cover
Contact Name
Arfan
Contact Email
arfanaziz@uinjambi.ac.id
Phone
+6281374802999
Journal Mail Official
innovatio@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Post Graduate Studies/ Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jl. Arif Rahman Hakim No.111, Simpang IV Sipin, Telanaipura, Kota Jambi, Kodepos: 36361 | Telepon: (0741) 60731 | email: innovatio@uinjambi.ac.id
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Innovatio : Journal for Religious Innovations Studies
ISSN : 14124378     EISSN : 25412167     DOI : https://doi.org/10.30631/innovatio
INNOVATIO is Journal for Religious Innovations Studies, P-ISSN: 1412-4378 and E-ISSN: 2541-2167, an academic journal published twice a year in June and December by the Post Graduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. This journal is open access and publishes Islamic studies research in several academic such as education, Islamic law, shariah, social sciences, and humanities. The journal accepts manuscripts from contributors with a relevant scientific background.
Articles 104 Documents
The Use of Role-Play to Improve Speaking Ability at MTs Samarinda sumaningsih -
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.488 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.125

Abstract

Abstract: The preliminary study in teaching speaking at MTs AlMuna Samarinda was not satisfied; the students were reluctant to speak English, were shy and not confident to express ideas orally, and were afraid of being ridiculed by their friends. Their speaking skills' average score was 63.06, and it was below the minimum passing grade, that is, 70. This study tried to improve the students' ability to speak through role-play. The action research was carried out in two stages. The instruments of the study are observation, documentation, and speaking test. The findings of the study show that role-play could improve the students' speaking ability. It was proven by improving their speaking skill, from 63.06 in the preliminary study up to 76.6 in cycle II. Abstrak: Hasil studi pendahuluan dalam pembelajaran speaking di MTs AlMuna Samarinda tidak memuaskan; siswa enggan berbicara bahasa Inggris, mereka malu-malu dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan ide secara lisan, dan mereka takut ditertawakan oleh teman-temannya. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa adalah 63,06 dan berada di bawah nilai kelulusan minimal yaitu 70. Penelitian ini berusaha untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui permainan peran. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Instrumen penelitian adalah observasi, dokumentasi, dan tes berbicara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan kemampuan berbicara mereka dari 63,06 pada pembelajaran pendahuluan menjadi 76,6 pada siklus II. Kata-kata kunci: speaking, ELT, bermain peran
Women, Islamic Boarding Schools, and Communications: Interpersonal Approach of Islamic Boarding School Leadership D.I. Ansusa Putra; Sandi Maspika; Umdatul Maghfiroh
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.513 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.127

Abstract

Abstract: The reality of pesantren that is identical with Kyai and masculinity is caused by a gender bias towards women's leadership. Women are deemed incapable of being communication leaders to mobilize Islamic Boarding school activities. Contrary to that, this article aims to prove that women's leadership communication patterns can positively impact pesantren activities, even though a female leader faces several problems at the Islamic boarding school. This article uses a descriptive qualitative method based on the leadership observation of Dra. Tiaman at the Ummul Masakin Islamic Boarding School, Jambi. This study also uses in-depth interview techniques and data documentation related to the themes: 1) Leadership, 2) Communication, and 3) Islamic boarding schools. The article reveals that the leadership of women in Islamic boarding schools can positively impact the development of the students' personality and the activities of the Islamic Boarding School because interpersonal communication patterns dominate the communication patterns that are built. Women have the power of wisdom to drive positive things and minimize negative things, such as conflicts or disharmony problems, especially in Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools. Abstrak: Realitas pesantren yang identik dengan kiyai dan maskulinitas disebabkan oleh bias gender terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan dianggap tidak cakap menjadi communication leader untuk menggerakkan aktifitas kepesantrenan. Bertentangan dengan itu, artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pola komunikasi kepemimpinan perempuan mampu memberikan dampak yang positif terhadap aktifitas pesantren, meskipun terdapat berberapa problematika yang dihadapi oleh seorang pemimpin perempuan di pondok pesantren. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari observasi kepemimpinan Dra. Tiaman di pondok pesantren Ummul Masakin, Jambi. Penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi data yang berkaitan dengan tema: 1) Kepemimpinan, 2) Komunikasi, dan 3) Pondok pesantren. Artikel menyimpulkan bahwa Kepemimpinan perempuan di pondok pesantren dapat memberikan dampak positif kepada pengembangan kepribadian santri dan aktifitas kepesantrenan karena pola komunikasi yang dibangun yang didominasi oleh pola komunikasi interpersonal. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kekuatan wisdom yang mampu menggerakkan hal positif dan meminimalisir hal negative, seperti konflik atau problem disharmoni khususnya pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Kata-kata kunci: Pola Komunikasi, Pemimpin Perempuan, Pondok Pesantren
Educational Social Movement of Indonesian Women from Pre-Independence to Reform Era Afifa Nabila Afdhalia; Siti Raudhatul Jannah
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.033 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.128

