi saat ini. Permasalahan remaja telah banyak dibahas oleh Anwar Sutoyo,  baik dari permasalahan kelompok dan permasalahan individu yang kerap ditemukan dalam Bimbingan Konseling  Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui: 1) model bimbingan konseling Islam menurut Dr. Anwar Sutoyo, 2)  karakter kenakalan remaja menurut Anwar Sutoyo,   3) mengatasi kenakalan  remaja menurut Anwar Sutoyo.  Manfaat yang diharapkan oleh penelitian ini dapat menjadikan wawasan untuk seorang konselor  yang hakiki pada problem kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah (library research) studi tokoh yang merupakan sdalah satu jenis penelitian  kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosio historis dan faktual historis. Metode pengumpulan data meliputi  sumber-sumber penulis, dan dikuatkan dengan sumber-sumber penulis yang berkaitan dengan karya-karya tokoh, wawancara. Berdasarkan  penelitian yang dilakukan dalam model bimbingan konseling Islam pada kenakalan remaja menurut pemikiran  Anwar Sutoyo kenakalan remaja itu bermacam-macam yang dihadapi oleh para remaja, akibat perubahan-perubahan  yang terjadi pada dirinya baik dari jasmani maupun rohaninya.THE MODEL GUIDANCE COUNSELING ISLAM ANWAR SUTOYO  IN   ADDRESSING JUVENILE   DELINQUENCY Juvenile delinquency and an assortment of problems, it is needed once a serious and precise handling to deal with teen issues, by looking at the rise of juvenile delinquency is the case today. Adolescent problems have been widely discussed by Anwar Sutoyo, both of the issues and problems of individual  groups that are often found in Counseling Islam. This study aims to determine: 1) model of counseling Islam by Dr. Anwar Sutoyo, 2) the character of juvenile delinquency by Anwar Sutoyo, 3) tackle juvenile delinquency by Anwar Sutoyo. The benefits expected by this research can make to a counselor insight essential to the problem of juvenile delinquency. This type of research is (library research) which  is a character study sdalah one type of qualitative research with a socio-historical approach and historically factual. Data collection methods include the sources of the author, and confirmed by sources the author related to the works of figures, interviews.  Based on research conducted in the Islamic model of counseling on juvenile delinquency in juvenile delinquency Sutoyo Anwar thought it was an assortment faced by teens, as a result of the changes that happened to him both physical and spiritual.
BIMBINGAN KONSELING KEAGAMAAN BAGI KESEHATAN MENTAL LANSIA Jannah, Noor
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase kehidupan manusia setelah  kelahiran  yaitu: bayi,  kanak- kanak, anak-anak, remaja, tua, lansia. Di mana setiap fase memiliki karakteristik dan  tugas perkembangan yang  berbeda  serta tingkatan perkembangan keagamaannya. Lansia sebagai manusia dewasa,   diharapkan keagamaannya sudah matang  sehingga mampu membedakan antara yang baik dan buruk.  Sehingga dalam merespon ajaran agama secara psikis sudah mantap dalam melakukan penghayatan, baik secara eksistensial dan fungsional maka terwujudlah  kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai agama secara integral. Meskipun lansia akan menghadapi berbagai masalah: penurunan dan keterbatasan  kemampuan fisik, kondisi mental yang kesepian setelah  pensiun, keterlibatan organisasi sosial dan aktivitas beribadah yang terbatas, kegiatan hobby yang tertunda, dan lain-lain.  Namun pada umumnya permasalahan yang dihadapi pada usia lansia adalah gangguan fisik yang tidak memungkinkan   lagi dalam merespon ajaran agama se-optimal seperti pada usia remaja maupun pada masa dewasa (meskipun tidak menafikan ada sebagian lanjut usia yang masih kuat secara fisiknya).  Semua masalah lansia  membutuhkan solusi secara komprehensif agar mendapatkan kehidupan yang bahagia.RELIGIOUS COUNSELING GUIDANCE MENTAL HEALTH FOR ELDERLY Phase  of human life after  birth,  namely:  baby, child, children, teenagers, parents, the elderly. Where each phase has characteristics and different development tasks and level of religious development. Elderly as an adult human, religious ripe expected to be able to distinguish between good and bad. So that in response to the religious teachings of psychic been steady in doing appreciation, both existential  and functional,  the  realization  of personality  in accordance with religious values are integral. Although  the  elderly will face many problems: the decline and limited physical capabilities, mental condition lonely after retirement, the involvement  of social organizations and activities are limited to worship, hobby activities were delayed, and others. But in general, the problems faced by the age of the elderly is a physical disorder is no longer possible in responding to religious teachings as optimal  as in adolescence and in adulthood (although it does not deny there are some elderly who are still strong physical). Regarding the religious life of the elderly is William  James stated that the religious life of an extraordinary  look at old age, due to the turmoil of sexual life at this age are not aggressive anymore. And all the problems elderly people need a comprehensive solution in order to have a happy life.
METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN KONSELING ISLAMI UNTUK MEMBANTU PERMASALAHAN PADA ANAK-ANAK Atikah, Atikah
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pada usia anak akan mempengaruhi perkembangan pada fase berikutnya.  Jika  anak usia dini dalam pengasuhan yang benar dan sesuai dengan karakter anak maka akan mampu menghadapi tugas perkembangan (task development) berikutnya, dan akan sebaliknya ketika anak usia dini dalam pengasuhan yang salah atau perlakuan yang salah pada anak (child abuse). Sehingga dibutuhkan pemahaman tentang usia anak,  lengkap dengan karakteristik-kebutuhan-permasalahan untuk membantu tumbuh kembang anak agar optimal sesuai dengan tahapan kemampuan yang harus dimiliki anak. Cara-cara membantu masalah yang sering dialami anak-anak disesuaikan dengan tahapan usia. Ciri khas pada anak adalah bermain dan bergembira, sehingga anak-anak dapat menyelesaikan masalah yang sering muncul dengan suasana senang dan ceria. Memahamkan anak-anak tentang penyelesaian masalah juga diperlukan agar siap menghadapi permasalahan dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu teknik dalam metode kelompok yaitu karyawisata. Dengan mengunjungi tempat-tempat wisata,  memberi kesempatan pada anak-anak berganti situasi (rutinitas ke obyek wisata) untuk mengatasi masalah dengan tetap bersenang-senang bermain. Sehingga permainan di tempat obyek wisata akan memberikan dampak kesegaran fisik  dan beban- beban masalah yang terjadi terbantukan dengan mengalihkan ke permainan yang di setting untuk membantu pemecahan masalah. Dan teknik-teknik bimbingan konseling Islam yang lainnya dapat digunakan untuk menyelesaikan sesuai dengan berbagai macam permasalahan.kata kunci: Metode Bimbingan  Konseling, Konseling Islami, Permasalahan AnakMETHODS AND TECHNIQUES TO HELP THE ISLAMIC GUIDANCE COUNSELING PROBLEMS IN  CHILDREN. Development of the child’s age will affect the development of the next phase. If early childhood in the care of the correct and in accordance with the character of the child will be able to face the developmental task(taskdevelopment)next,  and will instead when early childhood in the care of the wrong or the wrong treatment in children(childabuse). So it takes  an understanding  of the  child’s  age,  complete  with characteristic-needs-issues  to help the  development  of the  child in order to optimally  match the phases of the ability to be possessed child. Ways to help the problems often experienced by children adjusted for age stages. Characteristic of the children are playing and having fun, so that children can solve problems that often arise with happy and cheerful atmosphere. Children hang on the settlement issue also needed to be ready to face the problems of his ability. One technique in which a field group method. By visiting tourist spots, provide opportunities for children to change the situation (routine into a tourist attraction) to solve the problem with fixed fun playing. So the game where tourism will impact the physical freshness and the loads that occur terbantukan problem by switching to a game in setting thefor  help  solving the problem. And techniques for other Islamic counseling can be used to resolve in accordance with a variety of problems.Keywords:  Guidance and Counseling Method, Counseling Islamic, Son problem
MAKNA TAUBAT DALAM PROSES PENYEMBUHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PERSPEKTIF PSIKOTERAPIS MELALUI MEDIA SURAT AL FATIHAH Ubaidillah, Ubaidillah
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dari hasil penelitian teks keagamaan berbasis pengkajian Islam yang dikaitkan dengan upaya medis untuk penyembuhan penyakit jantung koroner. Alasan melaporkan penelitian ini dalam bentuk tulisan artikel  ilmiah, karena bertujuan memudahkan tersebarnya secara lebih luas konstribusi bagaimana proses penyembuhan penyakit jantung koroner. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi ‘ikhtiyari’ bagi praktisi bidang kedokteran maupun subjek penderita penyakit jantung koroner. Temuan singkat dari penelitian  ini, ternyata psikoterapi Islam mampu menunjukkan solusi praktis-psikologis untuk penderita jantung koroner. Dalam perspektif psikoterapi Islam, pendekatan yang seharusnya dilakukan  bagi penderita penyakit jantung koroner, adalah dengan cara bertaubat dan kembali sepenuhnya kepada Allah swt.kata kunci: Psikoterapi, Taubat, Jantung Koroner. THE MEANING OF REPENTANCE IN THE PROCESS OF THE HEALING OF CORONARY HEART DISEASE PSIKOTERAPIS PERSPECTIVE  THROUGH THE  MEDIA OF  SURAH AL- FATIHAH. This article from the research result religious text based on the study of Islam that is associated  with the medical efforts to cure coronary heart  disease. The reason for this research reported in the writings of scientific articles, because it aims to facilitate the spread of the broader contribution how the healing  process coronary  heart disease. Thus, this article is expected to help provide solutions ‚ikhtiyari‘ to practitioners in the field of medicine as well as the subject of coronary heart disease patients. The findings of this study short, psychotherapy Islam is able to show the practical solution of psychological for patients with coronary heart disease. In the psychotherapy  perspective of Islam, the approach should be done for patients with coronary heart disease, is with how to repent and return fully to Allah SWT.Keywords: Psychotherapy, Ever-returning , Coronary Heart Disease
