cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah Ilmiah Universitas Widya Dharma Klate
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PUISI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING KELAS VII B SEMESTER 1 SMP NEGERI 2 POLANHARJO KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010 ., Gunarto
MAGISTRA Vol 22, No 72 (2010): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

NOVEL PUDARNYA PESONA CLEOPATRA: TINJAUAN PSIKOLOGIS TOKOH Amertawengrum, Indiyah Prana
MAGISTRA Vol 25, No 85 (2013): Magistra September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

“Pudarnya Pesona Cleopatra” merupakan salah satu novel karya Habiburrahman El Shirazy. Novel ini tidak hanya sarat dengan nilai-nilai Islami, tetapi juga aspek psikologi, sehingga “Pudarnya Pesona Cleopatra’ mendapat sebutan sebagai Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa. Sebagai karya sastra, di dalam Pudarnya Pesona Cleopatra terkandung fenomena-fenomena kejiwaan yang terlihat lewat perilaku tokoh-tokohnya. Tulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis aspek psikologis tokoh dengan memanfaatkan pendekatan Psikologi Sastra. Hal itu didasarkan pada pandangan bahwa pengalaman kejiwaan pengarang yang semula terendap dalam jiwa, telah beralih ke dalam karya sastra yang diciptakannya, yang terproyeksi lewat ciri-ciri kejiwaan para tokoh imajinasinya. Selain itu, sastra sebagai gejala kejiwaan di dalamnya terkandung fenomena-fenomena kejiwaan yang terlihat lewat perilaku tokoh-tokohnya. Berpijak dari hal tersebut, karya sastra tidak mungkin dilepaskan dari pengarangya karena karya sastra tidak akan terlahir tanpa pengarang, sehingga keterangan tentang psikologi pengarang akan bermanfaat bagi kajian psikologi sastra. Psikologi, selain dapat digunakan untuk menganalisis jiwa pengarang melalui karya sastranya, dapat juga digunakan untuk mengamati tingkah laku dan kehidupan kejiwaan tokoh-tokoh dalam novel. Konflik batin yang dialami tokoh dari awal cerita, antara menolak atau menerima keinginan orang tua, untuk menikah dengan gadis pilihan ibunya inilah yang memunculkan konflik-konflik batin berikutnya di sepanjang cerita karena tokoh tidak berdaya menolak keinginan ibunya. Konflik demi konflik kejiwaan yang dialami tokoh terjalin secara intens sehingga menambah kekuatan novel dari aspek psikologis tokoh. Kata kunci: pergulatan batin; psikologis tokoh
MENGEMBANGKAN BERFIKIR RAIONAL PADA ANAK DIDIK Abdullah, Nandiyah
MAGISTRA Vol 16, No 48 (2004): Magistra Edisi Maret
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a
PENANGANAN PASCAPANEN PADI ., Sulardjo
MAGISTRA Vol 26, No 88 (2014): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Penerapan teknologi prapanen saja ternyata belum cukup untuk mendukung upaya pencapaian sasaran kecukupan pangan, peningkatan pendapatan petani, dan pemerataan kesempatan kerja. Upaya tersebut harus didukung oleh pengamanan produksi melalui penerapan pascapanen. Usaha penyelamatkan hasil padi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dapat dilakukan antara lain dengan meningkatnya kemampuan petani untuk memanen, merawat, mengeringkan, menyimpan, dan memberaskan, serta meningkatnya mutu hasil panen maupun hasil olahan. Teknologi pascapanen dapat mengamankan hasil panen dan mengolah hasil menjadi komoditas bermutu, siap dikomsumsi, selain dapat pula meningkatkan daya guna hasil maupun limbah hasil olahan. Petani melaksanakan proses pengamanan produksi pada tahap paling rawan, yakni panen (pengumpulan, perontokan, pembersihan, dan pengangkutan), pengeringan (penjemuran, pembalikan dan pembersihan) dan pengolahan (penggilingan, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan). Upaya ini lebih banyak ditujukan untuk menyelamatkan kehilangan hasil daripada mengurangi susut maupun meningkatkan mutu karena terbatasnya kemampuan petani, baik dalam penguasaan teknologi, penyediaan sarana, maupun permodalan. Proses pascapanen merupakan rangkaian masalah yang luas dan kompleks, yang tidak hanya ditentukan oleh masalah teknis tetapi juga melibatkan sosial dan ekonomi. Teknologi pascapanen tepat guna mutlak diperlukan karena berkaitan dengan jumlah dan mutu komoditas. Masalah pendayagunaan hasil dan limbah hasil panen serta hasil olahan juga perlu mendapatkan perhatian untuk dapat menunjang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
KAJIAN TENTANG BEBERAPA KESULITAN PENERJEMAHAN DALAM KAITANNYA DENGAN BUDAYA Setiyanto, Yohanes Mei
MAGISTRA Vol 21, No 69 (2009): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Penerjemahan merupakan proses pengalihan makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran yang rumit. Kerumitan tersebut dapat menimbulkan beberapa kesulitan, diantaranya berkaitan dengan kebudayaan mengingat bahasa membawa budaya. Dicontohkan di dalam kajian ini tentang beberapa kasus karakterjemahan karena factor kebudayaan. Beberapa kasus karakterjemahan tersebut harus diwaspadai penerjemah mengingat ia adalah jembatan menyeberangnya makna dan budaya dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran.
PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ., Gunarto
MAGISTRA Vol 23, No 75 (2011): Magistra Edisi Maret
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contextual Teaching And Learning (CTL) adalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran dalamkelas. Tujuan tulisan ini memberikan gambaran secara ringkas tetapi menyasar pada substansi tentang CTLkepada guru dan peserta didik pada umumnya. Tulisan ini merupakan sebuah analisis dari literatur yang sayaambil selektif dan tidak menyeluruh, namun dipandang representative. Komponen CTL meliputi : Constructivism;Inquiry;  Questioning;  Learning Community;  Modeling;  Reflection; dan Authentic Assesment, sedangkankarakteristik CTL terdiri : kerjasama, menyenangkan, berpusat pada siswa, menggunakan berbagai sumber,pembelajaran terpadu, mengutamakan pengalaman nyata. Kesimpulan CTL adalah pendekatan pembelajarnyang sangat tepat digunakan sebab mengkaitkan bahan ajar dalam pembelajaran dengan kehidupan nyatapeserta didik.Kata kunci : Contextual Teaching And Learning
PEMAHAMAN KEMBALI LOCAL WISDOM ETNIK JAWA DALAM TEMBANG MACAPAT DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN BUDI PEKERTI BANGSA Setiyadi, M.Hum, Dr. D.B. Putut
MAGISTRA Vol 24, No 79 (2012): Magistra Edisi Maret
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Kearifan lokal  (local wisdom) etnik Jawa yang berupa ajaran budi pekerti luhur antara lain  terdapatdalam tembang macapat. Kearifan lokal tersebut berkembang di kalangan masyarakat melalui tradisi lisanyang berupa kebiasaan melantunkan tembang macapat baik secara perorangan maupun kolektif. Salah satupakar tembang mengatakan bahwa  tembang bisa dipakai sebagai  sarana membangun kehalusan budi dancita rasa keindahan. Karena itu, jika di dalam larik-larik tembang itu disisipkan ajaran-ajaran budi pekertiyang luhur, maka dengan mudah dapat diingat-ingat dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Keindahantembang ketika dilantunkan juga bisa menyebabkan orang-orang terpesona. Dengan melantunkan tembangotomatis masyarakat juga menjadi hafal akan ajaran-ajaran yang terselip di dalamnya.  