Abstract

Abstract: This article attempts to examine the gradation of the social movement of Indonesian women's education from time to time, starting from the pre-independence era to the Reformation period. A long movement that does not exist in a vacuum arises from recognising women's status to men who have always held an imperial position. This article itself is conducted in a descriptive qualitative technique with a historical thinking approach. The authors found that the imperial position of women is caused by many factors, both religious views that place women lower than men and a gradation in the social movement of education throughout the history of the life of the Indonesian nation, from the pre-independence era to the reformation era. Even the thought of upholding women's rights as equal to men has existed since the pre-independence era, as can be seen from the fantastic Indonesian female figures, not only because of their thoughts and actions that predate their era but also because of their enormous concern. On efforts to emancipate women, such as those carried out by Dewi Sartika or RA. Kartini. This spirit has continued to develop from time to time to produce a social education movement driven by the two most prominent Islamic organisations in Indonesia, namely Muhammadiyah through its female organisation Aisyiyah and NU through the NU Muslimat movement produced many breakthroughs in the social education sector. Abstrak: Artikel ini diupayakan menelisik gradasi gerakan sosial pendidikan wanita Indonesia dari masa ke masa, mulai dari masa pra kemerdekaan hinggar masa Reformasi. Sebuah gerakan panjang yang tidak hadir di ruang hampa namun muncul dari sebuah kesadraan tentang posisi wanita vis a vis dengan pria yang selama ini senantiada di posisikan dalam posisi yang imperior. Artikel ini sendiri dilakukan dalam tekni kulaitatif deskriftif dengan pendekatan pemikiran historis. Hasilnya penulis menemukan bahwa posisi imperior wanita diakibatkan oleh banyak faktor termasuk di dalamnya pandangan keagamaan yang menempatkan wanita lebih rendah dibandingkan pria. Selanjutnya penulis juga menemukan adanya gradasi pergerakan sosial pendidikan di sepanjang sejarah kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari masa pra kemerdekaan hingga reformasi. Bahkan pemikiran untuk menegakkan hak-hak wanita sederajat dengan pria telah ada sejak masa pra kemerdekaan, sebagaimana dapat diloihat dari figur-figur wanita Indonesia yang amat mengagumkan, tidak saja karena pikiran dan tindakan mereka yang mendahului zamannya, namun juga karena konsern mereka yang amat besar pada upaya emansipasi wanita, seperti yang dilakukan oleh Dewi Sartika ataupun RA. Kartini. Semangat inilah yang terus berkembang dari masa ke masa hingga menghasilkan gerakan sosial pendidikan yang dimotori oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah melalui ormas kewanitaannya Aisyiyah dan juga NU melalui pergerakan Muslimat NU yang dewasa ini telah menghasilkan banyak gebrakan di bidang sosial pendidikan. Kata-kata kunci: Gerakan Wanita, Sosial Pendidikan, Islam, Indonesia.
Stress Management during the Covid 19 Pandemic: Solutions and Settlement Approaches at Madrasah Aliyah Al-Hidayah, Bandung City Badrudin -; Zahira Aini Qolby
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.692 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.129