KONSELING AGAMA: TERAPI TERHADAP PENGIDAP PENYAKIT MANUSIA MODERN Ahmad, Nur
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara fungsi syariah Islam adalah untuk melindungi agama, jiwa,  akal,  jasmani,  harta serta keturunan.  Semua perbuatan yang merendahkan prilaku manusia dimana perbuatan kurang baik akan berimbas pada kehancuran manusia dizaman modern, oleh karena itu ajaran islam sarat dengan tuntutan bagaimana memelihara  kesehatan jasmani dan  rohani,  kesehatan fisik maupun mental.  Ketidak berdayaan manusia bermain dalam pentas  peradaban modern  yang terus  melaju   tanpa  dapat dihentikan dan itu menyebabkan sebagian besar awal manusia modern terjerembab ke dalam situasi sulit yang menurut istilah Psikolog Humanis disebutkan sebagai manusia dalam kerangkeng kehidupan yang terkekang,  satu istilah  yang menggambarkan salah satu derita manusia modern (penyakit manusia modern). Adapun yang dimaksud dengan penyakit manusia modern saat ini adalah gangguan psikologis yang di derita oleh manusia yang hidup dalam lingkungan peradaban yang sebenarnya. Manusia modern seperti itu  sebenarnya adalah manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong, baik kosong dari nilai-nilai agama maupun kekosongan dari nilai  kehidupannya.  Mereka resah setiap kali harus mengambil keputusan, mereka tidak tahu apa yang diinginkan, dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkan pula. Bila sudah terjangkit penyakit seperti ini, maka  peran terapi agama harus mampu untuk mengarahkan agar mereka tidak tambah larut dalam jurang kehancuran diperadaban modern saat ini.Kata Kunci: Konseling Agama, Gangguan  Psikologis, Manusia ModernCOUNSELING RELIGION: THERAPY AGAINST FOWL THE DISEASE  OF MODERN MAN.  Among  the  functions of Islamic law is to protect the religion of the soul, mind, physical wealth and their descendants. All acts that humble prioritising man where works less good will has spillover effects on the destruction of the man of modern dizaman, therefore the teachings of Islam is replete with the demands of how to maintain the health of the physical and spiritual health physically and mentally. The ineffectiveness of human  disability play in the scene of modern  civilisations that passes without  be stopped and that cause most of the beginning of modern man plummet into the difficult situation that according to the term Humanist Psychologist referred to as a man in life that terkekang kerangkeng , a term that describes one of modern man (suffer the disease of modern man).  Now what is meant by a disease of modern man is currently psychological disorders  in pain by the  people  who live  in the  environment  of civilisations that actually. modern man as it is in fact the man who have lost their meanings, man is empty, good empty from the values of religion and the void from the value of his life. They anxious each time must take decisions, they did not know what to expect and are not able to select the desired way of life. When  it is infected with a disease like this, then the role of religious therapy should be able to navigate so that they do not add dissolved in the edge of the modern diperadaban today.Keywords: Counseling   Religion,   Psychological Disorders, Modern Man
KONSELING ISLAM BAGI INDIVIDU BERPENYAKIT KRONIS MORBUS HANSEN Hidayanti, Ema
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kusta atau morbus hansen secara umum mengalami cacat ganda yaitu cacat fisik dan cacat psikososial. Komplesitas problem yang dihadapi penderita kusta ditangani melalui program lintas terpadu, yang meliputi rehabilitasi medik, rehabilitasi mental psikologik, pendidikan kekaryaan dan rehabilitasi sosial. Bentuk rehabilitasi mental psikologis salah satunya bisa dilakukan melalui pemberian layanan konseling Islam sebagaimana yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo sebagai pusat rujukan kusta di Jawa Tengah. Berangkat dari fenomena tersebut, kajian ini mencoba menjawab dua permasalahan penting yaitu bagaimana kondisi psikologis dan bagaimana pelaksanaan konseling Islam bagi individu kronis morbus hansen di RSUD Tugurejo Semarang. Hasilnya kondisi psikologis pasien kusta sangat beragam antara mulai dari shock, stres, stigmatisasi  diri, isolasi diri, keinginan bunuh diri,  dan gangguan konsep diri.  