Kearifan lokal etnikJawa  tersebut  antara  lain  terdapat  dalam    Tripama,  Wulangreh,  dan  Kalatidha  karya  Mangkunagara  IV,Pakubuwana IV, dan Ranggawarsita. Pesan penulis tembang  tersebut berupa piwulang (ajaran) budi pekertiluhur yang dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan,  negara (raja), danmanusia lainnya. Sebagai contoh, yaitu ajaran tentang sikap kapahlawanan, nasionalisme, berperilaku positifdan upaya menghindari perilaku negative, cara mengelola pemerintahan yang harus selalu eling ‘ingat’ danwaspada  agar tidak terseret arus  zaman edan. Pendidikan budi pekerti luhur melalui media tembang sepertitelah dilakukan oleh etnik Jawa tersebut  kiranya dapat dimanfaatkan dalam pendidikan budi pekerti luhurbagi bangsa Indonesia.Kata kunci: tembang macapat, budi pekerti luhur, kearifan lokal etnik Jawa
STRATEGI BELAJAR METAKOGNISI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Riyadi, Iswan
MAGISTRA Vol 24, No 82 (2012): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Tulisan ini didasari oleh keresahann penulis bahwa selama ini guru IPS tidak pernah mengajari siswanya strategi belajar yang melibatkan aspek metakognisi. Guru hanya sekedar melaksanakan tugas keseharian dengan konsep mentransfer sejumlah besar materi kepada siswa. Penguasaan materi oleh siswa diharapkan datang dari siswa sendiri. Rendahnya penguasaan materi pada mata pelajaran IPS di tingkat SMP juga sering dikaitkan dengan persoalan sedikitnya alokasi waktu dibandingkan dengan jumlah materi yang harus diajarkan oleh guru. Keadaaan ini menyebabkan pembelajaran IPS menjadi kering dan membosankan. Para peneliti di bidang pengajaran IPS selama ini kurang berminat terhadap pengembangan berbagai strategi belajar dalam rangka peningkatan kompetensi siswa pada mata pelajaran IPS. Penulis meyakini bahwa mengajarkan sejumlah strategi belajar metakognisi merupakan salah satu jalan terbaik agar siswa dapat menguasai materi IPS secara lebih baik. Intervensi strategi belajar metakognisi, yang terdiri dari (1) menggarisbawahi, (2) membuat catatan pinggir, (3) membuat ringkasan, (4) membuat peta konsep, diyakini mampu meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran IPS. Tulisan bagian I ini akan fokus pada dua strategi belajar metakognitif yang pertama yaitu strategi belajar metakognitif menggarisbawahi dan strategi belajar metakognitif membuat catatan. Kata Kunci : Metakognisi, strategi belajar, kompetensi siswa
ENGLISH ELLIPTICAL CONSTRUCTION Haryanti, Sri
MAGISTRA Vol 22, No 73 (2010): Magistra Edisi September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Konstruksi elipsis/pelesapan merupakan jenis konstruksi yang didalamnya penutur atau penulis menghilangkan satu atau lebih ememen. Tujuan pemaparan konstruksi elipsis adalah untuk memberikan gambaran tentang macam-macam elipsis dalam kalimat. Elipsis dibagi menjadi dua macam: elipsis berdasarkan konteks linguistik dan elipsis berdasarkan konteks non-linguistik. Elipsis berdasarkan konteks linguistik dapat terjadi pada klausa finit adverbia, klausa non-finit adverbia dan tanpa kata kerja, modifikasi akhir, dan klausa tambahan. Elipsis bedasarkan konteks non-linguistik banyak terjadi dalam dialog yang dapat berupa repetisi, perluasan dan penggantian. Elemen-elemen yang dapat dihilangkan dari suatu konstruksi diantaranya: artikel, pronomina kepemilikan dan orang, verba auxiliary, subjek, predikat, objek langsung atau pelengkap subjek. Kata-kata kunci: elipsis, linguistik, non-linguistik.