Abstract

Abstract: The Covid-19 pandemic has an impact on all aspects of life. One of the sectors affected is education. Educational activities that were initially carried out regularly, due to the Covid-19 pandemic all educational activities were carried out online. This change raises various kinds of stress in the educational institution organization. This study aims to explore stress management at MA Al-Hidayah during the Covid 19 pandemic by reviewing its form, settlement strategy and impact. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data obtained through interviews, observation, and documentation study. The results showed that there were three forms of stress experienced by school principals, teachers, students and parents of students at MA Al-Hidayah during the Covid 19 pandemic, namely stress in the form of frustration, pressure and change. Strategies taken to deal with stress include a) eliminating stressors or stressors, b) controlling the consequences of stress, c) changing individual perceptions of stressors, d) providing moral and social support. While the impact of stress refers to six aspects including a) psychological aspects, b) health aspects, c) performance aspects, d) cognitive aspects, e) emotional aspects and f) behavioral aspects. Abstrak: Pandemi covid-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Salah satu sektor yang terdampak adalah pendidikan. Kegiatan pendidikan yang mulanya dilaksanakan secara tetap muka, karena pandemi covid-19 seluruh kegiatan pendidikan dilaksanakan secara online. Perubahan ini memunculkan berbagai macam stress dalam organisasi lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplore manajemen stress di MA Al-Hidayah pada masa pandemi covid 19 dengan meninjau bentuk, strategi penyelesaian, dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga bentuk stress yang dialami oleh kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa di MA Al-Hidayah pada masa pandemi covid 19 yaitu stress dalam bentuk frustasi, tekanan, dan perubahan. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi stress tersebut di antaranya adalah dengan a) menghilangkan stressor atau pemicu stress, b) mengendalikan konsekuensi stress, c) mengubah persepsi individu terhadap stressor, d) memberikan dukungan moral dan sosial. Sedangkan dampak stress mengacu pada enam aspek di antaranya adalah a) aspek psikologis, b) aspek kesehatan, c) aspek kinerja, d) aspek kognitif, e) aspek emosi dan f) aspek perilaku Kata-kata kunci: Manajemen Stress, Madrasah Aliyah, Pandemi Covid 19
Prophetic Leadership: Examining The Prophetic Leadership Concept of The Prophet Muhammad SAW Tiarani Mirela; Zainal Arifin; M. Jamroh; Kaspul Anwar Us
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.74 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i1.130

Abstract

Abstract: In the study of Islamic Education Management (MPI), it is necessary to develop a theory or concept of leadership based on Islamic values, one of which is the concept of prophetic leadership. This study aims to analyze how the prophetic leadership concept of the Prophet Muhammad SAW can be applied in organizations. This research was conducted qualitatively with a literature review. Data analysis used the Miles and Huberman model, which consisted of three activities: data analysis, data reduction, and verification. The study results explain that the concept of prophetic leadership is leadership based on prophetic (apostolic) values. The prophetic leadership character of the Prophet Muhammad is known by four characters, namely Fatanah, Amanah, Sidiq, and Tabligh. Apart from these four characters, The Prophet Muhammad SAW is also known as a prophet whom Allah SWT sent to be a mercy for the universe. The implication of the Prophet Muhammad's Prophetic Leadership is that each of his followers is encouraged to imitate these characters and apply them in their daily lives. Abstrak: Dalam kajian Manajemen Pendidikan Islam (MPI) perlu mengembangkan teori atau konsep kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, salah satunya adalah konsep kepemimpinan profetik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana konsep kepemimpinan profetik Nabi Muhammad saw yang dapat diterapkan dalam organisasi. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan kajian literatur. Analisis data menggunakan model miles dan huberman yang terdiri dari tiga kegiatan, yaitu analisis data, reduksi data dan verifikasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang didasarkan pada nilai-nilai kenabian (kerasulan). Karakter kepemimpinan profetik Nabi Muhammad saw, dikenal dengan empat karakter, yaitu Fatanah, Amanah, Shidiq, dan Tabligh. Selain empat karakter ini, Nabi Muhammad saw, juga dikenal sebagai nabi yang diutus oleh Allah swt untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Implikasi dari Kepemimpinan Profetik Nabi Muhammad saw adalah setiap umatnya didorong untuk meneladani karakter tersebut dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata kunci: Kepemimpinan Profetik, Nabi Muhammad SAW, Rahmat
Mediation in Marriage Disputes and Divorce (Analytical Study on the Application of Mediation in the Gorontalo Religious Court) Yasin -; Faradila Hasan; Fikri Amiruddin
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.619 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i2.123

