cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
PUBLIC HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
STUDI KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PROSES OZONISASI, ULTRAVIOLET, DAN REVERSED OSMOSIS DI KECAMATAN KOTA TENGAH DAN KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO 2012 wahyuni, iin
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alternatif pemenuhan air minum dipenuhi melalui adanya air minum isi ulang dengan berbagai proses pengolahannya seperti proses ozonisasi, ultraviolet (UV), maupun reversed osmosis (RO). Namun, peningkatan keberadaan depot air minum isi ulang di kalangan masyarakat belum diimbangi peningkatan kualitas air minum yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif yang bertujuan menggambarkan kualitas air minum isi ulang berdasarkan proses ozonisasi, UV, dan RO. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel air minum pada perusahaan AMDK dan DAMIU yang ada di kecamatan Kota Tengah dan Kota Selatan, terdiri dari 16 sampel untuk proses ozonisasi, 2 sampel untuk proses UV, dan 2 sampel untuk proses RO. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui grafik pada masingmasing variabel dengan merujuk pada Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air minum ditinjau dari proses ozonisasi, UV, dan RO berdasarkan parameter fisik (TDS) dan kimia (pH) masih memenuhi standar kesehatan, dengan nilai maksimal TDS pada sampel air ozonisasi adalah 106, proses UV adalah 166, dan proses RO adalah 119, dengan standar maksimal TDS 500 mg/l. Untuk parameter kimia, niLai pH maksimal pada sampel air minum ozonisasi adalah 7,6, proses UV adalah 7,5, dan proses RO adalah 119, dengan standar pH adalah 6,5-8,5. Namun untuk parameter mikrobiologi (total koliform), hanya 69% air minum dengan proses UV yang memenuhi standar Permenkes yaitu 0, 31% atau 5 dari 16 sampel tidak memenuhi standar, dengan total koliform maksimal adalah 96 per 100 ml sampel. Dari hasil pengamatan dan mempertimbangkan efek yang dihasilkan dari masing-masing proses pengolahan, dapat disimpulkan bahwa air minum dengan proses reversed osmosis (RO) memiliki kualitas terbaik. Kata Kunci : Air minum isi ulang, proses ozonisasi, proses ultraviolet, proses reversed osmosis.
STUDI TENTANG PERILAKU KESEHATAN PENGGUNA SUMUR GALI DI DESA LUHU KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012 Purnamasari, Anta
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku mempunyai peranan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat antara lain dalam penyediaan air bersih. Sarana air bersih yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya daerah pedesaan adalah sarana sumur gali. Sekitar 45% masyarakat di Indonesia menggunakan sumur sebagai sarana air bersih, dan diperkirakan sekitar 75% menggunakan jenis sumur gali. Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui gambaran perilaku pengguna sumur gali di Desa Luhu Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni purposive sampling. Jumlah populasi sebanyak 432 responden dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% masyarakat yang ada di Desa Luhu memiliki pengetahuan yang cukup dan 37% lainnya memiliki pengetahuan yang baik, yang diperoleh dari pengetahuan mengenai kualitas air dan sumur gali layak yang baik sedangkan perlakuan air pada sumur gali kurang baik. berdasarkan sikap, diperoleh 100% masyarakat memiliki sikap yang baik tentang penggunaan sumur gali khususnya dalam penggunaan air sumur gali dan sumber pencemar sumur gali. dalam hal tindakan diperoleh sebanyak 66,3% masyarakat memiliki tindakan yang baik dan 33,7% memiliki tindakan yang cukup, yang diketahui dari tindakan pengguna sumur gali dan yang dilakukan jika air sumur gali tidak layak yang rata-rata memiliki tindakan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden pada kategori cukup, sikap pada kategori baik dan tindakan pada kategori baik. Disarankan agar ada pemberian informasi dari instansi terkait dalam hal peningkatan perilaku masyarakat mengenai penggunaan sumur gali dan dampak yang ditimbulkan. Kata Kunci : Perilaku Kesehatan, Pengguna, Sumur Gali.
