cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah Ilmiah Universitas Widya Dharma Klate
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
SEKS BEBAS (FREE SEX) Almasitoh, Ummu Hany
MAGISTRA Vol 25, No 85 (2013): Magistra September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Kata sex sering kita dengar dan hampir tidak pernah sepi hinggap ditelinga kita dalam kehidupan sehari-hari. Sex adalah kata yang teruntai dari 3 huruf tetapi mempunyai makna dan arti yang sangat banyak dan bervariasi. Sex merupakan topik yang paling  kontroversial di dalam masyarakat kita.  Kebanyakan masyarakat kita memandang sex sebagai “sesuatu” yang menyeramkan, jorok dan menjijikkan,  kotor dan nista. Sex dianggap sebagai sesuatu yang tabu dan tidak pantas untuk dibicarakan secara terbuka tanpa alasan yang jelas. Di samping itu seringkali sex diidentikkan dengan sesuatu yang haram berlumur dosa. Untuk mengatasi masalah-masalah ini diperlukan adanya pemahaman dan penerangan tentang sex secara benar dan tepat yang dilandasi oleh nilai-nilai agama, budaya dan etika yang ada di masyarakat. Penyuluhan dan penerangan tentang sex harus dilandaskan pada ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, sehingga seorang remaja akan mendapatkan informasi yang benar dan tepat dengan berlandaskan pada nilai-nilai agama dan keimanan yang kuat sehingga seorang remaja dapat terhindar dari free sex. Kata kunci: sex, free sex
SELAYANG PANDANG TENTANG PARTAI POLITIK DALAM KEPOLITIKAN NASIONAL Ghofir, Abdul
MAGISTRA Vol 19, No 61 (2007): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a
ENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA KULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE DEBAT PLUS DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MAHASISWA TINGKAT 2 SEMESTER III DI IKIP PGRI BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 Mayasari, Novi
MAGISTRA Vol 26, No 88 (2014): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuiapakah peningkatan ketrampilan berbicara pada mata kuliah belajar dan pembelajaran dengan metode debat plus dalam proses pembelajaran metematika pada mahasiswa tingkat 2 semester III di IKI PGRI Bojonegoro tahun pelajaran 2013/2014.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwametode debat plus dapatmeningkatkan ketrampilan berbicara mahasiswa tingkat 2 semester III di IKIP PGRI Bojonegoro Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci:Metode Debat Plus, dan Ketrampilan Berbicara.
PENDUDUK MAKIN MUDAH MENJADI PENYAKITAN Riyadi, Iswan
MAGISTRA Vol 21, No 69 (2009): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a
EVALUATING LECTURER’S ACADEMIC PERFORMANCE OF COKROAMINOTO UNIVERSITY OF YOGYAKARTA Sumekto, Didik Rinan
MAGISTRA Vol 23, No 76 (2011): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan persepsi kinerja dosen ditinjau dari (1) penguasaan materikuliah, (2) manajemen kelas, (3) komunikasi dosen dan mahasiswa dalam proses belajar-mengajar, dan (4)kemampuan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.Populasi  penelitian  ini  adalah  seluruh  mahasiswa  di  Universitas  Cokroaminoto  Yogyakarta  yangberjumlah 1.442 orang dan sampel penelitian ini sebanyak 187 orang yang ditentukan dengan menggunakanrumus Cohen. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulandata dilakukan dengan menggunakan angket dengan 5 skala Likert Summited Rating Scale yang digunakanuntuk mendapatkan data kinerja dosen, penguasaan materi kuliah, manajemen kelas, komunikasi dosen danmahasiswa dalam proses belajar-mengajar, dan kemampuan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis korelasi sederhana dan analisis regresiganda dengan taraf signifikansi 0,05.Persepsi mahasiswa berdasarkan penguasaan materi kuliah, manajemen kelas, komunikasi dosen danmahasiswa  dalam  proses belajar-mengajar,  dan  kemampuan mengevaluasi  proses dan  hasil  pembelajaransecara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen (F = 17,676; R² = 0,280; p <0,000). Kontribusi keefektifannya sebesar 28,0%, sehingga 72,0% masih dipengaruhi oleh variabel di luarpenelitian ini. Hasil analisis linier menunjukkan pengaruh positif dan signifikan penguasaan materi kuliahterhadap kinerja dosen secara parsial (t = 2,800; p = 0,006). Manajemen kelas menunjukkan pengaruh positifdan signifikan terhadap kinerja dosen secara parsial (t = 3,220; p = 0,002). Komunikasi dosen dan mahasiswadalam proses belajar-mengajar menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen secaraparsial (t = 3,609; p = 0,000). Kemampuan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran menunjukkan pengaruhpositif dan signifikan terhadap kinerja dosen secara parsial (t = 2,745; p = 0,007). Hasil analisis persamaanregresi ganda yang diperoleh dengan cara bertahap (stepwise) adalah Y = 12,490 + 0,223X1 + 0,186X2 +0,236X3 + 0,136X4.Kata Kunci : Kinerja dosen, penguasaan materi kuliah, manajemen kelas, komunikasi, evaluasi pembelajaran
PENERAPAN ASSESMENT AUTENTIC DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 2 DELANGGU KABUPATEN KLATEN ., Gunarto
MAGISTRA Vol 22, No 73 (2010): Magistra Edisi September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin diketahui bagaimana pemahaman guru Bahasa Indonesia tentangAssesment Autentic (Penilaian Berbasis Kelas) atau penilaian sebenarnya dan bagaimana penerapan dalammelaksanakan penilaian. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penulis mengumpulkan datamelalui dokumen, wawancara mendalam (Interview dept) dan kuesioner, analisis data dengan analisis datakualitatif, sedangkan validasi datanya menggunakan validasi sumber dokumen,  hasil dan selanjutnya direduksiterus diambil keputusan. Hasil panel menunjukan bahwa format penilaian yang dipakai guru belum mengkaversemua komponen PBK utamanya aspek non kognitif. Pemahaman guru mengenai PBK masih minim dari 8guru yang diteliti baru 2 guru yang paham oleh sebab itu dari 32 rencana pelaksanaan pembelajaran yangditeliti hanya di temukan 8 RPP yang mencantumkan penilai PBK minimalis (komponen tugas saja). Kesimpulanpemahaman tentang PBK sangat perlu ditingkatkan sebagai modal kemampuan dan kemauan guru dalampenerapan PBK, disamping memberikan motivasi yang kontinu.Kata kunci : Penilaian, Penelitian kualitatif
PERANAN BIOLOGI MOLEKULER PADA PEMULIAAN TANAMAN ., Sudarmi
MAGISTRA Vol 25, No 84 (2013): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Kemajuan dalam bioteknologi tanaman, khususnya biologi molekuler akan memberikan peluang untuk mengatasi dan memecahkan masalah pada pemuliaan tanaman. Dalam pemuliaan molekuler dapat mengatasi kendala yang terkesan sulit untuk menyeleksi sifat-sifat jenis unggul dalam populasi, karena kerumitan sifat genetik yang berinteraksi dengan faktor lingkungan. Dengan kemajuan iptek dibidang biologi molekuler telah memberikan peluang untuk mengatasi keterbatasan dalam pemuliaan tanaman secara konvensional, sehingga dalam pemuliaan dapat diketahui dan dilakukan, antara lain : 1) Identifikasi dan pnentuan letak gen 2)Pemindahan gen tak terbatas 3) Peningkatan pemahaman proses genetik dan fisiologi tanaman. 4) Perbaikan diagnosis penyakit dengan metode molekuler. 5) Pengaturan produksi protein pada tanaman serealia dan kacang-kacangan untuk meningkatkan gizi. 6) Memudahkan dalam menghasilkan dan menyeleksi tanaman tahan hama, penyakit dan cekaman lingkungan. 7)Memudahkan dalam menghasilkan dan menyeleksi tanaman tahan hama, penyakit dan cekaman lingkungan. 8) Memungkinkan dilakukannya transformasi, kontruksi dan ekspresi genetik melalui teknologi DNA. Dengan biologi molekuler juga digunakan untuk mengembangkan rekayasa genetika yang dapat menciptakan tanaman transgenic secara kloning ( moleculair cloning ). Beberapa contoh tanaman transgenic yang sudah berhasil diciptakan : 1) Tanaman transgenik toleran salin 2) Tanaman transgenik tahan kekeringan 3) Tanaman transgenik resisten hama dll. Kata kunci : biologi molekuler , pemuliaan tanaman.
MENJADIKAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI (PT) YANG BERJIWA ENTREPRENEUR ., A. H Farid
MAGISTRA Vol 19, No 61 (2007): Magistra Edisi Juni
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a
GURU SEBAGAI PELAKU UTAMA PROSES PENDIDIKAN Almasitoh, Ummu Hany
MAGISTRA Vol 26, No 87 (2014): Magistra Edisi Maret
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Paradigma pendidikan mulai bergeser dari berfokus pada guru ke berfokus pada siswa. Pergeseran ini terjadi karena berkembangnya teori psikologi yang dijadikan dasar pendekatan dalam pendidikan. Ada dua teori psikologi yang dijadikan dasar dalam pendekatan pendidikan modern, yaitu psikologi kognitif dan psikologi konstruktivisme. Psikologi kognitif berasumsi bahwa (a) setiap anak secara kodrati telah dibekali dengan innate (bakat bawaan) untuk berkembang, (b) kognisi anak berkembang secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia kronologisnya, (c) setiap anak yang belajar selalu mengandung kebermaknaan Atas dasar asumsi itu, (d) anak dapat berkembang bakatnya sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Sejalan dengan itu, psikologi konstruktivisme juga berasumsi bahwa setiap anak mampu mengkonstruk kebenaran berdasarkan perkembangan kognisinya asal mendapatkan iklim yang kondusif. Karena itu, yang terpenting dalam belajar bagi anak adalah iklim yang kondusif yang dapat diberikan oleh guru. Atas dasar asumsi psikologi kognitif dan psikologi konstruktivisme di atas, siswa harus diberi porsi lebih banyak untuk beraktivitas dalam belajar. Premis ini memberikan pesan bahwa setiap guru harus merancang skenario pembelajaran yang memungkinkan anak dapat beraktivitas belajar sebanyak mungkin. Skenario pembelajaran yang memungkinkan anak dapat belajar adalah (a) dengan memilih metode yang mampu mengaktifkan belajar siswa, (b) dengan memilih media pembelajaran yang memungkinkan anak mudah menyerap informasi, (c) dengan memberikan sumber belajar yang autentik, (d) dengan memilih materi yang kontekstual, dan (e) dengan memberikaan atmosfir agar anak mampu belajar secara bermakna. Berdasarkan asumsi di atas, sebenarnya yang memegang peran penting dalam pembelajaran tetap guru tetapi peran itu diberikan kepada anak agar mereka lebih banyak aktif untuk belajar. Substansi pergeseran paradigma pendidikan di atas tidak berarti bahwa guru semakin berkurang perannnya dalam pembelajaran, tetapi justru sebaliknya. Pada waktu pembelajaran masih berfokus pada guru, guru cukup mempersiapkan pembelajaran untuk dirinya dan kemudian menyampaikannya kepada siswa. Namun, ketika pembelajaran berfokus pada siswa, tugas guru bertambah banyak, yaitu (a) merancang materi pembelajaran, (b) merancang strategi pembelajaran yang akan diterapkan kepada siswa, (c) menentukan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, (d) merancang media pembelajaran untuk mempermudah penyerapan informasi, (e) merancang pendampingan siswa selama belajar, (f) merancang