Abstract

Abstract: This article discussed mediation as a way of resolving marital disputes. Divorce was one form of marital dispute in the Religious Courts, and in terms of resolving marital disputes, mediation was required. Although the rules of mediation in the judiciary are very clear, the facts show that the disputing parties and the courts have not optimized their use so that the divorce rate every year does not experience a significant decrease; on the contrary, it increases. The theory regarding mediation procedures in the Religious Courts has clearly been stated in the Supreme Court of the Republic of Indonesia (No. 1 of 2016). This article aims to analyze the implementation of the mediation process at the Gorontalo Religious Court. Therefore, it is necessary to conduct more in-depth research on the effectiveness of the Gorontalo Religious Court to resolve marital disputes that lead to divorce, which can be avoided, and the litigants can get back together and foster a ‘sakinah mawaddah wa rahmah’ household. This article used a qualitative with an empirical juridical approach. It could be concluded that the mediation had been carried out at the Gorontalo Religious Court under the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia (No. 1 of 2016). Four factors affect successful and unsuccessful mediation, namely the litigation party factor, the mediator factor, the advocate or lawyer factor, and the representative mediation room factor. Abstrak: Artikel ini membahas mengenai mediasi sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa perkawinan. Perceraian merupakan salah satu bentuk sengketa perkawinan di Pengadilan Agama dan dalam hal penyelesiaian sengketa perkawinan tersebut maka diperlukan mediasi. Meski aturan mediasi di peradilan sangat jelas, namun fakta menunjukkan bahwa para pihak yang bersengketa dan pengadilan belum mengoptimalkan penggunaannya, sehingga angka perceraian setiap tahun tidak mengalami penurunan yang siknifikan, bahkan sebaliknya meningkat. Teori mengenai prosedur mediasi di Pengadilan Agama secara jelas telah dituangkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (No. 1 Tahun 2016). Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis implementasi proses mediasi di Pengadialan Agama Gorontalo. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai Efektifitas Pengadilan Agama Gorontalo dalam upaya penyelesaian sengketa perkara perkawinan yang bermuara pada perceraian dapat dihindari, dan para pihak yang berperkara dapat rukun kembali dan membina rumah tangga yang ‘sakinah mawaddah wa rahmah’. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Dapat disimpulkan bahwa mediasi telah dilakukan di Pengadilan Agama Gorontalo sudah sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (No. 1 Tahun 2016). Faktor mediasi berhasil dan tidak berhasil dapat disebabkan oleh 4 (empat) faktor yaitu faktor pihak berperkara, faktor mediator dan faktor advokat atau pengacara dan faktor ruang mediasi yang representatif. Kata-kata kunci: mediasi, sengketa perkawinan, pengadilan agama Gorontalo
The Socio-Historical Criticism Toward Sunnah and Ijma' In Fazlur Rahman Perspective Fauzi Muhammad; Adrianus Chatib; Fuad Rahman
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.131 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i2.132

Abstract

Sunnah and Ijma' are among the two propositions of Islamic law used by all schools of Sunni, which by Fazlur Rahman as a neo-modernist gives both specific concepts, and he succeeded in answering orientalists’ criticisms regarding the existence and strengths. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis, and includes library research type. The analysis technique used is descriptive technique. The results of this study show that Fazlur Rahman recognizes the Sunnah and Ijma’ as the postulates of Islamic law, and he also describes them based on social and historical conditions critically, and refutes all criticisms and doubts of the orientalists, with the arguments can be proven by facts, data, and spectacular. This shows that the Sunnah and Ijma’ in Fazlur Rahman's view are the same as the previous classical scholars, and he is even able to describe them in a socio-historical and historical-critical frame. Abstrak: Sunnah dan Ijma’ merupakan diantara dua dalil hukum Islam yang digunakan oleh semua mazhab Sunni, yang oleh Fazlur Rahman sebagai seorang neo-modernis memberikan konsep keduanya yang spesifik, dan ia berhasil menjawab kritikan-kritikan para orientalis mengenai eksistensi dan kekuatan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis, dan termasuk jenis penelitian kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fazlur Rahman mengakui Sunnah dan Ijma sebagai dalil hukum Islam, dan ia juga memaparkan keduanya berdasarkan kondisi sosial dan historis secara kritis, serta membantah semua kritikan dan keraguan para orientalis, dengan argumen-argumen yang dapat dibuktikan dengan fakta, data, dan spektakuler. Hal ini menunjukkan bahwa Sunnah dan Ijma dalam pandangan Fazlur Rahman sama dengan para ulama klasik terdahulu, dan bahkan ia mampu menguraikan keduanya dalam bingkai sosio-historis dan kritik-historis. Kata-kata kunci: sunnah, ijma’, Fazlur Rahman
Implementation Of ‘Mudharabah’ Contracts And Their Impacts On Fund-Raising Products In Jambi Sharia Banking Bahrul Ma'ani; Supyani -; Almusrijah Aini; Indah Maulinda
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.854 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i2.134