Sedangkan pelayanan konseling Islam diberikan secara rutin baik individu maupun kelompok, dan menerapkan model hikmah, mauidzah hasanah dan mujadalah.Kata Kunci: Konseling Islam, Individu, Penyakit Kronis Morbus Hansen.ISLAMIC COUNSELLING FOR THE INDIVIDUAL DISEASED CHRONIC MORBUS HANSEN. Patients with leprosy or morbus hansen in general experience a double disability namely physically and psychosocial  disability.   Complex   ecology  problem faced  by patients with leprosy handled through integrated traffic program that includes medical rehabilitation, mental rehabilitation psychological, public works education and social rehabilitation. The form of mental rehabilitation  psychological one only can be done through the gift of Islamic counselling service as was done in the Regional General Hospital Tugurejo as referral center of leprosy in Central Java. Journeyed from the phenomena the study attempts to answer two important issues that is how the psychological condition and how the implementation of Islamic counselling for the individual  chronic morbus hansen in RSUD Tugurejo Semarang. As a result the psychological condition of leprosy patients very varied between the start of the shock, stress, stigmatisasi himself self isolation, desire suicide, and disruption of the concept of self. While  counseling services Islam given routinely both individuals and groups and apply the model of wisdom, mauidzah  hasanah and mujadalah. Keywords: Counseling Islam, the individual Diseased Chronic Morbus Hansen.
LAYANAN INFORMASI TENTANG PERILAKU SEKS DALAM BINGKAI ISLAM Muhyidin, Imam
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku  seks merupakan suatu naluriah yang melekat pada manusia. Tujuan penelitian ini bermaksud mengungkap bagaimana bahwa layanan  informasi menjadi jembatan bagaimana Islam memberikan  nilai aturan yang sangat diperlukan agar manusia dapat bertindak sesuai dengan norma, baik norma masyarakat maupun norma agama (Islam). Melalui  pendekatan layanan informasi ini dapat menjadi masukan agar manusia menggunakan potensinya sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual.  Artinya pemenuhan kebutuhan seks tetap berpedoman pada pemenuhan potensinya.  Melalui analisa kasus-kasus yang terjadi memberikan gambaran bahwa Konstruk seksualitas  berakar pada ideologi kultur yang ditegakkan berdasar pada kerangka normatif  yang dominan. Di Indonesia, Islam menjadi kerangka normatif yang dominan, mengingat sebagian besar penduduknya beragama Islam. Sehingga menganggap  seksualitas merupakan kontruksi sosial atas konsep tentang nilai, orientasi,  dan perilaku  yang berkaitan dengan seks. Selain merujuk pada identitas pribadi dan sosial manusia. Hubungan antar jenis merupakan salah satu objek yang diberi perhatian khusus dalam Al-Qur’an, sebagai sesuatu yang harus di atur agar dapat dijalani dengan benar. Artinya Al- Qur’an  sendiri bukan menetapkan larangan,  tetapi mengatur hubungan seksualkata kunci: Layanan Informasi, Perilaku Seks  Abstract SERVICE INFORMATION ABOUT SEX BEHAVIOR IN THE FRAME OF ISLAMTHE HIGH PRIEST MUHYIDDIN. Sexual behavior  is  a instinctively  inherent  in man. The  purpose  of this research is intended  to reveal how that information  services become the bridge how Islam  gives the value of the  rule that is needed so that people can act in accordance with the norms, both the norms of society and religious norms (Islam). Through this information service approach can become inputs for people to use as a potential living bio- psychosocial support socio-spiritual. This means that the fulfillment of sexual needs remain modeled on the fulfillment of potential. Through the analysis  of the cases happened  give description  that the change of sexuality  is rooted in the ideology of the culture that is established  based on the dominant  normative framework. In Indonesia, Islam became the dominant  normative framework, considering that the majority of the population  is Muslim. So consider sexuality is a social construction spending on the concept of the value orientation and behavior that related with sex. In addition  to refer to the personal identity and social man. The relationship between the type of is one of the objects that are given special attention  in the Qur’an, as something that must be set in order to walk properly. This means that the Qur’an itself was not specify the ban, but set sexual relations Key Words:  Service Information, sex behavior in the frame of Islam

Page 5 of 47 | Total Record : 470