cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
PUBLIC HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN MALARIA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik Lingkungan Fisik Rumah Penderita Kusta Di Wilayah Puskesmas Nuangan Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur makaminan, Afrilia
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae (M.leprae) yang pertama kali menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa dan organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik lingkungan fisik rumah penderita kusta di wilayah Puskesmas Nuangan Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Populasi dan sampel yaitu 11 penderita kusta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan observasional serta analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian kondisi fisik rumah dilihat dari jenis rumah yakni non permanen 2 rumah (20%), semi permanen 6 rumah (60%), permanen 2 rumah (20%). Jenis atap seng 9 rumah (90%), atap rumbia 1 rumah (10%). Jenis dinding kayu 8 rumah (80%), dinding semen 2 rumah (20%). Jenis lantai kayu 5 rumah (50%), lantai semen 3 rumah (30%), lantai tanah 2 rumah (20%). Ventilasi ruang tamu memenuhi syarat 7 (70%), Ventilasi kamar tidur tidak memenuhi syarat 6 (60%). Suhu ruang tamu tidak memenuhi syarat 9 (90%), Suhu kamar tidur tidak memenuhi syarat 10 (100%). Kelembaban ruang tamu memenuhi syarat 8 (80%), Kelembaban kamar tidur memenuhi syarat 7 (70%). Kepadatan hunian tidak memenuhi syarat 6 rumah (60%). Perlunya memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit kusta, sebagai usaha untuk menurunkan kejadian kusta di Wilayah Puskesmas Nuangan Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kata Kunci : karakteristik penderita kusta, lingkungan fisik rumah
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Bone Ruchban, Nurfitriani
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kondisi rumah memiliki peranan dalam penyebaran kuman TB paru ke orang yang sehat. kuman TB paru yang terdapat di udara saat penderita TB paru bersin akan dapat bertahan hidup lebih lama jika luas ventilasinya tidak memenuhi syarat, kurang cahaya dan padat hunian. Di Kabupaten Bone Bolango, Puskesmas Kabila Bone merupakan Puskesmas dengan penderita TB Paru terbanyak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Dengan jumlah populasi 356 orang dan sampel 188 yang terdiri dari 51 orang BTA positif dan 137 orang BTA negatif. Data yang telah di peroleh diolah dengan menggunakan SPSS dengan Uji Chi Square. Standar penilaian luas ventilasi dan kelembaban (Depkes 2007), pencahayaan (Susanta 2007), kepadatan hunian rumah (Mukono 2008) dan jenis Lantai (Ruswanto 2010). Hasil penelitian menggunakan lembar observasi diperoleh bahwa secara statistik terdapat hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian TB Paru karena &#967;2 hitung (8.466) > &#967; 2 tabel (3,841), tidak terdapat hubungan antara kelembaban dengan kejadian TB Paru karena diperoleh &#967; 2 hitung (0,004) < &#967; 2 tabel (3,841), terdapat hubungan antara pencahayaan dengan kejadian TB Paru karena diperoleh &#967; 2 hitung (7.447) > &#967; 2 tabel (3,841), tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru karena diperoleh &#967; 2 hitung (1.605) < &#967; 2 tabel (3,841), terdapat hubungan antara jenis lantai dengan kejadian TB Paru karena diperoleh &#967; 2 hitung (6.894) > &#967; 2 tabel (3,841). Dari penelitian ini terdapat 3 variabel yang berpengaruh yaitu luas ventilasi, pencahayaan dan jenis lantai. Disarankan kepada penderita agar memperhatikan kondisi fisik rumah dan bagi petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan tentang rumah sehat. Kata Kunci : Kondisi Fisik Rumah, TB Paru
Gambaran Sanitasi Lingkungan Masyarakat Daerah Pesisir Pantai Di Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango. Taib, Sartika
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha mengendalikan semua faktor fisik lingkungan yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan deskriptif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran sarana sanitasi lingkungan masyarakat daerah pesisir pantai di Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 2407 KK, dengan jumlah sampel sebanyak 343 KK dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase SPAL yang memenuhi syarat sebanyak (20,4%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak (79,6%). Sarana TPS yang memenuhi syarat sebanyak (6,7%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak (93,3%). Sebanyak 5,8% jamban yang digunakan responden memenuhi syarat dan sebanyak 94,2% jamban yang digunakan responden tidak memenuhi syarat. Untuk sarana penyediaan air bersih yang memenuhi syarat sebanyak (58,6%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak (41,4%), (Depkes, RI 2005). Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya sarana sanitasi lingkungan serta memperhatikan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kata kunci : Sanitasi Lingkungan, Daerah Pesisir Pantai.