Abstract

Funds with the ‘mudharabah’ principle are investment funds so that Islamic banks share the proceeds only to the owners of funds that use the ‘mudharabah’ principle. The collection of funds is applied to savings and deposit products that use ‘mudharabah’ contracts. The amount of income received by the owner of the ‘mudharabah’ fund is part of the income received in cash from the distribution of funds by Islamic banks. Therefore, the funds collected with the ‘mudharabah’ principle are one of the elements in calculating profit sharing. The problem raised in the research is how to implement the ‘mudharabah’ contract and its impact on fund-raising products in Islamic banking. Two main things affect the quality or results of research: the quality of research instruments and the quality of data collection. The quality of research instruments relates to the validity and reliability of the instruments and the quality of data collection regarding the accuracy of the methods used to collect data. Therefore, an instrument tested for validity and reliability may not necessarily produce valid and reliable data if the instrument is not appropriately used in collecting data. The type of research was the quantitative technique used through interviews, observations, and documentation. In analyzing the data obtained, the authors used descriptive techniques. The results showed that applying ‘mudharabah’ contracts to fund-raising products at Islamic banks is only applied to savings and deposit products, and the advantages of products that use ‘mudharabah’ contracts are basically to make it easier for customers to transact. These products can be used as financing guarantees. There are supporting and inhibiting factors in the products that use ‘mudharabah’ contracts. These supporting factors include the existence of Islamic sharia principles, which are used as a reference for implementing a profit-sharing system on all products, especially savings and deposit products, and the existence of infrastructure facilities within the company that are pretty complete. Meanwhile, the inhibiting factors include the lack of socialization regarding Islamic banks' existence. Abstrak: Dana dengan prinsip 'mudharabah' adalah dana investasi sehingga bank syariah membagi hasil hanya kepada pemilik dana yang menggunakan prinsip 'mudharabah'. Penghimpunan dana diterapkan pada tabungan dan deposito dengan akad mudharabah. Besarnya pendapatan yang diterima oleh pemilik dana mudharabah merupakan bagian dari pendapatan yang diterima secara tunai dari penyaluran dana oleh bank syariah. Oleh karena itu, dana yang dihimpun dengan prinsip 'mudharabah' menjadi salah satu unsur dalam menghitung bagi hasil. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan akad mudharabah dan dampaknya terhadap penghimpunan dana di perbankan syariah. Dua hal utama yang mempengaruhi kualitas atau hasil penelitian: kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkaitan dengan validitas dan reliabilitas instrumen serta kualitas pengumpulan data mengenai ketepatan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Jenis penelitian yang digunakan adalah teknik kuantitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data yang diperoleh, penulis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad mudharabah pada produk penghimpunan dana di bank syariah hanya berlaku pada produk tabungan dan deposito, dan keunggulan produk yang menggunakan akad mudharabah pada dasarnya adalah untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Produk-produk ini dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan. Ada faktor pendukung dan penghambat dalam produk yang menggunakan akad mudharabah. Faktor pendukung tersebut antara lain adanya prinsip syariah Islam yang dijadikan acuan penerapan sistem bagi hasil pada semua produk khususnya produk tabungan dan deposito, serta adanya sarana prasarana di dalam perusahaan yang cukup lengkap. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain kurangnya sosialisasi tentang keberadaan bank syariah. Kata-kata kunci: mudharabah, implementasi, dampak, produk penghimpunan dana, perbankan syariah.
Philosophy of Science: Definition, Object of Study, Scope, and Method Sulistiyowati Gandariyah Afkari; Ridhoul Wahidi; Ahmad Syukri; Badarussyamsi -
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.291 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i2.135