PENGARUH KONSTRUKSI SUMUR TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI ESCHERCIA COLI PADA AIR SUMUR GALI DI DESA DOPALAK KECAMATAN PALELEH KABUPATEN BUOL Hasnawi, Heriyani
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konstruksi sumur terhadap kandungan bakteri Eschercia coli pada air sumur gali di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. Penelitian ini bersifat Observasional dan Uji Laboratorium dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study ( Studi Potong Lintang) terhadap 16 sumur yang diambil dengan cara penarikan sampel yakni Purposive Sampling selanjutnya dilakukan observasi terhadap konstruksi sumur dan pemeriksaan bakteriologis air. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter dinding terdistribusi seimbang 50.0% memenuhi syarat dan 50.0% tidak memenuhi syarat, untuk parameter bibir terdistribusi tertinggi memenuhi syarat yaitu 56.25%, dari parameter lantai memenuhi syarat 50.0% dan tdak rnemenuhi syarat 50.0%, untuk SPAL terdistribusi tertinggi memenuhi syarat yaitu 56.25%, untuk parameter jarak sumber pencemar terdistribusi tertinggi memenuhi syarat yaitu 62.50%. Sementara, dari parameter bakteriologis terdistribusi tertinggi memenuhi syarat yaitu 56,25%. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa aspek jarak sumur dengan sumber pencemar terbukti memiliki pengaruh terhadap kandungan bakteri Eschercia coli. Sedangkan konstruksi sumur ditinjau dari aspek dinding, bibir, lantai dan SPAL tidak terbukti memilki pengaruh. Melakukan perbaikan kondisi konstruksi sumur gali terutama dalam menempatkan jarak sumber pencemar seperti tempat sampah, lubang galian untuk air limbah dan septic tank minimal 10 meter dari sumur adalah hal utama yang perlu dilakukan untuk mencegah adanya kontaminasi terhadap air konsumsi masyarakat. Kata kunci : Dinding, Bibir, Lantai, SPAL, Jarak Sumur dengan Sumber Pencemar, Kandungan Bakteri Eschercia coli
UJI KADAR KESADAHAN SUMBER AIR MINUM PADA KEJADIAN PENYAKIT BATU SALURAN KEMIH DI DESA BARAKATI KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2012 Bobihu, Rizka
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit batu saluran kemih merupakan salah satu masalah kesehatan, diantara penyebabnya adalah kesadahan air yang dikonsumsi. Kesadahan mengandung zat atau bahan kimia misalnya adanya Ca2+, Mg2+, dan CaCO3 yang melebihi standar kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kesadahan sumber air minum di Desa Barakati. Sampel penelitian ini adalah Sumur Gali, Sumur Suntik dan PDAM. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 14 responden diantaranya 7 responden yang penderita penyakit batu saluran kemih dan 7 yang bukan penderita penyakit batu saluran kemih. Sampel yang diambil yaitu sumber air minum yang digunakan warga. Sampel yang diambil diperiksa di Laboratorium. Simpulan Penelitian ini adalah diperoleh bahwa kadar kesadahan sumber air minum pada sampel penderita lebih tinggi yaitu 1375,173 mg/l dibandingkan dengan kadar kesadahan sumber air minum sampel yang bukan penderita yaitu 429,7415 mg/l. Saran yang dapat diajukan adalah warga yang menggunakan sumur suntik sebaiknya menggunakan air PDAM atau sumur gali untuk kebutuhan minum, dan memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari. Kata Kunci : Kesadahan, Ca, Mg Sumber Air Minum, Batu Saluran Kemih
UJI KUALITAS FISIK DAN BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI BERDASARKAN KONSTRUKSI SUMUR DI DESA DILONIYOHU KECAMATAN BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO. kaharu, novrianti
