cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
PUBLIC HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BUANG AIR BESAR DI DESA SOGU KECAMATAN MONANO KABUPATEN GORONTALO UTARA TAHUN 2012 Antuli, Noerlayla
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini praktek sanitasi di masyarakat sangat memprihatinkan khususnya mengenai ketersediaan jamban keluarga. Masih banyak rumah tangga yang tidak memiliki jamban keluarga dan berperilaku buang air besar sembarangan, terutama didaerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara umum faktor determinan yang mempengaruhi perilaku buang air besar di Desa Sogu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriftif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang berjumlah 162 KK, sedangkan sampel sebanyak 115 KK yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif dengan cara menemukan presentase dari setiap variabel. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuisioner, kemudian dideskripsikan dengan cara menggunakan analisis presentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor determinan berdasarkan tingkat pengetahuan keluarga di Desa Sogu dengan kriteria baik sebesar 26 responden (22,6%). Untuk sikap dengan kriteria baik sebesar 36 responden (31,3%). Sedangkan untuk ketersediaan air bersih keluarga dengan kriteria baik sebesar 22 responden (19,1%). Dari ketiga indikator tersebut, faktor determinan ketersediaan air bersih yang paling dominan karena termasuk dalam kriteria kurang. Diharapkan bagi instansi terkait khususnya puskesmas Monano untuk terus melakukan penyuluhan kepada seluruh keluarga atau masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki perilaku buang air besar sembarangan, tentang pentingnya untuk memiliki jamban keluarga dan persediaan air bersih. Kata Kunci : Faktor Determinan, Perilaku, Buang Air Besar
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN MALARIA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN MALARIA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Intensitas Kebisingan dan Lama Tinggal Terhadap Derajat Gangguan Pendengaran Masyarakat Sekitar Kawasan PLTD Telaga Kota Gorontalo Tahun 2012.
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Terapan PHBS Pada Tatanan Rumah Tangga di Desa Bukit Tingki Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato Tahun 2012. Abuna, Lindawati
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk perilaku kesehatan dalam masyarakat adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga merupakan bentuk perwujudan paradigma sehat dalam budaya hidup perorangan keluarga yang berorientasi sehat, bertujuan untuk, meningkatkan, memelihara dan melindungi kesehatannya. Perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan dan dibentuk oleh pengetahuan yang diterima. Perilaku yang di dasarkan oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan. Kemudian muncul persepsi dari individu dan muncul sikap, niat, keyakinan / kepercayaan yang dapat memotivasi dan mewujudkan keinginan menjadi sebuah perbuatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan terapan PHBS pada tatanan rumah tangga di Desa Bukit Tingki Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato Tahun 2012. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga sejumlah 296 dengan jumlah sampel sebanyak 170 ibu rumah tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan terapan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan nilai probabilitas = 0,000 dan nilai &#967; 2 hitung = 110,972 > &#967; 2 tabel = 3,841. sedangkan sikap tidak ada hubungan dengan terapan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan nilai probabilitas = 0,052 dan nilai &#967; 2 hitung = 3,778 < &#967; 2 tabel = 3,841. Diharapkan Dinas kesehatan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan baik sehingga dapat dijadikan contoh atau teladan bagi masyarakat lain. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Terapan PHBS
Hubungan Antara Faktor Perilaku Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Tahun 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN POHE KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO TAHUN 2012 Badu, Afriani
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi dasar adalah syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap keluarga untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Ruang lingkup sanitasi dasar yakni sarana penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi dasar pada masyarakat nelayan di Kelurahan Pohe Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo Tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 235 KK dan seluruh unit populasi dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian (a) Sarana penyediaan air bersih yang memenuhi syarat yakni 175 KK (74.5%) dan yang tidak memenuhi syarat 60 KK (25.5%) (b) Sarana jamban keluarga yang memenuhi syarat yakni 128 KK (54.5%) dan yang tidak memenuhi syarat 107 KK (45.5%). (c) Sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat yakni 63 KK (26.8%) dan yang tidak memenuhi syarat 172 KK (73.2%). (d) Sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat yakni 182 KK (77.4%) dan yang tidak memenuhi syarat 53 KK (22.6%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gambaran sanitasi dasar pada masyarakat nelayan di Kelurahan Pohe Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo pada tahun 2012 yang telah memenuhi syarat adalah sarana air bersih, jamban keluarga, dan sarana pembuangan air limbah sedangkan untuk sarana pembuangan sampah belum memenuhi syarat. Kata Kunci: Sanitasi Dasar, Masyarakat Nelayan
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MALARIA DI DESA TUNGGULO KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia saat ini, Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2011, terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38 ribu kematian setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui Gambaran Perilaku Masyarakat Tentang Penyakit Malaria Di Desa Tunggulo Kec. Limboto Barat Kab. Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain studi Deskriptif yang bersifat observasional pendekatan Survei Rumah Tangga dengan melakukan pengamatan terhadap obyek yang diamati, wawancara dan pengisian pertanyaan terstruktur (kuesioner) terhadap responden. Populasi seluruh Kepala Keluarga Di Desa Tunggulo yaitu 812 KK dan Sampel yaitu 267 KK dengan menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lansung di lapangan, wawancara serta penyebaran angket pada responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara Analisis Univariat serta di olah dengan menggunakan computer yang melalui beberapa tahap yaitu Editing, Coding, Entry dan Tabulating. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu pengetahuan responden tentang penyakit malaria sudah banyak yang pengetahuannya baik yakni sebanyak 199 orang (74,5%), untuk Sikap masyarakat tentang penyakit malaria yaitu hanya dalam tingkatan cukup yaitu sebanyak 226 orang (84,6%), untuk tindakan masyarakat dalam penanganan penyakit malaria hanya pada kategori cukup yaitu sebanyak 143 orang (53,6%) dan untuk perilaku responden yang mencakup 3 domain perilaku kesehatan yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan yang terbanyak adalah cukup yaitu sebanyak 223 orang (83,5%). Pada penelitian ini pun ditemukan orang yang berpengetahuan baik namun perilakunya cukup, karena pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo masih pada batas mengetahui dan memahami belum sampai pada aplikasi serta evaluasi. Hal ini mengganbarkan bahwa perilaku masyarakat yang ada di Desa Tunggulo baru sebatas pada perilaku sakit yaitu belum ada kesadaran sepenuhnya tentang penanganan penyakit malaria, sehingga mengakibatkan peningkatan penyakit malaria di Desa Tunggulo Tersebut. 2 Untuk memperkaya hasil penelitian, diharapkan ada penelitian sejenis memfokuskan penelitian terhadap faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan kejadian malaria.