Hubungan Keadaan Lingkungan Rumah dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue(DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo Tahun 2012 Gustidjafri, Nurayin
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang secara endemis berada di Indonesia dan telah menimbulkan persoalakne sehaftnm asyarakat. Pcnelitianin i bertujuanu ntuk mengetahuhiu bungank eadaanli ngktrngan rumah (keberadaan pakaian yang tergantung didalam rumah, keberadaan j""tik dan keberadaan tanaman hias) dan perilaku kepala keluarga (pengetahuarlsikap dan tindakan) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study. sampel penelitian yaitu sebanyak 295 KK y;g ada di wilayah kerja Puskesmas Dulalowo yang diambil r""u* purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner, kemudian dianalisa *"trgg.-uk* Chi Square. Berdasarkan hasil analisis Chi square didapatkan bahwa ada hubungan keberadaanj entik dengan kejadian DBD (x2 simg( 9,35g) > rr r,loe(3, ,g41) arau nilai p : 0,002 < 0,05). selain itu, vari{el keberadaan pakaian yang tergantung didalam ruat! keberadaan tanaman hias, pengetahuan, sikai a- tla"t* masing-masing tidak ada hubungan dengan kejadian DBD. Disarankan bagi setiap keluarga agar memperhatikan kebersihan lingkungan, melakukan p"o""gi* d* pengendalian nyamuk Aedes Aegtpti sertamelaksanakan 3M plus secaralptimal. Kata kunci : Demam Berdaroh Dengue, Linglatngan rumah, perilaku kepala keluarga. vll
Hygiene Sanitasi Pengolahan dan Uji Keberadaan Bakteri Escherichia coli Pada Es Buah Yang Dijajakan Dipasar Jajan Kota Gorontalo Tahaku, Nurshanty
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman es buah merupakan salah satu jenis minuman jajanan yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, minuman es buah harus memenuhi syarat kualitas air minum, sesuai dengan Permenkes RI No. 907/Menkes/SK/VII/2003 yaitu tidak terdapat Escherichia coli dalam minuman untuk menghindari terjadinya penyakit yang disebabkan oleh Escherichia coli, penerapan prinsip Hygiene Sanitasi Pengolahan Makanan Jajanan sesuai dengan Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hygiene Sanitasi Pengolahan dan Kandungan Bakteri Escherichia coli dalam es buah yang dijajakan dipasar jajan Kota Gorontalo. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penjual es buah di pasar jajan Kota gorontalo atau sebanyak 6 warung dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriftif dengan melakukan observasi terhadap penjual es buah yaitu melihat Hygiene Sanitasi Pengoalahan dan analisa laboratorium terhadap kandungan Escherichia coli dalam es buah. Teknik analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dinarasikan dengan data hasil pemeriksaan laboratorium untuk melihat ada tidaknya bakteri Escherichia coli dalam es buah kemudian dibandingkan dengan Permenkes RI No. 907/Menkes/SK/VII/2003 yaitu 0 dalam 100 ml sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua penjual/pembuat atau sejumlah 6 penjual (100 %) es buah belum menerapkan prinsip Hygiene Sanitasi Pengolahan antara lain penjamah makanan, persiapan tempat pengolahan es buah, serta peralatan dan bahan es buah belum memenuhi syarat kesehatan sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, terbukti seluruh es buah positif (+) terkontaminasi bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hal itu, perlu diadakannya pengawasan dan penyuluhan oleh instansi terkait atau Dinas Kesehatan tentang pentingnya Hygiene Sanitasi Pengolahan es buah sehingga minuman yang dipasarkan memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci : Hygiene Sanitasi Pengolahan, Escherichia coli, Es Buah, Keberadaan Bakteri.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Faktor Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract


Filter by Year

2012 2012