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan bakteriologis air sumur gali berdasarkan konstruksi sumur yang digunakan oleh masyarakat Desa Diloniyohu Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain deskriptif yaitu menggambarkan kualitas fisik dan bakterilogis air sumur gali berdasarkan konstruksi sumur di Desa Diloniyohu. Jumlah populasi dalam penelitian adalah sebanyak 97 sumur. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Cluster Random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 53 sumur untuk uji kualitas fisik air dan untuk bakteriologis air menggunakan metode Purposive Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 sumur. Kualitas air sumur gali disesuaikan dengan baku mutu air bersih sesuai dengan Permenkes RI No. 416/Menkes/per/IX/1990. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan konstruksi sumur gali di desa Diloniyohu dari aspek dinding sumur, bibir dan lantai sebagian besar sudah memenuhi syarat. Akan tetapi jika ditinjau dari aspek jarak sumber pencemar masih sebanyak 76% tidak memenuhi syarat. Kualitas fisik air sumur gali, ditinjau dari bau dan TDS 100% sudah memenuhi syarat baik pada konstruksi sumur yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat, kekeruhan 2% tidak memenuhi syarat, warna 32% tidak memenuhi syarat, dan rasa 28% tidak memenuhi syarat. Parameter warna dan rasa yang tidak memenuhi syarat banyak terdapat pada konstruksi sumur (jarak sumber pencemar, SPAL, dan lantai) yang tidak memenuhi syarat dan pada dinding sumur dan bibir yang memenuhi syarat. Untuk kualitas baketriologis air sumur gali di Desa Diloniyohu 90% sudah memenuhi syarat sesuai baku mutu dari Permenkes RI No. 416/Menkes/per/IX/1990. Untuk itu perlu adanya perhatian dari masyarakat dan pemerintah dalam membuat sarana air bersih yang memenuhi syarat terutama untuk sumur gali agar diperoleh kualitas dan kuantitas air yang memenuhi syarat kesehatan sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi. Kata kunci : konstruksi sumur gali, kualitas fisik air, kualitas bakteriologis air
DESKRIPSI KUALITAS AIR SUMUR GALI DI DUSUN III DESA PULUBALA KECAMATAN PULUBALA KABUPATEN GORONTALO Pakaya, Mayariska
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur marupakan air yang digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, cuci, kakus, dan sebagainya. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut, yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum, termasuk untuk masak, air harus mempunyai persyaratan khusus agar tidak menimbulkan penyakit pada manusia. Salah satu sarana untuk mendapatkan air bersih adalah melalui sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas air sumur gali di dusun III Desa Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 yang diuji dari beberapa parameter, yakni parameter fisik yang meliputi suhu air, kekeruhan, dan jumlah zat padat terlarut (TDS). Kemudian parameter kimia seperti derajat keasaman (pH) air, dan terakhir parameter bakteriologis, yang meliputi pemeriksaan kandungan bakteri Coliform total dan bakteri E.coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 6 dusun dengan total keseluruhan sumur yang ada di desa Pulubala sebanyak 52 buah sumur. Sampel dalam penelitian ini adalah air sumur di Desa Pulubala Dusun III dengan jumlah sumur 6 buah (6 sampel). Teknik analisa data pada penelitian ini adalah analisis kualitatif berupa deskriptif dengan menganalisis data yang disesuaikan dengan Permenkes RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002. Hasil penelitian dilihat dari segi fisik dan kimia, menunjukan bahwa air sumur gali dilihat dari indikator TDS, kekeruhan, suhu, dan derajat keasaman (pH) air masih memenuhi syarat baku mutu air bersih, tidak melewati ambang batas untuk baku mutu air bersih yang telah ditetapkan oleh PerMenKes 2002 sedangkan untk hasil penelitian dilihat dari segi bakteriologis menunjukan keberadaan jumlah mikroorganisme bakteri Coliform sangat melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan untuk baku mutu air bersih. Rata-rata hasil pengujian bakteriologis air yang berasal dari sumur gali mengandung bakteri Coliform total sebesar 2,4x103=2400 sel bakteri per 100 ml air, serta rata-rata sampel air telah positif mengandung bakteri E.coli. Kata kunci : Kualitas, Sumber Air Sumur