Karakteristik Penderita Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Bongomeme Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo tahun 2009-2011 Mooduto, Patricia
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di separuh penduduk dunia. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih menghadapi risiko penyakit malaria. Provinsi Gorontalo termasuk provinsi yang memiliki angka kejadian malarianya cukup tinggi. Malaria di Provinsi Gorontalo menduduki peringkat ke-4 dari 10 penyakit lainnya yang menonjol. Wilayah kerja puskesmas Bongomeme merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Gorontalo yang mempunyai wilayah yang endemis malaria. Sesuai data yang didapatkan pada observasi awal kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas bongomeme mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Puskesmas Bongomeme penderita Malaria pada tahun 2009 sebanyak 89 orang, tahun 2010 sebanyak 135 orang, dan pada tahun 2011 sebanyak 486 orang. Untuk mengetahui karateristik penderita malaria di Puskesmas Bongomeme Kabupaten Gorontalo Tahun 2009-2011. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif Retrospektif, yang bertujuan menggambarkan karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan, waktu kejadian dan tempat tinggal pada penderita malaria di wilayah kerja Puskesmas Bongomeme. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Total Sampling, dengan jumlah sampel adalah 710 penderita . Hasil dari penelitian ini menunjukkan penderita malaria terbanyak berdasarkan umur yaitu pada golongan umur 15-53, jenis kelamin penderita terbanyak pada perempuan, pekerjaan penderita terbanyak pada yang tidak bekerja/IRT, sedangkan berdasarkan waktu kejadian terbanyak pada bulan November, dan tempat kejadian terbanyak di Desa Upomela dan Desa Bongohulawa. Dengan melihat hasil penelitian dari variabel-variabel yang diteliti dapat disimpulkan penderita malaria lebih banyak perempuan pada golongan umur 15- 53 tahun dan terbanyak kasus pada bulan November yaitu pada Desa Upomela dan Desa Bongohulawa. Kata kunci: Karateristik, Penderita, Malaria.
GAMBARAN CAKUPAN PROGRAM KELAMBUNISASI DALAM MENCEGAH KEJADIAN MALARIA DI DESA TUNGGULO KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012. Yusuf, Rahmat
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang dominan di daerah tropis dan sub tropis dan dapat mematikan. Setidaknya 270 penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki resiko terkena malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta meninggal karena penyakit yang disebarluaskan oleh nyamuk anopheles. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan cakupan pendistribusian kelambu dan penggunaan kelambu di desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan cakupan program kelambunisasi yang dilihat dari pendistribusian kelambu dan penggunaan kelambu oleh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat khususnya desa Tunggulo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Random Sampling, dengan jumlah sampel adalah 262 KK dari populasi 818 KK yang telah menerima kelambu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian kelambu yang dilakukan oleh petugas dan kader kesehatan tidak sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh Global Fund yaitu khusus bagi masyarakat yang memiliki ibu hamil dan bayi atau balita dan warga miskin tetapi pada kenyataannya kelambu berinsektisida dibagikan kepada seluruh masyarakat. Selain itu kelambu yang telah diberikan digunakan hanya selama 1-3 bulan saja setelah itu tidak digunakan lagi dengan berbagai macam alasan ada yang merasa kepanasan, tidak terbiasa, merasa terganggu, malas, merasa takut dengan warnanya yang putih, ada yang masih menggunakan anti nyamuk bakar dan elektrik sehingga kelambu yang dibagikan tidak digunakan. Dari hasil penelitian yang didapat, peneliti menyimpulkan bahwa pendistribusian kelambu di desa Tunggulo berjalan dengan baik dan lancar meskipun sasarannya tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh GF. Sedangkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan kelambu atau cakupan kelambunisasi mencapai 95,8 %, dan saran untuk instansi terkait agar kiranya melakukan monitoring minimal dalam 1 bulan 1 kali untuk memastikan kelambu yang dibagikan sudah digunakan atau belum digunakan. Kata Kunci : Cakupan Kelambunisasi, kejadian malaria

Filter by Year

2012 2012