Abstract

Philosophy of Science is the study of all human life and thought phenomena critically and described in basic concepts. Philosophy is necessary for proving an accident or phenomenon and substance because, with philosophy, it can be proven that something exists or might exist. After all, with reason, a substance can be proven, and that the substance was formed from philosophy. There are two objects of study in the philosophy of science: a) material objects and b) formal objects. The scope of the philosophy of science is threefold, namely: a) Ontology, b) Epistemology, and c) Axiology. There are ten basic methods of philosophy of science, but in this study, the author only discusses three methods: a) Positivism Method, b) Phenomenological Method, and c) Critical Method. The purpose of the philosophy of science is to break the confinement of the human mind. By understanding and studying philosophy, humans can break the ice, rigidity, and even confinement of their minds by re-questioning everything that exists. Abstrak: Filsafat Ilmu adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat sangat dibutuhkan dalam membuktikan suatu aksiden atau fenomena dan Subtansi karena dengan filsafat bisa terbukti sesuatu itu ada atau mungkin ada, karena dengan akal bisa dibuktikan suatu substansi dan substansi itu terbentuknya dari filsafat. Objek Kajian dalam Filsafat Ilmu ada dua, yaitu: a) Objek Material dan b) Objek Formal. Ruang lingkup filsafat ilmu ada tiga, yaitu: a) Ontologi, b) Epistimologi dan c) Aksiologi. Metode filsafat ilmu pada dasarnya ada sepuluh metode, akan tetapi dalam kajian ini penulis hanya membahas tiga metode, yaitu: a) Metode Positivisme b) Metode Fenomenologi dan c) Metode Kritis. Tujuan filsafat ilmu sebagai pendobrak keterkungkungan pikiran manusia. Dengan memahami, dan mempelajari filsafat manusia dapat menghancurkan kebekuan, kakakuan, bahkan keterkungkungan pikirannya dengan kembali mempertanyakan segala yang ada. Kata-kata kunci: filsafat ilmu, pengertian, objek kajian, ruang lingkup, metode
Cosmogony in the Perspective of the Prophet of Muhammad’s Utterances Danusiri -
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.816 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v21i2.136

Abstract

The study reports on a version of the cosmogonic information amidst the various chronicle stories of the world's great tribes. The Prophet Muhammad's version of cosmogony has dimensions of transcendentalism. The version also contains the actual value of the Islamic faith, rather than just a myth. The study uses qualitative with library research, and the data were sourced from nine standard hadith books, at digital ‘Lidwa Pustaka-I’ Software ‘Kitab 9 Imam Hadith’ (2009). The study applied thematic and chronological methods to describe how the universe has begun, created a shape until the end of its existence. Allah has created the universe from ‘nothing’ into ‘existence’. Based on His mercy, pre-designed was pitch black at the beginning of the world’s creation. Light arose simultaneously with the process of the occurring part of the universe. The findings reveal that the entire contents of the universe designated as facilities for life where the earth is helpful for human life. At one point, nature will shrink because Allah grasps it, the layout of every celestial body changes completely, and its aftermath is unknown to humans. Abstrak: Kajian ini melaporkan informasi pada sebuah versi kosmogonik di tengah berbagai kisah kronik suku-suku besar dunia. Kosmogoni versi Nabi Muhammad SAW memiliki dimensi transendentalisme. Versi tersebut juga memuat nilai aktual dari akidah Islam, bukan sekedar mitos. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan studi kepustakaan, dan data bersumber dari sembilan kitab hadis standar, pada software digital 'Lidwa Pustaka-I' 'Kitab 9 Imam Hadith' (2009). Kajian ini menerapkan metode tematik dan kronologis untuk menggambarkan bagaimana alam semesta dimulai, diciptakan dan dibentuk hingga akhir keberadaannya. Allah telah menciptakan alam semesta dari 'tidak ada' menjadi 'ada'. Berdasarkan rahmat-Nya, pra-desain dalam keadaan gelap gulita pada awal penciptaan dunia. Cahaya muncul bersamaan dengan proses terjadinya alam semesta. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa seluruh isi alam semesta ditetapkan sebagai fasilitas kehidupan dan bumi bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pada suatu saat, alam akan menyusut karena Allah menggenggamnya, tata letak setiap benda angkasa berubah total, dan akibatnya tidak diketahui manusia. Kata-kata kunci: kosmogoni, perspektif, sabda Nabi

Page 8 of 11 | Total Record : 104