STUDI KUALITAS AIR SUNGAI BONE DENGAN METODE BIOMONITORING (Suatu Penelitian Deskriptif yang Dilakukan di Sungai Bone) Maruru, Stevi
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status kualitas air Sungai Bone dengan metode Biomonitoring dan makroinvertebrata sebagai bioindikatornya, yang didukung dengan pemeriksaan beberapa parameter fisik dan kimia, berupa suhu, kekeruhan, dan pH. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung dilokasi, dan pemeriksaan parameter fisik dan kimia dilakukan di laboratorium. Lokasi penelitian dilakukan di tiga stasiun, yaitu daerah Suwawa, daerah Kabila, dan daerah Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif yaitu memberi gambaran tentang kualitas air Sungai Bone dengan metode biomonitoring untuk setiap stasiun. Data hasil penelitian ini dianalisis secara kuantitatif menggunakan program Microsoft excel dalam penyajian tabel identifikasi makroinvertebrata, dan paduan dalam mengidentifikasi makroinvertebrata dan nilai indeksnya. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia, dimana nilai suhu untuk setiap stasiun berkisar antara 24-25oC, untuk nilai kekeruhan berkisar antara 12-80 NTU, serta nilai pH berkisar 7-8. Nilai kekeruhan pada stasiun 3 mengalami peningkatan, yaitu 80 NTU, dan melebihi ambang batas Permenkes 416 tahun 1990, tetapi untuk suhu dan pH masih berada dibawah batas Permenkes 416 tahun 1990. Sedangkan untuk hasil perhitungan BBI dan FBI didapatkan nilai untuk setiap stasiun, berurutan sebagai berikut FBI 5,82, 5,96, 6,07 dan BBI 4, 4, 4. Jenis makroinvertebrata yang paling banyak ditemukan pada setiap stasiun adalah famili Thiaridae, yang termasuk dalam makroinvertebrata tahan pencemaran. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air Sungai Bone sudah menunjukkan kondisi yang agak buruk. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan penambangan sirtu, dan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitaran aliran Sungai Bone. Disarankan perlu pemantauan kualitas air dengan metode biomonitoring berdasarkan perbedaan musim. Kata kunci : Biomonitoring, Makroinvertebrata, Kualitas air, Sungai Bone
STUDI KUALITAS LIIMBAH CAIR DI TEMPAT PENCUCIAN MOTOR DI KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO 2012 imran, abdulrahman
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat dengan mobilitas yang semakin tinggi mendorong mereka untuk memiliki kenderaan bermotor sehingga dapat mempermudah perjalanan mereka. Hal tersebut yang membuat pelaku usaha untuk mengembangkan usaha dibidang jasa pencucian motor. Namun dari pencucian motor ini menimbulkan masalah limbah cair yang dibuang ke lingkungan tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran pada masyarakat mengenai kualitas limbah cair di tempat pencucian motor di Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 10 sampel limbah cair yang diambil pada pencucian motor di kecamatan Kota Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas limbah cair berdasarkan parameter fisik (suhu dan kekeruhan) dan parameter kimia (pH dan BOD) bervariasi. Beberapa sampel dengan parameter tertentu tidak melebihi standar dan beberapa sampel melebihi standar. Standar yang digunakan yaitu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 3/MENLH/1/1998 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri. Dengan melihat hasil pengamatan dari berbagai parameter tersebut dan mempertimbangkan efek yang dihasilkan maka peneliti menyimpulkan limbah cair yang dihasilkan pencucian motor berpotensi untuk mencemari lingkungan. Kata Kunci : Limbah cair, pencucian motor , pH, kekeruhan, Suhu dan BOD.