rubrik penilaian proses belajar siswa, (g) merancang tes hasil belajar siswa, (h) mempersiapkan materi lebih banyak jika ada siswa yang lebih maju dalam belajar, dan lain-lain. Meskipun paradigma pendidikan bergeser, kendali pembelajaran tetap ada pada guru tetapi sebagian peran guru dialihkan kepada siswa. Siswa tidak hanya menyerap informasi dari guru sebagai sumber belajar tetapi dapat menyerap informasi dari berbagai sumber belajar baik yang disediakan guru atau usaha siswa sendiri memperoleh informasi dari berbagai sumber belajar yang lain
SEMPOA : MAMPUKAH MENINGKATKAN PERSTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ? ., Th. Kriswianti
MAGISTRA Vol 16, No 51 (2004): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

n/a

Page 8 of 40 | Total Record : 397


Filter by Year

2002 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 30, No 103 (2018): Magistra Maret Vol 29, No 102 (2017): Magistra Desember Vol 29, No 101 (2017): Magistra September Vol 29, No 100 (2017): Magistra Juni Vol 29, No 99 (2017): Magistra Maret Vol 28, No 98 (2016): Magistra Desember Vol 28, No 97 (2016): Magistra September Vol 28, No 96 (2016): Magistra Juni Vol 28, No 95 (2016): Magistra Maret Vol 26, No 91 (2015): Magistra Edisi Maret 2015 Vol 27, No 93 (2015): Magistra September Vol 27, No 92 (2015): Magistra Juni Vol 27, No 91 (2015): Magistra Maret Vol 26, No 94 (2015): Magistra Desember Vol 26, No 93 (2015): Magistra Edisi September Vol 26, No 92 (2015): Magistra Edisi Juni Vol 26, No 90 (2014): Magistra Edisi Desember Vol 26, No 89 (2014): Magistra Edisi September Vol 26, No 88 (2014): Magistra Edisi Juni Vol 26, No 87 (2014): Magistra Edisi Maret Vol 25, No 86 (2013): Magistra Edisi Desember Vol 25, No 85 (2013): Magistra September Vol 25, No 84 (2013): Magistra Edisi Juni Vol 25, No 83 (2013): Magistra Edisi Maret Vol 24, No 82 (2012): Magistra Edisi Desember Vol 24, No 81 (2012): Magistra Edisi September Vol 24, No 80 (2012): Magistra Edisi Juni Vol 24, No 79 (2012): Magistra Edisi Maret Vol 23, No 78 (2011): Magistra Edisi Desember Vol 23, No 76 (2011): Magistra Edisi Juni Vol 23, No 75 (2011): Magistra Edisi Maret No 77 (2011): Magistra Edisi September Vol 22, No 74 (2010): Magistra Edisi Desember Vol 22, No 73 (2010): Magistra Edisi September Vol 22, No 72 (2010): Magistra Edisi Juni Vol 21, No 70 (2009): Magistra Edisi September Vol 21, No 69 (2009): Magistra Edisi Juni Vol 21, No 68 (2009): Magistra Edisi Maret Vol 20, No 67 (2008): Magistra Edisi Desember Vol 19, No 61 (2007): Magistra Edisi Juni Vol 19, No 60 (2007): Magistra Edisi Maret Vol 23, No 58 (2006): Magistra Edisi September Vol 27, No 55 (2005): Magistra Edisi Desember Vol 26, No 50 (2004): Magistra Edisi September Vol 26, No 48 (2004): Magistra Edisi Maret Vol 16, No 51 (2004): Magistra Edisi Desember Vol 16, No 49 (2004): Magistra Edisi Juni Vol 16, No 48 (2004): Magistra Edisi Maret Vol 14, No 40 (2002): Magistra Edisi Maret More Issue