ALGORITMA UNTUK MENAMBAH WARNA PADA VIDEO KLIP ANIMASI Wiyanta, Sri
MAGISTRA Vol 19, No 61 (2007): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Grayscale video adalah suatu teknik yang bermanfaat di dalam keilmiahan untuk menghitung visualisasi dan tampilan. Dalam paper ini kami memperkenalkan suatu metode untuk memindahkan warna dari suatu gambar acauan ke seluruh video. Walaupun permasalahan yang umum dalam menambahkan warna kepada suatu grayscale gambar yang tidak eksak, solusi sasaran, pendekatan yang sekarang mencoba untuk membebaskan pemakain dari pekerjaan yang memerlukan banyak tenaga, kalau tidak pemakai boleh menyumbangkan ketrampilan mereka ke gambaran acuan. Dibanding memilih warna RGb dari suatu palet untuk mewarnai komponen individu, kita lebbih baik menggunakan ruang warna yang lain, yang disebut laa, yang memperkecil korelasi antar saluran untuk banyak peristiwa alami. Mengambil keuntungan dari korelasi antara dua gabungan bingkai video, kita menjejaki objek dan menunjukkan warna di bingkai yang terdahulu itu ke satu posterior. Hasil percobaan menunjukan bahwa algoritma bekerja dengan baik.

Filter by Year

2002 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 30, No 103 (2018): Magistra Maret Vol 29, No 102 (2017): Magistra Desember Vol 29, No 101 (2017): Magistra September Vol 29, No 100 (2017): Magistra Juni Vol 29, No 99 (2017): Magistra Maret Vol 28, No 98 (2016): Magistra Desember Vol 28, No 97 (2016): Magistra September Vol 28, No 96 (2016): Magistra Juni Vol 28, No 95 (2016): Magistra Maret Vol 26, No 91 (2015): Magistra Edisi Maret 2015 Vol 27, No 93 (2015): Magistra September Vol 27, No 92 (2015): Magistra Juni Vol 27, No 91 (2015): Magistra Maret Vol 26, No 94 (2015): Magistra Desember Vol 26, No 93 (2015): Magistra Edisi September Vol 26, No 92 (2015): Magistra Edisi Juni Vol 26, No 90 (2014): Magistra Edisi Desember Vol 26, No 89 (2014): Magistra Edisi September Vol 26, No 88 (2014): Magistra Edisi Juni Vol 26, No 87 (2014): Magistra Edisi Maret Vol 25, No 86 (2013): Magistra Edisi Desember Vol 25, No 85 (2013): Magistra September Vol 25, No 84 (2013): Magistra Edisi Juni Vol 25, No 83 (2013): Magistra Edisi Maret Vol 24, No 82 (2012): Magistra Edisi Desember Vol 24, No 81 (2012): Magistra Edisi September Vol 24, No 80 (2012): Magistra Edisi Juni Vol 24, No 79 (2012): Magistra Edisi Maret Vol 23, No 78 (2011): Magistra Edisi Desember Vol 23, No 76 (2011): Magistra Edisi Juni Vol 23, No 75 (2011): Magistra Edisi Maret No 77 (2011): Magistra Edisi September Vol 22, No 74 (2010): Magistra Edisi Desember Vol 22, No 73 (2010): Magistra Edisi September Vol 22, No 72 (2010): Magistra Edisi Juni Vol 21, No 70 (2009): Magistra Edisi September Vol 21, No 69 (2009): Magistra Edisi Juni Vol 21, No 68 (2009): Magistra Edisi Maret Vol 20, No 67 (2008): Magistra Edisi Desember Vol 19, No 61 (2007): Magistra Edisi Juni Vol 19, No 60 (2007): Magistra Edisi Maret Vol 23, No 58 (2006): Magistra Edisi September Vol 27, No 55 (2005): Magistra Edisi Desember Vol 26, No 50 (2004): Magistra Edisi September Vol 26, No 48 (2004): Magistra Edisi Maret Vol 16, No 51 (2004): Magistra Edisi Desember Vol 16, No 49 (2004): Magistra Edisi Juni Vol 16, No 48 (2004): Magistra Edisi Maret Vol 14, No 40 (2002): Magistra Edisi Maret More Issue