STUDI KUALITAS AIR SUNGAI BONE DENGAN METODE BIOMONITORING (Suatu Penelitian Deskriptif yang Dilakukan di Sungai Bone) Maruru, Stevi
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status kualitas air Sungai Bone dengan metode Biomonitoring dan makroinvertebrata sebagai bioindikatornya, yang didukung dengan pemeriksaan beberapa parameter fisik dan kimia, berupa suhu, kekeruhan, dan pH. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung dilokasi, dan pemeriksaan parameter fisik dan kimia dilakukan di laboratorium. Lokasi penelitian dilakukan di tiga stasiun, yaitu daerah Suwawa, daerah Kabila, dan daerah Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif yaitu memberi gambaran tentang kualitas air Sungai Bone dengan metode biomonitoring untuk setiap stasiun. Data hasil penelitian ini dianalisis secara kuantitatif menggunakan program Microsoft excel dalam penyajian tabel identifikasi makroinvertebrata, dan paduan dalam mengidentifikasi makroinvertebrata dan nilai indeksnya. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia, dimana nilai suhu untuk setiap stasiun berkisar antara 24-25oC, untuk nilai kekeruhan berkisar antara 12-80 NTU, serta nilai pH berkisar 7-8. Nilai kekeruhan pada stasiun 3 mengalami peningkatan, yaitu 80 NTU, dan melebihi ambang batas Permenkes 416 tahun 1990, tetapi untuk suhu dan pH masih berada dibawah batas Permenkes 416 tahun 1990. Sedangkan untuk hasil perhitungan BBI dan FBI didapatkan nilai untuk setiap stasiun, berurutan sebagai berikut FBI 5,82, 5,96, 6,07 dan BBI 4, 4, 4. Jenis makroinvertebrata yang paling banyak ditemukan pada setiap stasiun adalah famili Thiaridae, yang termasuk dalam makroinvertebrata tahan pencemaran. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air Sungai Bone sudah menunjukkan kondisi yang agak buruk. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan penambangan sirtu, dan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitaran aliran Sungai Bone. Disarankan perlu pemantauan kualitas air dengan metode biomonitoring berdasarkan perbedaan musim. Kata kunci : Biomonitoring, Makroinvertebrata, Kualitas air, Sungai Bone
STUDI KUALITAS LIIMBAH CAIR DI TEMPAT PENCUCIAN MOTOR DI KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO 2012 imran, abdulrahman
PUBLIC HEALTH JOURNAL VOL 1, NO 1, 2012
Publisher : PUBLIC HEALTH JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat dengan mobilitas yang semakin tinggi mendorong mereka untuk memiliki kenderaan bermotor sehingga dapat mempermudah perjalanan mereka. Hal tersebut yang membuat pelaku usaha untuk mengembangkan usaha dibidang jasa pencucian motor. Namun dari pencucian motor ini menimbulkan masalah limbah cair yang dibuang ke lingkungan tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran pada masyarakat mengenai kualitas limbah cair di tempat pencucian motor di Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 10 sampel limbah cair yang diambil pada pencucian motor di kecamatan Kota Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas limbah cair berdasarkan parameter fisik (suhu dan kekeruhan) dan parameter kimia (pH dan BOD) bervariasi. Beberapa sampel dengan parameter tertentu tidak melebihi standar dan beberapa sampel melebihi standar. Standar yang digunakan yaitu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 3/MENLH/1/1998 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri. Dengan melihat hasil pengamatan dari berbagai parameter tersebut dan mempertimbangkan efek yang dihasilkan maka peneliti menyimpulkan limbah cair yang dihasilkan pencucian motor berpotensi untuk mencemari lingkungan. Kata Kunci : Limbah cair, pencucian motor , pH, kekeruhan, Suhu dan BOD.

Filter by Year

2012 2012